Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Telfon dari Nabil


__ADS_3

Syifa segera pergi, dirinya tadi yang mengintip, dirinya juga sangat sakit hati dengan ucapan paman Andre yang memang tak bisa membuka hatinya untuk dirinya.


Kenapa sangat susah sekali membuka hati untuknya apa dirinya ini jelek, apa se menarik kak Asa. Syifa segera pulang dengan air mata yang bercucuran mengigat semua kata-kata yang dilontarkan paman Andre padanya.


Namun dirinya belum bisa untuk melupakan paman Andre, untuk melepaskannya apalagi melupakan cintanya ini.


Tiba-tiba ponsel Syifa berdering dan itu telfon dari sahatnya Nabil yang ada di korea sedang menempuh sekolah.


Syifa segera menghapus air matanya dengan cepat "Hallo Nabil, ada apa kamu nelfon aku "


"Ga boleh nih, sahabat terganteng mu nelfon, aku tuh kangen sama kamu masa iya aku gak boleh nelfon "


"Heheeh maaf soalnya kamu nelfon aku cuman ngerusuhin aja "


"Ya biarin agar lebih berwarna aja hubungan persahabatan kita ini , kamu kenapa habis nangis ya "


"Engga kok, aku cuman kelilipan aja, kamu ini jeli banget sih"


"Jujur aku tau kamu, mana ada kelilipan sampai bengkak gitu, jujur apa salah om om itu lagi kamu nangis "


"Emm iya, aku nangis karena dia. Aku sakit hati saat dia bilang dia gak akan pernah bisa mencintai aku, membalas semua cintaku. Dia lebih sayang orang lain malahan sekarang lagi ngejar-ngejar perempuan itu Nabil "


"Yaudah kamu mundur aja, untuk apa kamu bertahan mencintai seseorang yang sama sekali tak menghargai perjuangan kamu, udahlah kamu jangan maksain, kalau jodoh gak akan kemana kenapa sih ngotot banget "


"Ga semudah itu Nabil, aku tuh udah sayang cinta sama paman Andre lama banget , malahan dari dulu, jadi gak mungkin secepat itu melupakan semuanya, kenangan kita, pokoknya semunya aku gak mungkin lupa"


'Iya aku tau dikasih pelet apa sih kamu, tapi itu tuh gak baik buat kamu, lebih baik sekarang mundur dari pada kamu makin sakit hati, aku gak mau yah sahabat aku sakit hati sama laki laki tua itu. Kamu tuh jangan berpaku sama dia terus. Banyak orang yang suka sama kamu, kamu masih muda, cantik, baik, apalagi bohay"


"Iya aku tau, tapi aku gak bisa buat mundur, aku terlalu sayang sama dia, bahkan jika disakiti terus menerus aku tak apa, aku gak dikasih pelet ya onyet "


"Kau terlalu bodoh Syifa. Lepaskan dia, lebih baik sekarang daripada terlambat"

__ADS_1


"Gak bisa, mungkin nanti saat lelah aku akan mundur, tenang saja Nabil, beri aku kesempatan untuk membuktikan padamu kalau aku bisa menaklukan hati paman Andre. Aku pasti bisa kau hanya perlu mendukungku ya, please Nabil "


"Baiklah aku beri waktu 1 bulan, dan jika paman Andre mu masih tak mencintaimu kamu harus sekolah denganku disini di korea. Kita sama-sama lagi, kembali berkumpul dan kamu harus melupakan dia. meskipun sulit namun kamu harus berjuang "


"Baiklah, aku janji padamu Nabil"


"Oke 1 bulan lagi aku akan menjemput sahabat baikku ini agar kita bisa bersama-sama lagi seperti dulu, awas jangan menolak nanti "


"Iya Nabil bawel kenapa sih kaya yang gak percaya sama aku ini "


"Biarin aku bawel sama sahabatku sendiri bukan sama orang lain, bukannya gak percaya takut nanti kamu goyah dan malah pasrah gitu aja dipermainkan oleh om om tua itu "


"Ih kamu kok bilangnya om om tua terus, paman Andre itu gak tua ya tapi hot seksi pokoknya mengoda banget tubuhnya itu. Kamu jangan asal jeplak saja ya kalau bicara "


"Seksi dari mana, biasa aja tuh, lebih bagus badan aku dibandingakan dia. Kamu aja yang memang sudah buta. Sebentar lagi akan mati tu om om tua itu, lihat saja "


"Nakal ya kamu, doain yang jelek-jelek ke paman Andre, dasar kurang ajar gak tau diri kamu ya Nabil "


"Yaudah aku tutup dulu ya, aku mau pergi dulu, kamu disana sehat-sehat ya, nyebelin tau"


'Iya dadah Syifa, selamat bertemu nanti "


"Dadah " Syifa segera mematikan telfonnya segera berbaring ditempat tidur dan diam mematung memikirkan tentang rencananya yang akan kembali berjuang untuk menaklukan hati paman Andre.


Semoga semuanya berhasil dan lancar, tak boleh ada kegagalan lagi. dirinya harus membuktikan pada Nabil kalau dirinya ini bisa menaklukan paman Andre. Membuat paman Andre tunduk dan mengemis-ngemis cinta padanya nantinya.


Kita lihat saja pasti dirinya menang dari kak Asa dan dirinya yakin kalau kak Asa itu sudah punya pasangan.


**


Andre masih menunggu Asa diruang tamu, kenapa Asa ini sangat lama sekali padahal dirinya ingin mengajak jalan-jalan Asa. Ingin kembali menganal lebih dekat Asa.

__ADS_1


Namun tiba-tiba terbuka juga kamar itu dan menapakan Asa yang keluar sendirian. Andre dengan tergesa-gesa segera menghampirinya dengan senyum sembriwingan.


"Sa aku nunggu dari tadi loh, kok kamu sih "


"Emm iya "


"Emm mau gak jalan kita keluar, ke mall atau kemana gitu kita cari suasana yang berbeda. Aku akan turutin kemana pun kamu mau pergi aku ikut "


"Em gimana aku gak mau buat Syifa marah "


"Kok bawa-bawa Syifa sih, aku sama Syifa gak ada urusan apa-apa jadi kamu tenang aja jangan sungkan atau gak enak. Aku tuh sama Syifa ya biasa aja. Aku udah Syifa kaya adik aku sendiri. "


"Tapi benerkan kalian gak ada hubungan apa-apa aku gak mau ya sampai kalian bertengkar dan gak mau jadi orang ketiga dari hubungan kalian berdua "


"Engga kok beneran, ayolah kali-kali pergi sama aku berdua, kapan lagikan kamu kejakarta aku akan membawa kamu keliling keliling jakarta "


"Baiklah ayo, aku juga ingin membeli hadian untuk teman-temanku yang dibandung ya semoga saja mereka suka"


"Emm boleh, ayo mau kapan kamu mau pergi ke mallnya "


"Nanti sore boleh, soalnya aku mau istirahat dulu "


"Ya boleh dong, yaudah aku mau pulang dulu kamu siap siap aja dulu "


"Iya Andre "


Andre segera pergi dan Asa pun sama pergi untuk beristirahat dahulu dan nanti bersiap-siap untuk pergi ke mall. Agar kepalanya sedikit lebih rilek saja.


Dan tak memikirkan terus menerus tentang keadaan Yuda, dirinya memang sangat khawatir dengan Yuda namun bagaimana lagi, dirinya sungguh malu untuk kembali lagi kepada Yuda.


Yuda pasti akan marah saat sudah mengetahui obat apa yang selama ini dia minum, dan sebentar lagi pihak rumah sakit akan memecatnya dengan secara tak hormat karena masalah ini dirinya yakin seyakin-yakinya.

__ADS_1


__ADS_2