DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
253 Hariku mulai tanpamu terasa hampa


__ADS_3

Sepanjang malam Mimi menangisi nasibnya seorang diri, tiada teman yang menemani nya, lelah itu yang dirasakannya hingga diapun tertidur dimana dia menangis.


Mimi tertidur di lantai tanpa alas dan bantal bahkan selimut, dia tertidur di depan TV dnegn berbantal lengannya.


Mimk tidak tau jam berapa dia tertidur semalam hingga saat dia terbangun sinar matahari telah masuk kedalam lewat celah-celah jendela.


Mimk mengerjakan matanya saat sianr mentari tersebut tepat mengenai matanya. Mimi membuka matanya perlahan, Mimk seraya beranjak dari rebahannya, Mimi berusaha duduk namun kepalanya sakit tak terkira.


Mimk memejamkan matanya dengan berusaha untuk bangkit dari duduknya. Mimi berpegangan pada dinding, Mimi berusaha untuk berjalan menuju kedapur.


Perlahan Mimi berjalan dengan tangan berpegangan pada dinding dan mata masih dia pejamkan, karena bila di buka maka kepalanya akan berdenyut dan sakit.


Sesampainya di wastafel, Mimi membasuh mukanya dengan mata yang masih terpejam, setelah itu Mimi mencoba membuka matanya kembali secara perlahan, walau rasa sakit kepalanya Mimi tetap menahan rasa sakit itu.


Mimi kembali masuk kedalam dan Mimi mematikan semua lampu-lampu yang dinyalakan nya semalam. Mimi sengaja tidak membuka jendelanya karena Mimi ingin sendirian.


Mimi berulang kali menghelakan nafasnya untuk !menghalau kepenatan hati nya. Mimi terbiasa sendiri dari awal tapi entah mengapa kali ini walau dia sendiri terasa sepi, sunyi dan hampa.


Mimi kembali menuju dapurnya, si bukanya kulkas melihat ada bahan sisa atau tidak buat dia masak.


Di kulkas masih ada buah, ayam, ikan dan cumi yang belum dimasak nya, Mimi ambil sebuah apel buat dia makan pagi ini.


Dibukanya lemari makan, disana juga ada queker oat meal. Mimk ambil, perutnya terasa lapar tapi dia malas untuk makan. Akhirnya Mimi kembalikan oatmealnya kedalam lemari.


Mimk mengambil pisau untuk mengulas apel dan memotong apel. Mimi memakan apel dengan kunyahan perlahan. Pahit itu yang Mimi rasakan dari apel ini. Mimi tetap memaksa untuk memakannya. Setelah itu Mimi mengambil obat di kotak obat yang disediakan oleh Syahril.


Mimi !mengambil obat buat menghilangkan rasa sakit kepalanya, setelah minum obat Mimi keluar kamarnya dan menuju kamar belakang.


Di bukanya pintu kamar, dilihatnya sekeliling kamar itu. Seketika membuat dada Mimi terasa sesak bila melihat kasur yang sering digunakan Syahril.


Mimi memukul pelan dadanya, Mimi perlahan masuk ke dalam, Mimi duduk di atas kasur itu dan Mimi peluk erat guling Syahril.


Mimi peluk, Mimi ciumi guling itu. air matanya tak hentinya mengalir. Mimi merasa merindukan mantan tunangannya itu.


"Maafkan Mimi hiks hiks, maafkan Mimi." ucap Mimi dengan memeluk guling Syahril.


Mimi merebahakn dirinya di atas kasur Syahril, Mimi pun meringkuk dan memeluk erat guling Syahril, aroma parfum Syahril yang masih tercium di hidung Mimi. Mimi memejamkan matanya dan diapun tertidur di dalam kamar itu.


Syahril, Ryan dan irsyad telah sampai di Jambi semalam, namun mereka tidak langsung pulang kerumah, melainkan mereka pergi ke cafe dan restonya Syahril.


Mereka bertiga tidur di cafe, yah di cafe khususnya ruangan Syahril tersedia kamar, bahkan di cafe itu juga tersedia beberapa kamar untuk pegawai yang jika shift sore dan malas untuk pulang mereka akan tidur disana.


"Riil, diminum obatnya." ucap Ryan tapintidak di gubris Syahril sama sekali, bahkan semalam oun Syahril tidak meminum obatnya.


"Riil, dari semalam kau tidak minum obat. Ingat kau masih dalam tahap penyembuhan Riil." ucapmryan yang sabar dengan tingkah Shahril kali ini.


"Buang saja obat itu Yan." jawab Syahril.


"Riill" bentak Ryan.


"Sudah aku bilang, buang obat itu." ucap Syahril dengan nada tinggi.


"Kau mau mati hah!!" bentak Ryan dengan memegang kerah leher Syahril.


Ada kala nya kesabaran Ryan di uji seperti saat ini, tak hanya Syahril yang merasakan sakit akibat putus cinta namun dirinya pun juga.


"Iyooo aku mau mati, mau apo kau!!" jawab Syahril dengan memakai logat daerah Jambi.


"Buat alo lagi aku hidup Yan, buat apo.. Hah buat apoo!!" ucap Syahril dengan emosi ( bahasa Jambi O ganti A aja ya terjemahannya).


"Npkenapo aku dak mati bae waktunotu Yan, kenapo!!! Ucap Syahril dengan isakan tangis dan teduduk di samping ranjangnya.


Duo Ridho dan Erwan mendengar hal apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Riil.. Jangan begitu." ucap bang Idho yang sudah masuk ke dalam kamar itu.


"Ingat, masih ada Umma, Babah yang selalu !menanti kesembuhan kau." ucap bang Idho.


"Iya Riil, kalau Mimi tak kau kayak ini, dipasti akan marah Riil." ucap Ridho.


"Buat apa lagi aku minum obat, orang yang aku sayangi sudah tidak peduli lagi sama aku." ucap Syahril dengan deraian air mata.


"Riil, siapa yang tidak peduli sama kau. Kita semua peduli, aku yakin Mimi pun masih peduli sama kau. Percayalah, Mimi tetap Mimi yang kau kenal." ucap bang Idho.


"Bukan hati kau bae yang sakit Riil, aku yakin hati Mimi pun sakit dengan keputusannya." Ucap bang Idho lagi.


"Aku percaya Mimi mengambil keputusan itu pasti dengan keyakinan dalam dirinya. Dia merelakan hatinya, dia merelakan cintanya dengan!i kebaikan semua Riil." ucap bang Idho.


"Iyo Riil, apa yang Mimi katakan itu benar adanya. Kalau dia memilih mu, maka semua orang d sampingnya akan merasa terhina, Kau tau sendiri bagaiman orang kampung ini. Apa lagi undangan kau sudah tersebar, Datuk aku pun menerimanya." ucap Ridho yang memiliki Datuk juga seorang guru keagamaan di kampung ini.

__ADS_1


"Riil, sekarang itu kau harus pikirkan Umma, Umma Riil." ucap Ryan.


"Umma pasti bertambah sedih kalau kau kayak ini Riil." ucap Ryan.


"Baang." panggil Irsyad.


"Ya Syad." jawab Ryan.


"Umma nelpon." ucap Irsyad dan memberikan ponselnya ke Ryan. Ryan pun menerimanya dan berbicara pada Umma. Ryan memberitahukan segala apa yang terjadi antara Mimk dan Syahril.


Dari suaranya terlihat kalau umma ikut bersedih, Umma juga tidak bisa memaksakan kehendak pada Mimi. Mimi mengambil keputusan itu pasti ada alasannya.


Umma meminta Ryan, agar mereka jangan pulang dulu sebelum Syahril tenang hatinya. Karena Umma tidak mau syahrilmle!Bali emosi dan pergi kembali.


Baah yang melihat Umma bersedih juga ikut bersedih. Babah menyalahkan dirinya karena dia sebagai ayah tidak bisa memberikan kebahagiaan pada anaknya Syahril.


Umma menelpon Mimi berulang kali, tetapi Mimk tidak mengangkat telponya sama halnya emak juga menelpon Mimk berulang kali tetapi tidak ada di angkat.


Emak khawatir karena Mimi bilangnkalau mereka pulang kemarin tapi sampai hari ini emak belum melihat anaknya sampai rumah, bahkan emak menelpon adiknya di jambi ( bicik Mimi) Juga mengatakan kalau Mimi tidak ada di Jambi.


Emak juga mengubungi HP Syahril dan Ryan sama juga tidak di jawab bahkan ho kedua anak ini tidak aktif.


Emak merasa risau hati nya, dia khawatir terjadi apa-apa pada anaknya. Apa lagi semalam emaknya bermimpi kalau Mimi menangis dan memanggil dirinya.


"Ya Allah, lindungi anak hamba." doa emak dalam hati.


"Kemana kami nak." ucap emak dengan terus menelpon Mimi.


Emak teringat kalau dirinya belum menelpon calon besannya, Mak pun menelpon Umma namun HP Umma sedang sibuk dan kadang dinluae jangkauan.


Dari pagi, siang, hingga malam. Emak terus mengubungi Mimi namun hasilnya sama. Begitupula dengan bicik juga ikut menghubungi Mimi juga sama, bahkan HP Mimi saat ini di luar jangkauan.


Mbak Aish sudah bolak balik dari kemaren ke kosan Mimi saat Irsyad menceritakan apa yang terjadi antara Mimi dan Syahril, tapi tidak ada tanda-tanda ada orang nya, bahkan mbak Aish juga mencari Mimi di taman sore kemaren namun sama tidak ada Mimi disana.


Mbak Aish pergi ke taman bersama abinya dan Abi Risyad saat hujan-hujanan, mereka mengitari taman sesuai intruksi Irsyad terakhir mereka meninggalkan Mimi disana.


Semua orang panik mencari keberadaan Mimi, hingga pagi, siang dan malam hari ini. Kosan Mimi terlihat gelap dan pintu pagar tergembok.


"BI, kira-kira Mimi kemana ya?" tanya mbak Aish lada abinya.


"Abi juga nggak tau, atau dia kerumah teman-temannya atau kls temannya." tanya Abi.


"Kata Irsyad teman-teman dekat miminsduahnoada lulkam Bi, ada sih satu sahabatnya yang tinggal disini tapi kan cowok Bi, mustahil juga Mimi kesana." ucap mbak Aish.


"Asa Bi, cuma ya hanya sekedar teman saja tidak dekat seperti sahabatnya." Jawab mbak Aish.


"Emm. Yaudah kita pulang aja, kita kesini lagi besok." ucap Abi Risyad dan mereka pun kembali pulang.


Mbak Aishyah selalu memmberitahu infonya ke Irsyad begitupula Irsyad memberitahu info tentawnh Syahril pada mbak Aish.


Sedangkan Mimi barunterbangun dari tidur panjangnya, dilihatnya ruangan di dalam ini gelap gulita. Mimi jalan perlahan dan menghidupkan kontak lampunya.


Mimi menghelakan nafasnya dalam, keadaan Mimi terlihat sangat buruk, Mimi mengambil handuk dan dia pun mandi agar tubuhnya segar.


Setelah mandi, Mimi mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai depan tv. Mimi menekan tombol aktif namun ternyata HP nya lowbat, Mimi men-charge HP nya. Setelah itu Mimi pergi dapur untuk !e!buat makanan yang bisa di masak tanpa ribet.


Mimi kembali mengambil oatmealnya, setelah itu Mimi seduh dengan susu panasnya. Mimi mengunyah makan malamnya lebit tepatnya makan hampir tengah malam.


Satu jam sudah Mimi duduk dengan menghadap laptopnya. mimi melihat galeri disana, dimana galeri itu isinya foto dirinya masa SMA hingga kuliah. Foto bersama teman-temannya di SMA dan foto-foto teman-temannya satu kampusnya.


Mimi teringat bagaimana perjuangannya dan Syahril agar bisa melanjutkan kuliah disini. Yah tanpa Syahril mungkin Mimi tidak bisa mengambil beasiswa ini.


Mimi akui, Syahril sangat berperan dalam hidupnya. Berperan dalam hal baik maupun buruknya.


Hal baiknya Syahril tidak ada hanya menyayangi Mimi namun dia juga menyayangi keluarganya, bahkan keluarga dia pun begitu terhadap Mimi.


Hal buruknya, karena kebaikannya terhadap Mimi dan keluarga Mimi. Orang berpandangan bahwa Mimi bukanlah gadis baik-baik. Tak hanya orang lain, dari pihak keluarga Mimi lun ada yang berkata seperti itu.


Mereka mengatai orang tua Mimi sehingga membuat sakit hati di hati emak.


Yah mereka mengatai orangtua Mimi tidak berpendidikan dan tidak ada uang jadi mana mungkin Mimi bisa menjadi seorang dokter. Bahwasanya untuk kuliah kedokteran itu membutuhkan biaya yang besar.


'Apa lagi zaman serba uang, apa-apa itu uang bukan otak' ucapan itu selalu Mimi ingat hingga Mimi berusaha keras untuk belajar dan mengikuti bimbel-bimbel itu. Karena sepengetahuan Mimi banyak alumni-alumni yang berhasil mendapatkan beasiswa serta mahasiswa undangan dari bimbel yang Mimi geluti itu.


'Jadi orang itu jangan murahan, mau aja di ajak laki kemana-mana, atau jangan-jangan kau sudah ngasih ke laki tu.' ucap nenek Mimi orang tua dari sepupu emak.


'Lebih baik sudah lulus SMA kawinlah dengan Bima, dia sudah kerja. Apa yang diharapakan dari laki tu. Orang tua kami saja ndak berpendidikan jadi jangan terlalu bermimpi mau kuliah kedokteran yang banyak makan biaya.' ucap dari sua!i sepupu emak Mimi.


ucapan-ucapan itulah yang selalu memotivasi Mimi untuk terus berusaha dan membuktikan kepada mereka, apa yang mereka ucapkan salah.

__ADS_1


Maka dari itu, Mimk akan membuktikan kepada mereka yang menghina dirinya dan orang tuanya. Anak dari orang yang tidak berpendidikan ini mampu menjadi dokter dengan otaknya bukan karena uang.


Tak hanya omongan dari keluarganya saja yang membuatnya sakit hati, dari orang sekitar rumah nyai nya pun sering menyindirnya cewek tidak benar. Bukan hanya Mimi, sahabatnya Di'ah lun dikatain seperti itu.


Terkadang emak Di'ah dan bicik sering ribut bila ketemu orang-orang tersebut.


Yah orang yang mengatai Mimi dan Di'ah, hanya menyembunyikan perbuatan anak-anak mereka yang sekolahnyidak sampai ujung.


Mimi membatalkan dirinya sendiri untuk menjadi dirinya yang semula, Mimi yang penuh ambisi untuk menjadi dokter. Mimi akan buktikan kepada mereka semua kalau Mimk bisa.


Mimi menghelakan nafasnya berat, diaktifkannya HP nya setelah layar HP menyala dengan denting nada HP saling bersahutan.


Mimi lihat ada panggilan yang tak terjawab dari emaknya, ratusan kali dari umma, ratusan kalimdaeim!bak Aish, Abi Risyad ,Abi Arsyad, kak Ryan , Irsyad Bahakan bang Idho.


Mimi menelpon emaknya karena pastinya emaknya sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Assalamualaikum" ucap Mimi setelah panggilan tersambung.


"Waalaikum salam, kamu dimana nak? apa yang terjadi?" tanya emak.


"Maafkan Mimi Mak, baru nelpon emak, Mimi masih di semarang, Mimi ndak jadi balik." jawab Mimi.


"Kenapa kamu ambil keputusan itu nak?" tanya emak yang sudah mengetahui dari Umma. Lama Mimi terdiam akhirnya emak mengubah panggilan menjadi vedoa call mimipun mendealnya.


Mimi tersenyum wajah emaknya di layar ponselnya. Jujur Mimi ingin memeluk dirinya, Mimi sangat merindukannya ( Sama author juga lagimrindu almh ibu authore). Tampak raut kesedihan di wajah emak, tamlakmraut kekhawatirannya.


"Maafkan Mimi, bari menghubungi emak malam ini. Apa emak sudah tidur tadi? maaf Mimi jadi ganggu." jawab Mimi dengan tersenyum pilu, dilihatnya jam di ujung layar menunjukkan pukul dua belas malam.


"Macam mana Mak bisa tidur kalau pikiran Mak di kamu nak." kenapa tidak pulang saja! bukannya sudah liburan?" ucap emak.


"Menangislah nak, jangan di tahan." ucap emak yang seakan tau jika anaknya ingin menangis air mata Mimi pun mengalir.


Lama Mimi terisak dimhadaoannemaknya walau haha melalui Vidio call.


"Mak, apa Mimi salah mengambil keputusan?" tanya Mimi disela-sela isakan tangisnya.


"Katakan sama emak, apa alasan kamu mengambil keputusan itu?" yang emak yang juga ikut menangis.


"Mak tau kan mimpi-mimpi Mimi setelah istikharah itu. Mimpi dimana Mimk dan kak Syahril berjalan beriringan begitupula disana ada emak dan Umma serta yang lain. kita semua terlihat bahagia." ucap Mimi dengan deraian air mata.


"Terus apa yang salahnya nak, bukankah itu jawaban yang baik?" tanya emak.


"Iya kita bahagia pertanda baik, namun di balik kebahagiaan itu ada lumpur bahkan ada lumpur yang hitam pekat.'' ucap Mimi


"Emak tau kalau kak Syahril akan menikah Minggu depan?" tanya Mimi dan emakpun mengangguk.


"Siapa yang kasih tau Mak?" tanya Mimi.


"Umma kau nak." jawab emak, Mimi pun mengangguk paham.


"Maafkan Mimk tidak bisa memenuhi keinginan kalian. Mimk bisa saja egois memilih hidup bahagia dengan kak Syahril. Tapi bagaimana dengan emak, bicik, Umma dan Babah yang mempunyai pekerjaan tetap." ucap Mimi.


"Kalau undangan sudah tersebar apa bisa di tarik kembali? tantu tidakkan Mak?" ucap Mimi.


"Bagaimana Umma dan Babah, pastinya reputasi mereka akan tercemar bila pernikahan dengan udanngan tersebar tidak jadi. Bagaiman bicik dan nyai kalau ada orang yang mengetahui kalau ternyata kak Syahril menikah dengan orang lain di undangannya pasti mereka yang sudah pernah menghuajt semakin menghujatnya."


"Bagaimana dengan e!ak dan bapak di sana, orang yang telah menghina emak dan bapak maka mereka semakin menghujat dan mengatakan emak tidak mendidik Mimi dengan baik sampai merebut calon pengantin orang lain, dan pastinya mereka juga akan menyangka bila Mimi sudah hamil duluan makanya menikah secara mendadak." ujar Mimi.


"Emak, bapak, Ummah, Babah, bicik ,Pakcik dan yang lainnya bisa saja bilang jangan pikirkan omkngan lain, demi kebaikan dan kebahagiaan kami berdua kalian rela melakukan apapun termasuk dihina dan dihujat orang. Tapi Mimi tidak bisa melihat kalian dihina, dihujat dan diremehkan orang, Mimi tidak bisa Mak."


"Orang yang berpacaran biasa tidak jadi menikah, namun jika orang yang sudah menyebar undangan tidak jadi nikah yang ada menanggung malu, kehormatan mereka jadi taruhannya."


"Mimi tidak bisa melihat Umma, Babah jadi hujatan orang kampung dan rekan kerja mereka Mak. Mimi tidak bisa melihat itu."


"Mereka terlalu baik untuk terkena hujatan, hinaan orang lain, biarlah Mimk yang mengalah asal semua menjadi baik dimata orang lain." jawab Mimk dengan di akhiri guguan tangisnya.


Emak ikut menangis mendengar penjelasan Mimi, yah Mak paham akan makadu anaknya. Begitu banyak orang yang menghina keadaan mereka, emak dan bapak sebenarnya juga tidak setuju Mimi menikah cepat apa lagi terkesan dadakan, tentu hal itu akan membuat pikiran jelek dimata masyarakat disini.


"Ya sudah nak, semoga Allah menguatkan kita semua. Mimi tidur lagi ya nak sudah malam. Emak selalu do'akan yang terbaik buat kamu nak, pulanglah.. Jangan kamu sendirian disana nak." ucap emak dan menyuruh Mimk untuk pulang.


"Insya Allah Mak minggu depan Mimi balik, itu pun mungkin hanya sebentar." jawab Mimi.


"Apa Mimk mau datang ke acara Syahril?" tanya emak.


"Belum gaeu Mak, yaudah Mak tidurlah. Ndak baik buat kesehatan." ucap Mimk menasehati emaknya tapi dirinya !mengabaikannya.


"Yaudah, Mimi juga tidur ya nak, assalamualaikum." ucap emak


"Waalaikum salam." jawab Mimk dan sambungan telpon pun berakhir.

__ADS_1


Mimi menghelakan nafasnya, ada terasa ringan dimdadanya saat bercerita sama emaknya. Emak adalah penduh, penyejuk, pengobat bagi anaknya.


tbc


__ADS_2