
Asa yang sudah ditunjukan kamarnya oleh pelayan dirumah ini segera masuk, lalu mengunci pintunya. Bukannya langsung membersihkan diri Asa malah langsung menelungkupkan badanya diatas tempat tidur.
Menangis sejadi-jadinya atas semua kejadian yang telah dialaminya. Sekarang harus bagaimana hatinya ingin sekali kembali pada Yuda,p namun dirinya malu pada Yuda karena telah ingin membunuh Yuda.
"Maafin aku Yud, mungkin aku bukan orang yang tepat buat kamu, semoga kamu bahagia dengan wanita yang lain. Aku disini akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu " sambil membuka foto Yuda diponselnya. Foto mereka berdua saat menikah.
"Aku kira aku tak akan mencintaimu Yud, aku kira aku akan selalu membencimu tapi sekarang malah menaruh hati padamu. Benar kata bapak taxi, benci bisa berubah menjadi cinta dan sekarang aku menyadarinya kalau aku mencintaimu. Selama dirumah aku selalu bersama mu, selalu bercanda, kau lembut padaku dan itu yang membuatku mencintai dengan perhatian kecilmu padaku yang meluluhkan hati ku, dan mengikis sedikit demi sedekit kebencian itu dan berubah menjadi cinta. Rasa nyaman yang kamu berikan padaku membuatku merasa aman ada disisimu"
"Terimakasih sudah ada didalam hidupku dan membuatnya menjadi berwarna dengan tingkahmu yang membutku selalu tertawa. Aku yakin diluar sana ada perempuan yang menunggumu. Setia menunggumu untuk kau cintai seperti cinta mu padaku yang besar. Meski mungkin awalnya kau mencintaiku karena wajahku yang sama dengan adikku. Namun aku yakin sekarang kau mencintaiku "
"Aku disini akan bahagia melihatmu yang kelak yang akan bahagia pula dengan perempuan baik itu. Selalu jaga dirimu Yud " setelah mengelurkan semua isi hatinya Asa segera mencium foto Yuda lalu memeluknya dan Tertidur lelap sambil memeluk foto suaminya.
Biasanya langsung dipeluk oleh suaminya namun sekarang hanya bisa memeluk fotonya saja. Tak apa yang terpenting Asa sekarang masih merasakan pelukan itu. Pelukan suami tercintanya.
**
Dirumah sakit sekarang tinggal Zeline dan suaminya saja sedangkan anaknya sudah dibawa keruangan bayi. Tadi sudah Zeline susui juga.
"Sayang gimana masih sakit gak " tanya Liam yang penasaran.
"Engga sih mas sayang, sekarang udah gak terlalu sakit. Tadi pas dijahit agak sakit tapi gak kerasa sih "
"Apanya sayang yang dijahit "
"Ini lubang yang sering mas masukin, aku kaget banget saat tau dijahit, soalnya tadi kata dokter punya ku sobek karena anak kita yang gendut "
"Yang bener sayang lubangnya gak dijahit semuanya kan "
"Ihhh mas tuh yah, ya enggalah kalau gitu burung mas gak bisa masuk lagi dong "
"Heheeh iya maaf sayang lupa ".
__ADS_1
"Tapi aku gak menyesal kok mas, aku senang bisa melahirkan anak untukmu. Aku sangat-sangat senang sekali sampai-sampai aku tak bisa mengutarannya dengan kata-kata. Anak kita adalah sebuah kado yang sangat spesial untuk kita semua. Karena dia keluarga kita menjadi utuh Kembali lagi semuanya "
"Iya benar sayang Lucas anak yang istimewah yang bisa menyatukan keluarga kita semua. Aku berdoa Lucas menjadi anak yang baik dan serta penyayang yang terpenting selalu setia pada satu perempuan dan tak membuat hati perempuan sakit "
"Iya mas, aku juga berdoa demi kebaikan anak kita Lucas, semoga dia akan selalu menjadi pelindung untuk kita semua ya mas "
"Iya sayang pasti, Lucas akan menjadi kebanggaan kita semuanya. Aku juga sangat bahagia kau sangat hebat bisa melahirkn Lucas dengan menaruhkan nyawamu sendiri demi dia. Aku tak akan melupakan pengorbananmu yang sangat besar ini "
"Iya mas itu adalah tugasku , aku siap mati demi melahirkan Lucas kedunia ini. Hidupku sekarang sudah lengkap dengan kehadiran Lucas dan dirimu, sudah aku tak mau apa-apa lagi "
"Ya sudah syaang sekarang kita bobo, kita istirahat dulu besok pagi kita udah boleh pulang bawa baby Lucas kerumah kita "
"Iya mas sayang ayo "
Liam segera menyingkap selimbut dan tidur disamping istrinya. Memang sengaja dirinya memesan tempat tidur yang lebih luas dari yang biasanya agar dirinya selalu memeluk istri kesayangannya itu.
***
Setelah lelah karena loncat-loncat Jo segera menelfon Zeline namun tak diangkat saat melihat jam dia baru ingat pasti sudah malah di indonesia. Karena perbedaan waktu.
Namun seketika raut wajah Jo berubah saat mengigat tentang mantan pacarnya Riyan. Apa nanti akan bertemu dengan Riyan kembali.
Dirinya masih enggan untuk bertemu dengan Riyan. Malas saja takut nanti hatinya mencintainya lagi. Kalau itu sampai terjadi sudah lah hancur pertahannya yang sudah dirinya bangun sejak tinggal disini.
"Seharusnya kan aku ada disaat Zeline lahiran tapi kenapa ya cepat sekali kelahiran anak Zeline bukannya 1 minggu lagi ya. Semoga saja Zeline baik-baik saja beserta anaknya pula "
Jo pun segera berkemas untuk pergi menemui sahabatnya yang sekarang sudah mempunyai bayi lucu tentunya. Masa iya ayahnya ganteng dan ibunya cantik anaknya akan biasa-biasa saja. Pasti akan lebih waw dari kedua orang tuanya.
"Tunggu aunty ya, dede bayi nanti setelah aunty datang kesana akan aunty telaktir eskrim tenang saja apapun yang akan kamu mau aunty kasih " celoteh Jo.
Ya kali anak baru lahir udah dikasih es kirim, Jo ini kadang-kadang fikirannya suka ngawur kemana-mana dan kadang-kadang menjelajah kemana-mana.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu kamar Jo terbuka dan menampakan maminya yang cantik.
"Mau kemana kamu sudah berkemas seperti ini sayang " tanya maminya yang penasara.
"Mamih tau gak "
"Ya gak tau sayang, kamu aja belum ngomong "
"Ist mamih kenapa dipotong pembicaraan aku, aku juga kan belum beres"
"Iya iya maafkan mamih, ada apa memangnya "
"Zeline melahirkan mih "
"Apa terus terus sekarang dimana Zeline, keadaan Zelinenya gimana Jo. Kenapa kamu baru sekarang mau pulang ke indonesianya bukannya dari jauh-jauh hari kamu ini selalu saja begitu. Seharusnya kamu itu mendapingi Zeline, ini malah masih dirumah diam dengan tenang. Kamu ini ya dasar " mamihnya malah mengomeli Jo anaknya
"Ih mamih kok malah marah-marah sih, kan aku taunya Zeline mau lahiran 1 minggu lagi ternyata kurang dari 1 minggu udah ngelahirin "
"Ya harusnya kamu udah siap-siap dong dari pertama, kan mamih udah bilang kalau lahiran itu kadang lebih cepet kadang lebih lama dari waktu yang ditentukan "
"Iya iya mamih, udah aku sekarang lagi beres-beres dulu, jadi gak nitip hadiah buat anaknya Zeline "
"Jadi dong, tapi kamu siap ketemu lagi sama Riyan, kamu kasih kesempatan lagi Riyan kasihan dia. Makin kesini makin kecil badannya. Mungkin setelah kamu beri pelajaran dia tak akan mengulangi kesalahan yang sama "
"Ya mungkin mih, aku juga kasian tapi. Aku gak mau kejadian kaya gitu keulang lagi. Emang itu masalah kecil tapi aku yang memang takut dikhianati menjadi seperti ini "
"Iya mamih tau, mamih juga pernah ada diposisi kamu. Papih dulu gitu sama nak, dia tuh sama temen lamanya deker banget, malahan perempuan itu nempel terus sama papih kamu. Mamih yang sebagai pacarnya hanya dianggurin aja. Sakit hati mamih "
"Ya makannya aku gak mau kaya mamih, yaudah cepet mana mih, urusan Riyan belakangan sekarang aku mau ketemu Zeline bukan ketemu dia "
"Iya iya sebentar mamih ambilkan dulu ya "
__ADS_1
Setelah mamihnya pergi, Jo kembali perapihkan barang-barang bawaannya harus cukup 1 koper besar. Jangan ada koper-koper yang lainnya.