DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Batas Kesabaran2


__ADS_3

"Maksudnya apa Mi?" tanya Rudi


"Liat aja di dalam kak." jawab Mimi dan mereka pun berlalu masuk ke dalam.


Mereka melihat ke arah Syahril dan Ryan yang mana sepertinya bersitegang dengan pendapat mereka masing-masing dengan TV yang menyala.


"Oh, jadi ini maksudnya Mi?" ucap Andri dengan bersidekap kedua tangannya di perut.


Ryan dan Syahril melihat ke arah Mimi, Andri dan Rudi.


"Eh Ndri dah datang Lo?" Tanya Ryan.


"Ngapain Lo pada datang dimari! ucap Syahril.


"Napa lo Riil, ndak senang kita ikutan dimari?" Tanya Rudi.


"Kita mau jagain Mimi dari orang yang gak tau diri riil." Jawab Andri atas pertanyaan Syahril.


"Maksud lo apaan!" ucap Syahril.


"Pikir aja ndiri.! ucap Ryan Andri dan Rudi kompak.


"Ckk" Syahril hanya berdecak.


Mimi hanya diam tak menghiraukan? ketiga sepupu itu saling melempar sindiran, Mimi berlalu ke belakang untuk mempersiapkan makan siang.


Setelah semua tersaji Mimi masuk kembali ke rumah tengah untuk mengajak mereka semua makan.


"Ayo kak, makan dulu." ajak Mimi kepada mereka dan mereka pun memberhentikan obrolan mereka dan melihat ke arah Mimi.


Mimi yang melihat mereka tak bergeming, Mimi lun mengajaknya lagi.


"Ayo kak, makan siang dulu dah tersaji tuh." ucap Mimi.


"Emm jadi ngerepotin Mi," jawab Ryan ndak enak dan Mimi hanya tersenyum.


"Ayok" ajak Mimi kali dan mereka pun mengikuti Mimi ke dapur.


"Wah Mi, menunya menggiurkan." celoteh Ryan sembari duduk.


"Iya Mi, menggugah selera nih." sahut Andri dan Rudi.


"Ckk biasa aja kali." ucap Syahril ketus, ketiga sahabat sekaligus sepupunya itu hanya menggeleng dan melihat ke arah Syahril.


"Bisa dijaga nggak mulut lo Riil!" ucap Ryan yang sudah geram dengan Syahril.


"Lo itu malu-malu in Riil, tau nggak." imbuh Ryan yang merasa malu akan sikap Syahril dan hendak berdiri namun Mimi menahan tangannya.


"Kak, udah Ayo makan dulu. Ndak baik ribut-ribut di depan rezeki." ujar Mimi yang menahan tangan Ryan walau sebenarnya hatinya juga amat tersinggung dengan ucapan Syahril.


"Yaudah mari makan." ajak Mimi setelah Mimi memberikan piring yang telah di beri nasi.


"Sudah ndak selera kakak Mi." ucap Ryan begitu luka Andri dan Rudi yang kelihatan enggan untuk menyiapkan nasi ke mulutnya.


"Udah kak, dimakan ya." ucap Mimi yang berada disamping Ryan.


Syahril melihat Mimi lebih memperhatikan Ryan pun tak senang.


"Ngapain sih dek ngurusin orang keg itu!" ucap Syahril dengan memegang tangan Mimi.


Ryan mendengar ucapan Syahril pun menjadi geram dan tersinggung.


"Maksud lo apa Riil, kalau lo ndak senang oke gue pulang." ucap Ryan dan hendak berdiri kembali dari duduknya namun Mimi menahan tangannya kembali.


"Tolong hargain Mimi sedikit aja." ucap Mimi.


"Ayo kak, dimakan. Hmm nanti kita bicarakan lagi." ucap Mimi kembali.


"Nyai mana Mi?" tanya Andri


"Ada di luar, bentar Mimi panggil Nyai dulu." jawab Mimi dan berdiri hendak memanggil Nyai.


Tak lama Mimi dan Nyai pun bergabung makan dengan mereka.


Kami semua pun makan dalam diam tepatnya makan dengan pemikiran yang berkecimpung di otak masing-masing.


"Ayo Riil di tambah, Ryan, Andri, Rudi ayoo di tambah lagi." ucao Nyai yang melihat piring mereka tinggal sedikit.


"Emm sudah kenyang Nyai." jawab Ryan.


"Iya Nyai makasih, kami sudah kenyang." jawan Andri dengan senyum.


"Tambah lah lagi masih banyak lauk, Mimi yang masak tadi." ucao nyai lagi.


"Iya Nyai makasih, udah banyak kami makan dah kenyang." ucap Rudi dengan candanya yang mengelus perutnya dan di tanggapi Nyai dengan senyuman.


Setelah selesai Syahril, Andri dan Rudi hendak kembali ke ruang tengah sedangkan Ryan membantu Mimi membereskan piring bekas makan mereka.


"Udah kak ndak usah, biar Mimi aja." cegah Mimi ketika Ryan hendak mengangkat piring kotor ke tempat pencucian piring.


"Ndak apa Mi, malu kakak kalau cuma numpang makan saja tampa membantu." sindir Ryan ketika ketiga sepupunya tepatnya Syahril yang hendak berlalu.


"Udah kak, makasih sisanya biar Mimi." ucap Mimi dan mencegah Ryan kembali.


"Dia udah biasa Mi." celetuk Rudi dengan guyonan dan Mimi hanya menanggapi dengan senyum

__ADS_1


"Baik lah kalau gitu, makasih makanannya. masakan Mimi enak." ucap Ryan dan memuji masakan Mimi.


Ryan masuk ke ruang tengah dan bergabung sama yang lain, Mimi mencuci piring dan Nyai hendak berwudhu karena suara adzan telah bergema.


"Ayoo anak bujang segera wudhu tuh adzan sudah menyerukan." ucao Nyai.


"Iyo Nyai." ucap mereka semua.


Ryan segera berdiri kembali dan mengikuti Nyai menuju dapur kembali.


Ryan yang melihat Mimi telah selesai mencuci piring diapun membantu mengangkat piring tersebut.


"Eh kak, ndak usah." cegah Mimi ketika Ryan hendak mengangkat keranjang yang berisi piring yang telah di cuci.


"Ndak apa Mi, taruh dimana?" Tanya nya lagi.


"Taruh disitu aja kak, nanti biar Mimi yang susun." jawab Mimi dan Ryan pun mengikuti titah Mimi.


Syahril yang minat Ryan yang melakukan itu semakin menjadi.


"Lo apaan sih Yan, caper amat jadi orang!" ucapnya ketus.


Mimi dan Ryan melihat ke arah Syahril dengan diam tak menghiraukan ucapannya.


"Sudah, wudhu lagi." seru Nyai dan berlalu masuk.


"Nyai tungguin kita ya? kita berjamaah aja." ucap Andri yang dekat dengan Nyai.


"Iya, Nyai tunggu di dalam. Kalian cepat ambil wudhunya." jawab Nyai dan berlalu masuk.


Andri menuju tempat wudhu dan segera berwudhu setelah Rudi selesai.


"Udah udah nanti lagi di lanjuti, nih segera berwudhu udah di tungguin Nyai." ucao Rudi kepada Ryan Syahril dan Mimi


Setelah Andri kini giliran Ryan yang ambil wudhu, setelah itu Syahril dan terakhir Mimi.


Semua telah siap diatas sajadah yang menghadap ke arah kiblat, sholat berjamaah kali ini di imamin sama Andri.


Andri telah ber takbiratul ihram dan kami semua pun sebagai makmum mengikutinya hingga selesai.


Setelah selesai sholat kami yang muda bersalam kepada Nyai dengan menciumi punggung tangannya, selah itu Mimi menangkupkan kedua tangannya sebagai pengganti salam kepada semua lelaki.


Kali ini Mimi enggan bersalaman terutama kepada Syahril. Setelah selesai sholat Mimi segera masuk kedalam kamarnya dan membuka mukena nya didalam kamar.


Ketiga sepupu Syahril melihat ke arah Syahril seolah mereka memperingatinya.


Mimi keluar dari kamar dan duduk bersender di dinding dengan melihat acara TV.


Di ruang tengah terdapat tiga kamar, yaitu kamar Mimi, kamar Nyai dan bicik sedangkan di ruang tamu terdapat satu kamar.


Ada rasa tak enak hati di hati Ryan yang melihat sikap Mimi tak seperti biasanya begitu pula dengan Andri dan Rudi namun berbeda dengan Syahril yang masih tinggi egonya.


Mimi yang melihat ke arah para lelaki hanya senyum sekilas dan tak memperdulikannya. Yah mungkin mereka akan tersinggung dengan sikap Mimi yang cuek kepada mereka tapi Mimi harus melakukannya.


"Emm, maaf kakak mau nonton juga?" ucap mimi berbasa-basi melihat mereka diam yang mana mereka semua melihat ke arah Mimi.


"Maaf Mi, kalau kedatangan kami mengganggu istirahat Mimi." ucaucap Ryan tak enak yang mana tadi sewaktu dia datang Mimi sedang tidur .


"Ndak apa kak." jawab Mimi.


"Oh ya kakak kan mau belajar hehehe.. maaf Mimi malah hidupin TV." ucap Mimi.


"Ndak apa Mi." ucap Rudi.


Syahril mengambil bukunya di atas meja tv dan dia juga mengambil HP yang berada di atas bukunya dan menyerahkan ke Mimi.


"Nih kenapa HP di taruh disini." uca Syahril dengan cuek nya seakan tak bersalah sedikit pun.


Mimi hanya diam tak menanggapinya, mata Mimi terus memandang tv . Syahril hanya menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat Mimi tak menghiraukan kehadirannya sedari tadi.


"Dek," panggilnya dan Mimi masih tak bergeming.


Ryan dan yang lain melihat itu dan mereka hanya diam ketika Syahril berbicara dengan Mimi tapi tak dihiraukan.


"Dek," panggil Syahril dan memegang tangan Mimi yang masih pegang remote Mimi hanya melihat ke arah Syahril dengan tatapan tajam.


Nyai keluar dari kamarnya dan Nyai yang akan bersiap akan pergi Syahril pun melepaskan tangannya.


"Mau kemana Nyai?" Tanya Andri ketika melihat Nyai memakai khimar nya.


"Nyai mau pergi ke pengajian di seberang." jawab nya dan tak lama terdengar suara Nyai Do memanggilnya dari bawah.


kami semua pun ikut ke serambi/teras.


"Nyai pergi dulu elok-elok di rumah. " pamit Nyai dan kami semua bersalaman. nyai menuruni tangga dan Mimi ikut turun pula.


"Hati-hati Nyai." ucap Mimi ketika Nyai telah berjalan ke arah Nyai Do.


"Iyo," jawab Nyai dan Nyai Do.


"Jago diri yo Mi." ucap Nyai Do kembali.


"Wakte ikut jugo yo Nyai?" Tanya Mimi.


"Ikut" jawab Nyai.

__ADS_1


"Gek suruh diah ke rumah Nyai yo? ucap Mimi.


( Gek\=nanti)


"Iyo, dah yo Nyai pergi dulu." jawabnya dan mereka pun berlalu pergi, Mimi pun naik ke atas kembali.


Setelah sampai di teras Mimi melihat ke arah para cowok mereka semua pada diam dan Mimi pun berlalu pergi masuk.


"Liat kan Riil!" ucap Ryan.


"Lo bisa liat sendiri sikap Mimi hari ini." imbuhnya kembali.


"Iya Riil, selesaikan segera." ucap Andri.


"Apa nya yang mau diselesaikan." jawab Syahril dengan tak tau dirinya.


"Lo tu ya, gak tau diri amat jadi orang." Ucap Ryan yang udah tersulut emosinya.


"Riil, sebenarnya lo punya hati nggak sih?" celetuk Rudi.


"Gue yang bukan pacarnya aja tersinggung dengan sikapnya Riil." imbuh Rudi dengan melihat ke arah dalam lewat pintu.


"Kalau begini mending kita pulang aja Riil, nggak enak gue ma Mimi." sahut Andri.


"Gue setuju Ndri." ucap Ryan dan Diangguki oleh Rudi.


"Kalau kalian mo pulang ya sono pulang aja." jawab Syahril.


"Terus maksud lo apa? kalau kita pulang Lo juga harus pulang Riil." ucap Ryan.


"Gue heran ama lo Yan, dari tadi lo selalu aja bikin gue emosi." ucap Syahril yang tak sadar akan ucapan nya.


"Hah, gak sadar Lo Riil. Yang ada tu elo yang bikin gue emosi sedari tadi." jawab Ryan dengan mendorong bahu Syahril.


"Udah udah, kalian mau adu jotos disini." ucap Andri.


"Ril mending elo selesaikan sekarang semuanya. Kalau emang elo dah gak ingin sama Mimi lagi mending lo akhiri, jangan lo seperti ini." cerocos Andri yang mulai jengah akan sikap Syahril.


"Maksud lo apa Ndri ngomong gitu, Lo mau gue mutusin Mimi gitu hah!" ucap Syahril emosi.


"Kalau itu yang terbaik kenapa tidak Riil. Lo tau sendiri kalau Lo sudah.." jawab Andri tapi tak ingin melanjutkannya.


"Gue hanya gak mau Lo terus-terusan nyakiti hati Mimi Riil, gue tau pasti elo juga belum ngejelasin permasalahan sebelumnya ama Mimi kan?" ujar Andri sedikit melunak.


"Gue setuju sama Andri, bukan gue gak mau bela lo Riil, tapi jika ini adalah pilihan terbaik kenapa tidak." imbuh Rudi.


Ryan yang mendengarkan kedua sepupunya hanya diam karena di hatinya pun berkata demikian.


"Sampai kapan pun gue gak akan mutusin Mimi, Lo semua pada tau kan." ucak Syahril dengan penuh penekanan.


"Tapi kalau sikap Lo begini apa yang mau Lo pertahani Riil, elo sadar nggak kalau sikap elo itu udah nyakiti perasaan Mimi, sadar nggak sih lo Riil." ucao Ryan frustasi melihat simak Syahril yang egois.


"Gue ngelakuin ini juga karena dia." Syahril bela diri.


"Apa! hah! emang apa yang Mimi lakuin! lo masih nuduh dia gitu!" ucak Ryan dengan terus mendorong bahu Syahril.


"Udah Yan, jangan bikin ribut gak enak di dengar tetangga." lerai Rudi.


"Gak habis pikir gue ama sikap egois Lo, nggak ada sedikit pun nasehat kita lo dengerin, kita ini nasehatin buat kebaikan Lo, Itu kalau lo mau." Ucap Ryan.


Tanpa mereka sadari Mimi telah berada di balik pintu sedari tadi. Ya sebelumnya Mimi masuk akan mengambil minuman kaleng sama camilan buat mereka semua. Mimi masih diam menyimak omongan mereka di balik pintu.


"Berkali-kali gue bilang ke lo Riil omongin baik-baik, tanya sama Mimi dengan baik-baik jangan lo berpendapat apa yang Lo kira itu benar." ucap Ryan menasehati sekali lagi.


"Iya Riil, jangan lo asal nuduh tanpa bukti gitu sama Mimi, gue yakin Mimi gak akan ngelakuin apa yang Lo tuduh itu." imbuh Rudi.


"Bukti apa lagi sih Rud. Lo pada kan dah baca isi WA tersebut kalau dia itu suka sama Mimi bahkan dia nembak Mimi, dan begok nya gue gak tau kalau mereka janjian buat ketemuan sewaktu kita belanja di mall semalam." ujar Syahril.


"Riil, gue tau masalah isi WA itu tapi lo kan juga baca kalau Mimi nolak dia. Kalau masalah mereka bertemu gue yakin itu mereka ketemu tak sengaja Riil." ucap Andri.


"Atas dasar apa Lo bilang gak sengaja Ndri! Lo baca kan isi WA nya kalau dia bahagia bisa liat wajah Mimi lagi malam itu, kenapa sih lo pada gak ngertiin perasaan gue." jawab Syahril.


"Riil, gimana Mimi mau janjian ma dia. HP nya aja ada sama Lo, mikir secara logis lah." ucap Ryan.


"Gue udah logis Yan, sebelumnya gue minta dia buat dah siap di jam 7 biar gak kemaleman tapi apa! setelah gue sampe di sini dia gak ada dan kata pakcik dia di rumah Di'ah, Lo tau hampir satu jam gue nungguinnya." jelas Syahril.


"Apa lo ada tanya kenapa Mimi kerumah Di'ah?" tanya Rudi.


"Gue udah tanya ama pakcik dan pakcik bilang Mimi cuma ngantar novel yang dibelinya sama Di'ah yang kemasuk ke dalam belanjaan Mimi, masa iya cuma ngantar novel ampe berjam-jam." ucap Syahril.


"Tapi kan be.." Rudi ingin menimpali tapi terpotong karena Mimi keluar dari pintu dengan membawa nampan berisi minuman kaleng dan cemilan.


Hemm kira-kira bakal terjadi apa ya?? terus stay ya.. insya Allah akan nyicil up yang kemaren.


Jangan lupa dukungannya dan tinggalkan jejak kalian.


vote


rate


like


komen


😘😘😘😘TERIMAKASIH😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2