
Zeline yang memang sudah lelah ditunggangi terus oleh suaminya sampai berjam-jam tak bisa melakukan apa-apa.
Hanya tinggal menikmati sisa-sasa nikmat yang diberikan suaminya itu.
Dan sekarang suaminya juga sepertinya sudah lelah dan tak menungganginya lagi.
Malah tertidur terlebih dahulu tanpa memeluknya lagi, segera Zeline memeluk suaminya dan merebahkan kepalanya diatas dada bidang suaminya dan ikut tertidur pulas juga.
Terimakasih tuhan kau sudah menyelamatkan ku dan masih memberiku waktu untuk bisa bersama suamiku mendampinginya sampai engkau yang memisahkannya kelak.
**
Asa sekarang sedang membuka buku yang membahas tentang tanaman berbahaya yang bisa merenggut nyawa seseorang dengan perlahan-lahan.
Nah ketemu memakai jamur beracum, harus dicari dimana coba, aku harus segera mendapatkannya agar Yuda perlahan-lahan bisa mati ditangganya dan sakit hati adiknya terbalaskan.
Nanti aku yang akan memasakan makanan untuk Yuda, untuk nya saja. Memasukan sedikut jamur yang nanti akan aku potong-potong dengan sangat kecil dan yang pasti tak akan ketahuan.
Pasti sangat menyenangkan sekali tak sabar sekali aku menunggu waktu itu. Waktu disaat Yuda dimasukan keliang lahat. Bertemu dengan tuhan dan nanti disana juga tuhan harus menghukumnya.
Aku yang paling pertama akan berteput tangan untuk kematian Yuda dan merayakannya dengan meriah. Mungkin bisa saja nanti aku membuat pesta untuknya.
Nanti hari minggu akan aku cari tanaman itu, pasti banyak tertanam dengan Liar. Kan jamur itu tanaman liar yang memang tak ditanan oleh manusia biasanya.
Ya aku tau kan tak jauh di dekat rumah sakit ada sebuh hutan pasti disana akan ada semoga saja ya, jadi tak harus mencarinya jauh-jauh.
Rasanya hati ku ini sudah penuh dengan dendam serta kebencian sudah menutipi sisi baikku dan rasa kasihanku.
Memang aku yang bukan merasakannya tapi, aku juga sama merasakan apa yang dirasakan adikku jadi aku sebagai kakak yang baik harus membalasnya.
Zeline tak perlu ikut dalam pembalasan ini cukup aku saja yang terlibat dan tak ada yang terlibat lagi selain diriku.
Aku tak mau membawa Zeline ataupun orang lain, biar aku yang menanggungnya sendiri.
Biar rencanaku ini berjalan dengan lancar, bila aku sampai mengajak Zeline pasti dia tak akan mengizinkan niatku ini.
Hatinya terlalu baik, pasti dia akan menolong Yuda nantinya dan akan menggalkan rencananya yang sudah disusun dengan matang.
__ADS_1
Asa yang sedang melamun dikagetkan dengan dering ponselnya dari Yuda. Baru aja sedang difikirkan udah muncul aja ni anak.
Asa memutar bola matanya dan membiarkannya saja, namun makin berisik saja. Ada apa dengan anak itu mengaggu saja aku yang sedang merencanakan kematian untuknya...
Harusnya Yuda berterimakasih nanti padaku, jadi beban hidupnya akan segera menghilang.
Aku yang memang sudah muak segera mengangkat telfon dari Yuda "ya ada apa Yud " jawab Asa dengan sedikit kesal
"Hem apa aku menganggu Sa, sampai suaramu seperti itu "
"Eh maaf Yud, aku sedang kesal pada seseorang maaf bukan maksudku untuk menimpalkan kekesalan padamu " segera Asa merubah nada bicaranya.
"Memangnya kau sedang kesal pada siapa Asa, coba ceritakan padaku "
"Ada temanku Yud, aku sangat kesal dengannya. Nyebelin banget dia" alibi Asa
"Apakah itu masalah yang serius, mana mungkin aku bisa membantumu Sa "
"Tidak Yud, tidak serius. Hanya masalah kecil saja. Kamu ada apa menelfonku apa ada yang sakit Yud "
"Baiklah jika tak serius aku lega, tak ada Sa, aku hanya ingin menanyakan kabarmu saja, apa kau sudah sampai Sa "
"Ya alhamdullilah jika kau sudah sampai, iya maafkan aku Sa aku hanya ingin tahu keadaan mu saja "
"Iya tak apa Yud "
Tiba-tiba saja hening tak ada yang memulai pembicaraan lagi, Asa yang memang tak mau memulai pembicaraan hanya diam menunggu Yuda saja yang memulainya.
"Hemm yasudah Sa selamat malam "
"Ya Yud selamat malam semoga mimpi indah "
Berakhir juga pembicaraan mereka segera Asa berbaring diatas kasurnya dan menarik selimbutnya untuk tidur dan menyambut hari esok yang cerah dan menyenangkan.
***
Yuda yang sudah mengakhiri telfonnya dengan Asa merasa ada yang aneh dengan diri Asa.
__ADS_1
Apa Asa memiliki kebribadian ganda. Dia itu bisa berubah-ubah dengan cepat.
Kadang bisa marah lalu tiba-tiba baik lagi ramah lagi, seperti itu saja, aku harus lebih berhati-hati dengan Suster Asa.
Takutnya memang benar dia mempunyai kepribadian ganda dan bisa membunuhku nantinya.
Aku harus mencari data-data tentang Asa, dan mencari keluarganya asal-usulnya juga aku sampai tak mau di jaga oleh orang yang sakit nantinya.
Tapi masa sih suster Asa begitu, aku jadi pusing sendiri memikirkannya.
Aku sekarang sudah mulai tertarik dengan Asa, namun sikapnya yang berubah-ubah seperti itu membuatku menjadi takut dan was-was saja .
Kadang juga saat aku menatap matanya Asa seperti ada kebencian yang sangat dalam yang dipancarkan dalam matanya itu.
Apa dia membenciku, padahal kan aku dengam Asa baru kenal saat dirumah sakit saja dan kebetulan sekali aku dirawatnya dan dia orangnya sangat ramah dan enak saja saat diajak berbicara.
Tak membosankan jika bersama Asa hidupnya kembali berwarna lagi seperti sedia kala kembali.
Aku akan selalu mengawasi mu Asa mulai besok, akan aku lihat setiap gerak-gerikmu. Aku bukan orang bodoh yang bisa dikelabui lihat saja kalau kau macam-macam denganku kau akan tau akibatnya Asa.
Aku akan melakukan hal yang lebih dari yang aku lakukan pada Zeline sebelum kau menghancurkan ku, jika sampai kau ketahuan macam-macam denganku , aku akan menghancurkan mu terlebih dahulu.
Kau belum mengenalku lebih dalam Asa, kau hanya mengenalku luarnya saja tak mengenal sampai kedalam-dalamnya.
"Yud apa kamu sudah tidur " tiba-tiba saja ayahnya masuk kedalam kamar.
"Belum yah, ada apa yah" jawab Yuda sambil tersenyum.
"Tidak ayah hanya ingin melihat keadaanmu saja , segera lah tidur nak "
"Iya yah, selamat malam" segera Yuda menarik selimbutnya dan membaringkan tubuhnya.
"Selamat malam Yud " menutup kembali pintu kamar Yuda dan mematikan lampunya juga.
Karena Yuda tak akan bisa tidur kalau tak dimatikan lampunya dan itu memang sudah kebiasaan dari dulu saat masih ada mamah tercintanya.
Dan terbawa sampai dia besar sampai sekarang dan seterusnya akan begitu tak akan berubah meskipun nanti kalau mempunyai istri dia akan terus seperti ini tak akan berubah.
__ADS_1
Yuda tiba-tiba membuka kembali matanya diam melamun dikegelapan dan tak melakukan apa-apa.
Fikirannya memikirkan banya hal, banyak sekali malahan sampai tak bisa untuk ditidurkan.