
Setelah ambil wudhu Mimi segera masuk kamar dan dia bentang sajadah serta mengenakan mukena.
Disaat membaca niat sholat Mimi merasa tidak tenang karena ucapan Syahril terngiang di telinganya.
Mimi mencoba membaca niat kembali tapi tetap sama, akhirnya Mimi menarik nafas dalam dan menghembuskan secara kasar.
Mimi urungkan sholatnya karena Mimi merasa walau dilanjutkan tidak akan khusyuk menjalankannya dan diapun mengambil HP dan dia mengirim WA ke Syahril.
π²"Assalamu'alaikum kak, maafkan Mimi ya? β
Tak lama pesan centang dua pertanda telah di baca.
π²"Kak, Mimi benar-benar lupa, Mimi gak sengaja kak, maafkan Mimi."β
π²"Kak, HP di dalam tas jadi gak tau kalau kakak nelpon, β
π²"Kak, tadi Mimi sampai jam empat kurang dan Mimi sama emak di rumah bi Ida."β
π²" Tadi kepala pusing jadi Mimi ketiduran di rumah bi Ida sebelum Bapak jemput."β
π²"Kak, Kok kakak bilang gitu sih, Mimi jadi sedih kakak bilang kayak ituπ."β
π²"Kakak kan tau siapa Mimi dan gimana Mimi, kakak yang pertama yang ada di hati Mimi."β
Mimi melihat pesannya masih centang satu semua merasa sedih, Mimi merasa Syahril tidak membacanya. Tak terasa butiran bening jatuh di pipi Mimi.
"Kakak, kenapa ndak di jawab pesan Mimi ." Gumam Mimi.
π²"Kak Mimi belum sholat Isya nih."
Syahril selalu melihat notif pesan tersebut tapi dia tidak membuka untuk membaca secara detail, disaat ada notif pesan bahwa Mimi belum sholat isya dia pun bergumam.
"Hmm maksudnya apa, apa hubungannya dengan sholat isya." Gumam Syahril dan dia mengerutkan keningnya dan tersenyum smirk akhirnya diapun membuka pesan-pesan tersebut dan membacanya satu persatu.
Mimi yang melihat notif pesan nya sudah centang dua tanda telah di baca dia pun mengirimkan pesan lagi kepada Syahril.
π²"Kak, balas. Mimi belum sholat Isya karena Mimi ndak tenang dengan ucapan kakak tadi."
Syahril yang membacanya ber o ria dan ada rasa bersalah juga, karena tidak mendengarkan penjelasan Mimi terlebih dahulu tadi.
π²"Kak, jawab. Terserah kakak mau jawab apa dan bagaimana hubungan kita kedepannya π."
π²"Tapi satu hal yang harus kakak ketahui kakak selalu ada di hati Mimi sekarang dan selamanya."
Mimi melihat pesannya di baca oleh Syahril tapi tidak ada balasan Mimi pun mengakhiri pesannya.
π²"Yaudah sekali lagi maafkan Mimi, assalamu'alaikum."
Disaat Mimi akan menurunkan benda pipih tersebut di atas kasurnya ada notif pesan masuk dan ternyata Syahril membalas pesannya, segera Mimi buka dan membacanya.
π²"Maafkan kakak juga yang sudah membentak dan memarahi adik tadi, Kakak tidak bermaksud seperti itu, kakak hanya kesal.
π²"Yasudah kakak sudah memaafkan adek, sekarang pergi sholat Isya nya ya? jangan lupa berdo'a buat kita."
π²"I miss you my dear ππ."
Mimi hanya membacanya dan Mimi tersenyum sendiri melihat pesan terakhir yang memakai emot kiss, setelah membacanya Mimi beranjak keluar kamar dan mengambil wudhu kembali dan setelah nya dia pun melaksanakan sholat Isya dengan khusyuk.
Setelah ritualnya selesai Mimi kembali duduk di atas kasur dan melihat benda pipih tersebut tidak ada lagi ada notif pesan disana.
Rasa kantuk pun telah melanda, Mimi pun hendak pergi berlayar ke alam mimpi namun sebelumnya dia mengirim pesan kepada Syahril.
π²"Insya Allah setiap dalam do'a selalu ada nama kita berdua dan semoga Allah menyatukan kita dalam sebuah ikatan jodohnya."
π²"I miss you too, selamat tidur selamat mimpi indah."
Setelah mengirim pesan Mimi pun langsung tertidur.
***
Sehabis sholat subuh Mimi kembali tidur dan dia tidak ingat akan benda pipih disampingnya.
Jam 7.30 pagi Mimi mendengar suara dering Mimi sangka itu adalah suara dering dari jam Wacker.
__ADS_1
"Ih siapa sih yang hidupin alarm ndak dimatikan." Sungut Mimi dengan kesal dan membukakan matanya.
Saat kesadaran belum full terkumpul dan suara dering itu terus bergema ditelinga, Mimi melihat ke arah sampingnya ternyata itu suara dering dari ponselnya, Mimi lihat ada panggilan masuk dan Mimi langsung mengangkatnya dan menaruhnya di telinganya sambil rebahan dia menjawab.
π±"Ya hallo assalamualaikum." Ucap Mimi dengan suara parau khas bangun tidur.
π±"Waalaikumsalam, baru bangun? Kok gelap dek." Jawab seseorang diseberang sana yang tak lain adalah Syahril.
π±"Hmm gelap, gelap apaan lampu aja masih hidup." Jawab Mimi sambil membukakan matanya dan melihat ke atas kalau lampunya masih hidup, Mimi belum sadar kalau itu panggilan via video call.
π±"Tapi kakak liat ko gelap ya." Ucap Syahril kembali.
π±"Hmm, ( Mimi pun penasaran yang dimaksud Syahril diapun mencoba mencerna perlahan dan akhirnya Mimi mencoba mengangkat ke arah atas HP nya dan Mimi pun terkejut.)
π±"Astagfirullah." Ucap Mimi setelah tersadar kalau itu sebuah panggilan video call.
π±"Nah ini baru keliatan cantiknya Syahril." Ucap Syahril.
π±"Emang tadi adek taruh dimana hpnya kok gelap?" Tanya Syahril.
Mimi hanya senyum kikuk dan cengengesan.
π±"Hehehe Maaf kak tadi Mimi taruh di telinga hehe."
π±"Hmm dasar, makanya cuci muka dulu sana dah jam berapa nih anak gadis baru bangun jam segini."
π±"Sekali-kali kak menikmati bantal guling di atas kasur." Jawab Mimi dengan senyuman.
Disaat Syahril dan Mimi sedang video call datang Ryan dan langsung berdiri di belakang Syahril.
π±"Wah enaknya yang baru bangun tidur." Ucap Ryan tiba-tiba.
Syahril sadar acaranya di ganggu oleh sahabatnya diapun menutup layar HP nya dan mengusir Ryan agar menjauh darinya.
"Huss huss sana Yan, ganggu aja, pergi sana urus anak-anak yang akan tanding." Ucapan Syahril dan itu di dengar oleh Mimi karena sambung telpon masih terhubung.
"Idih yang lagi kangen-kangenan baru juga sehari gak ketemu." Ryan menjahili Syahril.
"Siapa yan yang lagi kangen-kangenan." Sahut Rudi yang ikut gabung mendekat ke Syahril.
"Kalian ini ya kenapa pada ngumpul disini sana kelapangan, gangguin aja kalian." Ucapan Syahril kepada sahabatnya.
"Ogah, yang ketua OSIS elo enak-enakan videocall." Jawab Ryan.
"Iya Riil ayo kita mulai tanding hari ini sesuai jadwal." Ucapan Rudi.
"Iya bentar, aku nelpon sama Mimi dulu kalian duluan aja ke lapangannya." Jawab Syahril.
"Mi... Pinjam babang Syahril nya dulu ya, nanti saja kalian lanjutin sayang-sayangnya." Ucap Ryan dan itu di dengar oleh Mimi.
Tak lama Syahril pun membuka layar yang dia tutupi pakai tangan nya dan tampak dipandangnya wajah Mimi yang sedang tersenyum.
π±"Manis, cantik." Dua kata yang diucapkan oleh Syahril.
π±"Hmm apa kak?" Tanya Mimi pura-pura tidak mendengar.
π±"Adek itu manis dan cantik." Jawab Syahril.
π±"Pagi-pagi ngegombal dah tau orang baru bangun tidur, keliatan bo'ongnya." Ucap Mimi dengan cemberut.
π±"Ndak kok dek serius adek itu manis dan cantik dan satu lagi selalu ngangenin." Ucap Syahril dengan gombalannya.
π±"Udah lah kak, sana gabung dengan yang lain gak enak kan sama yang lain." Ucap Mimi.
π±"Ngusir nih!"
π±"Bukan ngusir kakak sayang, gak enak dengan yang lain, udah ntar disambung lagi." Ucap Mimi.
Terdengar suara cempreng Rudi memanggil Syahril.
"Riil, ayoo lah nanti disambung lagi." Ucap Rudi.
π±"Yaudah dek kakak gabung dengan yang lain dulu ya." Ucapnya
__ADS_1
π±"Iya kak." Jawab Mimi
π±"Kiss dulu dong dek." Pinta Syahril dengan memonyongkan bibirnya.
π±"Issst apaan sih kak ntar ada yang lihat loh." Ucap Mimi.
π±"Gak da yang lihat dek, buruan." Pinta Syahril.
Disaat Syahril memonyongkan mulutnya Ryan melihat adegan itupun dia menjahili Syahril.
"Woiiii, tuh bibir apa knalpot hahahaaa." Ucap Ryan dan ternyata Rudi, Ridho , bang Idho dan Andri juga melihat nya dan mereka pun tertawa terbahak-bahak.
Syahril melihat sahabatnya semua pada terbahak-bahak menertawainya diapun menatap semuanya dengan tatapan tajam.
π±"Yaudah sana kak, tuh kakak dijahilin sama mereka." Ucap Mimi.
π±"Iya kiss dulu yank." Jawab Syahril.
Karena Mimi lihat Syahril belum juga untuk mengakhiri pembicaraan mereka, akhirnya Mimi pun pasrah.
π±"Yaudah muuaach." Mimi mengecup dengan cepat.
π±"Kurang dek." Jawab Syahril.
π±"Kurang, kurang apa kak." Ucap Mimi.
π±"Kurang panjang dek sayang." jawab Syahril.
π±"Maksudnya?" Tanya Mimi tidak paham.
π±"Kiss nya kurang panjang dan kurang meresapi hehe." jawab Syahril dengan senyuman sedangkan Mimi melihatnya cemberut.
π±"Ayo dek buruan, kiss yang panjang dan diresapi ya." punya Syahril.
π±"Yang gimana.?" Tanya Mimi.
π±"Seperti ini sayang mmmmuuuuaaachhhh. " Ucap Syahril dengan memonyongkan bibirnya.
π±"Ayo sekarang adek lagi." Pinta Syahril tapi Lagi-lagi di ganggu oleh sahabat-sahabatnya.
"Woyy... Tu kenalpot makin panjang aja bro hahahaa." Ucap Ridho menjahili Syahril dan mereka semua ketawa.
"Sudah woyy nanti lagi panjangin knalpotnya." Sahut Rudi.
"Dah Mi.... Putusin aja tuh knalpot biar cepat kelar hahahaaa." Ucap Ryan dan para sahabat luas menjahili Syahril.
π±"Ayo dek buruan ntar para netizen semakin menjadi lihat kemesraan kita." Ucap Syahril dengan suara yang keras agar sahabatnya dengar dengan memainkan kedua alisnya.
π±"Mmmmmmuaaaach udah ya kak sana malu di dengar yang lain ntar." Ucap Mimi sehabis memberikan kiss kepada Syahril.
π±"Makasih sayang mmuaaach. assalamu'alaikum." Ucap Syahril.
π±"Waalaikumsalam." Jawab Mimi.
Video call mereka pun berakhir, Syahril langsung berlari menuju sahabat-sahabat nya dan Syahril pun melampiaskan kekesalan dengan langsung melayangkan bogeman kecil kepada sahabat-sahabatnya yang telah mengganggunya tadi.
Namun siapa yang tahu dari lubuk hati mereka berdua telah bertebaran bunga-bunga kebahagiaan.
Sehabis video call Mimi selalu memanjatkan do'a dalam hatinya.
"Ya rabb semoga kebahagiaan ini tetap begini selamanya. Amin."
**SELAMAT SIANG MENJELANG SORE RIDERS DOKTER JANTUNGKU, BAB KITA SIANG INI CUKUP DISINI DULU YA, JANGAN LUPA IKUTIN TERUS ALUR CERITANYA
DAN JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN.
πTERIMAKASIHπ
VOTE
RATE βββββ
LIKEββββββ
__ADS_1
KOMEN**