
Bulan depannya sesuai dengan ucapan Syahril dia akan ke LA, Syahril telah memberitahu Mimi bahwa dia akan pergi ke LA dalam bukan itu tetapi Mimi tidak tau kapan pastinya yang pasti setelah acara pertunangan Ryan dan Di'ah.
Mimk sangat bahagia melihat sang sahabat bisa kembali bersatu dengan pujaan hatinya, ya walau sebelumnya dia telah mengorbankan cintanya demi sahabat dan menikah dengan seorang abdi negara dari perjodohan sang ipar.
Namun semua sudah siratan takdir illahi, yang mana pada akhirnya dia kembali pada cinta pertama nya. Mimi tidak bisa !menghadiri acara kebahagiaan sang sahabat karena kegiatan ya lun semakin padat.
Terlihat rona bahagia di antara mereka berdua, Mimi terharu melihat senyum bahagia mereka. Mimi sangat berharap jika sahabatnya akan selalu bahagia.
"Selamat ya Di'ah atas pertunangannya." ucap Mimi kala menghubunginya di malam hari waktu setempat (LA).
"Makasih ya Mi, makasih atas segala do'a nya." jawab Di'ah dengan mata yang berkaca.
"Sama-sama, Mimk bahagia akhirnya kalian bersatu kembali." ucap Mimi
"Iya Mi, aku bahagia bisa kembali bersatu dengannya. Aku juga berharap kelak Mimi juga meraih kebahagiaan Mimi ya." ucapnya.
"Amin, insya Allah." jawab Mimi dengan senyum.
"Mimi sedang apa?" tanya Di'ah yang masih memakai gamis brokat berwarna biru muda.
"Biasa Di'ah, nih." jawab Mimk dengan mengarahkan kamera hpnya ke !eja yang penuh dengan tumpukan buku serta laptop.
"Yaudah ka!au gitu Mimi lanjutin lagi ya, aku juga tuh di panggil." ucap Di'ah yang juga menunjukkan kameranya ke arah Ummi Parida.
"Yaudah salam buat semua ya, assalamualaikum." ucap Mimi.
"Insya Allah, waalaikum salam." jawab Diah dan hubungan telpon pun berakhir.
Akhir-akhir ini Mimi begitu banyak kegiatan dan Mimi juga membuat sebuah rangkuman laporan tentang riset yang mereka lakukan.
Masa riset penelitian tentang jantung akan berakhir dalam bulan ini, jadi dalam bukan ini mereka di sibukkan dengan inovasi-inovasi yang akan mereka kerjakan di kemudian dalam penanganan menangani pasien jantung.
Tak hanya dengan Di'ah, Mimi juga melakukan panggilan lewat video call sama Syahril itupun tidak lama karena Mimi harus segera menyelesaikan tugas-tugas nya.
Syahril memaklumi Mimi dan dia pun juga tidak ingin mengganggu kegiatan Mimi.
Saat seminggu setelah pertunangan Ryan dan Di'ah, Syahril telah sampai di LA. Namun sayang nya saat dia sampai pagi hari, Mimi sudah pergi ke sebuah rumah sakit di kota itu untuk melanjutkan riset nya kembali dan Mimi juga belum mengetahui kaalau Syahril telah ada di LA.
Hari-hari Mimi lalui dengan kesibukan diluar, pagi hingga siang dia akan berada di rumah sakit bersama tim riset lainnya, sepulang dari sana dia akan melanjutkan kuliahnya hingga sore hari.
Sepulang dari kampus Mimi langsung menuju ke rumah sakit Abizar untuk menangani tindakan operasi pada pasien yang mengalami gagal jantung.
Di jam sepuluh malam, Mimi baru pulang ke apartemen nya. Dengan langkah lunglai karena lelah dia berjalan menuju apartemennya.
Setiap Mimi pulang malam, Mimi selalu berpesan pada mbak Surti agar tidak menunggunya. Mimi menekan kode untuk membuka pintu apartemen nya.
Sebelum masuk apartemen Mimk selalu mengucapkan salam dan setelah itu baru dia masuk kedalam dan tak lupa mengunci kembali pintu apartemen nya.
Sebelum naik ke atas, Mimi berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Tanpa Mimi ketahui tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dan dengan refleks Mimi memukul lelaki itu dengan botol air mineral yang dia pegang.
Tanpa melihat siapa pelaku Mimi terus !engahajar pelaku itu.
Saat Mimi akan menunjukkan dengan tangannya namunngagalmkarena tangan Mimi langsung di kuncinya belakang.
"Who are you, Damn." ucap Mimi dengan terus berontak untuk melepas lengannya yang dikunci kebelakang.
"Hemmm, kayaknya haru latihan lagi dek." bisik seseorang dari belakang nya. Miminyanh !mengenal suara itu langsung berbalik badannya.
Mimi menatap tajam ke orang tersebut yang tak lain adalah Syahril. Syahril yang di tatap tertawa puas telah mengerjai sang kekasih.
"Uhh" ucap Mimi dan langsung berjalan meninggalkan Syahril yang masih tertawa.
"Eh dek mau kemana?" teriak Syahril.
"Bodo." sabut Mimi dengan terus berjalan menuju ruang keluarga, saat samle di rumah keluarga lagi-lagi Mimi terkejut melihat dua orang laginyangbtersenyum padanya.
"Ckk kalian ini." ucap Mimi dengan menghempas dirinya dia atas sofa. Syahril masih dengan tawanya mengikuti Mimi dan duduk di sebelah Mimi.
"Kayak maling aja masuk diam-diam" ucap Mimi kesal karena dikerjain oleh Syahril. Yah lagi, siang hingga menjelang dia menjalani operasi Syahril menghubungi nya dan menannyai keberadaan nya.
"Siapa yang masuk diam-diam." ucal Syahril membela dirinya.
"Lah terus itu apa namanya, menyelinap ke dapur." ucap Mimk dengan cemberut.
"Hahaa kan mau kasih surprise." jawab Syahril.
"Surprise apaan kayak itu, untuk nih botol air plastik kalau botol beling bonyok tuh muka." ucap Mimi kesal
"Dan kalian, jadi tadi nelpon kalian sudah disini?" tanya Mimi lada dua orang yang duduk berdampingan itu.
"Iya." jawab nya.
"Ckk katanya nggak mau ajak kesnini , nggak taunya di ajak juga." ucap Mimi pada orang tersebut yang tak lain adalah Ryan dan Di'ah.
"Kejutan Mi, terkejut nggak?" tanya Ryan.
"Hmm, untuk kalian nggak ikut nyelinap kedapur." ucap Mimi.
"Emang kenapa kalau kami ikjt nyelinao Mi?" tanya Di'ah.
__ADS_1
"Ya habis muka kalian Mimi hajar." ucal Mimk dengan sombongnya.
"Bhuahhaaaa, yang ada kami disekap Mi." sahut Ryan.
Mimi mengkrucutkan bibirnya dan melihat ke arah Syahril yang memainkan matanya sebelah.
"Ckk kalian ini, ngapain jam segini kesini." Ucap Mimi.
"Suka-suka kkta lah." ucap Syahril dengan merangkul Mimi dari samping.
"Kita dari nyqmle langsung disini Mi." sahut Ryan.
"Kok" ucap Mimi.
"Kalau nggak kesini nkh anak gadis orang mau di taruh dimana?" tanya Ryan dengan merangkul Di'ah.
"Ya taruh di apartemen kakak lah." jawab Mimi dengan gamblang nya.
"Maunya gitu, cuma kakak takut." ucap Ryan.
"Takut?" tanya Mimi.
"Iya sek dia takut khilaf hehhee." jawab Syahril.
"Iya kakak takut khilaf kalau berduaan, kan katanya kalau kita berduaan yang ketiganya setan maka dari itu lebih baik kakak menjaganya
"Oo iya ya yang ketiganya setan." ucap Mimi dengan melirik ke arah Syahril.
"Kenapa liatin kakak?" tanya Syahril yang merasa daotblirikan sang kekasih.
"Emm ndak ada." ucap Mimi dengan cengengesan.
"Ndak mungkin ndak ada." jawab Syahril dengan menelisik Mimi.
"Ayo jawab jujur." ucap Syahril.
"Iya iya, tadi kan kata kak Ryan diantakjtbkhikag karena kalau dia berduaan dengan Di'ah di apartemen nya yang ketiganya setan." ucap Mimi.
"Terus apa hubungannya dengan kakak? Kenapa adek melihat kakak?" ucap Syahril.
Ryan dan Di'ah tersenyum di tahan, Di'ah merasa bahagia melihat Mimi kembali ceria dan bercanda pada Syahril seperti saat ini dimana masa seperti ini pernah mereka lalui bersama.
"Ya ndak ada hubungannya, cuma mimi cuma menjelaskan omongan kak Ryan yang bilang yang ketiganya setan karena kak Ryan berdua dengan Di'ah, gitu!" ucap Mimi dengan cepat membuang muka menahan tawanya.
"Yaiyalah mana boleh berduaan dalam apartemen apa labinbelum halal, yang ada ketiga nya ya...." ucal Syahril namun tak dilanjutkan nya karena seketika otaknya baru menyambung atas ledekan sang kekasih.
"Jadi maksud adek.. Emmm.. Mau kemana hah" ucap Syahril dengan langsung mencekal tangan Mimi yang hendak kabur.
"Hehee, mau kebelakang ambil air minum lagi." ucap Mimi cengengesan dengan menunjuk botol air mineralnya kosong karena diminum habis oleh Syahril.
"Emmm mau kabur yaa.. Tidak bisa." ucal Syahril dengan menunjukkan jari telunjuknya dengan dingoyang kiri kanan.
"Enak aja bilang calon suaminya setan, sini kalau calon suaminya setan maka setannini akan menemui ratu nya." ucal Syahril dengan langsung menggelitik Mimi.
"Hahahaha ampun kak, hahhaa bukan mimi lo yang bilang." ucap Mimi dengan kegelian.
"Enak aja bilang bukan Mimi bukan Mimi. Rasakan ini." ucap Syahril dengan terus bmenggelitik Mimi, tanla disadari Mimi telah berbaring di atas sofa itu dan syahril berada di atas nya.
Ryan dan Di'ah ikut tertawa melihat dua anak manusia yang begitu banyak Lika liku dalam kehidupan mereka. Ryan tersadar saat melihat posisi mereka berdua posisinmimi dan Syahril sudah tidak layak di pertontonkan nya.
"Ehem!!!." Ryan berdehem dengan keras saat Syahril akan melayangkan kecupan indah di bibir Mimi karena posisi mereka sudah pas di tambah sikon hati yang !emang sedang dinbakar rindu.
Saat Syahril akan menjatuhkan bibirnya ke bibir Mimi, Mimi menoleh lihat ke arah samping tepatnya ke arah dimana suara deheman itu berada.
Syahrilnya yang bibirnya berputar haluan tidak mengenai sasaran pun ikut menoleh ke arah Ryan.
"Ckk pantesan Mimi bilang kamu setan Riil." ucap Ryan dengan menatap Syahril tajam dengan kedua tangan berada di dadanya.
"Ih kak, awas." ucap Mimi yang baru tersadar kalau Syahril berada di atasnya dengan mensorongbtbuh Syahril.
"Tanggung yank." ucap Syahril.
"Tanggung apaan, berat, pengap." jawab Mimi dengan berukaya mendorong Syahril, Syahril pun mengalah dan turun dari batas tubuh Mimi.
"Aisss." ucap syahril dengan mengusap wajahnya. Ryan masih menatap Syahril yang terlihat kesal.
Ryan bisa menasehati Syahril seperti itu namun di hatinya juga kepingin berduaan dengan tunangannya, namun apa daya hasrat nya yang juga ingin bermanja-manja dan bermesraan dengan tunangannya harus ditahannya.
"Oh ya, kok Di'ah bisa ikut kak?" tanya Mimi.
"Emang Di'ah ndak kerja?" tanya Mimi lagi, karena sebelum nya Mimi pernah meminta pada Diah maupun Ryan untuk membawa serta Di'ah namun alasannya Di'ah tida bisa karena kerja.
"Di'ah sudah berhenti dek." jawab Ryan.
"Loh?" ucap Mimi tidak percaya.
"Beneran Di'ah berhenti? terus kerja dimana? jadi kerja di rumah sakit Umma?" tanya Mimi beruntun. Ryan menggeleng, Di'ah hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Mimi, sedangkan Syahril sudah rebahan dengan kepala di pangkuan Mimi.
"Di'ah ndak kerja di rumah sakit Umma, namun dia akan kerja di emm.." ucap kak Ryan, Mimi diam menunggu cerita lanjutannya.
__ADS_1
"Dia akannkweja di rumah sakit yang kakak kelola bera!aa sahabat kakak disini." ucap Ryan dengan senyuman.
"Hah, maksudnya?" tanya Mimi.
"Iya Mi, aku kerja disini seperti yang pernah Mimi usulkan." sabut Di'ah.
"Hah benaran? kok bisa? terus kak Ryan dan wakte setuju?" ucap Mimi dengan selalu bertanya.
"Kak Ryan setuju, mamak sama Babah dan yang lain juga setuju-setuju saja Mi." ucap Di'ah. Mimi melongo mendengarnya tidak percaya, Mimi tau bagaimana orang tua Di'ah tidak mau diah jauh dari mereka.
"Tutup mulutnya dek." ucap syahril dengan menutup mulut Mimi dengan telapaknya.
"Issa kakak ganggu aja." ucap Mimi dengan menarik tangan Syahril.
"Mereka setuju karena kak Ryan menjelaskan kalau aku kerja dia sama kamu Mi." ucap Di'ah lagi.
"Terus wakte Fahri gimana?" tanya Mimj yang menanyakan keadaan Babah Di'ah.
"Babah awalnya tidak setuju, tapi semua aku lakukan kan semua untuk mereka." ucap Di'ah.
"Emm iya juga." jawab Mimi.
"Oh ya Mi, rencana Kakak pas tahun ajaran baru nanti Kakak mau kuliah in lagi Di'ah disini nanti tolongbka!u bantu ya?" ucal Ryan.
"Insya Allah Mimi bantu kak, emm terus Di'ah mau ambil jurusan apa?" tanya Mimi
"Emm menurut kamu apa yang bagus Mi?" tanya Di'ah.
"Yah terserah Di'ah mau ambil apa," ucap Mimi.
"Menurut Mimi nih ya, Di'ah kan sudah S1 keperawatan jadinya Diah lanjut ke S2 keperawatan nya." ujar Mimi.
"Programnya apa aja Mi Mimk tau ndak?" tanya Di'ah.
"Emm Program pendidikan Magister Ilmu Keperawatan itu memiliki ada beberapa prigramnya, yaitu :.
1. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
2. Keperawatan Komunitas
3. Keperawatan Maternitas
4. Keperawatan Medikal Bedah
5. Keperawatan Jiwa
6. Keperawatan Anak
"Nah jadi Di'ah mau ambil yang mana?" tanya Mimi.
"Emm yang mana ya?" tanya Di'ah bingung.
"Yang mana yank?" tanya Di'ah pada Ryan. Ryan juga bingung karena semua program itu juga sangat menguntungkan dan tentunya banyak peminatnya.
"Emm gimana kalau Di'ah ambil keperawatan medikal bedah?" sahut Mimi karena !mereka terla!u lama berpikir.
"Kenapa harus itu?" tanya Syahril dengan menatap wajah Mimi.
"Emm ya biar klop dengan kak Ryan," jawab Mimi.
"Maksudnya Mi?" tanya Di'ah.
"Emm gini, kak Ryan kan spesialis bedah, nah kalau Di'ah mengambil di keperawatan medikal bedah jadi Di'ah bisa mendampingi kak Ryan saat melakukan operasi." ucap Mimk dengan memberikan usulnya.
"Hmm bagus juga usulnya Mi, jadi dia nanti ndak bisa lirik kiri kanan." ucap Ryan.
"Ckk bukannya kakka yang lirik kiri kanan." ucap Di'ah tidak terima di tuduh Ryan.
"Kalau kakak lirik kiri kanan ndak bakal kakak ngejomblo selama ini dek dek." ucap Ryan dengan memeluk gemes Di'ah.
"Iya Di'ah, nggak sampe tuh Ryan di jukukin bujang lapuk sama Baiq." sahut Ryan.
"Macam lah kak tidak dapat julukan itu juga." ucap Mimi.
"Hahaa kena kan Lo." sahut Ryan.
"Tali setidaknya kakak ndak membujang lapok dek, buktunyabkaka pernah nikah." ucap nya.
"Ya ya ya ya." ucap Mimi malas.
"Yah nikah berkaratan juga dibanggakan Riil." sahut Ryan puas.
"Yee karena dia nya nggak mau dapat sarung bekas Yan.." sahut Syahril.
Mimk dan Diah saling pandang mendenagr obrolan kau! Adam itu semakin intens ditengah malam. Ya awalnya Mimi pulang kerja capek dan pengen istirahat namun ternyata kenyataan taksesuia dengan ekspektasi nya, hingga dini hari mereka maaih membahas yang tambahnya tau arah.
tbc
insya Allah lanjut malam ya, mau siap-siap pulang
__ADS_1