
Liam pun sampai dirumahnya sungguh hari ini sangat melelah kan sekali banyak hal yang terjadi, Liam pun baru ingat dia akan mengubungi dulu sang ibu, agar ibunya tak kaget.
Kenapa ya lama sekali ibunya mengangkat telfonya biasanya langsung di angkat Liam jadi khawatir takut terjadi apa-apa dengan ibunya itu.
Sudah panggilan ketiga namun tak diangkat, Liam mencoba menghubungi ayahnya saja semoga saja diangkat dan pada deringan pertama akhirnya di angkat juga.
"Assalamualaikum yah, apa ayah dan ibu baik-baik saja, dari tadi Liam telfon ibu , tak diangkat-angkat yah " cerocos Liam saat sudah diangkat oleh ayahnya.
"Walaikumsalam nak, kau ini bertanya banyak sekali, satu-satu na " tegur ayahnya
"Maaf ayah, aku sangat khawatir dengan ayah serta ibu"
"Iya na ayah tau, ayah disini beserta ibumu alhamdullilah baik, kamu bagaimana disana na "
"Alhamdullilah ayah kalau semua nya sehat, Liam juga sehat yah "
"Alhamdullilah na , ada apa na kamu mencari ibu mu"
"Begini yah, aku ingin mempercepat saja pertunangan ku dengan Zelinenya, apa ayah tak keberatan, apa ibu dan ayang bisa kesini 2 hari lagi "
"Ada apa na, kenapa dipercepat, hayo apa kau sudah tidak sabar ya untuk cepat-cepat menikahi perempuan itu " Goda ayahnya.
"Ya bisa jadi seperti itu yah, kan lebih cepat lebih baik "
__ADS_1
"Baiklah nanti ayah sampaikan kepada ibu itu, dia sangat sibuk na sampai-sampai ayah tak diurus "
Liam hanya tersenyum saja, sungguh beruntung sekali dia bisa diasuh dan diurus oleh ibu dan ayahnya yang tidak mempermasalahkan bahwa dia adalah anak angkat, mereka menyayanginya seperti memang Liam adalah anaknya sendiri.
Selesai juga Liam mengobrol dengan ayahnya itu, banyak sekali yang di bicarakan oleh ayah dan anak itu, melepas rindu yang sudah tak bertemu selama 7 bulan, memang baru sebentar namun ini adalah kali pertama mereka beda kota.
Liam pun pergi keruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda tadi, ingin segera menyelesaikannya dan istirahat, tubuhnya sudah sangat lelah namun banyak sekali yang harus dia kerjakan, kalau didiamkam terus nanti malah makin menumpuk.
Sedangkan ibu Liam baru saja kembali dari toko kue, dia ingin melihat-lihat kue yang nanti dibawa kesana, namun dia tak jadi memesannya karna takut nanti sampai kebandung kuenya rusak.
"Assalamualaikum ayah " teriak ibunya Liam sambil mencari suaminya ternyata itu dia sedang menoton tv.
"Walaikumsalam bu , darimana saja kamu ini bu, Liam tadi nelfon katanya kamu ga angkat-angkat telfonya terus waktu ditelfon, untuk bertemu dengan besan beserta calon mantu kita di majukan bu, kata Liam 2 hari lagi kita akan kesana, jadi besok kita akan pergi kesana ya "
Suaminya yang memang sudah sangat lelah mendengarkan ocehan istrinya itu pergi untuk masuk kamar daripada nanti telinganya ini rusak kan, mending cari aman saja.
"Ish s ayah, ibu kan belum beres bicara udah main tinggal-tinggal aja " teriak ibunya Liam kesal sekali pada suaminya itu dan tanpa banyak bicara lagi disusulnya suaminya itu kedalam kamar.
****
Sedangkan dikediaman Yuda, dia sedang memikirkan bagaimana caranya mendapatkan Zeline dia tak mau sampai mengalah kepada dosennya itu.
Dengan cepat dia bangun dari rebahannya dan ingin menanyakan sesuatu kepada ayahnya itu.
__ADS_1
Dicarinya sang ayah ternyata ada diluar sedang telfonan, ditunggunya hingga ayahnya selesai.
"Mau kemana kamu na, malam-malam seperti ini" tanya ayah Yuda yang sudah beres berbicara dengan rekan kerjanya itu.
"Tidak kemana-mana yah, aku hanya ingin mengobrol dengan ayah "
"Mengenai hal apa na "
"Begini yah, menurut ayah apa kah wajar jika mencintai pacar orang atau calon istri orang yah, menurut pandangan ayah itu bagaimana"
Sebelum menjawab ayah Yuda menyeruput dulu kopinya dan berkata "menurut ayah wajar Yud, tapi kamu jangan sampai merebut perempuan itu, apalagi sampai menganggu hubungan mereka, itu tak baik,lebih baik lupakan saja perempuan itu, meski memang itu akan sulit, namun jika kita memang ingin berusaha untuk melupakannya dan meraih kebahagian kita sendiri itu pasti bisa, nanti kalau misalnya kamu merebut pacar orang atau calon istri orang nanti gimana kalau kamu dapet karmanya na. Ayah tak mau sampai kamu merebut yang sudah jadi milik orang lain. jika memang perempuan itu jodoh kamu, pasti dia akan putus dengan pacarnya dan akan bersama mu, dan jika bukan jodoh kamu harus mengiklaskannya, didunia ini kita sudah dipasang-pasangkan oleh Allah SWT kita manusia hanya harus menjalaninya saja na. jangan sampai kamu mengikuti egomu sendiri dan menghancurkan hubungan orang lain. ayah jamin hidupmu tak akan bahagia " nasehat ayah Yuda dengan pemahaman yang sangat mudah dipahami namun Yuda malah tak terima dengan ucapan ayahnya itu dan hanya diam melamun memikirkan semua perkataan ayahnya itu.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu Yud, apa sekarang kamu sedang ada di posisi itu " curiga ayahnya.
"Tidak yah, aku hanya ingin bertanya saja,karna temanku ada yang seperti itu mengejar orang yang sudah pacaran bahkan sudah merencanakan untuk menikah " bohong Yuda dengan sangat lancarnya.
" Oh seperti itu, ayah titip pesan sama kamu Yud, jangan sampai kamu melakukan hal bodoh ya, jangan seperti teman mu itu, kamu harus berfikir jika ada diposisi teman mu itu jangan sampai merebutnya namun doakan saja semoga mereka bahagia dan kamu juga mendapatkan pasangan yang memang sudah ditakdirkan oleh Allah, jangan sampai gegabah ya na dalam melakukan sesuatu yang bisa mengancam nyawa sendiri, jika nanti kamu mengalaminya cobalah meminta petunjuk kepada Allah dengan sholat tahajud na dan sholat istiqorah "
Dihadapan ayahnya itu Yuda hanya menjawab iya iya saja tak ingin ayahnya tau tentang hal ini, kalau sampai ayahnya tau pasti dia akan dimarahi dan dipindahkan oleh ayahnya ini.
Namun ya memang tabiatnya Yuda sudah memang keras dan segala hal yang di inginkannya harus tercapai tak menghiraukan kata-kata dari ayahnya itu, dia tetep akan bertekad untuk merebut Zelinenya mengapai kebahagiannya bersama Zeline.
Seperti saat dulu dia masih kecil, semua yang dia mau pasti akan diberikan oleh ayah dan ibunya.
__ADS_1
Sebenarnya Yuda pun tak mau melakukan ini, namun rasa cintanya kepada Zeline sangat besar sampai-sampai dia tak bisa kalau melihat Zeline bahagia dengan orang lain, dia ingin Zeline selalu ada disisinya bukan disisi laki-laki lain.