Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Selamat namun kaget


__ADS_3

Lucas yang sudah disiksa oleh Alan terbaring lemah "makannya kau jangan macam macam, patuhlah pada orang tua "


Mereka langsung keluar namun sebelumnya "tonton film itu awas jika kalain tak menontonya"


Nabil mendekati Lucas dan membangunkannya "abang baik baik saja "


Lucas sekuat tenaga terlihat kuat, dia menganggukan kepalanya "Iya aku baik baik saja, kau tak apakan "


"Tentu aku baik baik saja, kemarilah kau jangan mebonton itu biar aku saja agar mereka puas kita lihat apa akan dia lakukan pada kita "


Lucas terus saja menonto pembunuhan itu, bahkan sudah berjam jam dia menontonya sambil memeluk adiknya Lucas, bahkan adiknya memeluknya sambil menutup matannya.


Sedangkan diruangan lain, ibunya Airin dan juga Alan hanya fokus menatap mereka "kenapa anak yang satu tak melihatnya, bukannya dua duannya kan yang harus kita buat monster "


"Tidak apa hanya satu juga yang terping dari salah satu mereka ada yang menjadi monster kita buat anak mereka hancur "


"Hemm baiklah betuntung aku bertemu denganmu, kalau saja aku tak bertemu denganmu, mungkin aku tak akan bisa membalas kesakitan yang telah ayah dan ibunya lakukan padaku "


"Untung saja itu pun aku menemukanmu saat kau tergelat dijalanan dan ingin menemui anak durhaka mu, untung saja aku menemukan mu "


"Hemm iya aku tau, aku bertemu dengan orang yang tepat yaitu dirimu "


Mereka kembali fokus menatap kedua anak kecil itu, sudah berjam jam mereka melihat Lucas yang tak pernah mengedipkan matannya.


**


Lucas yang melihat setiap kesadisan itu, lalu memiliki cara, dia harus pergi bersama adiknya, Lucas melihat sebuah cctv.


"Aku harus kabur dari sini, pasti papih dan mamih mencariku, pasti, aku harus keluar dari sini "


Lucas membangunkan Nabil "ada apa abang "


"Abang punya ide kita akan kabur dari sini, abang sudah melihat bagaimana orang yang ada di film itu kabur, kita harus pulang Nabil "


"Bagaimana abang carannya, apakah begitu sulit "


"Aku yang akan melakukannya, kau hanya perlu bersembunyi saja ya, jangan ikuti aku dan jangan lihat apa yang aku lakukan, sekarang bantu aku untuk memindakan kursi itu, aku akan merusak cctvnya, setelah itu kau langsung bersembunyi ya "


"Baik Abang tapi kau akan melakukan apa "


"Kau tenang saja, aku akan membereskan semuanya"


Mereka segera melakan apa yang disuruh oleh Lucas, memindahkan kursinya dan memanjat kearah meja yang tak jauh dari cctv itu, dengan sekuat tenaga Lucas merusaknya dan sepertinya berhasil.


Lucas langsung turun dan menarik tangan adiknya, membuka lemari kecil, "kau diam disini jangan kemana mana ya, kau hanya perlu bersembunyi, nanti saat aku memanggilmu baru kau keluar "


"Baiklah kau hati hati abang "


"Iya kau tenang saja "

__ADS_1


Setelah menutup pintu Lucas keluar dari dalam ruangan itu, pintunya tak dikunci, Lucas terus saja mengendap-endap untuk mencari jalan keluar dan juga kunci juga.


**


Sedangkan Liam dan juga Zeline sudah mencari kemana mana, bahkan Andre dan juga Syifa sudah mencari keberadaan mereka, mereka semua berpencar.


Sedangkan anak anak perempuan aman bersama bi Sari. Liam sudah memastikan kalau mereka semua akan aman.


"Bagaimana mas ini sudah jam 1 malam tapi kita masih tidak menemukan Lucas dan Nabil "


"Kita akan cari sayang ya, kita pasti akan menemukan Lucas dan Nabil "


Tiba tiba ponsel Liam berdering dengan cepat Liam mengangkatnya "bagaimana apakah kau sudah menemukan dimana lokasi anakku "


"Sudah tuan kami sudah menemukan lokasinya, saya akan mengirimkan dimana letak tuan Lucas dan Nabil "


"Baiklah cepat "


Liam langsung mematikan sambungannya "bagaimana mas apa sudah ada "


"Sudah sayang, sekarang kita akan kesana kita akan pergi kesana "


Zeline dengan senang menganggukan kepalannya akhirnya dirinya bisa menemukan sang anak, Zeline begitu bahagia anaknya akan ketemu.


**


Sedangkan Lucas sudah ada didalam ruangan kotrol mereka, ada nenek nenek itu dan laki kaki jahat, Lucas hanya diam sambil melihatnya, mencari dimana kunci itu berada.


Dia melihat pisau itu ada didekat laki laki itu, yang pasti kunci itu ada disaku pajunya yang keluar sedirit, Lucas menganbilnya namun tangannya langsung dipengang.


"Heyy anak kecil kau mau apa "


Lucas yang kaget nemusukan pisau itu kedada laki kaki itu, dan refleks juga mencabutnnya "ahhh "dasar kau anak sialana


Lucas mundur sambil membawa pisau bersarah itu ditangannya, "kau awas ya akan aku beri pelajaran "


Saat Alan akan memukul kembali Lucas, Lucas langsung melukai tangan Alan.


Lucas yang sudah dipenuhi amarah menerjang Alan, sampai sampai Alan terlentang, Lucas kembali menusuk dada Alan, Alan yang memang orang dewasa langsung melemparkan Lucas tanpa mengambol pisau itu.


Alan sudah sangat pusing dan sempoyongan, dirinya sudah tak kuat darah sudah bercucuran dan ibunya Airin hanya diam, takut takut dirinya diserang juga.


Lucas bangkit kembali dan berjalan kearah Alan dan menusuk punggung Alan dengan membabi buta, sampai Alan sudah tak mempunyai tenaga lagi.


"Abang" teriak seseorang


Lucas mengalihkan pandangannya, ternyata itu papihnya, namun Lucas tak mengiraukan papih ya dia terus saja menusuk nusuk Alan dengan tenang.


Orang yang ikut melonggo, yang masuk, Andre, Liam, Tora dan juga Hamzah, Tora yang melihat ibu mertuanya begitu kesal.

__ADS_1


Liam yang sadar langsung menghampiri anaknya dan mensudahi apa yang sudah anaknya lakukan.


"Sudah apa yang kau lakukan "


"Abang melakukan apa yang ada di TV itu Abang melihatnya bagaimana orang itu kabur dari penjahat. Abang melakukan apa yang mereka tontonkan pada abang"


Liam mengusap kepalanya dia menedang Alan yang sudah sekarat "kau laki kaki biadab yang sudah membuat anaku rusak akhh " teriak Liam dengan kesal.


Lucas langsung berlari kesebuah ruangan, Andre mengikutinya, karena takut Lucas akan melakukan hal yang sama lagi.


Ternyata saat Andre datang Lucas sedang membantu Nabil keluar dan mengandengnya.


"Papah Nabil baik baik saja, aku sudah menjagannya "


Andre berjongkok menundukan kepalanya Lucas melindungi anaknya dan merelakan dirinya sendiri untuk celaka, Andre langsung memeluk kedua anaknya dengan air mata yang menetes.


Dirinya bersyukur anak anaknya selamat namun bagaimana dengan Lucas apakah dia akan seperti ayahnya, apa dia akan berubah seperti ayahnya yang haus akan darah ?.


**


Liam menatap ibu mertua Tora " Apa yang kau lakukan kenapa kau menculik anakku dan membuat dia seperti ini kau ini kurang apa sebenarnya, kami kurang baik apa padamu melepaskanmu dengan begitu saja tanpa memberikan sedikit kekerasan dariku tapi kau telah menghancurkan anakku"


Ibu Airin hanya menunduk saja, dia tak berani menatap Liam, dirinya takut bila dirinya dibunuh "masukan dia kepenjara Tora jangan beri ampun pada dia, biarkan dia membusuk dipenjara"


"Tidak jangan aku minta maaf, aku minta maaf "


"Apakah dengan meminta maaf akan merubah segalanya tidak kan"


Liam langsung pergi dan mencari sang anak, Alan sudah mati diterkam oleh anaknya, Liam melihat Lucas yang digandeng Andre, Liam berjongkok dan memeluk anaknya.


"Kenapa abang harus melakukan itu kenapa "


"Abang dan juga Nabil harus keluar dari sini papih. Tidak mungkin kami terus saja di sini Abang harus melakukan sesuatu untuk kami berdua, abang tidak mungkin diam saja Abang adalah seorang kakak abang harus melakukan apapun untuk adiknya agar dia tidak disakiti"


Liam makin mempererat pelukannya pada sang anak, dia begitu takut, takut anaknya akan seperti dirinya, takut anaknya akan bersifat sepertinya.


"Jangan pernah bilang pada mamihmu kalau kau sudah menghabisi orang, dan jangan sampai ada orang yang tau lagi selain kita ingat "


Lucas melepaskan pelukan papihnya "kenapa papih, bukannya aku tak boleh berbohong ya pada mamih "


"Untuk yang satu ini, tolong kau jangan bicara pada mamihmu, papih minta tolong padamu "


"Baiklah jika itu menurut Papi bagus aku tidak akan berbicara pada mami untuk yang satu hal yang ini tapi aku tidak mau lagi berbohong pada Mami setelah ini "


"Iya nak, ayo kita temui mamih mu "


Mereka berjalan keluar dan melihat Zeline dan juga Syifa yang sudah ada diluar, Zeline langsung berlari kearah anaknya dan memeluknya begitu erat.


"Kamu baik baik saja kan, wajahmu lebam lebam dan ini banyak darah apa yang mereka lakukan abang, apa yang mereka lakukan padamu " dengan tangis yang terus saja tak berhenti.

__ADS_1


Lucas mengusap air mata mamihnya "mamih jangan menangis, Abang baik baik saja, ini hanya darah dari orang itu yang terluka, tadi anak buah papih menembaknya, dan darahnya menciprat pada abang, lebih baik kita pulang mamih, pasti Daisy sangat khawatir denganku "


Zeline mengangguk dan segera membawa anaknya kedalam mobil, dirinya tak mau bertanya tanya kembali pada anaknya, dirinya bersyukur anak sulungnya sudah pulang.


__ADS_2