
Dunia seakan tidak adil bagi orang yang menyukai bahkan mencintai dalam diamnya. Mereka seakan hanya bisa mencintai dan hanya bisa melihat orang yang disayangi namun tak bisa memilikinya.
Penat dan lelah yang dirasakan saat rasa itu semakin kuat tetapi apandaya tangan belum kunjung sampai mungkin bahkan tak sampai untuk meraihnya.
Seperti halnya Dillah dan Adit, dunia mereka seakan tak ada lagi perempuan di dunia ini. Cinta yang terpendam membuat dirinya hanya memfokuskan ke satu orang perempuan saja.
Bagi mereka saat ini mereka tak dapat meraihnya, namun sedetik Tan bisa melihatnya seakan dunia mereka akan runtuh saat itu saja.
Dillah yang telah lama berendam bahkan tak sadar entah sampe berapa jam dia tertidur di dalam bathub nya.
Jika tidak karena merasa kedinginan mungkin dia akan terus berada di dalam bathub.
"Emmm eugh." Dillah melengguh saat dirinya merasa kedinginan.
Dibukanya mata secara perlahan, dilihatnya sekelilingnya ternyata dia masih berada didalam kamar mandi, saat dia bergerak gemericik air lun terdengar, diapun tersadar jika dirinya masih berada didalam bathub.
"Ya Allah, tenyata aku ketiduran." Gumamnya, akhirnya dia segera beranjak dari bathub, saat dia keluar mendadak dirinya merasa kedinginan. Dillah berlari kebawah shower dinyalakan keran berwarna merah yang bertanda air hangat itu, di guyurnya lagi seluruh badannya.
Seketika memangntubuhnya merasa hangat namun setelah itu dia akan merasa kedinginan kembali.
Dillah segera memakai handuk kimono nya dan berlalu keluar dari kamar mandi.
Ac yang masih menyala di dalam kamarnya semakin membuatnya kedinginan dan menggigil. Tanpa memakai baju Dillah mengambil remote ac dan mematikannya.
Dillah segera mengambil baju santainya dan memakainya namun rasa dingin itu tidak berkurang, Dillah kembali menuju ranjang dan akhirnya dia merebahkan dirinya, Dillah memakai selimut tebalnya dan dia pun meringkuk di dalam selimutnya.
Dikosan Mimi, Ryan serta Irsyad menuju dapur. Ketiga gadis yang sedang berada di dapur menimang untuk mengambil keputusan mengintrogasi mereka berdua atau tidak.
Selfia sengaja berjalan masuk hingga menuju ruang tamu, dilihatnya Mimi masih tertidur, Selfia pun memberi kode pada Muthia yang berada tepat di perbatasan dapur itu.
"Sip'' ucap Selfia berbisik dengan mengacungkan kedua jempolnya.
Aksi Selfia di lihat oleh Syahril, Syahril menautkan kedua alisnya.
"Ada apa Fi? " tanya Syahril.
"Eh emm eh emm kakak, emm nggak apa-apa kak. Dia kedapur dulu.'' jawab Selfia yang gugup karena ketahuan aksinya.
"Hemm." jawab Syahril namun pandangannya mengintimidasi.
"Hehee sorry bye." ucapnswlfia dan langsung ngacir kabur. Syahril hanya menggelengkan kepalanya.
"Huh selamat selamat." ucapnswlfia setelah sampai dapur dan mengelus dadanya.
"Selamat ngapa Fi?" tanya Ryan.
"Emm selamat dari teror tatapan kak Syahril." jawabnswlfia dengan masih mengelus dadanya.
"Emang Abang aku kenapa Fi?" Irsyad pun ikut bertanya-tanya.
"Tatapan nya horor." jawab Selfia lagi.
"Hahaaa" Irsyad dan Ryan ketawa. Seketika tawa mereka terdiam ketika melihat tatapan me!amyikam dari ketiga singa betina.
"Ehh kok malah balik ke kalian tatapan horonya." ucap kak Ryan menyindir.
Selvia mendekat ke arah kak Ryan dan Syahril dengan tatapan intimidasi, begitu pula dengan irma dan Muthia.
"Ehnkalain kenapa? mau apa?" tanya kak Ryan serta Irsyad yang merasa tersudut.
"Kalian berdua pasti telah berbohong, ehnbukan kalian berdua melainkan bertiga, iya kan?" ucap Selfia bak detektif.
"Maksud kalian apa sih ah, minggir. Seram amat mukanya." ucap Irsyad yang akan mengelak.
"Jangan mengelak deh Syad," ucap Irma dengan !menahan bahu Irsyad.
"Eh Ir, kamu mau perkosa aku ya?" ucap Irsyad dengan menaikan satu alisnya.
"Eh enak aja." ucap Irma dengan bibir sedikit dimiringkan.
"Lah terus mau nya apa kalian ini?" tanya Irsyad.
"Iya ada apa, berbohong apa?" tanya kak Ryan.
"Emm kalian sedang berbohong tentang keadaan kak Syahril kan??" tanya Selfia.
"Keadaan Syahril? tuh dia baik-baik aja. Jadi apa yang di bohongi." jawab kak Ryan !asihntenang dan tak terpancing.
"Kami tidak bisa si bohongi, apa lagi Mimi. Dia lebih teliti dari segi hal, hanya dia belum memiliki kesempatan untuk mengoreksinya." ucap Muthia seketika mendadak !membuat Irsyad dan Ryan was-was dan waspada.
"Kakak pasti tau, mimpi Mimi benar adanya kan?" ucap Muthia lagi.
"Mimpi yang mana?" tanya kak syan !aaih tenang, beda dengan Irsyad hanya diam kelu.
"Mimpi di dalam ruangan bernuansa hijau dan di balik tirai itu adalah kak Syahril." jawab Irma menimpali.
"Itu hanya mimpi." jawab kak Ryan
"Kenapa kalian mesti berbohong, apa kalian tidak tau bagaimana perasaan Mimi sejak ditinggal tanpa kabar." ucap Muthia. Irsyad dan kak Ryan hanya !menelan salivanya yang terasa nyangkut di tenggorokannya.
"Rambut kak Syahril, serta ada sedikit bekas jahitan dan sayatan." ucap Selfia yang tadi sekalian dia memperhatikan kepala Syahril yang membelakangi nya dan menghadap ke arah Mimi.
Deg Irsyad dan kak Ryan saling pandang walau mereka berusaha tetap tenang.
"Ada apa sebenarnya kak?" tanya Muthia.
__ADS_1
"Apa kak Syahril mengalami kecelakaan sehingga dia dan kalian tidak memberitahu nya? Ucap Irma dengan prediksi nya.
"Emm, sudahlah. Kakak mau ke depan." ucap kak Ryan dan langsung pergi dari sebuah ketiga gadis itu ketika ada ruang untuk dirinya kabur.
Syahril masih menatap wajah tenang Mimi dan dia juga mengusap kepala Mimi berulang kali.
"Maafkan kakak, maafkan kakak belum bisa memberikan adek kebahagian, kakak janji setelah ini tidak akan lagi air mata yang jatuh di pipi adek dan tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita " Gumamnya.
Irma dan kedua sahabatnya terus berupaya menarik tangan Ryan dan Irsyad tapi mereka kalah cepat, kedua cowok itu bisa lepas dari genggaman mereka. Mereka belum mendapatkan info namun target mereka hendak kabur.
"Kaaak kak Ryan." tariak Selfia.
"Kak tunggu." ucap Irma mencoba menghalangi Ryan dan Irsyad dan usaha !ereka pjn berhasil mencegah merek berdua kabur
Akibat mereka bertiga terus berteriak tadi membuat tidur Mimi terganggu dan Mimi pun terbangun. Tak hanay Mimk yang terkait melainkan Syahril pun ikut terkejut karena ulah ketiga gadis itu.
Mimk mengerjakan matanya, dia tersenyum me
obat Syahril dihadapannya dan tangan Syahril masih mengelus pipinya.
"Kakak." panggil Mimi.
"Hmm iya dek." jawabnya.
"Ada apa kok ribut-ribut." tanya Mimi dan beranjak duduk dari tidur nya.
"Tuh lihat saja." ucap kak Syahril dengan menunjuk ke lima orang dengan dagunya ke arah kelima orang tersebut yang saling tarik menarik di antara pintu dapur.
"Kenapa dengan mereka?" tanya Mimi yagnsegera beranjak berdiri dan segera menuju ke arah lima orang tersebut begitu pula Syahril mengikuti Mimi
"Ehem." kak Syahril berdehem dan seketika mereka berlima diam dan melihat kearah sumber suara.
"Ada apa?" tanya kak Syahril.
"Kaalan kenapa?" tanya Mimi serentak dengan kak Syahril.
"Eh em kak Syahril, Mimi." ucap Selfia yang sedang menahan tangan Ryan yang hampir kabur tadi.
Mimi hanya melihat mereka secara bergantian Irma dannmuthiaoolp hanyancengir dan mengangkat dua jarinya ( jari telunjuk dan jari tengah mereka ). Begitu pula dengan Irsyad dan kakmeyan hanya cengir sa!BIL menggaruk kepala mereka.
mimi terus memandangi mereka karena belum mendapatkan jawaban yang diinginkan.
"Emm nggak ada apa-apa kok Mi, iya kan kak RY YAN." ucap Selfia dengan menghadap ke Ryan dan menyebut namanya dengan di tekan saat menyebut namanya serta mata yang menatap tajam serta bibir yang dirapatkan.
Mimk tidak begitu saja percaya, Mimk beralih melihat ke yang lain.
"Iya Mi, kita nggak kenapa-kenapa kok, suerr deh." ucap Irsyad.
Mimi masih belum percaya dan melihat ke arah Irma dan Muthia.
"Emmm itu tadi, emm." ucap Irma namun bingung mau jawab apa hingga dia meminta bantuan sama Muthia yang posisinya di dapur ( belum melewati batas dapur dan ruangan dalam ).
"Huh" ucap Irsyad dan kak Ryan.
"Iya Mi, gitu makanya kita jadi ribut hehee maaf ya jadi keganggu tidurnya Mimi." ucap Irma dan dia angguki oleh Selfia.
"Oh." jawab Mimi dan berlalu pergi ke dapur.
Mereka berlima hanya saling melihat mendengar jawaban Mimi dan berlalu pergi kedapur.
"Oh doang!!" ucap Irsyad dengan mengangak. Begitupun dengan yang lain, setelah hampir spot jantung dan mencari alasan ternyata hanya mendapatkan "O" .
Mereka masih diam ditempat sedangkan mimi masuk kedalam kamar mandi untuk membuang air kecil dan mencuci mukanya. Setelah itu Mimi keluar dan langsung melihat ke arah meja di rak piringnya belum ada hanhbdaisipakannoleh ketiga sahabatnya yang katanya menyiapkan makan siang.
"Ehem, mau sampai kapan kalian berdiri di sana." ucap Mimi dan seketika membuatnya sadar dengan apa yang mereka lakukan seakan perputarannwaktunyang melambat.
"Katanya nya mau nyiapin makan siang, kok pada bengong?" ucap Mimi lagi.
"Eh i iya Mi," ucap ketiga sahabatnya dan langsung mengambil tugas masing-masing.
Di ruangan di depan TV ketiga cowok sedang duduk saling berhadapan, Syahril !elihatnkeadaan aeahnkedua sepupunya. Sama halnya dengan Mimi, Syahril tak begitu saja percaya an diapun bertanya.
"Ada apa?" tanya Syahril.
"Hah" ucap Ryan dan Irsyad.
"Hemm ada apa?" Syahril mengulanginya.
"Huh ternyata belum beres." ucap Irsyad.
"Sama saja dua laki bini." ucap Ryan.
"Hemm." ucap Syahril masih melihat kedua sepupunya.
"Iya iya, ceritain bang." jawab Irsyad yang tadi bersitatap dengan Syahril namun pada akhirnya mengalihkannya ke Ryan.
"Hah, hmm tadi itu mereka mengintrogasi kita berdua." ucap Ryan.
"Interogasi?" tanya Syahril.
"Iya interogasi, mereka menanyakan keadaan kamu dan mereka juga menanyakan apa kamu itu sakit, dan mereka juga menabk kalau mimpi Mimi yang berada di ruangan berwarna tosca itu pasti benar adanya." jelas Ryan.
"Tak hanyanitu bang, mereka juga mengatakan kalau kakak pasti habis kecelakaan dan Fia melihat kepala abang ada bekas jahitan dan sayatan." jelas Irsyad.
"Emm apa tadi itu Selfia menyelidiki kepala abang." ucap Syahril.
__ADS_1
"Menyelidiki maksudnya banb, Riil" ucap Irsyad dan Ryan.
"Iya tadi dia mengintip, setelah ketahuan dia langsung lari kebelakang " jawab Syahril.
"Oh jadi itu yang dia bilang teror tatapan abang." ucap Irsyad dengan manggut-manggut mengerti.
"Emang dia bilang begitu?" tanya Syahril.
"Iya." jawab Ryan dan Irsyad.
Saat mereka mengobrol ke empat gadis datang dengan me!bawa piring, gelas dan menu makan siang mereka.
"Lagi ngomongin apa kak?" tanya Mimi kepada Syahril.
"Emm nggak ada dek, cuma ngobrol biasa aja." jawab kak Syahril.
"Oh" jawab Mimi dan kembali ke dapur untuk mengambil yang lain.
Setelah semua sudah terhidang kan mereka pun makan bersama dengan menu gulai pucuk ubi ( gulai daun singkong) dan dendeng batokok tak lupa kerupuk, peyek dan keripik ubi pedas mau pun gurih juga disajikan.
Sehabis makan seperti biasa para cewek melaksanakan tugas masing-masing. Namun kali ini Mimi tidak ikutan, di larang oleh mereka bertiga karena kata mereka mimkmsudahnmemasak bahkan membereskan serta mencuci pakaian jadi tugas membersihkan dan membereskan habis makan ini mereka bertiga.
Mimk duduk bersama Syahril dan yang lain, Mimi masih memperhatikan Syahril. Masih terngiang di matanya tentang obat, namun Mimk tidak ingin bertanya. Mimi ingin Syahril sendiri yang bicara jujur dengannya.
"Ada pa dek?" tanya Syahril yang melihat Mimk melihat dirinya namun dengan melamun.
"Eh emm ndak apa-apa." jawab Mimi. Syahril masih melihat kearah Mimi dan memeluk Mimi dari samping.
"Yeee dasar bucin bisa nggak ya nggak usah mesra-mesraan didepan yang jomblo." ucap Irsyad.
"Siapa Syad yang jomblo?" tanya Ryan.
"Ya kitalah bang." jawab Irsyad dengan menunjuk dirinya dan Ryan.
"Kita Lo aja kali" ucap Ryan.
"Ckk" ucap Irsyad.
"Ha-ha-ha makanya Syad cari cewek." ucap Syahril dengan ketawa.
"Hemmm" jawabnya.
"Oh ya Mi, semalam kami mimp" Irsyad ingin bertanya namun langsung di potong oleh Ryan, Irsyad yang omongannya dipotong menjadi kesal sendiri.
"Eh besok kita kepasar yok, kangen juga dengan Simbah. Apa kabarnya Simbah Mi?" ucapmryan dan bertanya pada Mimi tentang Simbah.
"Emm Mimi juga ndak tau kak, karena tiga minggu ini Mimi tidak ke pasar," jawab Mimi.
"Minggunkemaein sihnada ke pasar cuma Simbah nggak kepasar karena seharian hujan waktu itu " imbuh Mimi.
"Oh, gitu." jawab Ryan dengan manggut-manggut.
"Iya kak, yah semoga saja Simbah selalu sehat walafiat." ucap Mimi.
"Amin" Jawab mereka.
"Oh ya tadi Irsyad mau tanya apa?" tanya Mimi, Irsyad yang mendengar Mimi ke!balinberganha ld dirinya pun me
obat kearah Syahril dan Ryan, Syahril maupun Ryan !enhhelng pelan seolah menjawab jangan.
"Emm nggak ada Mi." jawab Irsyad.
"Emm gimna nanti malam kita jalan-jalan? " tanya Irsyad lagi.
"Wah boleh tuh." sahut Selfia yang baru bergabung dengan mereka.
"Ckk kalau di ajak jalan aja cepat nyahutnya. Krach" ucap Irsyad dengan menggigit peyek.
"Ya iyalah, apa lagi jalan sambil jajan gratis." jawab Selfia dengan !mengambil toples keripik ubi pedas.
"Yaudah nanti malam kita jalan-jalan, jangn ribut jeh anak kecil aja." lerai kak Syahril.
"Yeeee, hemm boleh ajak yangnlajn nggak kak?" tanya Selfia.
"Hmm" ucap Syahril dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Hehee ajak sahabat kita yang cowok kak, sesekali jalan bareng." jawab Selfia dengan cengirannya.
"Heleh bilang aja mau sekalian malmkngan sama Saridi." cinjr Irsyad.
"Iyalah sekalian dari lada kamu jomblo." balas Selfia.
"Helehhh." ucap Irsyad.
"Kalian ini keg tom Jerry kalau ketemu." ucap Muthia.
"Udah-udah, iya ajak aja sekalian trio SDR itu,." lerai kak Syahril.
"Oke, makasih kak " jawab Selfia girang, dia senang karena dia bisa sekalian malmingan sama Saridi yah walau Saridi belum care sama dia setidaknya dengan jalan dan salah ketemu mana tau bisa membuat Saridi luluh itulah yang diharapkan Selfia.
Malam pun tiba, mereka pun keluar bersama!a walau awalnya Dimas enggan karena suasana hatinya sedang tak baik-baik saja setelah menerima foto dan video yang di buat Irma saat Syahril memasukkan cincin permata tanda pinangannya diterima.
Namun dia juga tidak ingin terlalu menampakan perasaanya sehingga diapun menyetujuinya.
tbc
__ADS_1
Tertunda lagu menguak kebenarannya, sabar ya.. terimakasih atas dukungannya pada DOKTER JANTUNGKU.
Assalamualaikum selamat pagi selamat beraktivitas.