
Zeline segera masuk kedalam kamarnya, masuk kedalam kamar mandi dan langsung membuka seluruh pakaiannya, lalu berendam, memang dirinya sudah menyediakan itu, tadi sebelum ingin mengantarkan makan untuk Airin.
Namun tiba tiba saja ada yang memanggilnya "Line kamu dimana Line "
"Jo apakah itu kamu "
"Iya aku Jo, kamu lagi mandi ya "
"Iya aku lagi mandi, kenapa Jo "
"Aku masuk ya kamu lagi berendamkan "
"Iya aku lagi __" belum juga Zeline menyelesaikan perkataannya sahabatnya sudah masuk dan duduk dihadapannya.
"Jo ada apa sampai kau masuk kedalam kamar mandi, apa sih yang ingin kau bicarakan apa sangat penting "
"Iya penting sekali, malahan sangat penting sekali "
"Apa itu "
"Ayo temani aku ke dokter. Aku ingin mengecek kandunganku lagi, aku tidak mau bersama Riyan takutnya dia kecewa lagi kalau aku tidak memberikannya anak, mau ya kamu mau ya "
"Baiklah tapi kau sudah izinkan pada suamimu kalau kau akan mengecek kandungan, takutnya dia malah berpikir yang tidak-tidak"
"Ya tentu saja tidak aku mengatakannya pada Riyan, aku sudah bilang pada Rian kalau aku akan pergi bersamamu makan-makan saja dan aku juga sudah bilang pada pak dosen aku izin setengah hari untuk mengecek kandungan. Ya sudah dia percaya dan aku juga sudah meminta izin padanya untuk mengajakmu dan dia iya iya aja "
__ADS_1
"Yaudah kamu tunggu diluar dulu biar aku selesaiin mandinya"
"Yaudah jangan lama, aku mau liat bunga bunga mawar merah kamu ah, mau petik beberapa buat kerumah "
"Iya gimana kamu aja Jo "
"Ok deh "
Jo segera keluar dari dalam kamar mandi, dia pergi kebawah dan perpapasan dengan Bi Sari lagi, Jo hanya tersenyum saja dan langsung saja menghampiri tanaman bunga Zeline, namun ada yang sedang memotong motong tanaman bunga itu dengan asal.
Jo segera menghampiri perempuan Hamil itu dan mengambik guntingnya "hey kau Airin kan istrinya Tora Kenapa kau menghancurkan tanaman bunga Zeline ini tuh bunganya mahal karena di urus oleh Zeline sendiri. Kamu ini gimana sih kok seenaknya hancurin bunga orang, dia itu tanam sendiri Zeline tanam sendiri. Kamu ini gimana sih, gak punya otak banget"
Airin hanya diam saja menatap Jo, dan akan mengambil lagi gunting rumput itu namun Jo segera mengumpatkannya "hey jawab aku bukannya diam saja, dasar ya kau tak tau diri sudah menumpang tapi kayak gini gila ya kamu "
"Yah memang saya tidak tahu diri, lalu apa yang akan anda lakukan apakah kau ingin mengusir saya seperti mertuanya dan temanmu itu mengusir ibuku. Ayo usir aku biar aku pun pergi dari sini emang itu yang aku mau "
"Dan kamu juga kayak anak kecil lakuin kayak gini hancurin barang orang lain tanaman orang lain , itu tuh mencerminkan kalau kamu itu masih kanak-kanak dan belum bisa dewasa padahal umur kamu udah tua, bisa-bisanya Tora pilih istri kayak kamu, harusnya Tora dapetin yang lebih dari kamu bukan kayak gini kayak anak kecil, dewasalah berpikirlah dengan otakmu jangan dengan egomu dan kasih sayangmu, ingat itu jangan sampai kau nanti menyesal "
Jo langsung saja pergi tak jadi memetik bunga, dia sudah kesal sekali, jangan sampai kata kata kotornya ini keluar dari mulutnya dan membuat perempuan itu sakit hati olehnya.
Airin hanya diam saja mendengar kata itu dua kali dari orang yang berbeda. Apakah benar ibunya setega itu ingin mencelakai keluarga ini apakah setega itu benarkah, kenapa ibunya menjadi seperti itu kenapa rasanya dirinya masih tak percaya kalau ibunya bisa mencelakai nyonya dan keluarganya, jadi banyak saksi namun mereka diam untuk melindungi ibuku.
"Apakah aku harus meminta maaf pada Nyonya tapi sepertinya dia sangat kecewa dengan kelakuanku. Apa lagi aku sudah menumpahkan makanan di bajunya dia pasti tidak akan bisa memaafkanku sampai kapan pun, lalu aku harus bagaimana sekarang "
Airin masih diam di sana, menatap bunga yang sudah rusak setengahnya, lalu sekarang harus bagaimana tak akan mungkin kan, bunga ini akan kembali utuh seperti semula, itu tak akan mungkin kan.
__ADS_1
Zeline yang sudah selesai dan sedang menuruni anak tangga melihat sahabatnya cemberut "ada apa dengan mu Jo "
"Aku kesal dengan istrinya Tora, kau tahu bunga mawarmu dihancurkan dia gunting-gunting. Ya ampun kelakuannya seperti anak kecil saja Tora kenapa memilih perempuan yang seperti itu"
"Apa bungaku, ya ampun "
Zeline langsung berlari masih dengan mengais sang anak, dan benar saja Zeline melihat dari kejauhan bunganya, bunga cantiknya hancur, Jo pun sudah ada diluar dan menatap pula kesana dan Airin masih ada disana menatap Zeline pula.
"Sudahlah Jo aku sudah capek marah-marah lebih baik ayo kita pergi sekarang dari pada di sini melihat kelakuan perempuan itu yang sama saja dengan ibunya. Ayo kita pergi ke rumah sakit, dan memeriksakan kandungan kamu ya"
"Ya udah kamu yang sabar sebentar lagi dia kan lahiran dia juga bakal pergi dari rumah ini. Ya udah yuk kita pergi sekarang takut nanti kesorean. Aku juga udah daftar kok nanti tinggal nunggu panggilan aja"
"Iya ayo Jo. Enggak apa-apa kok kalau kamu belum daftar juga pasti aku tunggu kamu aku gak akan kemana-mana"
"Tante Jo memangnya mau apa ke dokter , apa tante sakit"
"Tante tidak sakit sayang tante ingin melihat apakah di perut tante ada dede bayi"
"Di peyut ada dede bayi. Emang dede bayinya gak akan kehabisan nafas ya tante kasian keluarin aja"
Jo hanya tertawa saja " Nanti kalau sudah 9 bulan baru dikeluarin"
"Ih nanti Tante jadi gendut kayak tante Cipa gendut peyutnya "
Jo mengacak ngacak rambut Lucas dan segera masuk kedalam mobil, di ikuti oleh Zeline dan juga sang anak, Jo yang menyetir karena Zeline sudah tidak diperbolehkan kembali menyetir oleh sang suaminya karena kejadian waktu itu yang masuk jurang itu lo.
__ADS_1
Jadi kemana mana harus bersama supir kembali.