Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Sangat bahagia


__ADS_3

Jo pun binggung semua pergi lalu dia sendirian kok dia ditingalin sih kesel, Jo pun pergi meninggalkan Gasibu dan pulang kerumah dengan cemberut.


Diperjalanan tadi dia sudah menelfon Riyan untuk kerumah, dia akan curhat kepada kekasihnya itu semuanya.


***


Zeline masih digandeng oleh Liam dan saat sudah sampai didepan motor, Liam mengambil helm dan dipaikannya kepada sang kekasih, Zeline tadinya ingin bertanya kenapa Liam memakai motor dan sejak kapan juga Liam mempunyai motor namun diurungkan niatnya itu, lebih baik diam dulu saja.


Liam sudah naik ke atas motornya masih dengan sikap bungkamnya, diambilnya tangan kiri Zeline dan disimpan dipundaknya, Zeline yang mengerti langsung naik dengan berpegangang kepada bahu Liam.


Zeline sudah duduk dengan manis namun Liam masih diam juga belum melajukan motornya itu "kak ko ga jalan sih " tanya Zeline.


Liam hanya menghembuskan nafasnya saja dan mengambil kedua tangan Zeline lalu dilingkarkannya tangan Zeline keperutnya untuk memeluknya.


Zeline pun akhirnya mempererat pelukannya, sangat lucu sekali kak Liam kalau sedang marah seperti ini. bungkan seribu bahasa.


Liam pun melajukan motornya dengan normal, dimotor tak ada satu pun yang bicara sama sekali, Zeline sangat bosan.


Dia akan mencoba melepaskan tanganya yang memeluk kak Liam, apa kah dia akan marah dicoba saja lah, karna dia menjadi lebih takut bila Liam diam, mending dia dimarahin aja daripada didiemin kaya gini. Di diemin itu lebih seram daripada dimarahin.

__ADS_1


Dilepaskannya pelukan itu oleh Zeline secara perlahan namun tanganya dicekal oleh Liam dan Liam kembali membuat tangan Zeline melingkar memeluknya lagi.


Akhirnya Zeline pun membiarkannya dan menyederkan kepalanya itu dipunggung Liam dan semakin erat memeluk Liam. Baru hari ini kak Liam merajuk kepadanya.


Liam tersenyum melihat tingkahnya yang seperti orang baru pacaran ngambek-ngambekan seperti ini, tapi memang bener kan dia baru pacaran.


Diusapnya tangan Zeline oleh Liam saat sedang di lampu merah dan melaju kembali, hari ini Liam akan membawa Zeline ke danau ingin melihat indahnya ciptaan tuhan yang indah itu beserta pula membawa ciptaan tuhan yang lainnya yang sama indahnya serta sempurnanya dimana Liam.


Zeline pun turun dan membuka helmnya sungguh ini indah sekali, berbeda dengan danau yang waktu itu dia datangi bersama Yuda, ini lebih asri lebih banyak lagi pepohonan serta ada sepasang angsa yang sedang berenang.


Liam menghampiri Zeline yang sedang membelakanginya, secara perlahan dipeluknya Zeline dari belakang dan Zeline mengalihkan pandangannya yang sedang melihat indahnya pemandang didepan, mata Zeline dan Liam bertabrakan dan saling menantap dikecupnya sekilas bibir Zeline oleh Liam.


"Ka jangan diam seperti ini, aku tak suka. Apakah kau marah, demi tuhan aku emang bener-bener pergi berdua sama Jo, tiba-tiba aja Yuda datang kak dan menghampiri kita berdua aku udah mencoba untuk menjauh dan bertukar duduk bersama Jo, tapi Yuda malah menghalangi Jo dan dia yang duduk dekat dengan Ku "jelas Zeline tak mau sampai ada kesalah fahaman lagi.


Liam hanya tersenyum saja mendengar Zeline yang tadi nyerocos, dan dia tetep tak bergeming sama sekali.


Zeline yang kesal melepaskan pelukan Liam dan menghadap kearah Liam "Kakak jangan nyebelin dong ih, aku kan lagi bicara masa dari tadi ga dijawab terus " rengek Zeline


Liam pun tertawa dengan lebarnya dan mengenggam kedua tangan Zeline sedangkan matanya menatap wajah Zeline dengan sangat memuja "Aku tak marah sayang, aku hanya kesal, kenapa dia selalu jadi penghalang dan pengganggu hubungan kita,aku cemburu melihat kau makan bersama dia meskipun ada Jo, tetap saja aku tak bisa menahan rasa cemburu ini sayang "

__ADS_1


Perlahan dilepaskan genggaman Liam dan Zeline mendekat ke arah Liam dan dipegangnya kedua pipi Liam dan diusapnya secara perlahan, Liam yang mendapat perlakuan seperti itu memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan Zeline sambil memelik pinggangnya Zeline.


"Iya kak aku tau pasti kakak cemburu, aku pun bila ada diposisi kakak pasti akan seperti ini. Tapi dalam prinsip hidupku aku tak akan memulai berselingkuh jika pasangkan ku tak menyelikuhiku dan aku akan selalu menjaga hati ku untuk kakak dan kakak juga sama harus menjaga hatinya buat aku, sekarang yang harus kita lakuin saling percaya saja ya kak, kakak pegang semua ucapanku ini " ucap Zeline sambil tersenyum untuk menyakinkan sang kekasih.


"Aku tak akan pernah bisa berpaling darimu Zeline sayang, kau perempuan pertama yang membuat hatiku hangat dan membuat jantungku berdebar tak karuan saat berhadapan dengan mu " ucap Liam sambil mengarahkan tangan Zeline ke arah jantungnya itu.


Zeline sangat senang mendengar setiap ucapan yang dilontarkan oleh Liam dan pipinya pasti sudah merona, pasti wajahnya sudah seperti kepiting rebus, Zeline secara perlahan menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya itu.


"Jadi kamu tak usaha kwatir kalau aku akan berpaling darimu, itu sangat mustahil sayang, aku tak akan bisa bila harus bersama wanita lain, yang aku mau hanya dengan mu saja sekarang maupun nanti dikehidupan selanjutnya aku mau, aku tetap mencintaimu seperti saat ini" lanjut Liam


Perlahan Zeline mendongak kan wajahnya dan Liam menyatukan kening mereka sambil saling menatap, Zeline melingkarkan tangannya di leher Liam sedangkan Liam masih setia memeluk pinggang Zeline.


Sungguh Zeline masih tak percaya bahwa dia bisa sebahagia sekarang, dulu dia sangat terpuruk dan hari ini Zeline sangat bahagia sekali. Bisa mendapatkan kembali laki-laki yang mencintainya sebesar ini. sungguh nikmat tuhan sangat besar.


Dulu Abi pun sama mencintainya sama besarnya seperti Liam, namun tuhan berkehendap lain dengan cara mengambilnya karna tuhan menyayanginya dan digantikan kembali oleh tuhan sama seperti Abi namun berbeda sifat dan sikap namun Zeline tak mempermasalahkan hal itu yang terpenting untuk Zeline Liam bisa menerimanya dengan sepenuh hati sama seperti dulu Abi menerinya.


Namun Zeline tak akan terpuruk terus-menerus memikirkan masa lalunya, yang harus Zeline lihat sekarang adalah masa depan bersama Liam biarkan Abi selalu ada dalam hatinya, hati terdalamnya, untuk sampai melupakan Abi memang tak akan bisa namun Zeline akan membuatnya sebagai kenangannya bersama Abi.


Zeline sekarang harus mulai mencintai Liam dengan tulus, memang rasa itu sudah ada untuk Liam namun tak sebesar cinta yang Liam punya untuknya.

__ADS_1


Sunguh dunia seperti milik berdua saja sedangkan yang lain ngontrak kepada Zeline dan Liam 🤭


__ADS_2