
Di panti seperti biasa jika siang begini semua pada ngumpul, yah yang sekolah baru pada pulang.
Berliana dengan rombongan pun telah sampai, ini kali pertama Berliana membawa teman-temannya ke panti. Selama ini Berliana enggan mengajak sahabatnya ke panti karena Berliana tidak ingin di kasihani.
Begitu pula dengan Bryan dan yang lain yang baru pertama kali menginjakkan panti kasih bunda.
Berliana dan yang lain langsung masuk ke panti dengan membawa banyak makanan yang di beli oleh sahabat-sahabat Berliana dan Bryan.
Terlihat bunda Ainun sedang menyuapi makan anak-anak yang berusia 2&3th di taman samping panti dan pengasuh lain juga sedang menyuapi makan serta mengajak anak-anak main.
"Assalamualaikum" ucap Berliana ketika sampai taman samping panti.
"Waalaikum salam." jawab bunda Ainun dan yang lain.
Berliana dan yang lain pun menyalami bunda Ainun dan pengasuh lainnya.
"Lo kak, banyak bawa teman? ayoo ajak masuk." ucap Bunda Ainun ketika melihat Berliana bersama teman-temannya.
"Iya bunda, kalau gitu Lian masuk ya Bun." jawab Berliana dan berpamitan kepada bunda Ainun untuk masuk kedalam panti.
"Ayo guys kita masuk." ajak Berliana kepada yang lain dan mereka pun beranjak untuk masuk kedalam tak lupa pula mereka berpamitan kepada bunda ainun dan yang lain.
"Ayo masuk, silahkan duduk. Maaf ya kalau tempatnya nggak nyaman buat kalian." ucap Berliana.
"Nggak apa Li, oh ya ini kita taruh dimana nih?" tanya Mita.
"Emm kita bawa ke ruang makan aja yok." ucap Berliana dan mengajak sahabatnya ke ruang makan.
"Li, emang ada berapa anak di panti ini?" tanya Kiki.
"Ada 36 Ki,masuk anak-anak balita dan ada juga yang baby." jawab Berliana sambil terus berjalan menuju ruang makan yang letaknya lumayan jauh dari ruang tamu tadi.
Sesampainya di ruang makan, Berliana dan teman-temannya mengeluarkan makanan yang di beli tadi dan mereka juga menyajikan di atas meja buat anak-anak panti dan buat mereka makan tidak di bawa ke ruang makan.
Tak lama anak-anak yang berusia 6 hingga 18th pada ngumpul di ruang makan.
"Wah kak Lian bawa makanan." ucap sang adik yang berusia 6th dan 7th itu.
"Iya nih, kota bagi samaa rata ya dek." ucap Berliana dengan menyajikan makanan itu dan diberikan kepada adik-adiknya.
"Kak Li.." panggil salah satu adiknya
"Iya, ada apa dek?" tanya Lian seraya !mendekat ke arah adiknya.
"Kak, buku gambar Keke udah habis." adu sang adek, Berliana tersenyum sembari mengelus rambut adiknya.
"Iya nanti kakak belikan ya.Sekarang Keke makan dulu ya." ucap nya dengan memberikan seporsi KFC kepada adiknya.
Mereka semua makan dengan gembira, ya kali ini mereka makan KFC yang di beli oleh sahabat Berliana.
Mita dan yang lain melihat itu menjadi terharu, mereka selama ini selalu menghamburkan uang dengan hal yang tidak penting saat ini mereka tersadar.
Mereka mendapatkan sebuah pelajaran, yang selama ini mereka sering hangout ke mall hanya sekedar menonton dan makan-makan serta shopping bahkan barang yang dibeli pun tak pernah dipakai atau hanya sekali pakai setelah itu mereka pajang di lemari.
Kini mereka merasa terpukul dengan apa yang mereka lakukan selama ini dengan hanya menghabiskan jerih payah orang tua mereka, mereka tersadar kalau semua yang mereka lakukan adalah salah.
Mereka dengan gampang bisa memiliki apa saja yang mereka inginkan, masih banyak orang yang tidak bisa melakukan seperti mereka. Seperti contoh anak-anak panti ini, mereka mendapatkan makanan dari mereka walau seporsi KFC mereka sangat bahagia.
Yah apa yang kita miliki ada hak orang lain khususnya anak-anak yatim serta kaum dhuafa.
Anak-anak sangat girang menerima makanan ala anak orang kaya itu, anak-anak panti sangat jarang memakan KFC kalau bukan dari para donatur yang dermawan membawa makanan buat mereka.
"Li, sangat bahagia ya anak-anak dengan makan ini?" tanya sisi yang tabu.
"Hmm iya Sus, anak-anak sangat jarang memakan makanan dari luar seperti ini." jawab Berliana.
"Apa bunda Ainun nggakmoernah belikan Li?" tanya Kiki.
Berliana hanya tersenyum mendengar pertanyaan temannya itu.
"Bagi kami untuk membeli makanan ini kami harus memikirkan ulang Ki. Karena bagi kami uang yang di dapat dari para donatur harus kami kelola dengan baik untuk anak-anak panti." jawab Berliana.
"Maaf Li bukan maksud ku.." Kiki meminta maaf dan ucapannya langsung dipotong oleh Berliana.
"Nggak apa-apa Ki, yaudah yok kita gabung dengan yang lain." ucap Berliana dan mengajak sahabatnya gabung dengan para cowok yang sedari tadi mereka tinggal di ruang tamu.
"Eh yaudah yukk." jawab Kiki dan yang lain.
"Ya jangan lupa dong tolong bawakan air minum dan gelas serta piringnya." sindir Berliana dannpara sahabat cengengesan.
"Eh iya hehheee lupa." jawab Susi dan kiki. Mereka pun membawa peralatan makan serta air minum ke ruang tamu.
Terlihat para cowok sedang berbincang-bincang sama bunda Ainun, Bryan melihat ke arah dapur dan dia melihat rombongan Berliana keluar dari sana.
__ADS_1
"Kok lama sih kak?" ucap Bunda Ainun.
"Iya bun, maaf. Tadi Lian nyiapin makan siang buat adik-adik dulu." jawab Berliana dengan menaruh nampan berisi cangkirnke atas meja.
"Bunda sudah makan?" tanya Berliana kepada bunda Ainun.
"Nanti saja, yaudah sana kamu siapin juga makan buat teman-teman kamu." ucap Bunda Ainun.
Berliana tak menjawab, Berliana langsung mengambil makanan yang di beli Mita tadi dan dimasukkan ke dalam piring dengan di bantu Mita dan teman-temannya.
"Bun, ini buat bunda." ucap Berliana dengan memberikan seporsi KFC kepada bunda Ainun.
"Kami beli ini nak?" tanya bunda ainun dengan menatap Berliana, Berliana yang ditatap seakan tau maksud dari tatapan itu.
"Bukan bun, ini tadi Mita yang beli." jawab Berliana jujur.
Ya semua yang beli makanan ini adalah Mita, Mita anak yang berasal dari keluarga berada dan bisa dikatakan kaya dari yang lain.
"Iya bun, ini tadi Mita yang beli. Nggak apa kan bun?" ucap Mita dengan hati-hati takut jika bunda Ainun tersinggung.
"Nggak apa nak, makasih. Anak-anak panti pasti sanagt senang." ucap Bunda Ainun dengan tersenyum.
"Yaudah, agk kalian segera makan jangan keasikan ngobrol ." ucap Bunda Ainun dengan mempersilahkan kami semua makan.
"Iya bunda." jawab Berliana dan yang lain, mereka PU. makan dengan suasana hening.
Setelah makan dan berbincang-bincang mereka pun pamit pulang karena hari pun telah berubah warna menjadi jingga.
"Li, kota pulang dulu ya.. Makasih." ucap Mita berpamitan.
"Iya Li, kita pulang dulu, see you tomorrow." ucap Susi sok gaya pakek bahasa Inggris.
"Heleh sok Inggris koe." ucap Kiki dan semua tertawa.
"Yo ben to, wee" ucap Susi dengan memikirkan lidahnya ke Kiki.
"Heleh dasar Susi similikiti." ucap Kiki dengan menggelengkan kepalanya.
"Iya hati-hati, seharusnya aku yang makasih atas kedatangan kalian kesini." jawab Berliana dan berterimakasih kepada para sahabat.
"Kita yang makasih Li, dengan ini kami dapat sebuah pembelajaran diri." ucap Mita.
"Sama-sama Mit, makasih atas makanan buat anak-anak." jawab Berliana
"Yaudah, kita pulang dulu ya. Assalamualaikum." ucap Mita dan mengucapkan Salam.
tambahkan tangan ketika Mita dan yang lain membunyikan klakson mobilnya.
Bryan dan teman-temannya masih berada di panti, Bryan mendekat ke arah Berliana dan dia pun berpamitan kepada Bryan.
Hari demi hari telah berlalu menjadi minggu bahkan bulan dan kini hubungan Bryan dan Berliana semakin dekat. Tiga bulan sudah hubungan mereka dan malam minggu ini Bryan !mengajak Berliana pergi ke acara temannya.
Yah Nicko mengundang Bryan dengan berdalih ini adalah malam kemenangan akan taruhan yang dia buat untuk Bryan. Bryan tak merasa curiga pun pergi bersama dengan Berliana.
Acara diadakan di sebuah klub ternama di kota ini.
"Hy bro, gue kira Lo nggak datang." ucap Nicko dengan !menepuk pu dak Bryan.
"Gue pasti datang lah." jawab Bryan.
Bryan dan Nicko adalah langganan di club ini bahkan mereka memiliki kartu member vvip disini.
"Hy lo, Berliana kan?" tanya Nicko basa basi "Gue Nicko" imbuhnya dengan menjulurkan tangan kepada Berliana.
"Beeliana." jawab Berliana dengan menerima uluran tangan Nicko.
Tak berselang lama datanglah segerombol cewek memakai pakaian se xy mendekat ke arah Nicko.
"Hy sayang, sorry aku telat ya.." ucapnya dengan manja seraya merangkul Nicko dan bercipika cipiki.
"Oh gak apa sayang," jawab Nicko dengan membalas merangkul pinggang si cewek dengan kedua tangannya secara ya mata melirik ke arah Bryan dengan smirk halus.
"Ya udah yok kita naik ke atas dan menuju ke ruangan aja langsung." ajak Nicko kepada yang lain.
"Ayok.." mereka pun masuk naik ke lantai lima dan masuk ke dalam ruangan VVIP sesuai dengan black card milik mereka.
Club ini memfasilitasi ruangan-ruangan khusus untuk para membernya. Club ini di buka secara umum namun untuk memasuki ruangan secara private mereka harus menjadi member terlebih dahulu.
Untuk menjadi member di club ini bukan untuk sembarang orang karena untuk mendaftar mereka harus mengeluarkan budget yang sangat fantastis.
Yah walau mereka mengeluarkan budget yang fantastis, mereka juga mendapatkan pelayanan yang sebanding dengan budget yang telah mereka keluarkan.
Sesampainya di dalam ruangan tersebut, Berliana merasa kagum dengan dising interior dalam ruangan ini. Yah Berliana tau nya ini adalah sebuah club tapi Berliana tidak tahu jika club ini tak hanya club saja.
__ADS_1
Dalam ruangan ini juga tersedia mini bar berserta bartender yang akan melayani mereka.
Didalam juga tersedia berbagai macam makanan-makanan yang berkelas dan menggugah selera.
Nicko terus memeluk si cewek dengan sesekali dia mencumbu si cewek begitu pula dengan teman-2 yang lain. Berliana yang melihat itu membelalakkan matanya tak percaya mereka melakukan hal itu tanpa malu.
"Disini bebas melakukan apapun, jangan tegang gitu. Enjoy aja." bisik Bryan kepada Berliana.
"Ayok kita duduk disana." Imbuh Bryan mengajak Berliana duduk ke sofa yang kosong.
"Oh ya Bry, selamat ya akhirnya Lo taklukin juga Berliana." ucap Nicko terang-terangan dan di jawab Bryan dengan tersenyum kecut.
"Oh ya Berliana mau minum apa?" tanya Nicko ramah kepada Berliana.
"Emm soda aja." jawab Berliana.
"Emm ok kita pesan minumannya, oh ya Berliana kalau mau makan tinggal pilih aja tuh udah disiapin kok." ucap Yaya cewek yang jadi rebutan dan dijadikan taruhan oleh Nicko dan Berliana.
Yah, cewek yang selalu merangkul Nicko adalah Yaya cewek mahasiswa kedokteran yang sedang dijadikan poin taruhan.
"Iya makasih." jawab Berliana dengan senyum.
Bartender menaruh minuman pesanan mereka dan mereka pun menikmati minuman mereka dengan alunan music yang bergema.
Entah mengapa melihat tingkah cewek yang di taruhkan itu membuat Bryan tak memiliki rasa lagi. Apakah dia telah menaruh hati nya pada Berliana sehingga dia seakan tak bernafsu untuk melanjutkan taruhan ini.
Bryan meneguk minumannya hingga berkali-kali, ketika melihat pemandangan di depan matanya.
Apakah Bryan cemburu melihat orang yang diincarnya begitu akrab dengan Nicko bahkan mereka berdua kelihatan menikmati permainan itu.
"Sial, nggak Sudi gue taruhan cewek model gituan." batinnya setelah melihat adegan demi adegan yang di tonton secara live itu.
Berliana lagi-lagi harus melihat adegan-adegan yang tak enak di pandang mata.
Yah kali ini Berliana melihat pemandangan yang lebih extrim dari sebelumnya.
"Nggak usah dilihat." ucap Bryan.
"Apa aku boleh tanya?" tanya berlian pada Bryan.
"Hemm" jawab Bryan dengan meneguk minuman beralkohol.
"Apa kamu juga pernah melakukan hal seperti itu?" tanya Berliana.
"Hemm." Bryan hanya menjawab dengan deheman dan itu merupakan jawaban yang menohok bagi Berliana.
"Berarti kau sering melakukannya?" ucap Berliana litih dan sedih
Ya dia tau kalau Bryan terkenal akan keplayboyannya yang sering gonta-ganti ganti cewek tapi Berliana tidak tau jika Bryan juga bisa melakukan hal serupa seperti mereka yang ada di dalam ruangan ini.
"A aku mau pu pulang " ucap Berliana terbata-bata merasa sesak di dadanya dan dia pun memberanikan melihat ke arah Bryan walu hatinya merasa kecewa
Bryan hanya melihat ke arah berlian dengan mengerutkan dahinya dengan gelas yang akan hendak menuju ke mulutnya.
"Bry stop, kamu.. Kamu mabuk Bry? kamu minum alkohol Bry?" tanya Berliana beruntun ketika saat dia menghadap ke arah Bryan dan mata Bryan terlihat merah
"Bry mata kamu merah, kamu mabuk ya? kok bisa mabuk sih padahal kamu kan mesan teh tadi." ucap Berliana yang sejenak melupakan rasa kecewa nya.
Ya sewaktu memesan minuman Bryan memesan tequila, Berliana menyangka Bryan memesan sejenis teh bukanlah alkohol.
"Damn, apa ini." Bryan ngebatin ketika dia merasa ada yang aneh dengan dirinya.
"Ayo Bry kita pulang aja, nanti kamu tambah parah lagi mabuknya." ucap Berliana.
"Ayoo." jawab Bryan dan langsung menarik tangan Berliana keluar.
"Guys gue duluan." ucap Bryan kepada yang lain dengan mengangkat satu telapak tangannya.
"Bry, kok beda arah Bry." tanya Berliana ketika melihat Bryan melajukan mobilnya ke arah lain.
"Kita ke apartemen aku dulu." ucap Bryan yang telah merasa panas dalam tubuhnya.
"Tapi Bry ini udah malam dan kita udah telat pulang nanti bunda khawatir." ucap Berliana.
"Bry, kamu kenapa?" ketika melihat Bryan seperti menahan sesuatu sambil sering menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ah sial." ucap Bryan yang terus menggelengkan kepala untuk menetralkan perasaan panas yang dirasa nya saat ini.
"Bry. Bryan kamu kenapa? jangan ngebut - ngebut." ucap Berliana dengan memegang erat handle mobil yang ada di atas kepalanya.
"Diamlah Lian" ucap Bryan dengan terus menancap gas mobilnya.
Setelah sampai di lobi parkiran apartemen nya Bryan langsung berlari menuju apartemennya tak lupa dia menarik tangan Berliana.
__ADS_1
tbc.
assalamualaikum Mohon maaf DOKTER JANTUNGKU lama up, semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat. mohon kerendahan hati dan keridhoan hati untuk mendoakan bapak author ya yang belum pulih sakitnya.