
"Jo kamu ini gimana sih, suami dari semalaman gak pulang didiemin aja, bukannya di cari ditelfon, atau gak lapor polisi ya biar mamih antar ya gimana "
"Gak usah mih, Riyan lagi ada kerjaan keluar kota, kemarin udah telfon Jo, makannya gak pulang kerumah "
"Kenapa gak kabarin mamih sih, kapan coba kalian punya anak kalau misalnya kerja mulu kerja mulu, kamu juga Jo keluar lah "
"Gak ada sangkut pautnya sama aku yang kerja mih, aku udah bilang kalau udah dikasih pasti akan punya, aku pergi kerja dulu "
"Ehh kenapa gitu, makana kamu belum habis lo"
"Biarin mih, nanti makan dikantor aja gak apa apa, mamih temang aja gak usah khawatir sama Jo "
Jovanka pergi tanpa menghiraukan mamihnya, cape tiap hari gini terus, gak usah nikah aja kali ya dulu, kalau pada akhirnya kaya gini, pusing juga nikah diatur sama orang tua gak bebas. Jo masuk dan menutup pintu dengan cukup keras.
"Ya ampun sayang kenapa, kenapa nutup pintunya keceng banget ada apa "
"Aku kesel pokoknya Yan kesel ah "
"Iya kesel kenapa sayang, ayo cerita sama aku, aku pasti dengerin semuanya "
"Aku kesel sama mamih, selalu saja atur atur pernikahan kita ini "
"Yang sabar sayang sayang ya, kita berangkat sekarang ya, aku udah lapar pengen sarapan sayangg "
"Ohh iya aku lupa baby, yaudah yu kita sarapab dulu aku juga belum sarapan kok "
"Lah tadi kan sayang ,"
"Panjangan ceritanya sayang, ayo berangkat "
"Yaudah bersiap kita akan pergi kekantor "
Jo mengangguk dan tersenyum, lebih baik tak bicara pada suaminya lah, dari pada dia juga ikut kefikiran nantinya.
**
__ADS_1
Syifa yang sedang membereskan meja makan dikagetkan dengan bel yang berbunyi "apa paman Andre meninggakan sesutu " gumam Syifa dengan bingung.
Dengan perlahan Syifa segera berjalan kesana "sebentar " dengan suara kesalnya, karena tak sabaran sekali, terus saja membunyikan bell
Saat Syifa membuka pintu tak ada siapa siapa, namun tergeletak kotak kecil memakai pita lucu, Syifa mengambilnya. Apa ini dari paman Andre ya, tapi dalam rangka apa ya ? .
Syifa yang penasaran segera membuka kotak itu dan alangkah kagetnya saar didalamnya terdapaf ikan busuk dan saat dirinya melempar kotak itu, ada sebuah kertas yang terbang.
Syifa yang masih takut mengambil surat itu dan membacanya.
Sampai kapan pun kau tidak akan tenang, aku akan terus ada disisi mu, tapi bukan untuk melindungimu, namun untuk membuatmu menderita seperti aku yang menderita. Aku ingin sekali melihat kau dan bayimu itu mati, mati ditanganku dihadapan matamu langsung. Aku masing menunggu 3 bulan kelahiran anak itu dan pada saat itu juga aku akan datang.
Syifa segera meremas kertas itu dan berlari kearah rumah Zeline tanpa menutup pintu terlebih dahulu, masa bodolah yang penting nyawannya selamat.
"Rasakan itu, ini hanya baru bagian kecilnya saja Syifa, lihat saja kau akan menderita nanti " ucap orang itu dan pergi dari tempat persembunyiannya setelah tau Syifa takut dengan apa yang dirinya berikan dan anacamannya.
"Ya ampun Syifa untung saja kakak menangkap mu ada apa "
Zeline menangkap Syifa yang tersandung, untung saja masih bisa Zeline tangkap dan tahan
"Ayo kamu duduk dulu "
Zeline mendudukan Syifa dan dirinya pergi kedapur untuk mengambil air minum untuk Syifa.
"Minumlah dulu agar kau tenang "
Tanpa banyak bicara Syifa langsung meneguk air minumnnya dan sedikit tenang, Zeline segera duduk disisi Syifa.
"Apa yang terjadi Syifa "
Syifa lalu berfikir kalau bicara sama kak Zeline pasti nanti bicara sama paman Liam, lalu paman Liam pasti akan berbicara pada paman Andre, lebih baik jangan, apa ya aku harus berbohong apa
"Syifa apakah kau baik baik saja, apa kakak telfon saja kak Andre "
"Eh jangan kak, Syifa baik baik saja kok, Syifa tadi lari karena ada tikus didalam rumah dan gak mau keluar makannya Syifa kesini kak "
__ADS_1
"Oh kirain kakak ada apa, kirain kakak ada orang jahat"
"Engga kok kak, gak ada orang jahat satu pun dirumah kak, jadi jangan hubungan paman Andre ya. Oh ya Lucas dimana kak "
"Tuh dia "
"Hallo tante Sipa apa kabal gimana dede bayinya baik baik aja kan didalam pelut, dia gak kehabisan nafas kan "sambil duduk dipangkuan sang mamih.
"Tentu tidak, karena kan ikut bernafas saat kakak bernafas juga, jadi gak akan kehabisan nafas Lucas "
"Begitu ya, lalu wajah tante kenapa sepelti putih sekali dan bibil tante juga sama "
"Benarkah, sepertinya karena tante tak memakai bedak deh, makannya pucat begini "
"Loh kok sepelti itu, kaya mamih aja tante bagus cantik "
"Iya nanti tante dandan kaya mamih ya "
"Siap tante bagus bagus bagus, Lucas setuju kok "
**
"Mila ini masih pagi kamu ngapain sih udah ada di ruangan aku, bawa bawa makanan aku udah makan tadi Syifa yang udah masak buat aku dan aku udah sarapan sama dia aku nggak mau makan lagi, kamu bawa lagi ya"
"Andre Aku udah capek capek lho masa buat kamu. dan aku juga udah datang pagi-pagi lo ke sini buat kamu, buat lihat kamu makan masakan aku kenapa sih sulit banget. Itu kan tadi sama Syifa Makanya sekarang sama aku makannya beda lagi nggak sama"
"Jaga sikap kamu aku ini sudah beristri dan aku harus menghormati istriku, jadi aku tidak mau mencicipi makanan makanan mu dan kau makan saja sendiri atau tidak berikan pada ayahmu. Jangan ganggu aku disini aku sedang bekerja bukan sedang main dan bisa mengobrol seenaknya dengan kau. Kita hanya seorang teman tak lebih dari itu jadi tak usah manja denganku"
"Aku tak manja denganmu, aku hanya memberi kamu makanan saja itu saja aku tak ada hal lebih ya. Ayahku sudah makan dia juga makan yang sama aku masak jadi aku ke sini dengan baik baik jadi jangan fikir yang tidak tidak ya "
" Ya sudah kalau begitu kau keluar aku tidak akan menerima makanan dari seorang perempuan manapun selain istriku aku sudah beristri. Apa kau tidak mengerti kalau aku sudah beristri atau perlu aku tulis di jidat ku bahwa aku mempunyai istri"
"Tidak usah, dasar laki laki lebay, nanti juga di goda dikit belok sama yang lain, sekarang aja awal awal tahan nanti juga kelamaan mah gak akan " sambil melenggang pergi dan menutup pintu dengan keras.
"Dasar orang gila " gumam Andre dan kembali fokus bekerja. Pagi pagi sudah diganggu nenek sihir.
__ADS_1