Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mengejutkan sekali


__ADS_3

Ibu Jovanka yang memiliki kesempatan langsung melepaskan tangan anaknya dari pegangan Riyan, mereka hanya mentap orang yang datang dan tadi memanggil Riyan siapa lagi kalau bukan Lisa.


Dia langsung memeluk Riyan namun Riyan melepaskan pelukannya dan kembali memegang tangan Jovanka, Jovanka kembali melepaskan cekalan itu.


"lepasin tangan aku, kamu ini apa-apaan sih aku mau pulang kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, kita udah cerai dan kata aku juga meskipun kamu tidak mau mentanda tangannya surat itu , papih aku nanti yang akan datang ke sini. lepasin tangan aku dengan baik-baik"


"Udahlah Riyan lepasin aja tangannya Jovanka, aku juga ke sini ada kabar baik loh kamu juga pasti senang deh kalau dengernya, sekalian ada Jovanka juga biar dia tahu, kalau kita sebentar lagi akan punya anak, aku hamil loh Riyan anak kamu, sebentar lagi kita punya anak dan anak Jovanka akan punya adik ya kan, gimana kamu senang kan" sambil tersenyum pada Jovanka


Jovanka tersenyum kearah Lisa dan Riyan sudah melepaskan cekalan pada sang istri karena kaget mendengar ucapan Lisa, Jovanka mengelus pipinya Lisa dengan perlahan lalu langsung menamparnya sampai bibir samping Lisa berdarah.


"Selamat ya atas kehamilanmu. Kau sangat bangga hamil oleh suami orang kalau aku ada di posisimu aku akan merasa malu dan hina dihamili oleh suami orang lain, tapi kau rasanya senang-senang saja hamil oleh suami orang, hebat sekali kau adalah perempuan tangguh yang tidak tahu malu, aku juga akan berterima kasih padamu karena kau sudah menyadarkan aku kaalau suamiku itu bukan yang terbaik untukku dan juga anakku . Terima kasih atas pemberitahuan mu kalau anakku akan mempunyai adik dari seorang perempuan penggoda"


Lisa mengatur nafannya dan memegang pipinya yang begitu sakit "Lihat Riyan apakah kau tak kasian dengan ku, aku ditampar oleh Jovanka kenapa kau diam saja "


"Aku akan melaporkan pada polisi karena kau sudah melakukan kekerasan padaku Jovanka " teriak Lisa karena Riyan sama sekali tak menggubrisnya hanya diam saja.

__ADS_1


"Silahkan aku sama sekali tidak takut kau melaporkannya kepada polisi, aku tidak pernah takut dilaporkan oleh perempuan penggoda sepertimu, aku serahkan suamiku padamu dan kau urus dia baik-baik. Awas nanti kau diselingkuhi lagi olehnya hati-hati saja kau akan bernasib sama seperti ku. Nikmatilah hidup kalian yang mungkin tidak akan pernah bahagia sampai kapanpun karena kalian berdua telah bahagia di atas penderitaanku dan juga anakku. Tuhan akan membalas semuanya, Tuhan tidak pernah tidur Tuhan bisa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah"


Jovanka langsung pergi dari rumah sakit bersama ibunya, Riyan yang akan mengejar Jovanka malah terjatuh dan kakinya sangat lemas sekali. Entahlah lemas sekali Choki yang baru datang langsung menghampiri Riyan "ada apa ini Riyan kenapa"


"Kakiku lemas sekali sangat lemas, tolong kejar Jovanka tolong kejar Jovanka kau bicara padanya ya, bicara semuanya aku tidak mau bercerai dengannya tolong aku"


"Ayo aku bantu dulu kau duduk di tempat tidur"


"Tidak mau kau kejar dulu Jovanka bicara dengannya cepat kejar dia, aku minta tolong sekali ini saja pada mu kejar dia aku tidak mau bercerai dengannya"


Choki yang binggung akhirnya berlari dan akan mencoba mengejar Jovanka, mau ketemu sama Jovanka atau tidaknya tak masalah yang terpenting lari dulu aja, dirinya masih belum bisa mencerna apa yang Riyan katakan.


"Kau sudah menghancurkan semuanya Lisa kenapa kau datang diwaktu yang tidak tepat, bukannya aku sudah bilang kau jangan pernah kembali lagi ke mari tapi kenapa kau datang lagi"


"Aku datang diwaktu yang tidak tepat, memangnya apa masalahnya dengan Jovanka, aku datang kesini karena ingin meminta pertanggung jawaban atas kehamilan ku ini, kalau aku tidak hamil aku tidak akan kemari dan minta pertanggung jawabanmu , aku sedang hamil aku hamil anakmu tapi kau sama sekali tidak mempedulikan aku, kau tadi lihat aku ditampar oleh Jovanka tapi kau diam saja aku ini sedang mengandung anakmu, tapi kau tidak peduli sama sekali padaku "

__ADS_1


"Aku tidak percaya itu anakku, karena aku tahu kau tidak akan pernah melakukan satu kali dengan aku saja, kau pasti sudah melakukan hubungan seksual dengan laki-laki lain juga, jadi kau tanyakan dulu pada laki-laki itu pada laki-laki yang suka bermain denganmu. Apakah dia yang menghamili mu kalau tidak tes DNA saja, aku tidak akan pernah percaya langsung padamu, karena aku tidak mau mengurus anak orang lain"


kali ini Lisa yang menampar Riyan"memangnya aku ini perempuan murahan sampai-sampai aku melakukan hubungan seksual dengan laki-laki lain, aku hanya melakukannya denganmu saja kau jangan asal bicara ya agar kau tidak bertanggung jawab, aku sudah berbicara pada istrimu tadi kan jadi aku mau kau nikahi aku dan ceraikan Jovanka. Aku tidak mau tahu kalau kau tidak mau bertanggung jawab aku akan melaporkan pada polisi kalau ini adalah kasus pemerkosaan, kau telah memperkosa aku aku akan melaporkan itu. Aku tidak akan pernah bermain-main jadi pikirkan bercerai dengan Jovanka atau kau menikah denganku, aku tidak mau diduakan atau sampai menjadi yang kedua"


Setelah mengatakan itu Lisa langsung pergi meninggalkan Riyan yang sendirian, sedangkan Riyan sendiri masih terduduk memikirkan semua ini, masalahnya menjadi sangat besar.


Kenapa tiba-tiba Lisa hamil, kenapa secepat itu dirinya baru melakukan satu kali, massa sudah jadi ini pasti permainan Lisa saja untuk menjebaknya dan untuk bisa menguasainya.


Agar dirinya bercerai dengan Jovanka, dirinya sama sekali tidak mau bercerai dengan Jovanka sampai kapanpun tidak akan pernah mau.


Dirinya harus mencari bukti kalau Lisa tidak hamil olehnya, pasti Lisa hamil oleh orang lain, tidak mungkin hamil olehnya , karena Lisa banyak teman laki lakinya.


Riyan mencoba untuk berdiri namun sulit dia berpegang pada tempat tidur dan langsung bisa berdiri, namun kakinya masih lemas saja.


Dia langsung duduk dan langsung mencoba menelepon nomor Jovanka. Namun ternyata nomornya sudah diblokir oleh Jovanka.

__ADS_1


Kesempatannya sudah habis, Jovanka sudah memutuskan berarti semuanya sudah berakhir, tapi dirinya tidak akan pernah menyerah dirinya akan kembali mengejar Jovanka untuk bisa kembali padanya.


Kembali pada pelukannya dan anaknya pun sama tidak mungkin kan anaknya tidak mempunyai ayah ,anaknya harus selalu bahagia dan melihat keluarganya selalu bahagia pula.


__ADS_2