DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Awal keresahan Syahril


__ADS_3

Permasalahan berkelit di dalam hati tanpa disadari membuat dua insan memiliki pemikiran tersendiri.


Yah permasalahan ini datang ketika di semester awal di kelas baru. Seperti biasa bila ujian semester usai mereka akan berkumpul untuk mengikuti acara yang diadakan setiap ujian selesai menjelang penerimaan raport yaitu classmeting.


Yang semulanya Mimi yang tidak hadir untuk mengikuti namun semenjak mengenal dan telah memiliki kekasih dia pun akhirnya ikut serta. Tapi tidak di semester ini, semester kali ini Syahril tidak mengikuti classmeting dengan alasan dia akan pergi ke kota kembang.


Kala itu disaat ujian awal semester di kelas dua selesai seperti biasa kami selalu bersama.


"Oh ya hari ini ujian selesai, nah besok kita mau ikut lomba apa nih buat ngisi acara menjelang terima raport." Tanya Emma kepada kami semua.


"Iya nih Riil, kita buat lomba yang berbeda lah kali ini." Usul Erwan.


Syahril hanya diam menyimak teman-temannya berbicara.


"Eh sorry guys, kali ini aku gak ikut serta." Ucap Syahril.


"Kenapa Riil?" Tanya bang Idho.


Aku yang mendengarnya hanya melihat nya dan menunggu jawabannya. Lama Syahril terdiam dan aku masih melihatnya dalam diam akhirnya diapun membuka suaranya.


"Hem, besok aku dan keluarga akan pergi ke kota kembang." ucapnya.


Setelah dia memberi jawaban semua teman hanya ber oh ria kecuali Ryan dan Andri. Karena hari semakin terik kami pun melanjutkan perjalanan kami sambil bersenda gurau.


Syahril mengajak kami semua untuk singgah ke kedai mang Udin untuk sekedar makan tekwan dan minum jus.


Sesampainya disana aku langsung menuju meja favoritku yang berada di pojok dan Syahril juga ikut duduk di mejaku.


Aku menatap nya seakan meminta penjelasan, walau aku telah tau kalau dia akan pergi ke kota kembang. Syahril yang melihatku seolah dia tau apa yang ku inginkan diapun akhirnya menceritakan.


"Maaf ya dek besok kakak ndak bisa ikutan seperti sebelumnya." Ucapnya.


"Ya udah gak apa kak, kalau gitu Mimi pulang juga ya." pintaku.


"Kalau adik pulang, pulang sama siapa?" Tanya nya.


"Mungkin nanti Mimi pulang sama Dewi dan Asri aja." jawabku dan Syahril menautkan kedua alisnya aku tau dia meminta penjelasan siapa itu Dewi dan Asri.


"Dewi dan Asri anak baru kak di kelas Mimi," Penjelaskan terpotong karena pesanan ku udah di atas meja aku pun mengucapkan makasih sama mangcek.


"Makasih cek." ucapku.


"Sama-sama selamat dinikmati." Jawab nya dengan senyum.


Syahril masih menunggu lanjutan dari penjelasan ku.


"Terus apa hubungannya dengan dia dan adik pulang bersama?" Tanyanya.


"Iya kak, ternyata mereka berdua searah rumahnya jadikan bisa satu travel." jelasku sambil meracik tekwan dengan memasukkan kecap, cuka dan cabe.


"Satu desa?" Tanya kak Syahril kembali.


"Ndak juga," ucapku sambil mencicipi racikan ku udah pas atau belum.


"Terus?" Tanya kak Syahril sambil menyendokkan sendok nya ke mangkok ku.


"Ya cuma searah kak, Asri di desa suka jaya di jalan lintas, nah kalau Dewi di desa Adi jaya sebelahan dengan desa Mimi." jelas ku. sambil menerima suapan dari kak Syahril.


Yah beginilah aku dan kak Syahril jika makan kami selalu menghabiskan yang ada di mangkok ku terlebih dahulu.


Ryan yang melihat kami selalu melihat adegan tersebut dia juga selalu meminta Di'ah untuk melakukan hal yang sama.


"Ckkk kau nih Riil." Ucap Erwan.


Syahril terus menikmati tekwan kami dan tak menghiraukan decakan orang disekitar kami.


"Woy serasa kedai mangcek milik berdua." Sindir Emma dan diiringi gelak tawa sekitar.


"Ckkk kalian ini duo sejoli rese iri copy paste aja boss!!" Ucap Syahril yang merasa keganggu oleh gangguan-gangguan sahabatnya.


Erwan mendengar Syahril bicara seperti itu dia pun memintak Emma untuk melakukan hal serupa guna menyindir Syahril.


"Ayangku Emma yuk kita buat kedai mangcek milik kita berdua juga." Ucap nya.


Rayuan maut yang di lontarkan oleh Erwan sontak membuat kami semua tertawa.


"Hahahaha"


"Boleh la yank Aaa." Ucap Emma dan menyendok kan tekwan ya ke arah Erwan.


Sebelum tekwan masuk ke dalam mulut Erwan Rudi nyeletuk menyindir Erwan.


"Ayok siap-siap singkirkan minuman kalian." Celetuk Rudi dan kami pun menyingkirkan minuman kami jauh dari jangkauan Erwan dengan tawa.


Emma yang melihat Erwan belum juga membuka mulutnya dia pun menyuruh Erwan untuk membuka mulut.


"Ayok aaaa!!' ucap Emma namun Erwan termangu dan menelan salivanya karena dia telah membayangkan bagaimana rasanya tekwan racikan Emma.


"Ayook yank buka mulutnya aaa ckk." Ucap Emma dengan decakan.


"Ndak jadilah yank, minumannya dah pada kabur." Ucapnya, sekali lagi kami tertawa dengan jawaban konyol Erwan.


Yah siapa yang tak tau racikan makanan berkuah antara Mimi, Emma dan Di'ah. Racikan pedas asam dan manis berpadu dari cabe rawit 4-5sendok full bahkan menjunjung , cuka makan 2-4tetes dan kecap manis secukupnya. Bagi yang tak tahan maka bersiap-siaplah lah mulut ndower mangap-mangap kepedasan.


Tapi tidak dengan Syahril dan Ryan yang nota bene juga pecinta pedas jadi jika mereka memakan racikan tersebut bagi mereka tak bermasalah.


Tak terasa tekwan dalam mangkok ku dan mangkok Syahril pun ludes tanpa sisah dan yang tersisa hanya rasa kenyang di perut.


Karena hari semakin siang kamipun beranjak untuk pulang ke rumah masing-masing.


***


Malam pun telah tiba karena ujian telah usai dan paket soal dari bimbel jarak jauhnya juga belum ada yang terbaru maka Mimi pun bebas dari yang namanya buku-buku.


Karena merasa bosan Mimi melihat layar hp nya namun tumben kosong dari segala yang namanya pesan memesan.


Mimi teringat kalau Syahril besok akan pergi ke kota kembang dan Mimi berencana akan pulang bersama Dewi dan Asri maka dari itu Mimi mencari kontak Dewi di layar hp nya.


Setelah ketemu kontak Dewi, Mimi langsung menelpon si empunya nomor, namun berkali-kali tak di angkat, karena tak juga di angkat Mimi coba menelpon kontak si Asri dan akhirnya tersambung.


"Tut tut tut."


"Hallo salamualaikum." ucap Asri.


"Hallo Sri, ini Mimi." Jawab ku.

__ADS_1


"Oh Mimi ada apa Mi?" tanya nya.


"Oh ya Asri sama Dewi jadi besok pulang?" Tanya ku balik.


"Jadi Mi, mungkin agak siangan." Ucapnya.


"Oo, jam berapa Sri kira-kira?" tanyaku.


"Yah jam duaan lah Mi, emang ada apa Mi? ucap Asri.


"Emm Mimi ikut bareng kalian ya." Ucapku.


"Oh boleh tapi kita pagi mau pergi ke Ramayana dulu ya Mi." Ucapnya.


"Boleh deh, oh ya Dewi mana kok tadi Mimi telpon dak di angkat." Tanya ku.


"Oh Dewi tadi pulang ke rumah Dika Mi." Jawabnya.


"Oh gitu ya, ehmm oh ya Sri Asri dah pesan tiket nya belum?." Tanyaku.


"Belum Mi, eh tapi Ndak tau juga apa Dewi jadi apa nggak dia pesankan tiket nya nanti aku coba tanya dulu." Jawabnya.


"Oh yalah kalau gitu jangan lupa pesankan buat Mimi juga ya Sri pesan bangku belakang supir Sri biar kita bertiga dekatan." Ucapku.


"Oke nanti aku sampein ke Dewi." Ucapnya.


"Ok Sri makasih ya sebelumnya, kalau gitu udah dulu ya." Ucapku kembali.


"Oke Mi ini aku juga lagi beresin baju-baju." ucapnya.


"Oh ya udah maaf ganggu ya salamualaikum." ucapku.


"Waalaikum salam." Jawabnya dan sambungan pun terputus.


Tak berselang lama sambungan teleponku bersama Asri terputus masuk panggilan dari Dewi dan segera kugeser gambar warna hijau ke atas.


"Assalamualaikum Mi, ada apa?" tanya Dewi.


"Waalaikum salam, ndak ada apa-apa Wi cuma mau tanya aja tadi apa Dewi jadi pulang besok?" tanyaku.


"Oh jadi Mi, kenapa?" tanyanya.


"Em rencana Mimi mau ikut bareng sama kalian." Ucapku


"Oh boleh deh besok biar sekalian Dewi pesankan tiketnya." Ucapnya.


"Boleh Wi, pesan bangku belakang supir ya jangan paling belakang." Ucapku.


"Sip lah itu, tapi nanti aku langsung tunggu di loket ya soalnya aku tidur di rumah Andika malam ini." terang nya.


"Oke deh besok Mimi ke loket bersama Asri." jawabku.


"O oke.. kalilo gitu udah ya Mi nih di panggil ma Tante mamanya Andika." Ucapnya.


"Oke Wi makasih ya salamualaikum." Ucapku.


"Waalaikum salam." jawabnya dan sambungan pun terputus.


Ku dengar Nyai memanggilku di luar.


"Mi.." panggilnya.


"Iya nyai ada apa?" Tanya ku.


"Jadi besok pulang?" Bicik yang bertanya padaku.


"Jadi cik."


"Sama siapa?" tanya nya lagi.


"Sama kawan cik."


Ya sebelumnya sepulang sekolah tadi aku telah mengutarakan maksudku untuk pulang ke rumah orang tua ku kepada Nyai.


"Cowok apa cewek?" Tanya pakcik suami bicik.


"Cewek cik." Jawabku.


"Dak, Nyai nih pengen ke tebing juga sekalian lah berangkat sama Nyai besok." terang bicik.


"Oh boleh lah kami telpon kawan dulu biar di pesankan tiket satu lagi." Jawabku dan langsung menuju kamar untuk mengambil hp dan kulihat ada beberapa pesan masuk tapi kuabaikan sementara untuk menelpon Dewi.


"Tuttuttut." Sambungan pun tersambung.


"Hallo assalamualaikum Mi." ucap Dewi.


"Waalaikum salam Wi," jawabku.


"Ada apa Mi?"tanyanya.


"Wi tiket nya belum dipesan kan?" tanyaku.


"Belum Mi, besok pagi dipesankan ma Andika, ada apa ya Mi?" tanyanya pula.


"Pesankan satu lagi ya buat nenekku."ucapku.


"Oh ok Mi."


"Ya udah kalau gitu makasih ya wi sebelumnya." Ucapku.


"Siipp jam dua ya besok Mi." ucapnya mengingatkanku kembali.


"Ok Wi, udah dulu ya Assalamualaikum."


"Waalaikum salam." ucapnya dan sambungan telpon pun terputus.


Karena urusan pesan tiket dah selesai akupun melihat pesan dari kak Syahril.


"Assalamualaikum dek."


"Dek lagi apa?"


"Dek dah tidur ya?"


"Dek kalau dah tidur masih online nih wa nya."

__ADS_1


Runtutan pesan dari Syahril kubaca dan akhirnya aku membalas pesannya.


"Waalaikum salam kak."


"Belum tidur kak tadi Mimi lagi telponan."


Semua pesanku dah tercentang dua dan ingin kirim pesan selanjutnya dia meneleponku melalui video call dan segera aku angkat.


"Assalamualaikum dek, telponan sama siapa tadi." Tanyanya setelah sambungan terhubung.


"Waalaikum salam kak, tadi Mimi telponan.." belum juga selesai ngomong langsung dipotong oleh Syahril.


"Sama siapa dek hmm?" tanya nya.


"Hmm kebiasaan orang belum selesai ngomong langsung di cutt." ucapku sambil cemberut.


"Idih tu bibir kenapa monyong." ucapnya.


"Abis kakak belum juga selesai Mimi ngomong sudah di sambar aja."


"Ya udah maaf ya sayang, tadi telponan ma siapa?" Tanyanya lagi.


"Sama Dewi kak."


"Oh.. Jadi ya besok adik pulang?"


"Jadi kak,Nyai juga ikut besok."


"Jam berapa dek?"


"Jam dua kak, Kakak besok jam berapa berangkatnya, naik apa?


"Borongan nanyanya dek."


"Iya hehehehe."


"Berangkat dari rumah jam setengah sembilan dek naik pesawat dan kakak naik di penerbangan jam 10." Terangnya.


"Oh..."


"Kenapa dek, kangen ya?" ucapnya dengan memainkan matanya.


"Iss kakak."


"Kenapa?"


"Gak tau kak kok merasa gak enak an gitu, hati-hati ya kak besok."


"Iya dek, adek juga hati-hati juga ya besok."


"Iya kak." Ucapku dengan terus melihat wajahnya entah mengapa perasaan ku tak enak.


Puas ku berbicara dengan kak Syahril melalui video call dan malam pun kian larut diapun mengakhiri telpon kami.


"Udah dulu ya dek dah malam nih, tidur lagi ya Miss you sweet dreams."


"Sweet dreams too kak assalamualaikum._ ucap ku mengakhiri perbincangan kami.


"Waalaikum salam."


Video call pun usai aku segera menuju kebelakang guna mengambil wudhu karena aku belum menunaikan sholat isya.


Setelah berwudhu akupun segera melaksanakan sholat isya dan setelah itu pun ku panjatkan doa kepada sang khalik agar perasaan gundahku tersalurkan dengan mengadu kepadanya.


"Ya Rabb ku serahkan segalanya kepadamu, berikanlah keselamatan atas diriku, keluargaku dan dirinya.


Ya Rabb selamatkan lah perjalanannya kami esok hari lancarkan lah perjalanannya kami. aamiin."


Karena mataku sudah tak tertahankan akupun segera melepaskan mukena dan beranjak ke atas kasur untuk merekatkan tubuh ku dan setelah membaca doa akupun terlelap dalam tidurku.


**


Esok pagi, pagi-pagi Syahril kerumah untuk sekedar melihat ku sebelum dia pergi katanya.


"Assalamualaikum." Ucapnya.


"Waalaikum salam." Jawabku yang kebetulan sedang menjemur pakaian.


"Loh kak, ayo masuk." ucapku.


"Ada apa kak?" tanyaku seketika melihat wajahnya.


"Gak apa dek cuma kangen aja sama adek." Jawabnya.


"Idiih baru juga semalam kita vedio callan kak." Jawabku.


"Iya dek ndak tau kenapa kakak merasa kangen aja sama adek."


Tak berselang lama terdengar suara motor berhenti di bawah dan muncullah Asri.


"Assalamualaikum." Ucap Asri.


"Waalaikum salam Sri ayok masuk." Ucapku Sri masuk dan melihat ada Syahril diapun melihat ke arah ku.


"Oh ya Sri kenalin ini kak Syahril," Ucapku dan mereka pun berkenalan.


Kamipun berbincang-bincang dan tak terasa waktu terus berjalan dan aku teringat kalau kak Syahril akan berangkat jam Setengah sembilan.


"Kak, Kakak jadi berangkat jam setengah sembilan?" Ucapku mengingat kan nya karena jam telah menunjukkan jam setengah sembilan.


"Eh iya ya udah ya dek kakak pulang dulu, kamu hati-hati ya." Ucapnya dia pun pamit kepadaku dan Nyai.


Setelah dia pulang Aku mengajak asri untuk masuk ke rumah dan aku pun bersiap-siap.


__________tbc_________


______________________


Alhamdulillah bisa up lagi, makasih para Riders setia Dokter Jantungku jangan bosan untuk membacanya ya.


Jangan lupa dukungan dan tinggalkan jejaknya ya dan selipkan novel authore di favorit ya.


vote


rate

__ADS_1


like


komen


__ADS_2