
Ryan terus mengotak ngatik nettbook nya dia terus fokus melihat kemana titik itu bergerak.
"Bentar, tunggu.. ini kan." ucap Ryan setelah melihatbtitintersebut berhenti, dan saat itulah Ryan menzoom dan mengklik dimana titik itu berada.
"Ini apa Yan? Ucap semua penasaran.
"Bentar," ucapnya dengan jari jemari masih di atas keyboard nettbooknya.
"Hah!!" ucap Ryan setelah menemukan dimana titik itu berada dan semakin membuat sepupunya penasaran.
"Ckk apa sih Yan, dari tadi di tungguin juga." ucap Rudi dengan mengambil alih nettbool ke tangannya.
Rudi melihat bersama Andri kemana Titi itu berada dan tampak jelas tertulis daerah dimana titiknitu berada di layar nettbook.
"Undipo university, Semarang Indonesia." baca Rudi dan Andri.
"Jadi.." ucap mereka serentak dan Ryan mengangguk.
"Iya ponselnya berada di kampus undipo." jawab Ryan.
"Riil, coba hubungi Irsyad biar dia cari tau dimana ponsel itu berada." ucap Ryan kepada Syahril.
Tanpa ba-bi-bu Syahril mengambil ponselnya dan dia langsung menghubungi nomor Irsyad.
"Assalamualaikum" ucap Irsyad yang telah menerima telpon Syahril.
"Waalaikum salam, lagi dimana dek?'' jawab Syahril dan bertanya pada Irsyad.
" Lagi di kampus bang, ada apa bang?" ucal Irsyad.
"Pas kalau gitu," ucap Syahril.
"Pas apa bang?" tanya Irsyad.
"Ini Abang Ryan sudah menemukan dimana titik koordinat ponsel mimi berada." jawab Irsyad.
"Dan kamintau dek itu dimana?" imbuh Syahril yang langsung di cela Irsyad.
"Ya mana Icad tau, Abang belum kasih tau." cela Irsyad.
"Maka nya orang ngomong itu jangan main potong," jawab Syahril
"Iya iya, lalu dimana?" tanya Irsyad
"Kebiasaan kamu dek, belum selesai ngomong main potong aja. Titik itu berada di kampus mu dek." jawab Syahril.
"A a Apaaa!!" ucap Irsyad shock.
"Beneran bang? berarti ini semua.." ucap Irsyad lagi dan dipotong sama mbak Aish.
"Ada apa dek?" tanya mbak Aish yang berada di samping irsuad dan bertanya kenapa sang adik seperti terlihat shock.
"Mbak, kata bang Syahril. Dia menemukan dimana titik koordinat keberadaan ponsel Mimi." jawab Irsyad dan mengabaikan Syahril yang sedang menunggu dirinya.
"Beneran dek, dimana?" tanya !bak Aish antusias.
"Disini mbak, di kampus kita." jawab Irsyad.
"Apaaa!! ucap mbak Aish yang kaget mendengar jawaban dari Irsyad.
"ni orang kakak beradik hobi banget teriak." sungut Syahril yang menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Hahaaa" Andri dan yang lain tertawa, karena mereka pun mendengar bagaiman dua beradik itu teriak histeris.
"Berarti dek, berarti yang jadi topik kampus pagi ini benar adanya dong dek?" ucap mbak Aish kepada Irsyad.
"Sepertinya gitu mbak" ucap Irsyad membenarkan apa yang dikatakan mbaknya.
"Yaudah dekmkalu gigunkita cari dia sekarang." ucap mbak Aish.
"Ayo mbak." jawab Irsyad, mereka pun melanjutkan pencarian mereka yang sempat tertunda oleh telpon Syahril.
Syahril dan yang lain mendengar percakapan dua beradik itu karena Syahril meloadspecker ponselnya. Mereka tercengang dengan lantang !mereka obrolkan. Syahril merasa kesal karena Irsyad sepupunya mengabaikannya.
"Riil, maksud mereka apa ya?" tanya Siska.
"Apa jangan-jangan Mimi ada dikampus?" ucapnryan menebak-nebak.
"Kalau iya berarti tigik itu adalah Mimi." ucxpnrudi dengan opininya.
"Sial nih punya adek nggak ada akhlaknya," sungut Syahril kesal karena Irsyad mengacuhkan telponnya.
Syahril mendengar semua apa yang dibicarakan mbak Aish dan Irsyad karena Irsyad belum mematikan sambungan telponnya.
Mbaknaosh dan Irsyad bertanya-tanya kepada mahasiswa yang sedang mengobrol kan tentang gadis yang mereka temui.
"Dimana kalian melihatnya?" tanya Irsyad pada juniornya.
"Disana kak, di arah parkir belakang." jawab nya. Mbak Aish dan Irsyad saling pandang.
"Oke makasih ya." ucap mbak Aish, mbak Aish dan Irsyad pun melanjutkan pencariannya.
Syahril dan yang lain masih mendengarkan obrolan mereka dan Syahril pun penasaran siapa yang dimaksud mbak Aish dan Irsyad, siapa yang mereka cari.
"Kira-kira mbak Aish mencari siapa ya Riil?" tanya Rendi.
__ADS_1
''Nggak tau, hallo dek hallo..' jawab Syahril dan kembali memanggil irsyad namun panggilan nya gak digubris.
"Oh ya dek, tadi Syahril bilang di kampus kita, apa dia tau di mana sekarang titik itu berada?" tanya mbak Aish sambil berjalan.
"Hah apa mbak?" tanya Irsyad yang kurang fokus pada mbaknya.
"Aisss kamu ini, lagi ngapain sih sampe omkngan mbak nggak di dengar." kesal mbak Aish.
"Hehe maaf e Irsyad lagi fokus nyariin orang yang lagi trending topik.'' dengan mata masih menjelajahi setiap ruang dan tempat.
"Mbak tadi nanya apa?" tanya Irsyad lagi.
"Tadi itu mbak nanya, Syahril itu nwmuin titik dimana apa dia tau sekarang titik itu berada di mananya." ucap mbak Aish.
"O titik itu.. astaghfirullah.. " ucap Irsyad.
"Kenapa lagi sih dek." ucap mbak Aish kaget mendengar Irsyad beristighfar.
"Ini mbak, Icad lupa." jawabnya dengan vemgir dan menunjukan ponsel nya ke arah mbak Aish.
"Kamu ini.. dah berapa lama itu panggilan maaih jalan, kasian dia bengkak pulsanya." ucap mbak Aish dan mengambil alih ponsel Irsyad.
"Hallo dek hallo." ucap Syahril.
"Ya hallo bang" jawab mbak Aish.
"Hallo mba Aish, kalian ini ya orang nelpon diabaikan." sungut Syahril.
"Yee ya jangan marah sama mbak lah, noh marah sama Icad. Ohnya Riil, tau nggak dimana tituknitu berada?" tanya mbak Aish.
"Emm dia masih di kampus mbak, nah buat dimananya kita kurang tau. Nih kita juga lagi mencoba masuk area kampus agar bisa tau dimana letak titik itu." jawab Syahril yang ikut mengotak ngatik neetbook nya.
"Ohnya mbak, tadi kalian lagi mencari siapa? dan siapa yang sedang di bicarakan banyak orang di kampus?" tanya Syahril.
"Emmmm itulah yang sedang kami cari bang, sepagian ini ada anak yang membicarakan orang tersebut dan akhirnya tersebar seantero kampus. Benae atau tidaknya kita lagi mencari nya tapi belum ketemu dimana?." jelas mbak Aish.
"Siapa emangnya mbak, oh ya apa jadi pihak kampus akan mengadakan do'a bersama?" tanya Syahril.
"Emm jadi dek, rencana siang ini ba'da Dzuhur." jawab mbak Aish.
"Terus yang kalian maksdu siapa mbak?'' tanya Ryan yang penasaran.
"Emm siapa lagi Yan, huuum huh.. Siapa lagi kalau bukan Mimi." jawab !bak Aish dengan menarik nafas panjang.
"A apa maksud nya mbak?" tanya Syahril kaget, tak hanya Syahril yang lain pun kaget dengar kabar itu.
Yah yang mereka cari, yang mereka dengar dari mulut ke mulut sehingga menjadi bahan cerita kampus ini adalah Mimi.
Orang yang melihatnya masuk ke dalam kampus tercengang ketika Mimi melintas dihadapan mereka. Antara percaya dan tidak namun yang mereka lihat adalah sesosok yang dikabarkan meninggal dunia dalam tragedi Lino air B737 tiga minggu lalu.
"Iya dek, mbak belum tau juga kebenarannya. Makanya mbak sama Irsyad lagi mencari dia. Tapi semua orang sudah tahu jika yang mereka lihat adalah Mimi." ucap mbak Aish.
"Ya allah, alhamdulillah ya Allah." ucap Syahril dan yang lain.
"Semoga saja itu memang Mimi mbak." sahut Siska dengan linangan air mata bahagia.
"Iya semoga aja. Ini daeintadi mbak mencarinya dah sampe fakultasnya juga. Bentar mbak mauntanya teman kelasnya dulu."
ucap mbak Aish dan mbak Aish pun bertanya pada teman sekelas Mimi yang dia jumpai dekat pintu ruang kelas.
"Maaf dek" ucap mbak Aish memberhentikan langkah juniornya.
"Iya kak, loh ini kan kakaknya Irsyad kan? emm sepupunya Mimi. Pasti kakak juga ingin menanyakan tentang Mimi." jawab si teman kelas Mimi.
"Iya dek, apa Mimk nya dah masuk ke kelas?" tanya mbak Aish.
"Itu dia kak, emang tadi saya lihat ada dia. Tapi, sampe sekarang dia nggak ada ke kelas." jawab teman Mimi yang tak lain adalah Sinta.
"Beneran kami lihat dia?" tanya mbak Aish.
"Iya mbak sumpah deh disambar gledek. Tapi ya itu dia belum juga nyamle kelas, masak iya saya mimpi berjalan." ucap Sinta.
Saat mbak Aish dan Irsyad mencari dan menanyakan keberadaan Mimi, orang yang mereka cari sedang berada di dalam ruangan administrasi.
Petugas administrasi pun dibikinnya shock karena kedatangan Mimi tiba-tiba.
"Bu.." panggil Mimi pada petugas administrasi yang terbengong itu.
"Eh i iya.." jawab si petugas.
"Ibu kenapa? ibu lagi sakit?" tanya Mimi pada petugas itu.
"Ini beneran kamu Mi? ibu nggak lagi ngimpi kan? " ucap si ibu Bertha petugas administrasi.
"Yaelah bu, iya ini Mimi. Baru juga libur nggak nyampe sebulan ibu dah lupa sama Mimi." jawab Mimi. Mimi dan Bu Bertha sangat dekat semenjak Mimi membantu Bu Bertha.
Bu Bertha berdiri dan memegang wajah Mimi, Bu Bertha menelisik Mimi dari atas sampai ke bawah bahkan bunbertha melihat kaki Mimi mijak tanah atau nggak.
"Ada apa sih buk?" tanya Mimk hang heran dengan perlakuan orang-orang kampus pagi ini sama dirinya.
"Beneran ini kamu, puji Tuhan ya Tuhan..." ucap Bu Bertha dengan bersyukur pada Tuhan nya.
"Iya Bu, ini Mimi. Yaudalah, Mimk kesini mau selesain administrasi Mimi yang tertunda." ucap Mimi pada bunbertha dan akhirnya mereka berdua pun duduk.
Tak banyak dibicarakan selain tentang operasional kampus pada Mimi, setelah selesai urusannya Mimi langsung pamit keluar.
__ADS_1
Saat baru berjalan beberapa langkah dari ruangan administrasi Mimi melihat sahabat-sahabat nya berjalan bersama dan kelihatannya para sahabat juga sedang !mencari keberadaan Mimi.
"Muthia, Fia, Irmaa." teriak Mimi sembari terus berjalan mendekat ke arah ketiga sahabatnya.
"Muth, itu beneran suara Mimi kan?" tanya Selfia yang mendengar nama mereka di panggil.
"Muthia, Fia, Irmaa." teriak Mimi lagi sembari berlari mendekat ke arah ketiga sahabatnya karena ketiga sahabatnya tidak juga berhenti.
Ketiga sahabt Mimi yang mendengar namanya si panggil kembali, mereka pun berhenti dan mencari sumber suara orang yang mereka rindukan.
"Huh, kalian ini dipanggil bukannya berhenti huh huh huh." ucap Mimi dengan ngos-ngosan dan menepuk pundak Muthia.
Muthia, Irma dan Selfia melihat Mimi berada di depan mereka terbengong karena shock melihat Mimi saat ini ada si dekan mereka.
"Hello kalian kenapa?" tanya Mimi dengan mengibaskan tangannya ke arah wajah mereka bertiga.
"Ka kamu beneran Mimi kan?" tanya Muthia yang gak tahan menahan air matanya.
"Beneran kan kau Mimi?" tanya Selfia yang juga matanyantetap berkaca-kaca.
"Miii ini beneran kamu kan.. ini nggak mimpi kan." ucap Irma dengan menyentuh wajah Mimi.
"Aisss kalian ini kenapa sih? segitunya kalian melupakan Mimi. Baru juga tiga minggu nggak ketemu eh lebih ya kalau kita hehee." jawab Mimk dengan cengiran.
"Mimiiiii huhuhuhuhuu" ucap !mereka sambil terisak dan memeluk Mimi, Mimi diam melihat keanehan pada temannya.
Mimi menerima pelukan erat mereka samapai-sampai Mimi kehabisan nafas.
"Eh kalian, leee paaas." ucap Mimk dengan mendorong ketiga sahabatnya satu persatu sampe !mereka bertiga lepas.
"Huuuuh hos hos hos, kalian ini kenapa sih huh huh huh. Pelukannkalian erat banget ampe dengan Mimi." ucap Mimi dengan masih mengatus nafasnya.
"Kalian kenapa? aneh banget, ini juga kenapa semua orang hari ini aneh-aneh semua ya?" ucap Mimi pada ketiga sahabat nya.
"Alhamdulillah ya Allah." ucap !Muthia mengucapkan syukur.
"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas keajaibanmu." ucap Irma.
"Terimakasih ya Allah, terimakasih kau jaga dia untuk kami semua." ucap Selfia.
Mimi melihat aneh dan heran kepada ketiga sahabatnya yang bersyukur dan senang melihat dirinya.
"Kalian ini kenapa?" tanya Mimi.
"Kamunitu yang kenapa Mi? kemana aja kamu tiga Minggu ini hah?" ucap Selfia dengan emosi bahagianya.
"Iya Mi, kamu kemana aja hiks." tanya Muthia.
"Kamu tau Mi, kita semua merasa kehilangan selama tiga Minggu lebih ini. Kamu kemana aja sih, kenapa nggak ada kabar?" ucap irma dengan deraian air mata.
"Hehee baeuntiga minggu nggak ketemu tanpa kabar kalian sudah seperti ini. Gimana kalau memang Mimi dah nggak ada lagi di dunia ini." ucap Mimi yang terjadi melihat ketiga sahabtnya masih peduli dengan dia.
"Ngaco kalau ngomong, kamu tau tiga minggu ini kami menghabiskan banyak air mata buat kamu Mi kamu tau nggak.." ucap Selfia dengan mengguncang tubuh Mimi.
"Kamu kemana aja Mi, kenapa nggak kasih kabar sama kita, sama orang rumahmu juga hah huhuhu hiks." ucap Muthia dengan terisak.
Mereka bertiga tidak malu dengan aksi mereka yang diperhatikannya banyak mahasiswa, mereka terus !menangis dan bertanya pada Mimi.
Mabak Aish melihat sosok yang mereka cari dari kejauhan, mbak Aish mempercepat langkah nya bwgigunouoa dengan Irsyad.
"Mi miii." panggil mabka Aish dari arah belakang Mimi, Mimi yang merasa namanya di panggil pun menoleh ke arah belakang.
"Mbak Aish, Irsyad." ucap Mimi !memanggil kedua orang yang sudah bagaikan keluarga baginya.
"Ini beneran kamu dek?" tanya mbak Aish yang berjalan mendekat ke arah Mimi.
"Ini beneran kamu kan?" tanya mbak Aish yang sudah berada di eoan Mimk dan memegang wajah Mimi.
"Ya Allah terimalah ya Allah." ucap mbak Aish lagi dengan memeluk Mimi erat, Mimk merasa bingung dengan semua orang yang dikenalnya bersikap aneh pada dirinya.
Mimi terdiam di dalam pelukan mbak Aish, Mimi bingung dengan semua yang dilakukan orang-orang terkasihnya pada dirinya.
"Ini sebenarnya ada apa sih? kenaoamkaoan pada aneh semua melihat Mimi." ucap Mimi yang sudah lepas dari pelukam mbak Aish dan melihat di sekelilingnya yang juga sudah di kerumuni semua mahasiswa.
"Ada apa? apa ada yang aneh sama Mimi?" tanya Mimi yang merasa takut sendiri ketika dilihatin orang sebanyak ini.
"Mii, ini benaran kamu?" tanya mahasiswa-mahasiswa yang sudah berkerumunan.
"Iya ini Mimi, emang kenapa? ada apa?" jawab Mimi dan bertanya balik pad swmua.
"Alhamdulillah" ucap mereka yang beragama muslim.
"Puji Tuhan" ucap yang beragama non muslim.
Mimi terdiam dengan perbuatan mereka, Mimi masih dalam keterbinggungan nya dengan semua yang dia terima pagi ini.
"Ada apa sebenarnya? kenapa sikap kalian begini?" tanya Mimi pada semua
"Justru kami yang harus bertanya, kemana aja kamu selama ini? apa kamu tidak tau kabar berita tentang kamu?" tanya mahasiswa-mahasiswa tersebut yang membuat Mimk semakin bingung.
"Emang asa kabar berita apa?" tanya Mimi.
"nanti sajalah dilanjutkan oleh author nya"
"Yaudah kita tunggu saja."
__ADS_1
"Byw semua selamat sore"