DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Chapter 10 Sebuah Jawaban


__ADS_3

Terik matahari terasa membakar kulit


Rasa lelah dan dahaga pun menerpa diri


Sesampainya Mimi di rumah kelihatan rumah sepi dan pintu pun terkunci.


Mimi beristirahat sejenak di teras rumah sambil Menselonjorkan kaki dan merenggangkan otot-otot tangannya yang merasa pegal karna membawa buku-buku paket yang lumayan banyak dan tebal.


"Eeehmm.. Capeknya.." Mimi ngebatin Sambil memijat lengan yang terasa pegal.


Lama beristirahat waktupun terus berjalan Mimi lupa jika belum menunaikan sholat dzuhur, dengan buru-buru Mimi mencari kunci rumah yang mana biasanya jika orang dirumah pergi selalu di taruh di bawah pot bunga di samping pintu.


Setelah mendapatkan kunci Mimi langsung membuka pintu dan langsung segera ke kamarnya untuk berganti pakaian terlebih dahulu sebelum berwudhu.


Tak begitu memakan waktu lama menjalankan kewajiban kepada sang Khalik, selesai berdoa, Mimi teringat akan soal surat dari kak Syahril dengan penasaran apa isinya Mimi langsung mencari keberadaan surat itu.


Setelah beberapa waktu mengotakan ngatik. membolak balikkan buku-buku akhirnya ketemu juga tuh surat dengan segera Mimi membukanya.


"Assalamu'alaikum dek, terimakasih atas surat yang adek buat untuk kakak. Terimakasih pula kalo adek juga menyukai kakak, dari awal saat kakak melihat adek secara langsung sewaktu di ruang OSIS kakak juga menyukai adek,....


"Jujur kakak katakan kalau sebenarnya kakak sudah menyukai adek telah lama, cuma kakak tidak berani mengatakannya karena kita pun sewaktu itu tidak satu lingkungan sekolah,


Mimi membaca sampai terheran-heran "Sudah lama, emang kapan ketemunya." Mimi ngebatin tetap lanjut membaca.


"Kakak sangat senang saat mengetahui kalau adek juga masuk ke SMU ini, apa lagi sewaktu adek masuk keruangan OSIS untuk meminta tanda tangan waktu itu."


"Sebenarnya teman-teman kakak sudah mengetahui kalau kakak menyukai adek. Maka dari itu di saat akan mengadakan game di MOS, mereka mengusulkan game kiriman surat cinta dan mereka pula yang mengatur kelompok adek agar kandidat yang dipilih itu adalah kakak.


"Maaf jika semua ini terkesan direncanakan,


namun dari semua itu kakak memang sangat menyukai adek, Maukah adek menjadi pacar dunia akhirat kakak? "


"Deg.. ini nembak atau ngelamar." bathin Mimi.


Suatu hari apakah adek mau pulang berdua sama kakak?


Kakak akan menunggu waktu itu."


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Yang menyukai dan menyayangimu dalam diam.


♥️Syahril♥️


Begitulah kira-kira isi suratnya ☺☺


Setelah membacanya Mimi langsung melipatnya dan menyimpannya kembali, ada perasaan yang berkecamuk di dada, antara senang atau... Emm entahlah, tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Mimi sebenarnya juga menyukai kak Syahril, dari pandangan Mimi kak Syahril orangnya baik dan gak banyak neko-neko, tapi Mimi tidak begitu saja bisa menerimanya karena Mimi teringat akan pesan ibunya sebelum dia pindah sekolah dan jauh dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


Mimi gamang akan memberi jawaban apa bila ketemu dengan kak Syahril.


Disela ke gamangannya Mimi teringat akan PR yang harus di kerjaannya dan Mimi pun bergegas mengambil buku-buku PR dan buku paketnya.


Ada tiga PR dari tiga mata pelajaran ( Kimia, Bahasa Inggris dan Matematika). Mimi mengerjakan PR nya di ruangan tamu, satu persatu Mimi memulai mengerjakannya dengan bantuan buku paket Mimi dapat mengerjakan PR- PR tersebut.


Dengan mengerjakan PR sejenak Mimi melupakan ke gamangannya, Kimia dan Bahasa Inggris telah selesai dikerjakannya tinggal Matematika yang belum.


Mimi melihat satu persatu dari soal matematika dan Mimi mencari satu persatu melalui rumus-rumus yang sudah tertulis di buku paket, di pertengahan jalan menyelesaikan soal Di'ah datang kerumah.


"Assalamu'alaikum." Di'ah mengucap salam.


Mimi yang lagi asik berkutat dengan rumus tidak mendengar salam dari Di'ah, Di'ah yang melihat Mimi asik dengan bukunya langsung masuk dan duduk di depan Mimi yang hanya di halangi oleh meja dan tumpukan buku-buku.


Di'ah melihat Mimi dengan seksama yang sedang fokus dengan goresan-goresan di atas buku untuk mencari sebuah jawaban dari salah satu soal dan Di'ah hanya berdehem.


"Eheeemm." tapi tak kunjung jua tanggapan dari Mimi dan karena tak ada juga tanggapan Di'ah ambil pena yang Mimi pegang dan Mimi pun kaget.


"Eh.. Se**n.." Mimi kaget dan menatap Di'ah dengan tajam.


"Hahaahaa.. Fokus amat bukk sampe kawan datang tak tahu." Di'ah ketawa renyah


"Kalo bertamu itu salam bukan nyelonong." Mimi menjawab dan menatap Di'ah jengah dan langsung merebut penanya.


"Sampe lebaran monyet pun kalo fokus keg itu dak bakal kedengaran " Di'ah jawab dengan sewot.


"Ngerjain PR apa aja sih kok banyak amat buku di atas ni meja." Di'ah bertanya sambil melihat satu persatu buku di atas meja.


"Liat aja sendiri, emang di kelasmu gak di kasih PR ya?" Mimi berbalik nanya.


"Ada tadi satu PR Fisika." Di'ah menjawab asal dan masih fokus ke buku-buku ku yang ada di atas meja.


" mang sudah dikerjain." Mimi bertanya lagi.


"Belum." jawabnya dengan cengengesan.


"Kebiasaan, entar lupa ujung-ujungnya besok njiplak punya kawan."


"Malam aja ku ngerjainnya."


Tak terasa pekerjaan Mimi pun selesai, dan Mimi menanyakan perihal kedatangan Di'ah.


"Ngomong-ngomong ada apa nih tumben datang."


"Ehmm emang idak boleh.." Di'ah menjawab dengan cemberut.


"Bukan dak boleh biasanya kalo datang bawa buku, ini cuma melenggang lenggok, pasti ada something." Mimi senyum dan micingkan mata.


"Ehmm, hehee.. Iya td waktu di jalan bang Idho dkk bilang bulan depan akan ada turnamen sepak bola antar sekolah di KONI."

__ADS_1


"Terus." Jawabku


"Nah kata bang Idho nanti dari sekolah kita biasanya pemain sepak bola nya dari group dia yang biasa tanding. " Di'ah menjelaskan


"Terus."


"Ya otomatis kan kalo group bang Idho pastinya ada si doi, iya kan?" jawab Di'ah sambil menautkan alis dan mengangukan kepala.


"Terus"..


"Terus terus emang tukang parkir, serius dikit napa " Di'ah jawab dengan sewot


"Lah kok sewot ya terus kenapa dan ada apa?" jawabku.


"Ya nanti kita lihat ya ya ya.. Sekalian ajak geng rusuh". katanya lagi.


"Hemm" aku hanya berdehem.


" Huh cuma hemm." Di'ah sewot.


"Ya terus mo jawab apa Di'ah.." tanyaku sambil menekankan kata Di'ah..


"Ya Tuhan nih anak tulalit lemot atau apa ya, ya kita datang la Mimi sayang." Di'ah kesal.


"Kan masih lama, kenapa harus di bahas sekarang,"


"Hemm.. Ini nih kebiasaan kalo di ajak pasti selalu ada aja nanti alasannya.. Ya kita harus buat plan jauh hari lah biar dikau tidak lupa dan tidak membuat alasan lagi." Diah menjawab dengan ketus.


Waktu terus bergulir suara adzan Ashar pun telah bergema, Mimi segera merapikan buku-buku nya.


"Di'ah dah adzan Mimi mau mandi dan sholat dulu ya." Aku langsung berdiri dan tak menanggapi omongan Di'ah.


"Yaudah aku juga mau pulang, ingat pokoknya pada waktu turnamen kita datang Assalamualaikum." Di'ah menjawab sembari berlalu keluar pulang.


"Hemm Waalaikum salam."


Mimi beranjak berdiri dan menutup pintu sebelum Mimi mandi serta menunaikan sholat.


__________________TBC _________________


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA GUYS


LIKE❓


VOTE


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐


KOMEN

__ADS_1


__ADS_2