
Zeline dan juga Liam sudah ada dirumah bahkan dikamar sang suami hanya diam saja tak berbicara sama sekali.
Zeline langsung masuk kekamar mandi dan menyalakan air untuk mengisi buthub, kembali lagi pada suaminya dan memijat bahunya, "sudah mas kamu harus rileks jangan banyak fikiran gini ya, udah lupain yang tadi ya, ayo ikut aku yu kekamar mandi "
"Mau apa sih sayang "
"Udah ayo "
Zeline langsung masuk kekamar mandi membuka seluruh pakaiannya dan langsung masuk kedalam buthub, Liam yang baru masuk langsung melihat istrinya yang mengodanya, dengan tangan yang melampai dan kerlingan matanya.
Liam langsung tersenyum dan masuk kedalam buthub dan membelakangi sang istri "jadi ada apa kau membawa suami mu kemari "
"Sini aku akan memijatmu disini mas, kau rilekskan badan mu, jangan tegang, pokoknya rileks jangan banyak bicara ya mas, "
"Ya udah ya udah mas diem nih "
Liam benar benar diam membiarkan sang istri memijatnya, dan sesekali dia pun berulah nakal namun sang istri langsung menepiskan dan kembali memijat suaminya.
"Mas hari ini aku akan memijatmu "
"Apakah tidak akan memijat ples ples sayang "
"Tidak hanya memijat biasa saja mas, kau ini ya selalu ada ada saja, aku sekarang hanya ingin memijatmu, agar kau lebih rileks "
"Kenapa harus didalam air sayang "
"Agar sekalian mandi mas jadi tak dua kali kita mandi, udah udah kamu rileks aja ya mas, jangan banyak bicara pokoknya kamu akan tenang dan bugar kembali serta tak marah marah lagi "
"Baiklah sayang aku akan diam, aku diam merasakan pijatan super istriku "
"Ihh mas jangan nyebelin "
"Apa sayang aku gak nyebelin lebih kenceng ya sayang "
Zeline menuruti apa yang diminta suaminya, Zeline benar benar memijatnya dengan kencang.
**
Tora menatap istrinya yang duduk disampingnya, ibu mertuanya tak ada dan entah kemana dirinya tak tau.
__ADS_1
"Kenapa kau tak lari Airin "
"Apa maksud mu Tora "
"Ini adalah sebuah kesempatan untuk kau kabur, kenapa kau masih ada disini pergilah selagi aku tak bia mengejarkmu, bukannya kau ingin mengejar mimpimu dan masa depanmu. Maka Pergilah nanti setelah anak ini lahir kau langsung berikan saja padaku gampang kan, kejarlah apa yang kamu mau jangan diam bersamaku nanti kau akan bosan dan tak bahagia, mungkin dengan caraku melepas kamu kau akan bahagia, kan bisa berkarir bisa mempunyai banyak teman, bisa sukses dengan jerih payahmu sendiri"
"Aku tidak mau membahas itu lagi aku sudah mengambil keputusan , aku akan diam bersamamu dan mengurus mu , serta mengurus anak kita aku sudah menghilangkan keiginanku untuk sukses dan hidup mandiri, aku baru sadar aku sudah berkeluarga dan tidak sepatutnya aku melakukan ini"
"Jika itu karena ibumu yang memaksa maka pikirkan lagi kau tidak akan mempunyai kesempatan lagi, setelah aku sembuh Mungkin aku akan mengurung mu lagi seperti dulu , jadi pikirkan semuanya. Sebelum terlambat kau segera pergi dariku .Aku tidak akan memberikan kesempatan seperti ini lagi untuk kedua kalinya, jadi kau harus pikirkan dengan matang sebelum aku bisa berjalan dan bisa mengaturmu kembali"
Airin mengelengkan kepalanya " aku tidak akan pergi sampai kapanpun aku akan tetap di samping mu dan aku akan juga mengambil keputusan itu bukan karena ibuku yang menyuruhnya , tapi ini dari hatiku aku ingin melakukannya. Jadi kau jangan membuatku berubah pikiran dan kembali pada tujuan awal, bukannya ini kan yang kamu mau, aku bisa diam mengurus anak kita dan dirimu juga "
"Ya kalau kau terpaksa jangan lakukan itu, aku tak mau nantinya kau menyesal dan meninggalkan anaku yang sudah mulai tergantung padamu, lebih baik jika kau pergi jadi tak akan ada yang merasa sedih saat kau pergi "
"Aku sudah menetapkan apa yang aku mau, aku akan diam bersama mu, aku akan memulai awal lagi bersama mu, dan aku akan mencoba mencintaimu, jadi kau bantu aku untuk aku bisa mencintaimu, agar aku bisa seutuhnya menjadi milikmu "
Tora tak menjawab dia langsung mengalihkan pandangannya dan melihat jendela yang masih terbuka dan memprrlihatkan malam yang indah yang dipenuhi bintang bintang kecil yang sangat mengemaskan.
**
Jo dan juga Riyan baru pulang, mereka langsung mendudukan bokongnya dikursi "ahh perjalannya sangat melelahkan sekali Yan, bokongku sampai panas untuk saja tak mengeluarkan api "
"Ya sudah kalau sampai mengeluarkan api kita bakar sosis aja "
Riyan langsung memegang pusakanya dan mengelengkan kepalanya "tidak jangan yang ini, aku tidak mau, apakah kau mau tak mempunyai keterunan , "
"Ya mau dong Jo mau punya keturuna mamih pun sama pengen gendong cucu jadi gimana apakah sudah ada hasil, apakah Jo sekarang sudah hamil "
Jo menghembuskan nafasnya, lagi lagi mamihnya membahas itu, membahas apakah dirinya sudah hamil atau belun katanya tak akan bertanya itu lagi, tapi sekarang apa buktinya bertanya lagi kan.
Sangat menyebalkan sekali deh "belum mih Jo belum isi "
"Kayaknya kamu jangan kerja lagi deh Jo, udah stop jangan kerja kamu kecapean kayaknya, udah diem aja dirumah "
"Gak bisa Jo pengen kerja, Jo kuliah lalu untuk apa bila tak dipergunakan "
"Jo perempuan itu meski sekolahnya tinggi pasti ujung ujungnya masuk dapur juga kan "
"Iya Jo tau, tapi biarin Jo merasakan bagaimana menjadi wanita karir bu, biarkan Jo melakukan itu, ibu jangan banyak protesnya ini sudah pilihan Jo dan Riyan juga setuju setuju aja kalau Jo kerja, Jo kan udah bilang kalau waktunya dikasih pasti dikasih, katanya mamih tak akan membahas bahas lagi tentang anak tapi ini "
__ADS_1
"Mamih hanya bertanya nak "
Jo yang kesal langsung pergi kekamar meninggalkan ibu dan juga suaminya, keselkan baru pulang cape undah ditanya anak, anak anak, kenapa sih dalam sebuah pernikahan harus ada anak, emangnya kalau tanpa anak hidup akan sengsara tidak kan.
Tapi orang tuannya ini, harus saja ada anak, anak kayanya penting banget gitu, dirinya masih muda jadi tak teralu memikirkan anak, sedikasihnya saja lah, kalau sudah waktunya pasti akan dapat.
**
Ibrahim masih setia menunggu istrinya, namun tiba tiba datang ayah mertunya.
"Ibrahim sudah kamu pulang jangan disini, jangan tungguin Milla lagi, kamu pulang aja ayah gak percaya Milla bisa aman dijaga sama kamu sudah sudah sana pergi, pulang kerumah mu dan jangan menjaga Milla lagi biar ayah saja yang menjaganya disini, kamu besok bekerja uruslah pekerjaan mu, kalau kau tak bekerja kau akan makan dimana dan biayaya istri mu bagaimana ayo ayo pulang "
"Ayah tak usah takut aku tak akan membayarnya, aku pasti akan membayarnya, semuanya akan aku bayar kebutuhan Milla, aku tidak akan pulang, Milla adalah istriku, jadi aku berhak ada disini. Milla sudah menjadi tanggung jawab ku, ayah tak usah ikut campur bila kemari hanya ingin mengajak bertengkar lebih baik ayah pergi dari sini "
"Kau ini ya berani berkata seperti itu padaku, dimana sopan santun mu, aku ini ayah mertua mu, seharusnya kau menghormatiku bukannya seperti ini, dasar kau laki laki tak berguna dan tak punya sopan santun pada orang tua, aku menyesal telah menikahkan anak ku padamu, aku menyesal "
Tiba tiba saja datang suster dan menegur mereka berdua "mohon maaf bapak bapak jangan menganggu pasien dengan bertengkar disini, jika ingin bertengkar ditempat lain, bapak bapak bisa menganggu pasien yang lain juga, tolong tertib ini rumah sakit ya bapak bapak, jadi tolong jaga sikap kalian berdua "
"Maafkan kami berdua sus maaf ya sekali lagi, kami berdua tak akan berisik kembali " ucap Ibrahim
Suster itu langsung pergi dan meninggalkan ruang inap Milla dan mengecek pasien yang lain.
"Tuh ayah lihat sendirikan jangan berisik jadi stop buat ulah kalau ayah mau pergi ya pergi aja jangan usir usir aku disini, karna yang lebih berhak ada disini adalah aku bukan ayah, dengar itu "
Ayah Milla langsung duduk dan menatap anaknya, sungguh menantunya ini, makin kemari makin menyebalkan sekali, awas saja kalau sampai berulah lagi dirinya tak akan segan segan lagi untuk mengusir mantunya yang kurang ajar ini.
**
Gavin yang sudah ada didalam rumahnya langsung membanting kunci mobil dan mendudukan dirinya dengan kasar "harus mencari dimana lagi ya bukti yang tepat kalau Liam itu pelaku dari pelenyapan keluarganya Bulan dan kasus hilangnya Bulan serta Lia "
"Aku menjadi pusing sekarang bahkan sangat pusing sekali, apakah aku harus kerumah Bulan yang kebakaran tapi untuk apa, yang pasti aku tak akan mendapatkan apa apa disana, aku hanya akan menghabiskan uang saja, sia siakan yang tadi juga, aku sudah cape mengobrak ngabrik kosan mereka yang kecil itu, masa sekarang harus mengobrak ngabrik puing puing bekas kebakaran yang benar saja. "
Tiba tiba ada yang menelfonya Gavin langsung mengangkatnya "hallo siapa ini "
"Siapa ini siapa ini, kamu sudah kabur ya berani beraninya kamu mrngacak ngacak kamar Bulan dan juga Lia lalu tak membereskannya kembali, ayo kembali kesini dan bereskan semuanya lagi, tata seperti semula lagi "
"Ini ibu kos "
"Iya siapa lagi, saya ibu kos pokoknya kamu harus membereskan semua ini, kebalikan seperti semula saya tidak mau tau kamu harus kembali kesini dan bereskan semua ini. kalau tidak saya akan melaporkannya pada polisi, saya tidak hanya mengancam saya akan melakukannya bila kamu tidak kembali lagi kesini saya tunggu satu jam dari sekarang "
__ADS_1
Sambungan langsung terputus, "bodoh kenapa aku tadi memberikan nomor ponsel ku, kalau saja tak diberikan pasti tak akan seperti ini kejadiannya dasar kau Gavin bodoh aku harus kembali kesana dan membereskan barang barang yang banyak dan berantakan 2 kamar lagi, ahhh sial ini memang hari sialku, "
Gavin dengan malas malasan akhirnya pergi lagi kesana tidak mau kalau harus sampai dilaporkan kepolisi.