Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Seperti ada yang aneh


__ADS_3

Pagi pagi sekali Liam sudah ada dikantor karena mereka akan segera meeting, bersama perusahan tempat kerja Gavin, bahkan sekarang Jo sedang menelfon Gavin namun tak aktif aktif.


"Pak dosen Gavin gak angkat-angkat gimana ya pak apa saya susulin aja dia ke rumahnya, ini kan meeting penting apa saya harus susulin dia kekantornya "


"Gak usah Jo mau apa kamu susulin dia ke rumahnya, kalau dia memang butuh kerja ya udah pasti dia bakal ke sini dan meeting sama kita, kita tungguin aja dulu setengah jam kalau memang dia gak ada terus kita bubarin aja gak usah meeting dan tunggu dia sampai ada"


"Iya deh pak "


Jovankan kembali duduk sambil memberikan pesan yang sangat banyak kepada Gavin, gak biasannya kan Gavin seperti ini, susah di hubungi, biasannya Gavin akan cepat mengangkat telfon dari siapa pun tanpa melihat siapa yang menelfon.


**


Sedangkan Gavin yang baru bangun dari tidurnya kembali melihat sekitar masih sepi, taka da siapa siapa, sebenarnya dirinya ini dimana sih, kenapa tak ada orang yang mendekatinya atau memberinya makan.


"Bagaimana aku keluar dari sini, perut ku sungguh lapar apa yang harus aku lakukan, kenapa aku bisa terkurung disini, siapa yang memasuakan aku kemari "


Gavin segera bangkit dan celingak celingguk melihat sekitar dirinya tak mau memegang besi itu lagi, nanti malah kesetrum lagi.


"Apa disini ada orang, tolong siapa saja, keluarkan saya dari sini, tolong keluarkan saya, apakah disini ada orang tolong, siapa saja tolong saya "

__ADS_1


"Keluarkan saya dari sini tolong siapa saja, saya akan membayar jika kau mau uang, tapi jangan seperti ini saya harus bekerja dan menjalani hidup saya seperti normal jangan main-main dengan saya"


"Zeline apakah ini ulah mu, jangan main main dengan ku Line, ayo keluarkan aku, aku tak akan mau bersama mu lagi, ayo cepat keluarkan aku sialan Zeline sialan keluarkan aku, keluarkan jangan macam macam dengan kuuu "


Gavin bolak balik di balik jeruji yang sangat sempit itu, hanya cukup satu tempat tidur kecil dan juga lahan untuk tidurnya saja , Gavin yang lapar melihat tangan yang kemarin, potongan tangan itu.


"Tidak tidak tidak mungkin aku memakan tangan itu, tidak gila sekali itu tangan manusia masa aku harus memakan itu aku harus tahan lapar , aku yakin orang itu pasti akan kembali Zeline akan kembali dan melepaskan aku "


"Tapi kalau dipikir-pikir emang Zeline bisa ya angaky aku. Setahuku kemarin ada seseorang yang memukul belakang kepalaku. Apakah Zeline berbicara pada suaminya dan mereka bekerja sama untuk menahanku di sini, apa mereka menahanku di sini dan sengaja melakukan itu ya pasti ini kelakuan mereka berdua "


"Keluarkan aku keluarkan aku, aku ingin makan aku haus jangan mengurungku seperti ini, aku bukan tahanan tolong keluarkan aku, siapa saja keluarkan aku, aku ingin pulang kerumah ku tolong aku ingin pulang "


Gavin yang kesal meninju tembok beberapa kali, sampai tangan berdarah, Gavin terduduk dan melihat tangannya yang berdarah dengan cepat Gavin menyobek pakaiannya dan membalutkannya pada tanganya.


**


Jovanka yang memang sedikit khawatir dengan keadaan Gavin akhirnya pergi kerumah Gavin, dia mengetuk getuk pintunya namun tak ada orang dan tak yang membukannya dengan perlahan Jo membuka pintunya dan tak dikunci.


"Hallo apa didalam ada orang, Vin kamu didalam Vin, kamu dimana Gavin jangan buat aku khawatir ya, kalau kamu sakit hati tentang perkataan ku, aku minta maaf ya "

__ADS_1


Jo makin dalam masuk kedalam rumah Gavin, namun nihil tak ada siapa siapa, Jovanka membuka kamar Gavin dan alangkah kagetnya saat melihat ribuan foto Zeline dengan berbagai pose dan juga sepertinya Gavin menguntit Zeline.


Zeline yang sedang ada ditaman, terus sedang melihat keluar dari jendela kamarnya, serta saat Zeline naik mobil pun ada


"Gila juga s Gavin, kenapa sih dia nekat banget, "


Jo kembali keluar dan berkeliling mencari kembali keberadaan Gavin, namun tak ada rumahnya begitu rapih dan tak ada jejak jejak yag mencurigakan, "Kamu kemana sih Gavin ist masalahnya dokumen penting ada dikamu, kalau gak ada aku gak akan kayak gini, "


Jo segera keluar dari dalam rumah takutnya malah di teriakin maling lagi sama warga, Jo menutup pintunya dan saat berbalik ada seorang bapak bapak.


"Ya ampun bapak ngagetin saya aja "


"Kamu siapa kenapa masuk kedalam rumah Gavin "


"Saya rekan kerjanya saya lagi cari Gavin dia gak masuk dan sekarang tuh ada meeting penting banget dan dokumen-dokumen penting ada pada dia. Bapak tahu ke mana Gavin atau bapak lihat gak pagi ini dia pergi ke kantor, soalnya saya udah cek ke kantor dia gak ada dan saya cek ke rumahnya juga ini kosong gak ada siapa siapa "


"Gavin ya, kemarin malam sih saya liat dia pakai baju rapi banget sekitar jam 07.00 malam ya lah, terus saya gak tahu dia mau kemana dan saya juga waktu nanya dia cuman bilang katanya mau ketemu sama pacarnya, mau ngedate katanya gitu lah, tapi saya juga belum lihat dia pulang kerumah, saya kan selalu roda di sini sama bapak-bapak yang lain, tapi saya gak lihat tuh keberadaan Gavin atau dia yang pulang atau mobilnya sampai pagi ini juga saya gak lihat, Gavin pergi ke tempat kerjanya biasanya dia kan jam 06.00 pagi atau 06.30 ya, biasanya jam segituan dia pergi, tapi hari ini saya gak lihat "


"Oh gitu ya Pak makasih ya pak soalnya saya harus cari dia nih di telfon juga gak diangkat. Makasih ya Pak atas infonya siapa tahu nanti Gavin datang ke rumahnya atau gimana gitu ya Pak ya. Ya udah deh nanti saya coba tanya keluarganya aja makasih Pak atas infonya mari"

__ADS_1


"Ya silakan Mbak mari hati-hati di jalan"


Jo hanya mengangguk saja dan segera masuk ke dalam mobilnya " Sejak kapan Gavin punya pacar, setahu aku dia gak pernah pacaran deh dan kalau iya pacaran gak mungkin dong dia tempel foto Zeline banyak banget di tembok, apa dia janjian ketemu sama Zeline ya, tapi gak mungkin pak dosen pasti gak akan izinin Zeline pergi malam-malam dan gak mungkin juga Zeline bohong sama pak dosen cuman buat ketemu sama Gavin sepertinya ada yang aneh deh"


__ADS_2