
Sepulangnya mereka Mimi langsung membereskan ruang tamu, ruang tengah sebelum dia pergi membersihkan dirinya sendiri.
Selesai mandi dan selesai berganti pakaian Mimi menghadap ke kaca besar yang bertengger di almarinya, sesaat te bayang kejadian siang nya disaat dia berduaan bersama Syahril di kamar ini.
"Huhhh, emang benar kali berduaan itu yang ketiganya setan, aisse sempat-sempatnya kak Syahril mengambil kesempatan dalam kesempitan." gumam Mimi dengan memegang bibirnya.
"ohhh my first kiss, maafin hamba ya Rabb yang tak bisa menjaga diri." gumamnya lagi.
Senja berganti malam di rumahnya Syahril dia pun tersenyum sendiri bila mengingat apa yang telah terjadi hari ini.
"My fisrt kiss." gumamnya dengan memegang bibirnya dengan senyum yang terus merekah.
"Maafin kakak dek, mencuri ciuman pertama mu, hehehe." ucapnya geli sampai menggelengkan kepalanya tak percaya akan perbuatan nya tadi.
Terbayang di ingatannya bagaiman keterkejutan Mimi disaat dia langsung menyambar bibir ranum milik Mimi dan dia juga melihat bagaimana mata Mimi melotot marah kepada dirinya.
Dua insan yang sedang terbayang kejadian saat berciuman itu bertolak belakang.
Syahril sangat bahagia sehingga senyum tak lepas dari mulutnya sedangkan Mimi merasa kecewa dan takut bila dengan ciuman itu dia bisa tekdung.
"Ya Allah gimana ini kalau habis ciuman malah hamil." Mimi berjalan bolak balik didalam kamar nya dengan gusar.
"Achhhh selama ini, ini yang aku takutkan. Maaak... maafkan Mimi." gumamnya dengan menundukkan kepala dan duduk di atas ranjangnya.
Mimi yang lugu dan polos padahal dia telah mempelajari pelajaran biologi masalah reproduksi tali pemikiran ciuman bisa hamil masih saja menguasai ketakutannya.
Dengan.kegusarannya Mimi terus beristighfar hingga rasa kantuk pun menghinggapi nya.
Keesokan pagi seperti kemaren Syahril cs selalu datang kerumah Mimi sebelum berangkat kesekolah.
Syahril tampak rona bahagia di wajahnya sehingga itu membuat ketiga sahabat sekaligus sepupunya itu semakin merasa curiga kepada Syahril.
"Assalamualaikum." Syahril mengucapkan salam sambil tersenyum tak kala melihat Mimi yang sedang menyapu teras.
"Waalaikum salam." jawab Mimi dengan jutek.
"Wuiddihh Mi, pagi-pagi udah jutek aja dek." ucap Ryan dan Mimi hanya mengerucutkan bibirnya.
"Lagi kesal kak." jawab Mimi yang masih kesal dengan Syahril.
"Kesal kenapa?" tanya Andri semabri duduk di kursi yang berada di teras.
"Kesal ama dia tuh!" jawab Mimi dengan menunjuk ke arah Syahril dengan mulutnya.
"Kenapa kesal dengan kakak?" ucap Syahril tanpa merasa bersalah dan dia juga berlalu berlalu menuju ke kursi yang dekat dengan Mimi berdiri, sebelum dia menduduki nya diapun berbisik kepada Mimi "Jangan dimanyunkan tuh bibir ntar kakak gigit."
Mimi yang mendengar bisikan Syahril sontak melotot dan menajamkan tatapan nya ke arah Syahril dengan bibir yang dirapatkan.
" Oh ya dek titip buku lagi ya, ntar siang seperti biasa kami pulang kesini." ucapnya dengan menaik turunkan kedua alisnya.
"Hemm." jawab Mimi.
"Yaudah kami berangkat kesekolah dulu, doain calon imammu ini berhasil dalam ujian ya?" goda Syahril seraya mengulurkan tangannya.
"Amin." jawab Mimi dan menerima uluran tangan Syahril serta mencium punggung tangannya.
"Nyai mana dek?" tanya Syahril.
"Ada di dalam." jawab Mimi, Syahril punbuka sepatunya dan menuju masuk untuk menemui Nyai.
Setalah ketemu Syahril mendekat ke arah Nyai.
"assalamualaikum Nyai." ucapnya dan mengulurkan tangannya ke arah Nyai.
"waalaikum salam, mau kesekolah Riil?" Nyai menjawab salam Syahril dan menerima uluran tangan Syahril.
"Iyo Nyai." jawab Syahril.
"Nyai lagi apa?" tanya Ryan seraya menyalami nyai juga.
"Lagi goreng ubi." jawab nyai. "Sudah sarapan kalian?" tanya nyai kepada empat orang lelaki ini.
"Sudah Nyai." jawab mereka berbarengan.
"Nah makan lah dulu goreng ubi nih." Nyai menawari mereka untuk memakan goreng ubi yang baru saja dia angkat dari penggorengan.
"Makasih Nyai." ucap Andri dan mencomot satu goreng ubi goreng yang masih panas itu.
"Pelan-pelan masih panas." ujar nyai mengingatkan.
"Iya Nyai." jawab Ryan dengan mencium ubi tersebut.
"Em yaudah nyai kami berangkat kesekolah dulu." pamit Syahril.
"Oh yaudah hati-hati." jawab nyai yang masih dengan aktifitas nya.
"Do'akan kami ya nyai biar lancar ujiannya." Syahril memohon bantuan do'a kepada Nyai.
"Amin." jawab nyai Demang menerima salam Meraka satu persatu.
Setelah bersalam dan berpamitan kepada nyai mereka kembali ke arah teras dan memakai sepatunya masing-masing.
Mimi masih berada di teras sehabis menyapu anak tangga.
"Dek," panggil Syahril, Mimi pun menoleh ke arah nya.
"Hem." jawab Mimi.
"Nih hpnya." jawab Syahril dengan memberikan hp Mimi kepada Mimi.
"Ndak perlu." jawab Mimi ketus.
"Dek, jangan marah-marah lagi lah kan kita udah baikan." pujuk Syahril.
"Kapan kita baikan." ucap Mimi.
"Jadi adek masih marah sama kakak?"
"Menurut kakak? Mimi balik bertanya.
__ADS_1
"Jadi kalian ini belum baikan toh!'' ucap Rudi.
"Kirain dah baikan, secara kemaren sore seperti gak ada permusuhan lagi." Andri ikut nimbrung.
"Emang belum baikan kak, dia kebiasaan mau baikan tapi ndak mau minta maaf." sindir Mimi.
"Yaelah dek, kakak terus minta maaf loh sama adek kemaren tapi adeknya belum jawab." ujar Syahril.
"Hem iya apa!" jawab Mimi.
"Kalau nggak percaya nih tanya ama mereka bertiga, emang kemaren adek gak dengar kakak seluruh ngomong maaf sama adek." ucap Syahril.
"Hmm nggak tau." Mimi menjawab dengan melengos.
"Dari kemaren jawanya ndak tau, jadi kapan taunya dek." Syahril menjawab dengan gusar.
"Yaudah sekarang Kakak bilang lagi deh, adek ku sayang, cintaku kasihku, kekasih mu ini meminta maaf atas segala yang diperbuatnya dan atas prasangka nya terhadap adek." ucapnya dengan berjongkok dengan satu kakak di tekuk menghadap ke Mimi dan memegang kedua tangan Mimi. "maafin kakak ya?" imbuhnya lagi.
"Hemm, oke tapi ingat jangan ngulangi lagi." jawab mimi.
"Kakak janji gak akan mengulangi nya." Syahril menjawab dengan penuh kesungguhan.
"Jangan asal janji, buktikan." sindir Ryan.
"Iss apaan sih Lo Yan nyambar aja kerjaan Lo." jawab syahril sinis terhadap Ryan.
"Emang betul kok kata kak Ryan, jangan janji di mulut aja, tapi buktikan." Mimi membenarkan omongan Ryan dan Ryan pun tersenyum angkuh dengan memegang bajunya secuil.
"Iya kakak janji, terima ya hp Nya. Kakak suka kangen kalau malam." godanya.
"Heleh ngebucin pagi-pagi." ujar Andri. "Ayok kesekolah lagi ntar telat." ajak Andri dengan menarik baju Syahril yang masih berjongkok.
"Iya ya sabar napa." jawab Syahril dan dia pun berdiri.
"Oh ya Mi, ini uang belanja kita selama makan siang disini ya?" ucao Ryan dengan memberikan sejumlah uang yang digulung ya ke tangan Mimi.
"Eh nggak usah kak." tolak Mimi dan hen memberikan uang itu kembali kepada Ryan
"Gak apa ambil aja, gak enak kita selalu makan siang tapi nggak kasih uang belanjanya." Ryan menolak uang yang akan dikembalikan oleh Mimi.
"Oh yaudah kalau gitu. Makasih kak."
"Dek, buat brownies ya ntar." pinta Syahril.
"Banyak mau nya Lo Riil." ucap Rudi dengan menepuk bahu Syahril.
"Iss berisik Lo, ntar kalau Mimi buat jangan pinta dan makan ya." ucap Syahril.
"Kalau dan di buat ya jelas dimakan lah." jawab Rudi.
"Ckk yaudah ayoo kita berangkat." ajak Andri.
"Yaudah mi kita berangkat dulu ya." pamit Ryan dan yang lain.
"Iya kak, semangat ujiannya." Mimi memberi mereka semangat.
"Siaap" ucap mereka semua dan mereka pun berlalu pergi.
Setelah mereka pergi dan kegiatan Mimi bersih-bersih pun telah selesai, Mimi langsung kembali ke dalam dan menolong nyai didapur.
Jam telah menunjukkan pukul 8:30 Mimi segera mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat brownies. Karena bahan-bahan telah di beli sebelumnya jadi Mimi tinggal mengeksekusi nya.
Satu jam berlalu brownies pun telah matang, dan kini Mimi tinggal membersihkan peralatan yang dipakainya untuk mengeksekusi brownies nya.
"Mi.." panggil Nyai.
"Iya nyai." jawab Mimi.
"La masak buat makan siang nanti?" tanya Mimi.
"Belum nyai." jawab Mimi dengan masih membereskan sisa-sisa eksekusinya.
"Masak lah lagi, sudah jam berapa ini. Nanti keburu Syahril dan yang lain dah pulang." ujar nyai mengingatkan dan Mimi pun melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjuk ke arah angka 10 lewat 15.
"Ah iya Nyai." jawab Mimi dan segera melihat ke dalam lemari es alias kulkas ada bahan-bahan apa aja yang ada di dalamnya.
"Hemm ikan kemaren masih ada, sayurnya tinggal wortel sama buncis yang tersedia dan tahu. Fiuhhh, serasa sudah jadi istri orang aja sibuk memikirkan menu masakan buat suami." gumam Mimi dengan mengambil ikan buncis, wortel dan tahu.
"Ikannya masih beku lagi, semoga aja tuh orang ndak pulang cepat." gumam Mimi lagi dengan menaruh ikan kewadah dan direndam pakai air agar cepat mencair.
Mimi bingung mau di masak apa dengan menu yang ada, mau belanja Mimi malas pergi ke warung dan pastinya juga udah pada habis kalau sudah siang begini.
Sambil menunggu ikan mencair Mimi membersihkan wortel dan buncis terlebih dahulu serta merendam tahu pakai air masa*o.
Mimi masih kebingungan mau dimasak apa ikan, tahu dan sayur wortel serta buncisnya. Disaat Mimi akan mengambil wadah untuk wortel dan buncis Mimi melihat ada terasi dan akhirnya Mimi pun berencana menu siang ini sambal terasi saja.
Mimi melihat ikan belum juga mencair dan Mimi juga telah mengganti air rendamannya. supaya kerjaan nya selesai satu persatu Mimi pun meracik bahan untuk sambal terasinya.
Mimi goreng sebentar semua bahan dan terasi nya pun Mimi bakar terasa terasa nya khas.
Setalah dianggap cukup mimibyriris sebentar lalu Mimi giling semua nya halus dan Mimi masukkan garam, miwon serta gula, stelah itu Mimi panaskan secukupnya minyak baru dibatas teflon sampai panas, setelah panas Mimi tuangkan minyak tersebut kedalam batu penggilingan dan Mimi aduk rata sebelum Mimi masukkan kedalam mangkok.
Sambal terasi telah siap dieksekusi sekarang Mimi merebus buncis serta wortel hingga matang.
Ikan telah cair dari bekunya dan Mimi mengasah garamkan ikan tersebut sebelum di goreng.
Mimi panaskan minyak untuk menggoreng tahu nya terlebih dahulu. Disaat sedang asik masak terdengar salam deru motor di bawah.
"Hah dah pada pulang tuh orang." gumam Mimi dan berlalu ke pintu yang berada di dapur untuk melihat apa benar itu Syahril cs yang baru pulang.
"Assalamualaikum." terdengar salam dari mereka semua.
"Waalaikum salam." jawab Mimi dan berlalu menuju ke depan.
"Baru pulang kak." tanya Mimi berbasa-basi.
"Iya Mi." jawab Ryan, Andri dan Rudi.
Mereka semua melihat ke arah Mimi dan tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa pada senyam senyum." gumam Mimi yang masih bisa terdengar oleh mereka.
Yah penampilan Mimi seperti emak-emak yang lagi masak,emang Mimi lagi masakan ya.
"Nggak ada apa-apa Mi, emang Mimi lagi apa? tanya Ryan.
"Mimi lagi masak, aduhh Mimi tinggal ya Mimi lagi goreng di dapur." ucap Mimi yang lupa dan buru-buru berlalu ke dapur.
"Selamat-selamat," ucap Mimi setelah melihat wajan yang masih berisi tahu itu ternyata tahunya ndak gosong.
Mimi meneruskan kegiatan memasaknya hingga lupa bila Syahril dannynag lain udah pada pulang.
Setelah selesai menggoreng tahu Mimi segera menggoreng ikan sampai semua masak dan siap untuk disajikan.
Setelah semua telah selesai di eksekusi Mimi membereskan peralatan kotor dan menaruhnya di tempat pencucian piring.
Karena lama berkutat didapur Mimi pun merasa gerah dan akhirnya Mimi pun pergi untuk mandi kembali.
Diteras.
"Oh ya Riil, apa kakek masih menghubungi Babah?'' tanya Ryan setelah dia melihat ke arah dalam dan tak melihat tak ada Mimi.
"Masih Yan." jawab nya murung.
"Terus gimana?" tanya Andri.
"Babah sudah beritahu kakek kalau bisa semua itu dibatalkan." ujar Syahril yang enggan untuk mengingat masalah perjodohan tersebut.
"Riil, apa Lo sudah ngomong tentang ini sama Mimi?" tanya Rudi dan Syahril hanya menggeleng.
"Riil, apa setidaknya Mimi juga harus tau?" ucap Andri.
"Entahlah Ndri, gue nggak mau nyakitin Mimi Ndri. huhhh.. gue harus gimana sedangkan kakek masih kukuh dengan perjodohan itu." jawab Syahril frustasi.
"Kenapa bukan kalian aja yang dijodohkan, kenapa harus aku.!" ucapnya dengan menarik rambutnya dengan kedua tangannya.
"Amit-amit Riil, gue nggak mau dijodoh-jodohkan gitu." jawab Andri dan di anggukan oleh Ryan dan Rudi.
"Elo pada aja nggak mau, apa lagi gue. Gue sayang banget ama Mimi. Kalau seandainya kakek masih memaksakan gue mau ajak Mimi kawin lari aja." ucap Syahril yang sudah merasa penat dengan permasalahan ini.
"Emang Mimi mau Riil?" tanya Rudi sok polos.
"Sayangnya Mimi nggak mau." Syahril menjawab singkat dan mereka melongok dengan pemikiran masing-masing.
"Jangan Lo bilang Lo udah ngajak Mimi kawin Riil." Ryan bertanya dengan menduga-duga.
"Iya gue udah pernah ngajak dia nikah." jawab Syahril jujur.
"Terus!" ucap Andri yang kepingin tahu.
"Mimi nggak mau, dia mau mengejar cita-cita nya dan dia mau membahagiakan kedua orang tua nya dan membuktikan kepada orang-orang yang pernah hina keluarga nya." terang Syahril.
"Ya betul juga Riil apa kata Mimi, apa lagi dia masih muda. Tapi, kalau dia mau nikah sama Lo gue yakin lo masih bisa kok mewujudkan cita-cita nya." ujar Andri.
"Yaudah lah gak usah bahas itu dulu, do'a ini aja biar semuanya berakhir." ucap Syahril.
"Amiin" jawab mereka semua dan mereka pun menghentikan membahas tentang itu karena Mimi sudah terlihat akan menuju teras.
"Eh maaf ya kak, Mimi lupa kasih minum." ucap Mimi dengan senyum.
"Haduh Mi, masa laki baru pulang ampe lupa nyiapin minum." goda Rudi.
"Hahaha" mereka ketawa renyah.
"Yaudah kak kita langsung makan aja yok?'' ajak Mimi dan mereka pun mengangguk.
"Ayook perut kakak juga udah kasih kode." ajak Rudi dan langsung nyelonong masuk.
"Roy dasar kalau dengar makan aja cepet Lo." ucap Andri.
"Laper gue." sahut Rudi yang sudah berada di ruang tengah.
Mereka semua sudah duduk menghadap makan siang dengan menu seadanya.
"Maaf ya kak menunya seadanya." ucap Mimi.
"Gak apa dek." jawab Syahril.
Mimi pun mengisi piring-piring denah nasi dan memberikan kepada mereka semua.
"Em Pakcik sama Bicik kemana dek?" tanya Syahril setelah dia teringat taknibat keberadaan pakcik dan Bicik hari ini.
"Merek atidur di rumah nyai Eza." jawab Mimi dan memberikan cangkir yang telah diisi air minum kepada mereka satu persatu.
"Sudah ayo makan."Ajak Nyai.
"Iya Nyai." ucap mereka semua dan memulai menyantap makan siangnya
"Wah sambalnya mantap huwah huwah huwah." ucap Rudi dengan kepedasan.
"Iya dan bikin mata merem melek." sambut Andri.
"Hahaha" mereka ketawa bersama.
Mereka bersantap dengan bersenda gurau sehingga tak terasa menu seadanya pun. tandas tak tersisa.
ALHAMDULILLAH DOJYER JANTUNGKU UPDATE.
MAKASIH YANG MASIH SETIA DI DOKTER JANTUNGKU DAN JANGANUOA YERUS BERI DUKUNGANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK NYA JUGA YA.
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
🎆🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH 🎆🎆🎆🎆🎆