Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Dimaafkan


__ADS_3

Asa selama perjalan hanya menangis, kenapa dirinya menjadi lemah seperti ini. Seharusnya rencananya berhasil tapi ini kenapa malah menepis gelas itu. Padahal sedikit lagi. Mungkin saja dirinya sekarang sedang bersenang-senang atas kematian Yuda. Tapi karena dirinya yang bodoh semuanya gagal.


Asa yang sedang ada dipinggir jalan segera menghentikan taxi dan menaikinya. Dirinya akan pulang kerumah bibinya saja. Semoga bibinya tak banyak bertannya nantinya.


Selama perjalan Asa hanya bisa menangis, pak supir yang binggung dengan sopan bertanya "neng kenapa nangis. Maaf bukannya bapak mau tau urusan eneng siapa tau kalau eneng cerita jadi lebih lega gitu "


"Gak tau pak, saya binggung. Hati saya itu plin plan banget, tadinya saya tu benci banget sama laki-laki itu tapi entah kenapa hati saya tiba-tiba berubah. Tapi saya gak tau saya cinta sama dia atau gimana "


"Oalah ternyata masalah hati ya neng, kan dari benci bisa jadi cinta neng. Kita ini manusia gak bisa memprediksi akan jatuh cinta sama siapa. Jika dulu eneng benci banget sama laki-laki itu, tapi karena udah kebiasaan sama-sama terus dianya baik sama eneng, Allah kan bisa membalikan perasaan eneng, dan sekarang jadinya malah jatuh cinta "


"Iya pak bener, tapi aku gak bisa sama dia. Aku jadi binggung harus gimana. Terus bapak dulu sama istri bapak gimana apa kaya aku plin plan gini " tanya Asa ingin tau cerita bapak supir.


"Ya kalau saya mah neng, dijodohin sama orang tua. Pertama mah emang neng gak ada rasa cinta atau sayang sama istri saya teh. Tapi lambat laun seiringnya dengan waktu saya teh jadi cinta sama istri saya sampai sekarang malahan mah neng "


"Kisah cinta yang romantis ya pak, aku jadi iri nih "


"Ah s eneng bisa aja. Sekarang mah gini neng ikuti kata hati eneng. Lalu eneng perfikir menurut eneng selama kalian bersama gimana sikap s aa na. Kalau dia gak pernah main tangan, gak pelit, perhatian, gak selingkuh, gak pernah bentak eneng, apalagi setia . Coba deh neng pertimbangkan kembali untuk meninggalkan s aa. Susah neng cari laki-laki seperti itu di zaman sekarang "

__ADS_1


"Sekarang teh kan zamannya udah beda gak kaya dulu neng, sekarang kebanyakan perempuan teh sok suka kak suami orang. Terus lamun lakina ngarespon kan jadi selingkuh. Kadang ada laki-laki yang gak bisa hidup sama satu perempuan tapi dituntut untuk berumah tangga, kan akhirnya mah selingkuh kasihan keistrinya. Kasian kalau udah punya anak, anak lagi yang bakal jadi korban . Selagi laki-lakinya emang mencintai eneng dan gak sama sekali selingkuh serta lembut pada eneng pertahanin. Laki-laki mah neng kalau udah nyaman sama satu perempuan apalagi udah cinta pisan insyaallah gak akan ke goda sama perempuan lain "


"Iya pak, nanti aku fikir fikir lagi, sekarang aku lagi mau tenangin fikiran dulu. Memikirkan semuanya dengan matang-matang. Makasih ya pak atas nasihatnya "


"Iya neng, sok fikir-fikir dulu siapa tau kalau difikirin dengan kepala dingin akan menjadi terbuka hati eneng teh. Sama-sama neng, bapak mah cuman bisa nasihatin aja semoga aja eneng sama s aa berjodoh "


"Iya pak "


Asa segera mengusap air matanya, lalu menatap kedepan. Mencerna semua kata-kata dari bapak taxi. Yuda itu baik tapi ambisinya yang terlalu tinggi membuatnya menutup mata tentang kebaikan yang Yuda lakukan.


Selama berumah tangga dengan Yuda, Yuda tak pernah membentaknya sama sekali, apalagi memukulnya tak pernah dirinya rasakan hal itu dari Yuda.


Lalu sekarang harus bagaimana. Hatinya masih bimbang. Sekarang dirinya seperti ada ditengah-tengah. Egonya mengatakan untuk meninggalkan Yuda namun hatinya mengatakan untuk diam bersama Yuda.


Dan sekarang tak ada yang bisa dirinya pilih, susah untuk memilihnya.


**

__ADS_1


"Ibu tuh mau kemana, ayah gak akan izinin. Jakarta itu jauh bu. Jangan gegabah " ucap Ayah Zeline.


"Ya ibu mau ketemu sama anak ibu, ibu gak bisa yah kalau harus diam seperti ini terus. Ayah tau Zeline anak kita satu-satunya. Ibu tanpa Zeline gak bisa hidup, Zeline ibu lahirkan dan didik dengan baik. Tapi kenapa ayah tega tak menganggap lagi Zeline. Ibu gak mau kehilangan anak ibu, sekarang dia sedang berjuang untuk melahirkan anaknya. Seharusnya ibu ada disana yah, ada disana diam menunggui Zeline. Bukannya diam dirumah seperti ini yah, apa susahnya menurunkan sedikit saja egomu yah. Kita semua ini manusia tempatnya salah. Allah saja bisa memafkan hambanya. Lalu kita sebagai hambanya kenapa gak bisa memafkan. Jangan egois yah maafkan lah kesalahan anak kita "


Setelah mengatakan itu ibunya Zeline kembali mengemasi barang-barangnya dengan air mata yang tak hentinya mengalir. Untuk kali ini dirinya akan memilih anaknya. tak peduli suaminya akan semarah apa padanya. Dirinya sangat khawatir kepada anaknya yang akan melahirkan


"Baiklah ayah akan ikut bersama ibu dan menemui anak kita serta menantu kita itu. Maafkan ayah yang sudah membuat ibu susah dan membuat ibu kehilangan anak kita. Maaf ayah hanya tak ingin Zeline celaka saat mendengar bahwa suami anak kita seorang pembunuh. Orang tua mana yang mau anaknya menikah dengan seorang pembunuh bu. Aku hanya takut bu, takut kehilangan anak kita makannya aku ingin memisahkan Zeline dengan suaminya namun Zeline malah memilih suaminya "


"Ya tapi kan sekarang berbeda yah, Liam pasti berubah. Anak kita saja bisa menerima Liam, lalu kita kenapa gak bisa menerima dia. Dia laki-laki baik , bertanggung jawab, selama ini anak kita bahagia bersama suaminya. Kita sebagai orang tua doakan saja yang terbaik untuk anak-anak kita yah "


"Iya, iya maaf bu, maafkan ayah. Ayo sekarang kita pergi kesana menemui anak-anak kita serta cucu kita yang akan lahir. Ayah sudah tak sabar ingin melihat mereka "


Akhirnya ayah Zeline mau menurunkan egonya, demi keluarganya. Demi kebaikan bersama. Akhirnya runtuh juga pertahan ayah Zeline yang sudah dia pegang teguh untuk tak memafkan Zelinr serta Liam.


Namun tadi saat mendengar cucunya akan lahir, tiba-tiba rasa marah pada anak-anaknya menghilang begitu saja. Emosi yang ada didalam hatinya menghilang begitu saja.


Namun dirinya bersyukur atas kelahiran cucunya ini, bisa membuat dirinya memafkan anak-anaknya.

__ADS_1


Ibunya Zeline yang senang segera memeluk suaminya. Akhirnya suaminya mau sedikit lunak dan memafkan anak-anaknya. Keluarganya akan utuh kembali seperti sedia kala. Memang benar tuhan bisa membolak-balikan hati manusia.


__ADS_2