Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Persiapan


__ADS_3

Sekarang kandungan Zeline sudah menginjak 9 bulan sebentar lagi akan melahirkan. Bahkan sekarang Zeline dan suaminya sudah pindah kejakarta. Bertetangga bersama ibunya dan Andre serta Syifa juga yang sekarang sudah lulus sekolahnya.


Sebelum pergi ke jakarta Zeline serta Liam sudah berpamitan pada ibu dan ayahnya Zeline, namun sama sekali tak di gubris. Hanya makian yang mereka terima. Sungguh saat itu Zeline drop memikirkan kedua orang tuanya.


"Sayang aku pergi kekantor dulu ya. Kalau ada apa-apa kamu telfon ya sayang. Nanti mas suruh Syifa menemanimu lagi agar ada tema mengobrol dan kamu gak kesepian" pamit Liam pada istrinya.


"Iya mas, pasti aku akan selalu mengabarimu. Kamu hati-hati dijalannya awas jangan teledor ya mas. Kamu harus selalu fokus ya" sambil menyalami tangan suaminya.


Setelah perpamitan Liam langsung pergi kekantor saat Zeline akan masuk datang seorang perempuan "Kakak " teriak Syifa.


"Apa adek ku, kamu itu teriak-teriak terus gak sakit tengorokannya "


"Maaf kak, gimana kakak udah mau lahiran belum perutnya udah besar gini. Berat gak kak bawa perut yang bunyit kaya gini"


"Belum Syifa, kata dokter sih 1 mingguan lagi tapi kakak juga gak tau kadangkan beda ya. Lumayan berat syaang, nanti juga kamu bakal kaya kakak gini. Ayo kita masuk Syifa "


"Ayo kakak, sini aku tuntun ya " segera mereka berdua masuk kedalam rumah.


Zeline seperti mempunyai adik, dia sangat senang bisa mengenal Syifa, baik, cerewet dan selalu menghiburnya setiap harinya. Sama seperti kakaknya Asa. Dia hampir setiap hari menghubunginya. Namun Jo sesekali saja mungkin dia sibuk kuliah.


Sedangkan dirinya tak melanjutkan kuliahnya. Dirinya lebih memelih menjadi ibu rumah tangga saja. Mengurus suaminya dan juga anaknya.


Segera mereka berdua duduk di kursi ruang tamu. Dan kembali mengobrol.


"Kakak aku binggung, harus gimana lagi deketin paman Andre. Dia itu susah banget. Kenapa sih emang aku gak cantik atau gimana kak. Kesel tau "


"Hemmm gimana ya, kamu harus lebih sabar lagi, tau sendirikan paman Andre itu udah lama jomblo mungkin hatinya udah karatan " samb tertawa kecil


"Ist kakak ini, terus harus aku gimanain harus di asah gitu hatinya paman Andre biar tajem lagi dan suka sama aku "


"Boleh tuh, atau gak coba deh kamu jual mahal aja sama paman Andre siapa tau paman Andre nanti merasa kehilangan terus ngejar-ngejar kamu "


"Ide bagus sih kak, tapi aku gak bisa jauh-jauh dari paman Andre "

__ADS_1


"Kamu ini, kalau gitu gimana dong bisa ngeluluhin hati paman Andre "


"Ahhh binggung baget kak, aku pusing tau kak. Rasanya kepala aku pengen pecah aja tau kak "


**


Sedangkan dibandung sekarang Asa sedang membeli buah apel banyak sekali entah untuk apa. Setelah semuaya terbeli Asa segera pulang kerumah.


Selama diperjalanan Asa selalu kepikiran antara melakukannya atau tidak. Tapi itu harus dilakukan agar hatinya puas mendapati Yuda mati ditanggannya.


Asa segera membuka pintu rumah, sepi ternyata tak ada orang. Segera Asa masuk dan menyimpan apel-apelnya di dalam gudang. Malam ini akan dirinya persembahkan sebuah minuman yang akan mengakhiri hidup Yuda seutuhnya.


Asa segera mengumpulkan perlengkapannya lalu mengunci gudang dengan hati-hati takut ada orang yang melihatnya. Atau tiba-tiba masuk kedalam gudang.


Satu persatu apel Asa potong, dikeluarkan sat persatu bijinya juga dengan teliti. Dia akan membuat sianida dari biji apel yang dirinya kumpulkan.


Diluar Yuda mencari Asa tadi dirinya mendengar suara pintu terbuka dan yakin itu yang masuk adalah Asa. Namun kenapa sekarang tak ada siapa-siapa. Apa yang tadi bukan Asa. Tapi masa sih.


Asa yang mendengar ponselnya segera mengeceknya ternyata Yuda. Untung saja di getarkan. Asa segera mempercepat pekerjaannya. Lalu membelender semua biji apel itu dan menyimpannya disebuah toples.


"Hari ini hidupmu akan berakhir Yud, terimakasih atas semua hari-hari yang menyenangkan ini "


Asa segera membereskan semuanya, lalu membuka kuncinya dan mengintip keluar takut ada orang. Setelah merasa aman Asa segera keluar dan mengunci kembali gudang. Baru juga beberapa langkah.


"Sa kamu dari mana " tanya Yuda yang ada dibelakang Asa.


Asa yang takut ketahuan segera menoleh dan tersenyum pada Yuda "Aku dari taman Yud, tadi em siram bunga dulu. Kenapa Yud kamu cari aku" bohong Asa.


"Engga aku tadi liat kamu pulang tapi kok gak ada, makannya aku cari kamu. Kamu beli apa jadinya kepasar "


"Gak jadi beli apa-apa Yud. Yaudah yu kita nonton aja. Iya bener nonton aya yu Yud " sambil mendorong kursi roda Yuda keruang tengah. Binggung harus bilang apa lagi.


"Kamu gapapa kan Sa, kok gugup gitu sih kaya yang udah ngelakuin sesuatu yang salah aja"

__ADS_1


"Engga aku gapapa Yud, aku cuman binggu aja. Apa lagi yang harus kita lakuin, semuanya udah kita lakuin loh"


"Emm apa ya Sa. Bingung aku juga "


"Hahaha kamu ini Yud. Gimana sih "


"Yaudah nonton film aja mau gak, kita nonton film hantu kaya seru Sa "


"Ayo deh aku juga udah lama gak nonton film hantu pasti seru banget"


Asa segera membantu Yuda duduk dikursi. Lalu menyetel film hantu dan duduk disebalah Yuda dengan tenang.


"Sini Sa lebih deket dong, jangan jauh-jauh ya " sambil memeluk Asa dan mencium pipi Asa juga.


Asa yang kaget, hanya diam melamun jantungnya tiba-tiba berdekat dengan kencang. Ada apa ini. Kenapa dengan jantungnya. Kenapa berdekatan dengan Yuda seperti ini bisa menjadi gugup dan hatinya menjadi tak karuan seperti ini.


***


"Dre, lo sebenernya ada hubungan apa sama Syifa " tanya Liam yang sekarang mereka sedang makan siang dikantin.


"Gue gak ada hubungan apa-apa cuman dia suka sama gue dan deketin gue terus "


"Terus hati lo gimana Dre, nerima dia "


"Gak tau gue binggung. Gue sukannya sama Asa, kakaknya istri loh, tapi waktu itu kan gue minta no Asa dari istri lo. Tapi ga direspon susah juga ya deketin kakaknya istri lo"


"Ya mungkin dia udah punya pasangan kali. Lo jangan sampai sakitin hati Syifa ya. Gue gamau dia sakit hati awas aja" Liam sudah mengangap Syifa sebagai adiknya.


"Ya mungkin juga, ya makannya gue selalu hindari Syifa ya karena gue kamau dia makin ngejar ngejar gue dan nantinya sakit hati"


"Hemm yaudah awas aja kalau lo sakiti Syifa "


"Iya iya bos cerewet amat "

__ADS_1


__ADS_2