Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Jangan ikut campur


__ADS_3

Gavin sudah mencari ke sana kemari bukit dikamar Lia, namun sama sekali tidak menemukan apa-apa, sama saja dengan kamarnya bulan tak ada yang bisa diandalkan dari salah satu mereka ini.


"Sama aja ya mereka ini, gimana sih seharusnya salah satu dari antara mereka itu menyimpan satu bukti atau petunjuk gitu supaya gue lebih gampang cari petunjuk kalau emang Liam itu adalah biang dari masalah ini"


"Kosan sudah berantakan sama gue dua-duanya, sekarang gue harus kabur deh kayaknya gak mungkin kan gue harus beres-beres semua kamar dua orang sekaligus, males banget deh biarin aja Ibu kosnya aja yang beresin "


Gavin dengan cepat segera pergi dari ruangan itu dan mengendap-ngendap supaya tidak ketahuan oleh ibu kosan di sini, karena memang kamar Lia maupun bulan berantakan sekali.


Tidak seperti yang awal rapi pokoknya enak deh kalau ditinggalin, tapi sekarang seperti kapal pecah karena Gavin yang mencari sesuatu yang tidak mungkin akan dia temukan.


Karena semua barang bukti sudah dilenyapkan oleh Liam dan juga Tora, Gavin ini mencari penyakit dengan orang yang salah, saat melihat ada ibu kos Gavin segera mengumpat di salah satu ruangan dan menunggu ibu kos itu pergi dari hadapannya.


Lalu setelah ibu kos itu berbelok Gavin langsung berlari dan masuk ke dalam mobilnya, langsung cap gas dengan cepat meninggalkan kosan itu.


"Untung selamat kalau enggak bisa berabe harus beres-beres dulu. Apa lagi kalau sampai harus bayar orang enggak deh buang-buang uang "


"Untunnya ibu kosannya gampang dikibulin, pokoknya yang diem disana itu pada bodoh, tak bisa ada yang bisa diandalkan, emang sih pada cantik tapi otaknya pada gak ada sayang sekali"


"Sekarang apa yang harus gue lakuin, gue kok jadi binggung gini ya, semua udah buntu, cara ini gak mungkin akan cepat bisa membuat Zeline jadi milik gue, apa yag harus gue lakuin, apa lagi akhh buntu banget dah gue, gue harus gimana ini ya, udahlah balik dulu aja sekarang, istirahat dulu lah "


**


"Kita pulang ya nanti kapan-kapan main lagi deh pokoknya, kita gak akan lupa kok sama kamu Will l, kamu juga ditunggu ya main ke sana ke rumah aku dan juga Jovanka kita nunggu kamu ya buat main kesana, pasti kamu akan suka ada disana "


"Iyaa padahal aku belum puas loh ngobrol-ngobrol sama kalian berdua, tapi gak apa-apa deh nanti aku main ke sana hati-hati ya di jalannya. Kalau ada apa-apa telepon aku biasanya memang di sini agak sedikit rawan tapi gak apa-apa sih gak akan ada apa-apa juga ya, cuman hewan aja gak akan gigit kok selagi kalian ada didalam mobil"


"Gila cuman hewan aja gimana kalau hewannya hewan buas coba, udah pindah rumah aja, jangan di sini, serem banget tau tinggal di hutan, pasti banyak hewan buas yang kapan aja bisa makan kamu, lebih baik kamu pulang ke kota tinggal di kota " ucap Jo memberi saran

__ADS_1


"Aku lebih nyaman di sini, aku juga kerja di kota tapi lebih baik aku tinggal di sini saja ini lebih nyaman dan tidak ada kebisingan aku bisa menyendiri dan membuat diriku rileks dengan suasana malam yang sejuk juga suara hewan-hewan yang seperti musik untuk ku, aku suka di sini nyaman sekali, tak apa ada hewan buas yang penting tak mengganggu "


"Iya deh iya yang udah nyatu sama alam beda kan. Ya udah deh kita pulang ya, lo hati-hati di rumah nanti ada itu loh beruang loh makan lo, karena dia kelaperan "Jo mencoba menakut nakutiny


"Gak akan mereka udah bersahabat sama gue , jadi mereka gak mungkin puas makan gue, karena daging gue alot pait jadi gak akan mungkin deh "


"Ya udah bye"


Jo dan juga Riyan segera masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumah Willy, hari juga sudah sore mereka tidak mau sampai pulang kemalaman dan tersesat di hutan yang lebat ini.


Rasanya memikirkannya saja sudah takut. Bagaimana kalau bertemu dengan psikopat atau dengan hewan buas lainnya kan bisa mati mereka berdua di sini. Tak mau terjadi, karena itu sangat menakutkan.


**


"Mas udahlah biarin aja gimana Tora aja dia mau cerain istrinya atau enggak, kamu jangan ikut campur itu tuh masalah mereka berdua, jangan sampai kamu menghancurkan rumah tangga orang lain ,jangan sampai membuat orang lain menjadi dendam sama kamu apa lagi kamu tadi bicara di depan istri dan ibu mertuanya, gimana kalau mereka kesel sama kamu mas, udah kita gak usah ikut campur deh " nasehat Zeline


"Tapi mas dia juga ingin berumah tangga seperti kita sudah kita tunggu saja apa keputusan dia, kita jangan jadi provokator mas, jangan sampai seperti itu, kita pun kan gak mau hubungan rumah tangga kita dihancurkan orang lain. mereka juga sama kaya gitu mas "


"Mungkin aku akan menerima keputusannya, tapi kalau Tora memilih untuk kembali dengan perempuan itu sudahlah aku tidak akan berbicara apa apa lagi pada Tora yang penting aku sudha menyampaikan unek unek ku, aku sudah puas memarahi perempuan tak tau diri itu "


"Ya udah kamu jangan ikut campur pokoknya aku gak mau nanti mereka malah marah sama kam, kita ini udah udah banyak musuh Mas, jangan tambah lagi dengan musuh-musuh yang lainnya"


"Siapa musuh kita emangnya kita punya musuh emang ? "


"Kita gak pernah tahu orang yang suka sama kita atau enggak bisa aja kan orang yang deket sama kita tuh menganggap kita sebagai musuhnya. Apalagi kamu ini kan pengusaha masti banyak di saingannya pasti banyak yang ingin menjatuhkan kamu, jadi jangan membuat banyak orang membenci kamu Mas meskipun kita tidak pernah tahu siapa orang yang membenci kita"


Liam hanya diam dan tak menjawab istrinya, lagi, dirinya diam dan tak mau malah bertengkar nanti dengan sang istri sudahlah lebih baik mengalah saja.

__ADS_1


Jika sudah berbicara dengan seorang perempuan pasti akhirnya akan kalah dan tak akan menang sampai kapan pun, jadi diam adalah jalan satu satunya yang baik. Diam bukan berarti mengalah.


**


Ibu Airin melihat ke arah Tora yang sedang tidur lalu menarik anaknya keluar dari ruang Tora "ibu pokoknya tidak mau melihat kalian bercerai dan tidak mengasuh anak kalian berdua. Ibu tidak mau itu sampai terjadi. Kau lebih baik tidak mengejar impianmu dari pada harus meninggalkan anak dan suamimu sekarang ibu bertanya padamu mana yang lebih penting dari mengejar mimpimu yang mungkin saja tidak akan terkejar atau kau milik anak dan suamimu itu yang memang sudah jelas jelas ada "


"Ibu, ibu ini kenapa sih bertanya itu terus-menerus padaku. Apakah aku harus terus menjawab pertanyaan yang sama aku lelah Bu menjawab semua apa yang ibu lontarkan, tapi pertanyaan sama dan sama Ibu tidak percaya kalau aku bisa mengejar mimpiku. Kenapa Ibu tidak percaya kalau aku bisa sukses dengan tanganku sendiri dengan jerih payah aku sendiri, ibu mematahkan keinginanku, ibu jahat "


"Bukannya ibu bertanya terus-menerus tentang hal yang sama, tapi Ibu ingin meneguhkan hatimu untuk memilih satu saja Pilihan, Ibu tidak mau kau malah sibuk dengan pekerjaanmu dan malah membuat suami dan anakmu ditinggalkan dan tak di urus begitu saja, karena Ibu pernah ada di posisi itu ,ibu saat kau kecil terlalu sibuk memikirkan karir kerjaan , bagaimana bisa sukses dan pada akhirnya apa sekarang ibu ditinggalkan oleh ayahmu, dia berselingkuh dengan perempuan lain yang bisa lebih mengurus dirinya dan juga bisa ada waktu untuk dirinya. Apakah kau ingin seperti itu jangan pernah mengulang apa yang pernah ibu lakukan dulu, Ibu tidak mau itu sampai terjadi "


"Kenapa Ibu tidak pernah menceritakan itu semua pada Airin. Kenapa Ibu menutup-nutupinya kenapa ibu tidak pernah bilang kalau Ayah pernah selingkuh dan menyakiti Ibu kenapa Ibu tak pernah berbicara "


"Karena Ibu tidak mau membuat kamu membenci ayahmu sendiri , semua ini karena kesalahan Ibu kalau saja Ibu tidak terlalu fokus dalam bekerja dan mengejar sesuatu yang mungkin akan sulit Ibu raih semua ini tidak akan pernah terjadi, mungkin suami Ibu tidak akan selingkuh mungkin rumah tangga kita akan baik-baik saja sampai sekarang "


"Tapi karena ibu yang terlalu ambisius untuk menjadi perempuan karir dan sukses melebihi suami ibu sendiri akhirnya Ibu seperti ini, jadi jangan ulangi kesalahan ibu, yang membuat dirimu menjadi orang yang sama seperti ibu, ditinggalkan oleh suami begitu saja tanpa ada penjelasan sedikit pun,"


Airin langsung memeluk ibunya dengan erat. dirinya baru tau hari ini kenapa ibu dan ayahnya bisa berpisah sampai akhirnya pada hari ini dia tau semuanya.


Alasan itu semua ternyata karena meengejar mimpi, karena ambisi, makannya dulu ibunya pernah bilang jangan sampai kalau sudah mempunyai suami bekerja dan melebihinya, ternyata karena ini, karena ibunya pernah ada di posisi itu.


Mungkin ini sudah jalan hidupnya untuk hidup bersama Tora dan mengurus anaknya, dirinya harus bisa menerima semua jangan sampai mengulangi apa yang pernah ibunya rasakan.


"Baiklah Bu mulai hari ini aku tidak akan memikirkan tentang karir kembali tentang masa depan, aku akan mengurus Tora dan juga anakku ini, aku tidak akan memikirkan untuk kembali berkarir atau mebgejar pimpiku, aku tidak akan mengulangi apa yang pernah ibu lakukan pada ayah dulu dan membuat Ayah pergi begitu saja. Aku tidak akan mengulangi dan membuat anakku menjadi tak punya ayah dan harus mengarang cerita seperti ibu saat nanti anak ku besar "


"Baiklah jangan ubah lagi keputusanmu itu pertahankan suami dan anakmu jangan sampai kau merubahnya kembali ibu tidak akan menerima semua itu"


Airin mengaguk dan semakin mempererat pelukannya pada sang ibu, sudahlah dirinya akan mengalah demi kebaikan anaknya demi ibunya, untuk kebahagiannya biarkan saja tak usah difikirkan, mau dirinya bahagia tau tidak yang terpenting semua keluarganya bahagia dan bisa menjalani hidup dengan senang.

__ADS_1


**


__ADS_2