Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Yuda sudah kembali


__ADS_3

Zeline terbangun dari tidurnya sekitar jam 1 malam, dia haus ingin minum namun tak ada air di kamar ini, ingin pergi ke dapur namun Liam sangat erat sekali memeluknya. Dibangunkannya perlahan Liam namun tak ada respon.


"Kak lepasin dulu aku mau ambil minum,aku haus kak" ucap Zeline sambil menguncangkan tangan Liam yang memeluknya.


"Biar aku saja yang ambil minum , kau diam disini ya " ucap Liam bergegas pergi ke dapur


Zeline pun menurut dan duduk menunggu Liam kembali.


Klek


suara pintu terbuka ternyata Liam sudah kembali, diberikannya air minum kepada Zeline dan langsung di minum sampai tandas.


"Makasih kak"ucap Zeline sambil memberikan gelas kosong itu.


"Hemmm cepat sini tidur lagi " sambil merentangkan tanganya agar Zeline memeluknya juga.


Dengan ragu Zeline masuk kedalam pelukan itu dan Liam langsung memeluknya dengan erat.


***


Sudah 1 bulan lebih Yuda dirawat dirumah sakit dan sekarang dia bisa pulang kerumah, kondisinya sudah baik. Perkembangan kesembuahannya sangat pesat sekali, dan Yuda bersyukur bisa kembali sembuh dan di beri umur panjang oleh tuhan.


"Yud yu kita pulang " ucap ayah Yuda


"Ayo yah" balas Yuda


"Sekarang ayah akan meluangkan waktu ayah untuk mu na biar kau tak kesepian lagi, ayah tak ingin sampai kejadian ini terjadi lagi " janji ayahnya.


"Terimakasih yah"ucap Yuda sangat senang akhirnya ayahnya kembali lagi seperti semula saat masih ibunya hidup.

__ADS_1


***


Pagi pun tiba saat Zeline terbangun Liam sudah tak ada kemana dia, Zeline cepat-cepat pergi kekamar mandi memulai rutinitas paginya. Dia akan masuk kuliah hari ini dan Liam pun sudah mengizinkannya.


Liam masuk kekamar namun Zeline tak ada kemana, namun ada gemericik air yasudah lah aku tunggu pasti sedang mandi.


"akhh,, kakak ngagetin aja tiba-tiba ada dikamar, kakak keluar dulu aku kan mau pakai baju dulu" ucap Zeline sambil terus mempererat handuknya.


"Kau ini mengagetkan aku saja sayang " jawab Liam dia sedang anteng-antengnya main hp eh tiba-tiba ada yang teriak ada-ada saja Zeline ini.


"Kalau aku tak mau keluar bagaimana sayang " goda Liam sambil menghampiri Zeline, Zeline malah menjadi takut dan memundurkan tubuhnya takut Liam melakukan hal-hal anehkan. Liam yang mendapat respon seperti itu malah semakin menjadi jadi, Zeline sudah mentok tak bisa bergerak lagi, Liam sudah mengungkungnya dan wajahnya sudah sejajar dengan wajah Zeline dan semakin mendekat , refleks Zeline memejamkan mata, Liam tersenyum gemas melihat respon Zeline lalu tanpa Zeline sadari Liam sudah tidak ada dikamar ini.


Perlahan Zeline membuka matanya dan hah sudah tidak ada laki-laki itu dasar ya tu laki-laki ingin mempermainkannya lihat saja nanti pembalasanya.


Zeline pun cepat-cepat memakai bajunya dan berdandan seadanya saja, saat menuruni tangga Zeline menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Sini duduk jangan cemberut saja, kaya badut tau ga kalau kau cemberut gitu" tegur Liam.


Makin kesal Zeline di bilang seperti badut kemarin bebek sekarang badut ih kesal deh .


Liam hanya terkekeh melihat sifat kekanakan Zeline, di hampirinya Zeline didudukannya Zeline dan di suapinya Zeline.


"Ayo sayang buka mulutnya aku suapi "


Zeline tertegun dengan sikap Liam sekarang dia mau mengalah untuknya, pelan Zeline ambil sendonya dan berkata " aku makan sendiri aja kak, kakak juga kan harus sarapan "


"Baiklah " sambil mengusap kepala Zeline.


Sudah beres sarapan bergegas pergi kekampus karna ada jadwal kelas pagi untuk Zeline, dimobil pun tak ada pembicaraan sama sekali.

__ADS_1


Sampai juga di kampus,mobil sudah terparkir Liam pun membuka sabuk pengamannya dan mencium kening Zeline lalu keluar untuk membuka pintu Zeline.


Zeline keluar dengan digandeng oleh Liam, sekarang Zeline tak menolak akan dia ikuti alur hidupnya akan seperti apa, yang penting Liam sekarang tak seperti dulu.


"Aku masuk dulu ya kak " ucap Zeline saat sudah sampai di kelas Zeline.


"Iya sayang ingat kamu jangan sampai telat makan ya, kalau ada apa-apa bilang padaku, dan jika ingin pergi kekamar mandi mintalah antar kepada sahabat mu itu " ucap Liam dia sampai sekarang tak tau nama sahabat kekasihnya itu.


"iya siap komandan, sahabat ku itu namanya Jovanka" sambil memberi hormat kepada Liam.


"Iya iya aku kan tak kau. Sudah aku keruangan ku dulu ya sayang" ucap Lism berpamitan dan tak lupa mengelus kepala Zeline.


"Zeline akhirnya kamu masuk juga aku kesepian tau" heboh Jo sambil memeluk Zeline.


Belum sempat Zeline menjawab ada yang memanggilnya


"Line" Zeline pun menoleh dan itu Yuda.


Yuda terus berjalan menghampiri Zeline "hey Line ko bengong sih " ucap Yuda menegur Zeline.


"Kamu udah sembuh Yud, maaf ya aku sama Zeline gabisa negok kamu" ucap Jo mewakili Zeline, karna Zeline hanya diam saja, dia masih tak percaya Yuda sehat kembali, kalau Liam tau bagaimana.


"Iya gpp yaudah yu kita duduk sebentar lagi dosen masuk "


Jo dan Zeline pun menurut dan duduk dikursinya masing-masing.


Yuda


__ADS_1


__ADS_2