Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mengancam


__ADS_3

Sekarang Liam sudah kembali bekerja dan sedang membicarakan kerja samanya dengan seorang perempuan yang akan menjadi rekan kerjanya untuk beberapa bulan.


"Jadi bagaimana pak Liam apakah nanti malam kita bisa makan malam bersama-sama untuk membicarakan tentang pekerjaan yang akan kita lakukan bersama-sama, tenang saya yang akan memasan tempatnya"


"Sepertinya menurut saya itu tidak perlu bu, sekarang kita sudah membicarakan semuanya tentang pembangunan perumahan di dekat kota itu, jadi kita tak usah makan malam berdua dan melakukan pembicaraan lagi, karena ini sudah cukup apalagi yang harus kita bicarakan, semuanya sudah selesaikan Bu Bulan"


"Iya saya tahu kita sudah selesai membicarakan tentang pekerjaan, tapi setidaknya untuk melakukan pendekatan agar kita lebih dekat lagi, lebih akrab lagi, bagaimana pak, saya tak ada maksud apa apa kok "


"Tapi menurut saya itu tidak perlu , kita kan hanya bekerja untuk beberapa bulan. Jadi kita tidak tidak usah terlalu dekat juga kan kita disini hanya sebatas pekerjaan tidak dengan yang lainnya bukan begitu bu Bulan, dan saya juga sudah punya istri mana mungkin saya bisa keluar dengan Bu Bulan hanya berdua saja "


"Ah kalau itu masalah gampang pak, bilang sama istrinya kalau ada kerjaan kenapa sih pak dibikin susah, kita disana tidak akan melakikan apa apa, kita cuman makan berdua aja biar lebih akrab gitu "


"Maaf saya menolak ajakan ibu dengan sangat hormat saya tidak mau membuat istri saya bertanya-tanya kenapa suaminya pergi malam-malam seperti ini, dengan seorang perempuan itu sungguh tidak baik bu jadi lebih baik kalau Ibu ingin makan malam dengan seorang pria maka ibu ajaklah pria lain, karena saya bukan orangnya saya disini hanya ingin mengurus tentang pekerjaan bukan tentang makan malam bersama hanya berdua apa Ibu mengerti "


"Baik saya mengerti pak Liam tidak usah sampai menjelaskan sedetail itu saya mengerti pak"


"Baiklah bagus, saya hanya ingin menjelaskan saja, takut-takut Ibu tidak mengerti apa yang saya katakan lebih baik menjelaskan kan terlebih dahulu kalau saya sudah punya istri dan anak. Jadi Ibu tidak terlalu terbawa suasana nantinya saat kerja dengan saya"


"Baik saya permisi dulu pak Liam, senang bekerja sama dengan anda "


Bu Bulan segera pergi meninggalkan Liam di ruangannya sendiri, Jo setelah melihat bu Bulan keluar dari ruangan bosnya segera masuk.


Tadi dirinya sempat menyapa bu Buulan tapi dia sama sekali tak menjawabnya hanya membiarkan sapaannya diterpa oleh angin "Pak dosen sama bu Bulan ada masalah ya saya tanya dia tak menjawab hanya melengos begitu saja"


"Gak ada, kita gak ada masalah apa-apa cuma dianya aja Terlalu ganjen sama laki-laki udah sana kamu kerja lagi"


Jo segera mengangguk dan kembali ke mejanya, melakukan apa yang disuruh oleh bosnya mengerjakan tugas-tugasnya, sungguh sangat menumpuk sekali sampai-sampai dirinya pusing tapi mau bagaimana lagi ini sudah pekerjaannya dan tak bisa ditolak sama sekali.


**


Sedangkan di lain tempat sama halnya dengan Andre yang sedang dirayu oleh Mila, Mila ini tidak ada kapok nya dia selalu saja datang ke kantor seperti dia bosnya, dia datang tanpa permisi masuk ke dalam ruangannya.


"Udah lah Mill kamu jangan ganggu aku. Aku ini lagi kerja loh aku disini bukan main dan bukan untuk ngobrol sama kamu berdua, kamu udah tahu kan aku udah nikah lalu apalagi sih yang kamu mau dari aku udah pulang aku pusing tahu gak sih dari tadi kamu nyerocos aja, kerjaan aku banyak banget bisa gak sih diam Milla, "


"Aku di sini itu buat temenin kamu, kenapa sih kamu gak mau ditemenin sama aku. Kenapa aku tahu kamu udah nikah tapi kan aku ini teman kamu jadi aku wajar dong kalau di sini"


"Ya gak wajar lah, mana ada temen di sini nungguin temennya lagi kerja, itu gak wajar tau, nanti kalau ada gosip gimana. Gimana kalau Syifa nanti salah sangka aku gak mau ya ada masalah sama Syifa, udah Please kamu pulang sekarang aku gak mau ngelakuin kekerasan sama perempuan jadi kamu pulang tanpa harus aku bentak bentak kamu atau usir kamu "


"Gak aku mau di sini aja. Kenapa sih susah banget mau sama kamu, berdua sama kamu apa-apa gak boleh apa-apa gak boleh selalu aja gak boleh"


"Ini kantor bukan di luar, aku di sini lagi kerja tau gak sih harus berapa sekali sih aku ngejelasin sama kamu, apa perlu aku manggil pak Tedi buat usir kamu"

__ADS_1


"Gak usah bawa bawa ayah aku, aku pergi susah banget tau gak sih mau deket sama kamu ini itu sulit banget"


"Baagus deh"


setelah Mila keluar Andre baru bisa bernafas lega, akhirnya perempuan itu pergi juga, untung aja gak usah ngeluarin tenaga kembali, sungguh menyebalkan masa iya dirinya harus terus menerus mengerjakan pekerjaannya dirumah.


Dan membiarkan istrinya sedirian menoton terus, sebentar lagi Syifa akan melahirkan jadi dirinya harus lebih extra lagi untuk menjaga sanga anak dan juga istrinya jadi tak boleh ada lagi pekerjaan yang menumpuk.


***


"Kakak waktu ngelahirin Lucas gimana, sakit gak, aku kok jadi takut yah mau ngelahirin takut sakit banget gitu atau takut kenapa-napa"


"Kakak waktu lahiran Lucas itu sakit banget, tapi ya mau gimana lagi, tapi setiap perempuan beda-beda kok waktu ngelahirin ada yang bilang gak sakit, ada yang bilang sakit ya gimana kitanya aja mungkin ya, tapi kamu tenang aja pasti kamu bisa kok sesakit sakitnya melahirkan pasti sesudahnya kamu akan senang karena melihat anak yang selama ini kamu kandung selama 9 bulan "


"Iya ya kak bener banget. Aku juga udah gak sabar pengen lihat anak aku dan pengen gendong diia juga "


"Nah gitu dong semangat, kamu jangan sampai merasa takut untuk melahirkan, nanti ada kak Andre di samping kamu jadi gak usah pusing-pusing lagi, ada suami kamu yang akan selalu dampingi kamu sampai kamu melahirkan anak kamu"


"Iya bener juga ya kak, aku semalaman tuh yah mikirin itu terus-terusan mikirin gimana nanti aku lahiran. Terus mikirin anak aku bisa gak aku urus dia, aku kan sama sekali gak berpengalaman sama anak kecil"


"Kakak juga sama waktu pertama kali, Kakak gak berpengalaman urus anak, malahan kakak bingung waktu masangin popok, kalau kitanya mau belajar kita pasti bisa coba aja pasti semuanya akan baik-baik aja, "


"Apa perlu kakak temenin kamu "


"Gak usah kak aku sendiri aja. Kakak di sini dulu aja tunggu aku"


Syifa segera melangkah pergi meninggalkan Zeline sendirian , mengecek siapa sebenarnya tamu yang datang ke rumahn, namun orang itu membelakangi Syifa.


"Mbak mau ketemu sama siapa ya " orang itu berbalik ternyata itu adalah Mila


"Syifa ini aku Mila masa gak ingat sih"


"Oh ini mba Mila ya, mau ketemu sama siapa mba Mila Paman Andre nya lagi kerja"


"Iya aku tahu Andre lagi kerja, aku kesini mau ketemu sama kamu mau ngobrol boleh kan"


"Tentu boleh ayo masuk mba Mila, "


Tanpa sopannya dia langsung masuk dan duduk di kursi dan meminta air minum pada Syifa dengan angkuh.


"Aku pengen jus ya Syifa, tapi gula nya jangan banyak-banyak ingat aku lagi diet nih, cepet ya tadi di luaer panas banget aku haus"

__ADS_1


Tanpa banya bicara Syifa segera pergi meninggalkan Milla sendirian.


"Apa-apaan sih datang-datang kayak gitu, emang dia tuan rumah gitu emangnya, aku pembantu dia bisa disuruh-suruh sama dia, enak banget tuh mulut lemes banget bicara suruh-suruh aku suruh ambil air minum, jus lagi " ucap Syifa uring-uringan saat membuatnya.


Saat sudah ada didepan Milla, Syida menyimpan gelasnya cukup keras di hadapan Milla " jadi ada perlu apa mba Mila datang kemari, jauh jauh dari rumahnya datang kerumah saja cuman buat ngoborol, kenapa gak telfon aja mba sekarang jaman udah modern gak usah langsung didatangin langsung telfon aja"


"Gak sih tadinya aku cuma lewat aja, kebetulan kan sambil main aja gitu kesini kerumah kamu, mau cek juga kehamilan kamu ternyata udah besar banget ya, maklum anak orang lain jadi cepet banget ya tumbuhnya, aku gak nyangka lo Andre mau terima anak orang lain "


"Maksud mba Mila ke situ mau apa, mau hina aku atau mau apa, emang aku ngerugiin mba gitu, aku mau hamil sama siapa pun itu bukan urusan mba Mila kayanya mulut mba Mila ini harus di jahit deh biar gak seenaknya kalau bicara "


"Aku udah tau kok itu bukan anak Andre jadi jangan di umpet umpetin lagi. Karena aku tau kalau Andre gak mungkin hamilin anak orang. Sedangkan kamu ada di Korea masa Andre jauh-jauh ke sana dulu terus hamilin kamu gitu ya. gak mungkin kan, aku yakin itu anak orang lain , kamu pasti di sana nakal kan nggak ada orang tua jadi bebas kan kamu di sana "


" Terus masalahnya sama mba Milla apa kalau ini bukan anak paman Andre atau Ini anak orang lain apa masalahnya emang saya pernah nyusahin Mbak Mila gitu atau saya pernah gak urusin masalah mba milla engga kan "


"Ga kamu enggak nyusahin saya cuman kamu udah ngehilangin peluang saya buat nikah sama Andre, seharusnya sekarang saya yang tinggal di sini bukan kamu, saya udah lama loh deket sama Andre sebelum kamu ada tapi gara-gara kamu Semuanya hancur tau nggak sih, gara-gara kamu yang hamil Andre harus tanggung jawab enak banget ya kamu di nikahin sama orang yang baik banget kayak Andre. Kamu itu sebenarnya nggak pantas tau nggak sih dinikahi sama Andre nggak pantas banget malahan "


"Kalau mbak ke sini cuma mau menghina saya mendingan udah pergi nggak usah ada di sini saya juga nggak mau dengar apa apa lagi ucapan Mbak Mila yang kayak sampah itu, saya bilang udah sana keluar, mba Milla gak berhak komentari hidup saya atau suami saya pergi sana mba pergi "


"Tenang dong jangan marah marah, nanti kamu keguguran loh, tenang rileks jangan seperti itu, sebaiknya kamu udah lahirain cerai sama Andre, pasti dia juga gak akan mau urus anak orang lain, Andre pasti pengen urus darah dagingnya sendiri, jadi jangan buat Andre menyesal menikahi kamu mending kamu mundur aja dari sekarang ya "


"Cukup ya Mbak, cukup saya udah cukup sabar buat hadapin Mbak Mila , utung saja saya gak jambak mba Milla ataupun saya enggak tampar Mbak ya, mendingan sekarang Mbak pulang berfikir apakah kata-kata Mbak itu pantas diucapkan pada orang lain " ucap Syifa dengan nafas yang sudah tidak beraturan dan peluh yang sudah bercucuran.


"Seharusnya kamu yang pergi dari sini, ini itu seharusnya rumah saya sama Andre bukan rumah kamu , kamu itu terlalu nakal buat Andre, Andre harusnya dapetin saya bukan kamu perempuan nakal yang hamil diluar nikah "


Syifa yang marah segera berdiri dan mengusur tangan Milla lalu mendorongnya nya dengan kasar "denger ya saya nggak mau kamu datang lagi ke rumah saya, dan jangan ganggu rumah tangga saya, lebih baik kamu cari laki-laki lain jangan menggoda suami saya dan jangan sekali lagi meminta suami saya , jadi silakan pergi dari sini saya tidak Sudi melihat muka kamu kembali. Ayo cepat pergi dari sini" teriak Syifa


"Ya udah nggak usah kasar juga kali saya juga bakal pergi dari sini saya juga gak sudi banget harus ngobrol terus menerus sama perempuan murahan kayak kamu, hamil sama orang lain nikah sama orang lain aneh banget sih"


Milla segera pergi meninggalkak Syifa, Syifa menutup pintunya dengan kencang, tiba-tiba saja perutnya terasa sakit sakit sekali sampai sampai tidak bisa ditahan.


Syifa jatuh terduduk di lantai dan menahan perutnya yang sudah kesakitan. Dari tadi Zelin melihat ada yang keluar dari rumah Andre dan juga Shifa.


Dengan cepat Zeline segera berlari ke arah rumah Andre dan ingin melihat keadaan Syifa, tadi dia sempat mendengar Syifa berteriak mengusir perempuan itu .


Apakah ada masalah besar, Zeline membuka pintu dan dia melihat Shifa yang sedang memegang perutnya dengan kesakitan "ya ampun Syifa ada apa dengan kamu, kamu nggak apa-apa kan kamu baik-baik aja kan"


"Perut aku Perut aku sakit banget Kak tolong aku sakit banget aku kayaknya mau lahiran Kak"


"Ya ampun Syifa Kamu kan baru 7 bulan kenapa ini, sebentar ya Kakak panggilin dulu Tora, kamu tunggu di sini sebentar ya jangan kemana-mana"


Zeline segera berlari untuk memanggil Tora dan meminta Supir untuk segera datang ke arah rumah Syifa dan juga Andre, sedangkan Syifa dia sedang bertahan dengan mati-matian menahan sakit di perutnya ini sungguh sakit sangat sakit sekali.

__ADS_1


__ADS_2