Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Ibu mertua menelfon


__ADS_3

Zeline dan Liam sudah sampai dikampus sedang berada diparkiran belum turun untuk pergi ketempat mereka masing-masing.


Zeline masih menempel saja memeluk tanggan Liam dan menyandarkan kepalanya dibahu Liam.


Dengan perlahan Liam lalu memiringkan kepalanya dan ******* bibir itu dengan perlahan sambil mengusap-usap pipi Zeline, Zeline memenjamkan kedua matanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan Liam.


Liam lalu memperdalam ciumannya itu Zeline tanpa diminta mengikuti permainan yang dilakukan oleh Liam.


Lalu Liam melepaskan pangutannya itu dan mengatur nafasnya Zeline pun sama melakukannya nafasnya sudah hampir saja habis untung saja Liam melepaskannya.


Diusapnya bibir itu oleh Liam secara perlahan dan dikecupnya kembali bibir itu berkali-kali kembali disesapnya bibir bawah Zeline lalu berganti menghisap bibir atasnya.


Dengan cepat Liam melepaskannya lalu memeluk Zeline dari samping.


"Ayo sayang kita keluar nanti aku takut kebablasan lagi " ajak Liam.


"Kebablasan apa kak " binggung Zeline.


"Udah jangan dibahas ayo keluar sayang "


Mereka berdua keluar dari dalam mobil lalu bergandengan menuju kelas Zeline sesekali Liam mengecup tangan Zeline.


Ternyata di dalam kelas Zeline belum ada siapa-siapa jadi Liam menunggu calon istrinya itu sampai Jo datang agar ada temanya Liam sekarang tak mau meninggalkan kembali Zeline sendirian.


Akhirnya Jo datang juga, perlahan Jo menghampiri dua sejoli itu dan memeluk Zeline "Line aku seneng kamu udah gapapa "


"Yasudah sekarang sudah ada Jo, aku tinggal ya, Jo titip Zeline ya " minta Liam. Sebelum pergi Liam tak lupa mencium kening Zeline terlebih dahulu.


Jo dan Zeline hanya mengangguk saja saat mendengar perintah dari Liam.


Saat Liam sudah pergi agak jauh Jo mengandeng tangan Zeline untuk masuk kedalam kelas mereka.


Zeline menatap sekilas tempat duduk Yuda lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan memberanikan diri untuk masuk kelasnya.


Mereka berdua sudah duduk dikursinya masing-masing" kenapa kamu tadi berhenti dulu Line "


"Tadi aku hanya menguatkan diriku saja Jo, aku takut saja jika tiba-tiba ada Yuda duduk dikursinya itu"

__ADS_1


"Kamu jangan takut lagi ya Line, kamu harus lawan ketakutan kamu itu ya, aku akan selalu ada disisi kamu Line " sambil mengusap bahu Zeline dengan lembut.


"Makasih Jo, Jo aku kemarin gatau kalau misalnya kak Liam telat aja 10 menit dateng ketempat itu mungkin aku udah ga perawan lagi Jo, Yuda jahat banget Jo dia sampai mau bunuh aku " tiba-tiba saja Zeline bercerita.


"Alhamdullilah Line pak dosen ga telat untungnya, gila sampai mau bunuh kamu dia ? "


"Iya Jo dia sampai mau bunuh aku, ya karena aku yang ga mau sama dia, ya katanya kalau sampai dia gabisa miliki aku orang lain juga ga boleh termasuk kak Liam, katanya lebih baik aku mati aja Jo "sambil meneteskan air matanya itu.


Lalu Jo memeluk Zeline kembali sampai dia ikutan nenangis mendengar ceritanya langsung dari sahabatnya ini bagaimana kejamnya sahabatnya itu sampai-sampai ingin membunuh sahabatnya sendiri, ternyata cinta bisa membuat orang buta segala cara dilakukan untuk mendapatkan seseorang yang dicintainya.


"Kalau sampai keperawanan aku hilang sama Yuda, aku mending bunuh diri aja Jo " ucap Zeline sambil menangis dengan pilu.


"Kamu ga boleh bilang kaya gitu, sekarang kamu jangan fikiran itu lagi ya Line, aku gamau sampai kamu kaya dulu lagi "pinta Jo lalu melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Zeline. Zeline pun melakukan hal yang sama mengusap air mata Jo lalu mereka tersenyum bersama-sama.


Zeline merasa tenang sudah menceritakan kepada sahabatnya itu, dia tak ingin ada yang disembunyikan dalam persahatan mereka, meski Zeline sedikit masih trauma untuk menceritakannya namun dia ingin sahabatnya itu tau agar tak khawatir lagi.


***


Liam yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya tiba-tiba ada telfon dari ibunya ternyata sudah dari semalam ibunya menelfonya dan Liam juga baru mengecek handphonenya.


"Hallo assalamualaikum bu ada apa " salam Liam


"Maafkan aku bu kemari Zeline ada musibah, dia diculik bu dan dilecehkan bu " Liam sengaja memberitahu ibunya agar nanti tak ada kesalah fahaman antara ibunya dan Zeline, Liam tak mau nanti ibunya tau dari orang lain jadi mending sekarang saja dia jujur.


"Astagfirullah, sekarang bagaimana Zelinenya na apa tak apa-apa dengan menantu ibu "


"Alhamdullilah dia tak apa bu, hanya luka ringan saja "


"Lalu sekang menantu ibu dirawat dimana sayang, ibu akan pergi kesana dengan ayah "


"Tidak bu, Zeline tak dirawat dia ingin pulang kerumah saja katanya dan hari ini Zeline sudah masuk kuliah kembali bu "


"Kenapa kamu membiarkannya na, seharunya kamu tak mengizinkannya untuk masuk kuliah terlebih dahulu pasti dia masih syok, ibu akan menelfonya "


"Tak apa bu Liam akan selalu menjaganya, katanya dia tak mau dirumah karena nanti akan terfikir kejadian itu dan malah membuat Zelinenya stres bu, jangan sekarang bu telfonya pasti dia sekarang sedang belajar "


"Baiklah jika itu yang terbaik untuk menantu ibu, iya nanti ibu akan menghubunginya sore saja ya na "

__ADS_1


"Iya bu, ibu disana bersama ayah jaga kesehatannya yah"


"Iya na pasti, kamu tenang saja disini ada Andre yang menjaga ibu dan Ayah"


"Baiklah bu Liam kerja kembali ya, Assalamualaikum bu "


"Iya na walaikumsalam sayang "


Liam kembali fokus kembali setelah mematikan telfonnya itu sangat banyak sekali kerjaannya yang menumpuk dan harus selesai hari ini juga. Dia kan nanti akan mengambil cuti.


***


Sudah waktunya istirahat Jo dan Zeline sedang memakan bakso mereka, siang-siang begini sangat enak kan kalau makan bakso yang pedas seger mata langsung melek kan.


Zeline yang sedang fokus memakan baksonya tiba-tiba handphonenya berdering dari ibu mertuanya ada apa ya, secepatnya Zeline mengangkat telfonnya itu.


"Hallo assalamualaikum bu " ucap Zeline.


"Hallo walaikumsalam sayang, kamu apa sudah baik-baik saja na "


"maaf bu maksudnya bu " binggung Zeline tiba-tiba ditanya seperti itu.


"Iya ibu tadi telfon Liam katanya kamu diculik apa kamu tak apa sayang "


"Alhamdullilah bu Zeline baik-baik saja hanya luka kecil saja bu "


"Alhamdullilah na kalau begitu itu sangat khawatir, tadinya ibu mau menelfon mu sore namun itu sudah tak sabar untuk mendengar suara mu ini "


"Apa ibu akan membatalkam pernikahan aku dan kak Liam " tanya Zeline sambil menundukan kepalanya. Memang kak Liam menerimanya tapi belum tentukan orang tuanya bisa menerimanya, pasti juga kak Liam sudah menceritakan semuanya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu na, ibu tak akan pernah membatalkan apa pun sayang, ibu tak akan memutuskan kebagian mu serta Liam, ibu merestui kalian berdua tak akan ada yang membuat ibu goyah na untuk menjadikan mu menatu ibu "


Zeline sangat terharu sekali bahkan keluarga Liam pun menerimanya dengan sangat terbuka tak menolaknya sungguh dia beruntung sekali " terimakasih bu"


"Jangan berbicara seperti itu lagi ya nak, ibu nanti akan marah padamu kalau bicara seperti itu lagi " tegur calon mertuanya itu.


Zeline terus saja berbicara dengan calon ibu mertuanya itu banyak sekali yang mereka bicarakan bahkan soal pernikahannya dengan Liam, sampai bakso Zeline sudah habis.

__ADS_1


Ibu mertuanya itu pun mengakhiri pembicaraannya karena tau menantunya itu sedang dikampusnya pasti sebentar lagi akan memulai kelas selanjutnya.


__ADS_2