Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menyiapkan kejutan


__ADS_3

Hari ini Liam akan pulang kebandung, dia tak memberi tau perihal kepulangannya kepada Zeline ingin memberi kejutan.


"Ayah,ibu Liam pamit pulang kembali kebandung ya ibu dan ayang jaga kesehatan"


"Iya na hati-hati salam dari ibumu ini untuk mertua serta calon istrimu " sambil memeluk Liam erat, sebenarnya dia tak mau jika anaknya kembali jauh darinya namun apa daya dia yang telah mengirim anaknya untuk mengurus kampus yang ada dibandung.


Setelah ibunya melepaskan pelukannya itu Liam menghampiri Andre lalu memeluknya "tolong jaga ibu dan ayah gue ya Andre "


"Iya pasti tenang aja om dan tante udah gue anggap seperti keluarga gue sendiri jadi lo disana yang tenang ya"


Setelah berpamitan Liam pergi kebandung mengunakan mobilnya.


Selama perjalanna dia sudah tak sabar ingin bertemu Zeline dia akan pergi menjemput Zeline ke kampusnya.


Dia tau jadwal-jadwal semua pelajaran Zeline serta kapan masuk dan pulangnya.


***


Zeline yang memang sedang malas-malas baru sampai di kampusnya dia segera duduk ditempatnya dan diam saja.


"Line bisa bicara sebentar"


Zeline pun mengalihkan pandangannya ke arah suara orang yang memangilnya itu.


" Yuda mau apa lagi dia" ucap Zeline dalam hantinya


"Baiklah bicara sekarang Yud ada apa " dengan suara yang datar


"Bisa ikut aku sebentar keluar " minta Yuda.


"Tak bisa, kamu bicara disini saja "


"Apa kamu sudah yakin ingin menikah dengan dosen itu " tanya Yuda dengan muka seriusnya.


"Kenapa kau bertanya seperti itu "


"Tidak aku hanya ingin menyakinkan saja dirimu "


Jo yang memang baru datang langsung menghampiri Zeline yang sedang mengobrol dengan Yuda.


Jo takut nanti Yuda macam-macam sama Zeline jadi dia harus mengawasinya.


"Aku udah yakin ko Yud, kalau aku ga yakin sama kak Liam aku ga akan sampai tunangan tuh sama dia " jawab Zeline sambil memperlihatkan cincinya itu.


"Udah lah Yud kamu ga usah ngejar-ngejar lagi Zeline, kamu coba iklasin Zeline deh, emang kamu mau kaya gini terus gitu ngejar-ngejar perempuan yang udah punya pasangan, pasti kalau kamu iklas, kamu nanti bakal dapet perempuan yang lebih dari Zeline " nasehat Jo


Namun bukanya menjawab nasehat dari Jo dia malah pergi melengos meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Dasar tuh ya anak gabisa di nasehatin banget " gerutu Jo


"Udah lah biarin Jo dia itu keras kepala, aku udah cape tau sama sifat dan sikapnya yang kaya gitu terus, aku udah kaya yang ga kenal lagi sama dia "


Jo pun duduk dengan masih ngedulem kesal tak didengar sama sekali.


***


Liam pun sebelum pergi kekampus untuk menjemput calon istrinya itu membeli coklat dan bunga mawar.


Setelah membelinya langsung saja pergi kekampus dan menunggunya diluar kampus.


"Line mau bareng ga pulangnya "


"Engga deh Jo makasih aku mau pergi ke toko buku dulu beli buku novel "


"Yaudah deh aku duluan ya dadah Line"


Zeline melambaikan tangan pula dan pergi keluar kelas, dengan fokus memandang handphone, kenapa ga ada kabar dari kak Liam, sudah dihubungi namun tak diangkat sama sekali.


Liam sudah melihat Zeline yang sedang berjalan sambil menatan handphone saja.


Liam keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri calon istrinya itu.


Duk


Zeline memegang jidatnya yang sakit sambil mengusap-ngusapnya karna menabrak dada seseorang yang keras kaya batu saja, ingin sekali Zeline memarahi orang itu.


"Ahhh kakak kangen " ucap Zeline sambil memeluk Liam dengan sangat erat.


Liam pun membalas pelukannya itu sama eratnya sesekali mencium kepala Zeline.


"Kakak kenapa ga bilang kalau udah pulang "


"Kan kakak ingin memberi kejutan sama kamu sayang, udah yu masuk dulu mobil"


Zeline pun mengiyakannya dan bergandengan masuk kedalam mobil.


Saat sudah duduk dengan nyaman Liam langsung mengambil bunga serta coklat yang di belinya tadi.


Liam binggung harus bagaimana cara memberikannya kepada Zeline jadi dia langsung saja memberikanya tanpa kata-kata romantis.


"Wah makasih kakak " ucap Zeline sambil memeluk tangan Liam.


Dia tau Liam itu orangnya kaku, jadi ya tak masalah meskipun tak romantis seperti orang-orang namun dia tau Liam sangat tulus memberikannya.


Selama perjalanna Zeline terus saja memeluk tangan Liam sambil memakan coklatnya.

__ADS_1


Sampai juga dirumah Zeline, Liam turun dan membukakan pintu untuk Zeline dan mengantar Zeline sampai depan Rumah saja.


"Nanti malam aku jemput ya sayang " ucap Liam sambil mengecup kening Zeline.


"Kakak ga mampir dulu gitu " tanya Zeline


"Maaf sayang bukannya tidak mau, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan, cepat masuk lah "


Padahal Liam akan mempersiapkan kejutan untuk nanti malam, dia akan membuatnya dengan istimewa. Liam sendiri yang akan mengatur dekornya serta semuanya yang Liam inginkan.


Zeline pun masuk dan ternyata ibunya ada dirumaha biasanya akan ikut dengan ayahnya mengecek semua padi serta tanaman sayurnya.


"Assalamualaikum ibu, Zeline pulang " dengan suara yang riang serta senyum yang tak lepas dari bibirnya itu.


"Walaikumsalam sayang, aduh ada apa ni datang-datang senyum-senyum aja biasanya juga lesu" goda ibunya


"Hehehe iya dong bu harus senang kan kak Liam udah pulang "


"Terus sekarang mana mantu ibunya ko gamasuk "


"Ka Liamnya udah pulang bu, katanya ada kerjaan "


"Oh iya, yaudah kamu cepet ganti pakaian dan segera lah makan " tita ibunya itu


Zeline pun menurut dan pergi kekamarnya untuk bunga mawarnya Zeline pindahkan ke pot bunga dan diberikan air sedikit agar tak cepat layu.


***


Yuda yang tadi marah karna dinasehati oleh Jo pergi mengunakan motornya itu entah kamana tanpa tujuan sama sekali, dia marah sekali dengan Jo, dia tak perlu di nasehati yang dia butuhkan hanya Zeline yang harus ada disisinya.


Yuda mengingat igat kembali mengenai penyerangan yang dialaminya waktu itu.


Bahwa penyerang itu membawa-bawa nama Zeline,di ingat-ingatnya kembali suara serta poster tubuhnya.


Ah benar dia ingat suara itu suara dosenya dan postur tubuhnya pun sama.


Nanti dia akan menemui lagi Zeline dan membongkar semua kebusukan calon suaminya itu, pasti Zeline akan meninggakan laki-laki itu dan memilihnya.


Dengan senang Yuda membelokan motonya untuk pulang saja kerumahnya karna tak ada tujuan kemana-mana.


Lebih baik dia mempersiapkan diri untuk pergi kerumah Zeline dia harus tampil sempurna dihadapan calon kekasihnya itu.


Yuda sangat tak sabar menunggu kehancuran dosennya itu pasti sangat menyenangkan.


***


Liam sampai juga, tempatnya lumayan jauh dari rumah Zeline, bergegas masuk dan manager cafe itu sudah menyambut Liam.

__ADS_1


Mereka bergegas pergi ketempat yang sudah Liam sewa hanya untuk dia dan Zeline berdua.


Liam mulai memimpin untuk mendekor tempat ini dibantu oleh anak buah manager cafe ini.


__ADS_2