
Lelah dan letih menghampiri muda mudi seakan tak berarti bagi mereka yang sedang berjelajah mengarungi keindahan panorama wisata alam yang telah di sajikan.
Begitu besar kebesaran illahi yang menciptakan seisi alam di bumi ini. Ini hanya sebagian keindahan yang mereka lihat, mungkin di daerah lain juga telah tersaji keindahan-keindahan alam lainnya.
Tak ingin rasanya cepat berakhir momen kebersamaan ini. Namun kami juga harus memiliki batasan tersendiri.
Dini hari mereka muda mudi baru pulang dari acaranya, yah walau acara sederhana hanya nongkrong di pinggiran pantai menikmati angin malam yang berhembusan disertai deru ombak dari laut dengan santapan ikan bakar, mereka sangat amat bersyukur atas kenikmatan hari ini.
Ajo Rohman dan ajo Kadir masih setia menunggu di pos sambil menikmati secangkir kopi dan goreng pisang.
"Assalamualaikum." Ucap kak Syahril ketika ajo rohman membukakan pagar.
"Waalaikum salam." jawab ajo Rohman.
"Baru ka pulang Riil?" tanya Ajo.
"Iyo Pak makasih yo pak, apak masih nunggu kami," jawab kak Syahril.
"Yo indak ba a do, ( iya nggak apa-apa), yasudah kalian masuk dan langsung istirahat." ucap Ajo Rohman.
"Iyo Pak, o yo pak iko ado martabak kubang buat apak Rohman samo apak Kadir." ucap kak Syahril dan memberikan sebungkus martabak kubang.
"Onde makasih Riil." Ucap apak Rohman.
"Sama-sama pak." jawab kak Syahril dan kami pun berlalu menuju rumah.
"Oke guys kita langsung istirahat aja. Oleh-oleh kalian biar dalam mobil aja." ucap kak Syahril.
"Iya soal belanjaan besok aja kita keluarinnya." Sahut Ryan.
"Oke lah dah capek plus ngantuk nih." celetuk Emma.
"Yaudah yok kita masuk." Ajak Erwan dan membukakan pintu sambil merangkul Emma.
Kami semua langsung masuk ke kamar masing-masing kecuali Mimi, dia langsung menuju dapur untuk mengambil air minun.
Disaat akan meminum air yang telah di ambilnya dari diapenser tiba-tiba Syahril sudah nongol di belakang Mimi dan membuat Mimi terkejut.
"Astahgfirullah." ucap Mimi.
"Astaghfirullah dek, gitu aja kaget." ucap Syahril yang ikut kaget juga saat dia hendak mengambil air juga dari dispenser.
"Ya gimana ndak kaget, kakak tau-taunya sudah ada di belakang Mimi." jawab mimi dengan meneguk air minumnya sampai tandas.
"Hehehe maaf." jawab kak Syahril dengan cengiran dan tautan dua jari pertanda peace.
Jedderr jedderr tiba-tiba suara gluduk terdengar pertanda akan turun hujan.
"Wah kak, bakal huan kayaknya." ucap Mimi.
"Yaudah yok, kita tidur. Dek dingin-dingin gini enak pelukan lo dek." ucap Syahril dengan godaan.
"Isss kakak apaan sih ah, dah ayo naik tidur lagi." jawab Mimi dan akan berlalu namun tangannya di tarik oleh Syahril sehingga mendorong tubuh Mimi ke dalam dekapannya.
"Kak, lepasin nanti ada yang lihat." ucap Mimi yang ingin lepas dari dekapan Syahril.
Dengan jarak yang nyaris bersentuhan dengan deru nafas saling beradu kepermukaan wajah membuat rasa aneh timbul dari dua insan yang saling berpelukan.
"Kak....." Mimi ingin meminta Syahril untuk melepaskannya namun dengan sigap Syahril menutup bibir Mimi dengan bibir nya.
Disaat dua bibir menyatu walau hanya menempel debaran jantung dua insan berdegub dengan kencangnya.
Ini kali kedua Syahril mengambil kesempatan kepada Mimi, dengan deguban jantung tak beraturan dan nafas yang terasa tersekat, mata yang masih tertutup kedua nya merasa gelenyar di aliran setiap urat syaraf dan nadi mereka.
Syahril pelahan ******* bibir Mimi walau hanya bibir luarnya saja dan entah kenapa Mimi seakan menikmati dan pasrah sehingga lupa dengan komitmennya sendiri.
Seperkian detik Syahril menggit bibir Mimi karena Mimi hanya diam sehingga mulut Mimi pun terbuka sedikit akibat kena gigit.
Syahril leluasa ******* bibir Mimi hingga menyapu setiap jengkal yang berada di bibir Mimi. Mimi hanya diam karena Mimi tak pandai untuk membalasnya.
Mimi merasakan setiap gerakan lidah yang di mainkan Syahril di dalam mulutnya entah sampai berapa lama pangutan itu terjadi sehingga mereka hampir kehilangan nafas.
Syahril melepaskan pangutannya dengan ngos-ngosan dan mereka menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Saat Syahril ingin mengulanginya Mimi menahan muka Syahril karena tak ingin berbuat lebih jauh lagi.
"Stop, jangan lagi. Lebih baik kita ke atas dan segera tidur, takut nanti ada yang lihat kak." ucap Mimi.
"Biarin kalau ada yang lihat sekalian aja di grebek biar kakak cepat halalain adek." ucapnya.
"Itu maunya kakak, Mimi ndak mau, Mimi masih sekolah dan mau ngejar cita-cita Mimi." jawab Mimi
"Iya itu emang maunya kakak, habis kalau nunggu maunya adek lama." ucap Syahril dengan senyuman manisnya dan Mimi masih dalam dekapannya.
"Udah yok kita tidur lagi." Ajak Mimi.
"Tidur berdua ya dek." ucao Syahril
"Iss apaan sih, kenapa kakak jadi piktor gini sih ah. Udah ayo tidur." ucap Mimi dan menarik tangan Syahril untuk beranjak dari dapur menuju kamar mereka masing-masing.
Mereka pun naik ke lantai dua menuju kamar mereka masing-masing dan saat Mimi akan menuju Syahril kembali menarik nya dan kembali memeluknya sembari bilang Ilove you.
"Makasih ya yank i love you always forever." ucapnya.
"Love you more." jawab Mimi dan Syahril melepaskan pelukan dan sekali lagi dia mencium Mimi dengan lembut "good night my beat heart." ucapnya lagi dan Mimi hanya tersenyum dan masuk ke dalam kamar.
Sebelum merebahkan diri nya Mimi masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci tangan dan kaki serta mukanya.
Disaat akan mencuci mukannya di westafle Mimi melihat ke arah kaca yang ada disana dan memegang bibirnya.
__ADS_1
"Ini kali kedua kakak mencium Mimi kak, dan kenapa Mimi tidak bisa menolaknya. Ya allah ampuni hamba, hamba sudah mengingkari komitmen hamba sendiri untuk tidak melakukan yang lebih dari sekedar berpegangan tangan." gumam Mimi dalam hati dan tak terasa air mata menetes di pipinya.
"Padahal ku tahu ya rabb mungkin dia bukan untukku, sudah ada gadis lain yang telah di jodohkan dengannya. Apakah aku tak bisa menginginkan kebahagiaanku hanya bersamanya." Mimi meratapi nasib nya kelak.
"Aku tak tau kenapa aku mencintainya rabb, aku ingin dia selalu bersamaku." Mimi merasa sesak di dada nya jika teringat orang yang dicintainya telah di jodohkan oleh sang kakek.
Mimi membasuh mukanya dan segera keluar dari kamar mandi dan diapun langsung membaringkan tubuhnya bersama kedua sahabatnya dan tak lama Mimi pun terlelap.
Hujan deras membasahi bumi disertai gluduk dan petir membuat alunan adzan nyaris tak terdengar.
Mimi terbangun karena sesak ingin membuang air kecil, di lihatnya jam telah menunjukkan jam 5:15.
"Astahgfirullah dah jam segini" Mimi pun langsung beranjak untuk membuang hajatnya dan setelah itu segera dia berwudhu.
Sebelum menunaikan sholatnya Mimi membangunkan kedua sahabatnya yang masih bergelung didalam selimut.
"Di'ah, Emma bangun dah jam setengah enam." Mimi membangunkan mereka engan menyebutkan jam setengah enam walau barru hampir.
Mimi yang telah membangunkan mereka Mimi pun langsung menunaikan sholatnya.
"Hemmm" jawab Emma yang langsung duduk dan membuka matanya "Hah Mimi kenapa baru bangunin." teriak Emma ketika melihat jam sudah setengah enam dan itu membuat Di'ah terlonjak kaget.
"Iss Emma berisik." ucap Di'ah yang kaget.
"Ada apa teriak-teriak gitu gangguin Mimi sholat tuh" ucap Di'ah lagi yang belum sadar akan jam berapa saat ini.
"Iss Di'ah coba lihat tuh jam," jawab Emma.
Untung Mimi telah selesai sholatnya jadi kekhusyukan nya tak terganggu oleh teriakan Emma.
"Ye dari tadi dibanguninnya, cuma kalian tak juga bangun ya Mimi tinggal sholat duluan, udah sana kalian berwudhu dan segera sholat." ucap Mimi dan mereka pun segera berlari menuju kamar mandi.
Hujan yang masih awet membuat udara semakin dingin. Mimi keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan Syahril yang juga baru keluar dari kamarnya.
"Assalamualikum istriku." ucap Syahril dengan menyebut Mimi istrinya seraya akan merangkul Mimi.
"Waalaikum salam kak." Jawab Mimi.
"Ckk istri istri noh segera ke KUA" sindir Ryan yang akan keluar dari kamar terhalang oleh Syahril yang masih berada di depan pintu kamarnya.
"Udah jangan lama-lama pelukan entar ada setan deketin hahaha." sindirnya lagi disaat Syahril merangkul Mimi.
Mimi yang mendengar sindiran dari Ryan mengerutkan keninganya dan Mimi berbisik kepada syahril.
"Kak, maksud kak Ryan apa?" tanya Mimi dengan berbisik dan Syahril hanya mengangkat kedua bahunya seolah menjawab entahlah.
Disaat sedang berbisik ternyata di belakang mereka ada satu makhluk lagi yaitu Andri.
"Ehem" Andri berdehem sambil tersenyum jahil.
"Eh kak." ucap Mimi.
"Hai mi." ucap Andri dengan melambaikan tangannya.
Andri menelisik melihat ke wajah Mimi.
"Hmm aman" gumamnya yang membuat Mimi dan Syahril heran.
"Maksudnya ap kak?" Tanya Mimi.
"Ngak apa-apa hehehe takutnya Syahril ganas aja." jawabnya.
"Ganas apaan maksudnya?" Mimi bertambah heran dengan apa yang diucapkan Andri.
"Ah Mimi sudah lah yok kita sarapan di meja makan jangan sarapan yang lain ya dingin-dingin gini." ucap Andri dengan sindiran yang membuat Mimi curiga.
"Udah ndak usah lihatin kakak gitu, kakak emang ganteng kok." ucapnya yqng narsis abis.
"Gaya Lo Ndri." ucap kak Syahril dengan menepuk bahu kak Andri.
"Lah kalian bukannya turun malah bercanda disini." tiba-tiba Emma menghampiri kami.
"Yaudah yok ke bawah bawaan lapar nih dingin-dingin gini." ucap Di'ah dan dia menggandeng Emma untuk segera ke bawah.
"Yaudah ayoo." jawab kak Andri dan kami pun menuruni satu persatu anak tangga.
Saat sampai meja makan semua sudah berkumpul. Mimi ingin membantu amak mengangkat masakannya.
"Amak sini biar Mimi yang bawa." ucap Mimi dan mengambil mangkok berisi kuah ayam berwarna sedikit kuning itu.
"Amak masak apa nih?" tanyq mimi ketika melihat masakan yang di pegangnya.
"Masak soto Mi." jawab amak.
"Wah amak tau saja cuaca lagi dingin gini." ucap Mimi.
"Yaudah ayo kita bawa ke sana." ucap uniang Santi yang membawa nasi.
Kami pun menuju meja makan dan menyajikan soto buatan amak dan uniang Santi.
"Wah soto, tau bener uniang Santi mah." ucap Rendi dengan menyendokkan soto daging ke dalam mulutnya.
"Hem yo sabana lamak soto uniang ko mah." puji Rendi
"Lai yo lamak, jan ado basisah do." jawab uniang Santi.
"Tenang uniang beko sadonyo abieh di makan Rendi se mangkok-mangkoknyo." canda Ryan.
"Haahaha yo buliah lah Rendi jadi kuda lumping." jawab uniang Santi.
__ADS_1
"indak ba a demi uniang santi." ucap Rendi.
Sarapan kami selalu diiringi canda tawa dan rona kebahagia terpancar di dalam ruangan ini.
"Jadi kalian pulang hari ini? tanya amak Imah.
"Iya mak siangan dikit." jawab Syahril
"Oh yaudah nanti amak dan uniang Santi masak buat bekal kalian di jalan." ucap amak Imah
"Ndak usah repot mak, nanti biar kami makan di rumah makan saja." Tolak Syahril.
"Ndak apa Riil, bahan juga sudah di beli kemaren." sahut uniang santi.
"Ya kalau indak merepotkan uniang sama amak kami terima dan terimakasih." ucap Syahril.
Sehabis sarapan Mimi dan yang lain menyusun kembali barang belanjaannya serta pakaian-pakaiannya kedalam tas.
Beruntung kemaren Mimi mencuci pakaiannya sehingga yang di bawa pulang kembali semua telah bersih dan hanya 3 set yang kotor itu pun pakaian yang dipakai jalan-jalan ke pantai sore kemaren dan pakaian tidurnya.
Sehabis dzuhur mereka telah siap untuk kembali pulang ke jambi. Kami semua menyalami amak, uniang Santi ,uniang Sari ajo Kadir dan ajo Rohman tak lupa kakaknya kak Andri dan kak Ryan serta baby sister mereka.
Perjalanan kami masih panjang untuk mencapai kota jambi yaitu kurang lebih 8-9jam perjalanan.
Jam 8:30-9 malam kami sampai di rumah kami masing-masing. Pegal rasa di pinggang akibat duduk terlalu lama karena kami kali ini tidak banyak berhenti karena kami ingin segera samapi rumah.
Sampai rumah ternyata emak dan Ay sudah ada di rumah Nyai. Syahril naik terlebih dahulu ke rumah untuk bertemu sama mamak dan keluarga Mimi lainnya.
"Assalamu'alaikum." ucap Mimi dan Syahril bersamaan.
"Waalaikum salam" jawab dari arah dalam.
"Baru nyampai Mi? tanya emak, ternyata emak yang membuka pintu buat kami.
"Iya Mak, jawab Mimi dan Syahril serentak.
"Yaudah ayo masuk dulu." mamak menyuruh kami masuk dan dia membantu membawa sebagian barang yang Mimi bawa.
Sesampai nya di dalam Pakcik, Bicik dan Nyai serta adek-adek Mimi belum ada yang tidur.
"Jam berapa berangkat tadi Riil?" tanya pakcik.
"Jam satuan lah Cik," jawab Syahril.
" Cepat juga sampai." Ucap Pakcik.
"Iyo cik, kami ndak pakai berhenti lama di jalan tadi." jawab Syahril.
"Ini kak minum teh dulu." ucap Mimi
"Makasih dek." jawab Syahril dan langsung mensruput teh hangat nya.
"Jam berapa berangkat dari Pedang Riil? tanya mamak Mimi.
"Jam satuan mak." jawab Syahril "Emak kapan kejambinya?" tanya Syahril kepada mamak Mimi.
"Siang Mak berangkat dari tebing sampe sore di Jambi."Jawab emak. "Dari Pedang ke Jambi 8 jam ndak perjalanannya?" tanta mamak.
"Kurang lebih mak kalau macet dan banyak berhenti bisa lebih." ternag Syahril
"Oh ya mak, Mak sama Mimi kapan pulang ke tungkal nya?" tanya Syahril.
"Belum tau Riil, mungkin sore besok atau kalau ndak pagi selasa." jawab Emak. "Kenapa?" tanya Emak pada syahril.
"Ndak mak, kalau boleh Aril mau ikutan liburan disana." ucap Syahril.
"Boleh lah tapi disana apa yang mau di lihat cuma ada sawit." jawab Emak Mimi.
"Ya ndak apa mak." ucap Syahril.
"Oh ya terserah Syahril saja, yang pasti besok emak mau beli baju sekolah Ay dulu, bajunya sudah singkat ( kekecilan ).
"Emm kalau gitu hari selasa saja mak, besok biar Syahril ngecek kerjoan dulu." usul Syahril.
"Boleh juga lah. Oh ya makasih oleh-olehnya kata Mimi yang banyak belikan Syahril." ucap emak.
"Kalau gitu Ariil pulang dulu Mak, Pakcik, Bicik, Nyai." Syahril pamit akan pulang.
"Oh ya makaaih Riil, hati-hati." jawab Pakcik
Mimipun mengantar Syahril ke depan.
"Kakak pulang dulu ya, segera istirahat." ucap Syahril.
"Iya kakak juga sampe rumah langsung istirahat." jawab Mimi dengan mencium punggung tangan Syahril.
"Yaudajh kakak pulang assalamu'alaikum." pamitnya.
"Waalaikum salam." jawab Mimi
Sepulangnya Syahril Mimi kembali ngobrol sama Pakcik, Bicik, Nyai dan mamaknya, arek-arek Mimi telah pergi tidur dikamar mereka. Setelah lumayan lama ngobrol Mimi pun masuk ke kamar yang mana sudah ada Ay yang tidur disana, Mimi pun merebahkan badannya yang sangat lelah dan akhirnya Mimi terlelap hingga esok pagi.
Assalamualaikum alhamdulillah dokter jantungku up walau penuh dengan kesabaran karena hp lola buat ngetik
JANGAN LUPA SELALU BERI DUKUNGANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK SERTA KRISANNYA
VOTE
RATE
__ADS_1
LIKE
KOMEN