
Setelah semua siap kami semua mulai start untuk berangkat liburan bersama, lebih tepatnya ikut kak Syahril cs mengantar perlengkapan administrasi untuk kuliahnya nanti.
Start jam lima sore dari kota Jambi dan diperkirakan jam lima atau jam enam subuh kami sampai ke kota pedang.
Disepanjang jalan kami selalu bersenda gurau, tak hanya kami yang pergi tapi kak Farhan,kak Riska dan kak Rendi pun ikut karena mereka juga mendaftarkan diri di universitas yang ada di kota pedang.
Kami janjian kepada mereka bertiga di depan gerbang universitas yang ada di kota Jambi.
Setelah kami bertemu Novi yang notabene pacar dari Rendi pun di ciliknya untuk satu mobil dengan dirinya.
Kami berempat mobil membelah gelapnya malam dengan penerangan dari sinar rembulan dan lampu-lampu jalan yang tak setiap jalan ada.
Tiga jam sudah perjalanan kami dan perut pun sudah mulai meronta-ronta meminta untuk segera diisi daya.
Krucuk krucuk krucuk terdengar Bell dari perut bang Idho, ya di mobil kak Syahril terdiri dari Mimi, bang Idho dan kak jenie serta kak Rudi dan kak Rani. Tak hanya terdengar Bell dari bang Idho, ternyata Bell dari perut kak Rudi pun berbunyi.
"Ayoo Bell siapa yang sudah berbunyi hahahaha?" tanya Mimi dengan candaan.
"Eh besar juga ternyata Bell nya ya hahahaha" sahut bang Idho.
krucuk krucuk krucuk
"Nah yang satu ini Bell nya terdengar dekat?" sindir Mimi.
"Iya ya ternyata Bell nya berkali-kali minta segera di buka nih." jawab kak Rudi.
"Yaudah telpon yang lain Rud, kita berhenti dimana?" kak Syahril menyuruh kak Rudi untuk menghubungi yang lain.
Kak Rudi pun segera menghubungi ke semua dan akhirnya kami semua berhenti disalah satu ruko yang telah tutup.
"Riil, kata mereka kalau berhenti ke rumah makan sekitar satu jam lagi." kak Rudi memberitahukan kepada kak Syahril.
"Wah kelamaan kalau gitu, tapi gak apa juga sih kita ganjal pakek roti aja dulu." jawab kak jenie yang emang sebelumnya dia melihat banyak roti untuk pengganjal perut.
"Iya tapi kata Farhan kita cari aja ruko-ruko ditepi jalan, kita makan di ruko aja karena dia juga udah kelaparan." ucap kak Rudi memberitahukan usul dari teman yang lain.
"Bagus juga kebetulan aku juga dah gak tahan nih, kalau di ganjal roti belum puas." jawab Syahril sambil menyetir.
"Oh ya yank, cukup nggak bekal adek tadi?" tanya Syahril kembali.
"Kurasa cukup lah Riil, kebetulan juga tadi aku di bawain juga ma emak ku bekal." sahut bang Idho.
"Kami tadi juga bawa bekal." sahut kak Rani dan kak Jenie.
"Nah kalau gitu kita berhenti di ruko yang udah tertutup aja Rud, beritahu mereka." ucap kak Syahril.
"Oh ok kalau gitu." jawab kak Rudi dan dia pun langsung memberitahukan kepada yang lain dan di beberapa kilo meter lagi ada ruko.
Kami semua berhenti di ruko tepi jalan Sudana sepi menyelinapi, kami semua mengeluarkan bekal-bekql yang kami bawa.
Ternyata ceweknya kak Farhan juga membawa bekal sehingga Bella yang kami bawa lebih dari kata cukup.
Kami menyantap bekal kami dengan beraneka menu dengan lahapnya dengan ditemani kicauan suara jangkrik yang nyaring di malam yang sunyi.
Kurang lebih setengah jam kami beristirahat dan kami melanjutkan kembali perjalanan kami yang masih panjang.
"Riil, mau digantiin nggak?" tawar kak Rudi.
"Ntar aja Rud, lebih baik Lo tidur aja buat stamina," jawab kak Syahril.
"Oke deh kalau gitu gue tidur dulu ya." ucap nya
"Siip." jawab kak Syahril dan kami semua sudah memasuki kedalam mobil.
Tit tit tit tit kami saling memberitahu lewat klakson mobil bahwa kami siap jalan.
Beberapa jam sudah perjalanan yang ditempuh dan dijalanan hanya mobil-mobil besar seperti mobil truk yang mendominasi di sepanjang jalan.
"Wah kak, banyak mobil truk ya kalau malam?" tanya Mimi kepada Syahril.
"Iya dek, itu mobil batu bara." terang Syahril.
"Kalau adek dah ngantuk tidur aja." imbuhnya lagi.
"Ndak Mimi belum ngantuk, kalau Mimi tidur kakak sendirian." jawab Mimi.
Yah di dalam mobil yang masih terjaga hanya Mimi dan Syahril, sedangkan ke empat penumpang di belakang sudah berlayar m ngikuti kelokan jalan.
"Apa kakak ndak capek? tanya Mimi.
"Belum nanti aja kalau sudah di perbatasan jambi-pedang baru gantian sekalian nanti kita istirahat bentar." jawabnya.
"Oo," jawab Mimi sambil terus melihat ke depan samping Syahril berjejer mobil-mobil besar.
"Tidur aja kalau ngantuk jangan dipaksakan." imbuh Syahril yang melirik ke arah Mimi yang sudah keliatan lelah.
"Ndak nanti aja bareng kakak." jawab Mimi asal.
"Emm mau bareng kakak? dimana nih kita cari tempat tidurnya?" jawab Syahril dengan menggoda Mimi.
"Hah, maksud kakak apa?" tanya Mimi.
"Tadi katanya mau tidur bareng kakak, jadi dimana kita cari tempatnya." goda Syahril dengan menaik turunkan alisnya.
Mimi yang baru mencerna ucapan Syahril dan diapun mencoba kembali mengingat omongan nya sebelumnya pun langsung mengerucutkan bibirnya dan menamplok lengan Syahril.
Plak Mimi memukul lengan Syahril.
"Aduh dek KDRT loh nih, iya nanti kakak temanin tidurnya hahaha." canda Syahril.
"Isss piktor kakak nih, dasar!" ucap Mimi dengan cemberutnya.
__ADS_1
"Udah jangan cemberut dan jangan di panjangin tuh mulut." jawabnya.
"Mau kakak cip*k lagi" imbuhnya dengan berbisik.
"Ihhh.." jawab Mimi dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Hahahaha." Syahril ketawa dengan renyahnya dan membuat Rudi bangun.
"Kalian berdua rebut aja gangguin orang tidur aja." ucap Rudi dengan mengubah posisi tidurnya dan kembali menutup mata.
"Nah tuh anak ngigau atau apa!" ucap Syahril.
"Ngigau kali kak." jawab Mimi "dah kakak fokus nyetirnya, tuh liat di depan masih banyak mobil batu bara nya." imbuh Mimi.
"Iya pada keluar kayaknya batubara." jawab Syahril.
Setelah melewati hutan, perkampungan, dan kini kami melewati kota kabupaten dan beberapa jam lagi kami akan tiba di perbatasan jambi-pedang.
"Tidur aja dek." Syahril selalu menyuruh Mimi untuk tidur.
"Ndak kak bentar lagi kan perbatasan jambi-pedang nya?" tanya Mimi.
"Iya sejam lagi." jawab Syahril.
Kami terus berbicara untuk mengusir rasa kantuk dan tak terasa perbatasan jambi-pedang pun sudah terlihat.
"Dek, coba telpon yang lain mau berhenti dimana?" Syahril menyuruh Mimi untuk menghubungi yang lain dan Mimi pun melaksanakan perintahnya.
"Kak, kata mereka kita berhenti di masjid kota baru aja." ucap Mimi.
"Oh ok kalau gitu, kurang lebih setengah jam lagi nyampe." ucap Syahril.
Seperti perkiraan setengah jam dari perbatasan kami sampai di masjid kota baru dan tepat di tengah malam.
Kami berhenti di masjid tersebut dan ternyata banyak juga mobil berhenti disana. Mimi dan yang lain turun dari mobil dan Mimi mengajak Di'ah, Emma, Manda, Novi, Sila, kak Rani, kak Jenie, dan kak Siska untuk pergi ke toilet masjid.
"Para cewek ada yang mau ke toilet ndak?" tanya Mimi kepada semua para cewek.
"Ayo Mi, aku dah ndak tahan." jawab Di'ah dan Manda.
Kami bertiga pun langsung menuju ke toilet masjid untuk BAK dan diikuti dengan yang lain.
"Eh tunggu." sahut Novi dan Emma.
"Main tinggal aja." ucap Emma setelah sejajar dengan kami.
Kak Jenie, kak Rani dan kak Siska pun pergi ke toilet Bahakan para lelaki pun ikut serta.
Setelah selesai dari toilet kami kembali ke depan.
"Uhh segar nya." ucap Emma.
"Iya dingin airnya." sahut Manda.
"Kenapa kesana kak?" tanya Mimi.
"Didepan sana ada kedai kita minum yang hangat-hangat dulu." terangnya.
"Yaudah ayok kita kesana buruan." ajak kak Rani.
"Iya yang cowok dah pada kesana." sahut kak Jenie.
"Yaudah ayok kak," ucap geng rusuh serentak dan kami pun menyusul para cowok ke kedai yang berada di luar area masjid.
Disana para cowok sudah memesan minuman dan memakan camilan yang ada di kedai tersebut.
"Dek, sini." kak Syahril memanggil Mimi dan Mimi pun mengangguk dengan senyum dan langsung menuju kearahnya.
"Adek mau minum apa?" tanya kak Syahril.
"Itu kakak minum apa? Mimi bukannya menjawab malah balik tanya setelah melihat gelas yang berada di depan Syahril.
"Oh ini kakak minum teh Talua." jawab kak Syahril. "Nih mau nyicip?" ucapnya dan Mimi mengangguk.
Syahril menyendokkan teh Talua nya dan disiapkan ke Mimi "Aaa" ucapnya dan Mimi pun menerima suapan nya.
"Beuh Ndak dimana-mana kalian berdua ini selalu saja." sindir Rudi.
"Syirik aja Lo Rud, nih siapin Rani." jawab Syahril dan membuat pipi kak Rani merona seketika.
"Gimana dek?" ucap Syahril setelah Mimi meminum teh Talua tersebut.
"Emm kok rasanya seperti ada telurnya kak?" jawab Mimi sambil mengecap bibirnya.
"Namanya juga teh Talua Mi." Ryan menyahuti.
"Iya dek ini namanya teh Talua, teh yang di padukan dengan telur baik itu telur ayam kampung atau telur bebek." terang Syahril.
"Betul mi, buat nambah stamina." sahut Rendi.
"Oo" Mimi hanya beroh ria.
"Adek mau pesan minum apa?" tanya Syahril kembali.
"Capuccino aja kak." jawab Mimi.
Dan kak Syahril pun memesan minuman untuk Mimi. Tak lama datang pesanan mereka beruap nasi goreng, mie goreng, dan ada bakso juga.
"Adek mau pesan makan apa?" tanya Syahril .
"Kakak pesan apa tadi?" tanya Mimi balik.
__ADS_1
"Biasa kakak pesan bakso biar hangat-hangat ." katanya
"Yaudah samain aja." jawab Mimi.
Tengah malam kami makan lagi, Mimi dan Syahril memesan bakso dan seperti biasa pula memakan bakso di mangkok Mimi dan stelah itu sambung ke mangkok Syahril.
Satu jam kami beristirahat di kota baru ini, dan di kota baru ini kalau malam-malam apa lagi dimalam minggu ini cukup ramai muda-mudi keluar.
Kami semua pun bersiap kembali untuk melanjutkan perjalanan kami dan kami ini kak Rudi menggantikan kak Syahril.
"Nah Rud, gantian." ucap kak Syahril
"Oke." jawab Rudi, kak Rudi dan kak Rani pun duduk di depan.
tak hanya mobil kami yang berganti supir, yang lain pun berganti supir karena perjalanan kami kurang lebih lima jam lagi sampai ke kota pedang.
Disepanjang jalan kami masih bersedia gurau dan tak lama Mimi pun tertidur di pundak Syahril. Syahril yang melihat kepala Mimi telah jatuh di pundaknya pun menahannya dan dia mencuri ciuman di pucuk kepala Mimi dan direngkuhnya tubuh Mimi agar memberi kehangatan dan kenyamanan sepanjang perjalanan hingga diapun ikut terlelap.
Entah karena lelah dan capek sehingga Mimi nyenyak tidurnya disepanjang jalan dan tau-tau sudah sampai di kota pedang.
"Riil, bangun." Rudi membangunkan Syahril karena mereka telah sampai.
"Hemm." jawab Syahril.
"Dah sampai kita Riil." ucap bang Idho dengan menepuk pundak kak Syahril dari belakang.
Syahril pun terbangun dan hendak merentangkan tangannya namun tertahan karena Mimi masih nyaman berada dalam dekapannya. Syahril melihat intens wajah Mimi yang masih terlelap dan dia menyingkirkan rambut yang menghalangi pandangannya ke wajah Mimi.
Mimi yang merasa pipinya ada yang m ngeluspun terbangun dan dia membuka mata nya pertama kali dilihatnya wajah Syahril dengan senyuman.
"Dah sampai dek." ucapnya.
"Emm dah sampai ya." jawab Mimi dan belum sadar jika dia masih berada dalam dekapannya Syahri.
"Emm sudah yok kita turun." ucap Syahril.
"Yaudah ayok." jawab Mimi tapi masih enggan berpindah posisi.
"Eheeem." bang Idho berdehem di bangku belakang sontak Mimi melihat ke belakang.
"Kenapa bang?" tanya Mimi polos.
"Sudah pelukannya!" sindir kak Jenie.
"Hah" Mimi belum sadar dan stelah melihat posisi nya baru dia tersadar dan segera menyingkir dengan wajah yang merona dan Mimi langsung membuka pintu dan keluar.
Mimi yang sudah keluar terperangah karena mereka berhenti disebuah rumah bercat putih dan bertingkat dua.
Syahril mendekat ke arah Mimi yang masih diam di tempat.
"Ayok kita masuk dulu istirahat." ucap Syahril dengan menggandeng tangan Mimi dan diikuti oleh bang dihitung dan kak Jenie.
"Kita dimana kak?" tanya Mimi.
"Di rumah." jawab Syahril dan terus melangkah masuk dan ternyata mereka semua sudah berada di dalam rumah ini.
"Ckk kalian la amat keluar mobil." sindir Ryan kepada kami berempat yang baru nongol.
"Biasa ada yang sudah dibangunin." sindir bang Idho dan langsung duduk di sofa dan diikuti oleh kak Jenie.
"Yaudah kalian kalau mau mandi silahkan." ucap kak Ryan.
"Ayo Mi, kita ke kamar." ajak Di'ah dengan mengamit tangan Mimi.
"Ayok, eh tapi tunggu tas nya belum dikeluarkan." jawab Mimi.
Syahril pun nongol dari pintu dengan membawa dua buah tas yaitu tas Mimi dan tas dirinya.
Entah kapan dia kembali keluar rumah sehingga tiba-tiba dia sudah membawa dua tas.
"Nih dek, sana mandi." ucapnya dan Mimi pun menerima tas yang diberikan oleh Syahril.
"Makasih kak." jawab Mimi.
"Di'ah sudah mandi?" tanya Mimi.
"Belum lagi nunggu giliran, Emma sekarang yang mandi." jawabnya sbilelengos jalan menuju salah satu kamar.
didalam kamar Manda, Novie dan sila sudah siap dan rapi.
"Emang kita sudah lama ya sampainya?" tanya Mimi bingung karena ketiga temannya sudah rapi.
"Emm lumayan." jawab Di'ah dan tak lama Emma keluar dari kamar mandi.
"Ckk yang baru bangun." sindir Emma dengan mailsih balutan handuk.
"Hahahaha" diiringi ketawa mereka semua dan Mimi hanya tersipu malu karena biasanya Mimi yang awal bangun dari mereka semua..
Hai assalamualaikum selamat pagi selamat beraktifitas dan selamat membaca.
Alhamdulillah dokter jantungku update dipagi hari ini semoga ceritanya menyenangkan buat kalian semua.
Seperti biasa authore meminta dukungan dari kalian semua riders dokter jantungku jangan lupa beri dukungan sebanyak-banyaknya ya dan jangan lupa Krisan dikolong komentar biar authore bisa memperbaiki dalam penulisan nya.
vote
like
rate
komen
__ADS_1
🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆