Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Ketemu juga


__ADS_3

Dini segera menghampiri Riyan dan mengandeng tangan Riyan untuk segera masuk kedalam kamar hotel, Riyan dengan patuh mengikuti Dini tanpa ada bantahan sedikit pun.


"Kenapa kau diam saja pak, apakah tak jadi, kau mundur ya takut dengan istrimu ini, atau kau memang tak bisa memuaskan istri mu itu "


"Tidak jaga ucapan mu, ayo segeralah masuk "


Riyan membuka pintu dan mempersilahkan Dini untuk masuk kedalam.


Sedangkan diluar sana Jo sedang kebut kebutan dijalan untuk segera menuju hotel dan saat sudah sampai di hotel itu dia memarkirkan dengan asal dan langsung masuk menuju resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu mba " ucap resepsionis itu dengan ramah.


"Tolong mba saya mencari kamar mba Dini, dia baru saja kesini kami akan membahas tentang pekerjaan. Kalau tidak pak Riyan ada atas nama dua orang itu. "


"Sebentar saja cek dulu ya mba"


"Iya baik mba, " Jo menunggu dengan harap harap cemas dirinya berdoa semoga saja tak ada namun.


"Ada mba, atas naman mba Dini, dia ada diruangan no 53 mba, mba tinggal lurus aja nanti ada lorong sebelah kanan belok kesana "


"Baik mba baik terimakasih mba "


"Iya mba sama sama "


Jo segera berlari dan mengikuti apa kata kata dari resepsionis itu dan ketemu, Jo langsung membukanya dan dia melihat suaminya juga sedang berdiri dihadapannya. Akan membuka pintu.


Flashback.


Saat Dini sudah siap siap membuka baju, tiba tiba Riyan berbalik dan sadar bahwa yang dirinya lakukan salah besar.


"Kenapa berbalik mas, kenapa ada apa "


"Maaf aku harus kembali pada orang yang tepat aku sudah sangat salah telah berani ingin menghianati Jo, maafkan aku yang sudah terpancing oleh sikap busuk mu itu "

__ADS_1


"Dasar kau laki laki pengecut, tadi kau menyanggupi tapi setelah sampai disini ditempat ini kau malah mundur dasar laki laki tak tau diri kau "


"Kau pun sama tak tau diri dan tak punya harga diri, aku salah dekat dengan orang sepertimu dan kembali mengcewakan perempuan yang aku cintai "


"Cinta cinta cinta apakah benar kau mencintainya, kalau benar kau tak akan mungkin menghianati perempuan yang kau cintai "


"Persetan dengan mu " Saat Riyan akan pergi dia malah langsung melihat istrinya yang ada dihadapannya.


Flashback off


"Sayang ini tak seperti yang kau lihat "ucap Riyan sambil memegang tangan Jo namun Jo segera menepisnya.


Berjalan kearah Dini yang menatapnya juga dengan garang, dipegangnya kerah pakaian Dini oleh Jo lalu ditariknya sampai Dini berdiri dan sekarang saling tatap tatapan.


Tanpa fikir panjang Jo langsung menonjok wajah Dini dan membuat Dini sampai terkapar dibawah. Lalu Jo kembali menhajar Dini sampai Dini kewalahan, setelah puas Jo melepaskan Dini.


"Dengerin perempuan murahan , lo murah banget, kalau didunia ini gak ada hukuman buat orang ngebunuh udah gue bunuh Lo sama lo juga Riyan "


Sekarang Jo berdiri dihadapan suaminya Riyan "apa salah gue sama lo, apa karena gue belum bisa kasih keperawanan gue sama lo makannya lo lakuin ini sama gue hah, butuh berapa kali lagi gue maafin lo dan kasih kesempatan lagi sama lo "


"Kalau lo bener bener laki laki yang terima gue terima kekurangan gue, seharusnya lo gak selingkuh dan khianati gue kaya gini, khilaf kata lo gila ya selingkuh khilaf, Emanf lo gak bisa nolak saat ni perempuan ajak lo kehotel, "


"Gak gitu sayang, aku gak selingkuh, aku gak khianatai kamu, aku gak lakuin apa apa kok. aku malahan tadi mau pulang "


"Udah telah lo, pulang sana keneraka, sekalian ajak perempuan itu gue gak peduli lo mau lakuin apa pun sama perempuan itu, yang gue minta sekarang kita cerai "


"Jo Jo jangan gitu dong Jo " Riyan kembali memegang tangan Jo namun lagi lagi Jo menghentakannya dan menonjok Riyan sampai hidung Riyan mimisan.


Jo segera berlari takut nanti Riyan mengejarnya namun malah bertabrakan dengan Choki.


"Jo kamu gak apa apa "


"Gak saya baik baik saja "

__ADS_1


"Udah yu kita ngobrol dulu yu, kamu jangan nyetir sambil marah kaya gini yu " sambil memegang tangan Jo.


Namun Jo segera menepisnya "Maaf maaf ayo "


Jo langsung saja mengikutinya dan berjalam dibelakang Choki berjalan kearah restoran yang ada di sebelah hotel, Jo langsung duduk dan diam saja tak ada air mata sedikit pun yang keluar dari pelupuk mata Jo.


"Kamu gak apa apa kan Jovanka "


"Engga kok saya baik baik aja dan tak ada masalah "


"Apa kamu gak marah dengan kelakuan suami kamu "


"Aku marah tapi aku tak mau mengeluarkan air mata untuk laki laki seperti dia yang sudah berani menghianatiku, aku bukan perempuan lemah yang hanya bisa menangis, aku pun sudah agak lega sih karena sudah mengajar asisten mu itu agar dia tak merayu lagi suami orang lain "


"Apa kau menghajarnya "


"Ya kenapa apa kau tak rela asistenmu aku hajar habis habisan, kalau bisa aku akan membunuhnya tapi aku masih ingin hidup dengan bebas. Aku juga sama adil kok memukul Riyan agar mereka berdua sadar kalau mereka telah melakukan Zina, meskipun belum "


"Baguslah aku sangat khawatir jika dirimu terpukul atas kejadian ini, maaf aku ya yang sudah membuat rumah tanggamu jadi berantakan"


"Tidak aku sangat berterimakasih padamu, karena sudah membantuku untuk mengungkap semuanya, aku sudah muak dengan mereka dan ini Saat yang tepat untuk menghajar mereka berdua, aku tak akan menyalah satu sisi karena mereka melakukan dengan sadar tanpa ada campuran dari minuman beralkohol "


"Baguslah aku suka dengan sikap nu yang sangat berani dan tanpa mengeluarkan air mata sedikit pun saat melihat suami mu sedang bersama perempuan lain, aku suka suka sekali dengan sikap mu itu, jarang lo perempuan kaya kamu yang tegar banget dalam menghadapi masalah kaya gini"


Jo hanya tersenyum saja dan meminum minumannya, tanpa mereka sadari ada yang mengintip mereka berdua.


**


Riyan yang akan keluar kamar malah ditahan oleh Dini "tolong saya pak, saya kesakitan " teriak Dini.


"Bodo amat, saya mau cari istri saya, kamu bangun sendiri dan obati saja sendiri saya tak peduli yang syaa pedulikan hanya istri saya saja "


Riyan segera bergegas pergi mencari istrinya kesana kemari namun sama sekali tak ada.

__ADS_1


"Ya ampun Jo kamu kemana, aku gak mau ditinggalin kamu lagi " dengan cepat Riyan masuk kedalam mobilnya tanpa melihat kearah sampingnya yang ada mobil Jo disana.


__ADS_2