
Semenjak kejadian masa lampau nya Syahril tak pernah berdekatan kembali dengan yang namanya perempuan, baginya perempuan adalah makhluk berbisa yang kapan saja bisa mematoknya kapan saja. Namun beda dengan seorang gadis berambut panjang lurus yang pertama dilihatnya.
Gadis sederhana yang di lihatnya kini telah menjadi kekasih hatinya, Syahril merasa angkat beruntung memilikinya dan Syahril selalu menyebut namanya disetiap sujudnya dia ingin cukup dia yang terkahir untuk dirinya sampai akhir hayatnya nanti. Namun semua itu hanya sebuah harapannya dan jodoh hanya Allah lah yang memegang kendali.
Dua minggu tak bersua langsung dengan sang kekasih membuat rasa rindu itu menggebu, tak sabar rasa hati ingin segera bertemu dengan semangat 45 dia menunggu sang kekasih di gapura dimana sang kekasih akan turun di gapura tersebut.
Sebelumnya Mimi sudah memberi kabar bahwa dia telah naik travel dan dia bersama ibu serta adiknya akan turun di gapura perbatasan kota dengan kabupaten sebelah 3jam lalu kepada Syahril dan karena Syahril yang sudah tak bisa menahan diri dia telah meluncur sedari 2jam lalu sehingga diapun harusenunggu selama 2jam di parkiran indo**rt yang berada ddisamping gapura.
Untung Syahril menunggu menggunakan kendaraan roda empat sehingga dia bisa menunggu sambil berleha-leha didalam kendaraan sambil bermain game tak lupa juga dia telah membeli Snack dan minuman untuk menemani dirinya.
Dua jam sudah penantiannya dan tepat di depan indo**rt sebuah mobil travel berhenti yah Mimi berserta ibu dan adiknya berhenti di pinggir jalan depan indo**rt.
Syahril yang melihat wajah sang kekasih yang turun dia pun keluar dari mobilnya dan mendekat ke arah Mimi dengan senyuman yang merekah dan pancaran bahagia di sorot matanya.
"Assalamualaikum." ucapnya setelahendekat ke arah Mimi.
"Waalaikum salam." Ucap Mimi dan emaknya seraya m mbalikkan badan kebelakang melihat siapa gerangan yang mengucapkan salam.
"Sini kakak bawakan." Ucapnya seraya mengambil tas dan kardus yang dipegang oleh ibunya Mimi.
Mimi pun menyerahkan tas yang dibawanya begitu pula kardus yang dibawa emak juga diserahkan kepada Syahril. Setelah semua sudah di tangannya, dia pun bergegas menuju mobilnya dan membuka bagasi mobil lalu dimasukkan semua barang bawaannya ke dalam mobil.
Semua barang sudah masuk diapun membukakan pintu mobil depan dan pintu belakang dan diapun mempersilahkan Mimi, ibu dan adiknya masuk. setelah semua sudah berada pada tempatnya Syahril pun menutup pintu dan dia segera berjalan memutar untuk menuju kursi kendali.
Sepanjang jalan Syahril selalu melirik ke arah samping yang mana dia tak hentinya memandang wajah yang selalu dirindukannya.
Dan sepanjang jalan pula tidak ada yang namanya keheningan karena si kecil Ay selalu bercengkrama bersama Syahril.
"Kak.. kak Syahril." Seru Ay.
"Iya dek ada apa." Jawab Syahril.
"Kak Syahril la ya nunggu Ay tadi." Ucapnya.
"Iya." Ucap Syahril singkat dengan masih fokus pada jalan dan sekali-kali melirik disebelahnya.
"Berapa lama kak?" Kepo Ay.
"Dua jam." Ucap Syahril.
"O.. Kalau dua berati tidak lama kak." ucap Ay.
"Kok tidak lama." jawab Syahril dengan mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Iya tidak lama, kalau la itu 10 atau 20." Terang Ay.
"Loh kok gitu." Jawab Syahril dan Mimi pun ikut memperhatikan Ay dengan mengerutkan dahinya.
"Iya lah kalau dua itu tidak la jaraknya karena .." Ay menggantung ucapannya.
"Karena apa dek?" Mimi buka suara.
"Ya karena dua kan dekat dengan satu gini nih ( sambil memperlihatkan jarinya ditangan satu dan satu tangannya menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan dia menghitung.) nih kan satu, dua berarti kan dua dekat dengan satu jadi kan dekat jaraknya tidak jauh, kecuali satu sama sepuluh atau dua puluh baru lama." Cerocosnya.
"Hemm." Ucap Mimi menggelengkan kepalanya dan memanyunkan mulutnya dan berbeda dengan Syahril yang tak tahan dengan penjelasan Ay hanya senyum dan ketawa.
Ay yang mendapatkan Syahril ketawa penjelasannya mengerucutkan bibirnya dan tambah menampakkan pipi gembulnya.
"Kok ketawa penjelasannya manganya lucu ya kak?" Tanyanya.
"Iya lucu." ucap Syahril dan menatap Ay dari kaca spion.
"Hemm lucu ya." Ucapnya sambil mengetuk bibirnya dan menganggukkan kepalanya dan tak lupa bibir masih dikerucutkan.
Syahril yang melihat itu tambah ketawa ngakak, Ay yang mendengar Syahril ketawa keras mengerutkan dahi dan mengecutkna bibir serta menggembungkan pipinya.
Emak yang melihat interaksi tersebut hanya senyum dan menggelengkan kepala. Emak tak banyak bicara karena dia merasa kepalanya pusing akibat mabuk darat tapi gak sampai muntah.
Syahril terus ketawa dan Mimi pun hanya senyum melihat tingkah adiknya. Karena merasa diketawain Ay pun mengadu sama emaknya.
Makasih hanya menanggapi anak bungsunya yang gembul itu sambilemgusap lembut kepala anaknya.
"Kak Syahril ketawa karena Ay lucu." Ucap Mak. "Sudah sudah jangan merajuk, tuh kan tambah nampak gembul kayak roti goreng pipi Ay." Goda emak sambil mencubit kedua pipi gembul Ay dengan gemes.
"Humm masa pipi Ay kayak roti goreng." Ucapnya sambil memegang kedua pipi yang habis di cubit sayang sama emak.
"Iya dek karena pipi adek gembul." Sahut Syahril.
Tak terasa mobil pun sudah berhenti di depan rumah nenek nya Mimi dan mereka pun turun dari mobil, Ay langsung lari menaiki tangga.
"Ay jangan lari-lari." Teriak emak dan Mimi bersamaan melihat Ay lari dan m naikin tangga.
Syahril menurunkan barang-barang dari bagasi satu persatu, emak mengambil kardus serta tasnya dan menentengnya untuk dibawa ke atas.
"Eh Mak, biar Syahril yang bawa." cegah Syahril melihat emak langsung menenteng tas dan kardus.
"Ndak apa Riil, ini tas sama kardus ringan." Ucap Mak dan berlalu naik ke atas.
__ADS_1
Mimi juga membawa tasnya sendiri dan Syahril melarangnya.
"Biar kakak aja." Ucapnya dan langsung mengambil tas yang dipegang oleh Mimi.
"Ndak apa kak biar Mimi yang bawa tas Mimi kakak bawa dua kardus sama karung itu ya." Ucap Mimi dengan senyuman.
"Ya udah kalau gitu." Mereka pun menaiki tangga dengan bawaan masing-masing.
"Kok kardusnya berat dek. apa isinya." Syahril akhirnya kepo juga.
"Itu isinya pisang sama buah." Jawab Mimi.
Setelah sampai teras Syahril menaruh dua kardus dan akan kembali turun u tuk mengambil karung. sama halnya dengan Syahril Mimi pun ikut turun.
"Loh kok ikut turun." Ucap Syahril.
"Mau bantuin kakak lah, kota angkat berdua karungnya." jawab Mimi sambil memegang salah satu sisi karung.
"Ndak usah biar kakak sendiri aja.," Ucapnya.
"Berat kak, kalau berdua kan jadi ringan bawa ke atas." Ucap Mimi.
"Berat! emang apa isinya?" Tanya Syahril karena sewaktu masukkan ke bagasi sebelumnya gak begitu berat-berat amat.
"Yang dalam karung isinya kelapa sama dogan." Ucap Mimi.
"Kakak kuat kok kan tadi juga kakak bawa sendiri masukin ke bagasi." Ucapnya.
"Eh iya juga ya hehehe.." Ucap Mimi.
Mereka berdua akhirnya naik ke atas danbawa karung tersebut bersama-sama.
****
HAI ASSALAMUALAIKUM SELAMAT SIANG SOBAT DOKTER JANTUNGKU TERIMAKASIH MASIH SETIA DI CERITA RECEH INI.
JANGAN LUPA YA TERUS BERI DUKUNGAN KALIAN YA.
VOTE
RATE
LIKE
__ADS_1
KOMEN
KARENA DUKUNGAN DARI KALIAN MERUOAKAN PENYEMANGAT UNTUK DIRIKU SIPENULIS DADAKAN INI.