DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
nasib si kulop paku baja


__ADS_3

Suka cita dirasakan oleh kedua pihak keluarga. Mimi maupun Syahril tidak menyangka jika malam ini mereka dua telah berubah status menjadi suami dan istri.


Kedua pihak sahabat belum ada yang mau membubarkan diri. Di dalam kamar Mimi masih bersama para sahabatnya, omongan yang berawal ucapan selamat beralih ke omongan inti malam pertama.


Tak hanya di kamar Mimi, di luar pun Syahril juga di beri wejangan oleh para sahabatnya.


Ya wejangan seputar malam pertama yang tak semestinya mereka bahas karena seyogyanya tiap insan pasti mengetahui apa yang akan mereka lakukan tanpa harus di ajarkan.


Syahril merasa jengah dengan para sahabat yang juga merupakan sepupunya, karena mereka semua seolah tak mengizinkan dirinya untuk segera beristirahat.


Mata Syahril selalu tertuju ke arah pintu kamar Mimi, suara tawa yang bergema di kamar pun terdengar hingga di luar.


"Sabar Riil, biarkan para istri kami menemani Mimi sejenak." ucap Rudi.


"Hahahaha, kau macam lah tak tau Rud." sahut Andri


"Ais bukan ndak tau Ndri, aku yakin malam ni, si kulop dak bakal biso masuk." jawab Rudi.


"Ah sok yakin kau Rud, emang kau yang gagal." ucap Rendi.


"Tarohan Kito payo.." ucap Rudi dengan pakai bahasa daerah Jambi.


"Aisss kau ni Rud, kasian kawan Rud kalau kulop dak masuk." ucap Rendi.


"Ckk kalian ni berisik." sergah Syahril yang langsung berdiri.


"Woy Riil, mau kemano?" seru Ryan


"Nak ke WC, apo? nak ikut? ayok lah." jawab Syahril dan langsung berjalan menuju kamar mandi.


"Hahahaa dak tahan Yo Riil." seru Andri. Syahril terus berjalan dengan tak menghiraukan omongan para sepupunya.


Jam terus berdetak hingga menunjukkan pukul sebelas malam, satu persatu sahabat Mimi akhirnya keluar dari kamar mereka.


Para sahabat Mimi, hanya Dewi yang membawa anak nya yang paling kecil, sedangkan yang lain anak-anak mereka telah mereka titipkan pada orang tua mereka.


Mereka tidur di rumah sebelah, rumah yang orang tua Mimi dirikan untuk kos-kosan, kebetulan para mahasiswa liburan sehingga rumah disebelah kosong dan di rumah itu akan di pergunakan untuk para sahabat yang ingin menginap.


Karena para sahabat telah pindah posisi kerumah sebelah, Mimi pun mengajak Syahril untuk masuk kedalam kamar nya.


"Kakak mau ganti baju?" tanya Mimi yang merasa canggung dengan ke adaan malam ini.


"Emm kakak ndak bawa baju ganti dek." jawab nya dengan membuka kemeja biru muda yang dia kenakan tadi, sehingga dia hanya mengenakan singlet.


"Emm itu koper kakak, tadi umma bawa." ucap Mimi dengan menghampiri koper yang berada di pojokan dan Mimi segera membuka koper tersebut dan mengambil kaos serta celana pendek Syahril.


"Oh." jawab nya.


"Ini kak." ucap Mimi dengan memberikan pakaian ganti Syahril.


"Hmm makasih." jawab Syahril dan dia pun langsung mengganti pakaiannya di dalam kamar Mimi.


"Emm dek." panggilnya.


"Emm iya kak." jawab Mimi dengan melihat ke arah Syahril.


Kesunyian melanda dua insan yang telah berubah statusnya malam ini, kecanggungan pun melanda mereka berdua, padahal hampir dua Minggu mereka satu kamar dan satu ranjang tapi malam ini entah mengapa mereka berdua merasa canggung.


"Emm, apa kakak tau rencana malam ini?" tanya Mimi mengusir keheningan di dalam kamar ini.


"Ndak, apa adek tau?" jawab Syahril dan kembali bertanya pada Mimi, Mimi menggeleng.


"Emm" ucap mereka berdua dan kembali diam.


"Emm, kakak kapan balik ke dusun?" ucap Mimi hati-hati.


"Rencana tadi sore, cuma waktu kakak mau pamit Babah sama umma Ndak ngizinkan katanya ada pertemuan dengan klien dari Singapore." ucap Syahril.


"Adek sendiri apa ndak curiga sama orang di rumah tadi?" tanya Syahril dan Mimi hanya menggeleng.


"Kok ndak tau? emang waktu adek sampe rumah Ndak lihat ada tenda?" tanya nya lagi dan Mimi menggeleng.


"Hmm" ucap Syahril, Mimi hanya mengehelakan nafas beratnya.


"Pas balik tadi, Mimi ndak begitu memperhatikannya, apa lagi sampe rumah Ay langsung mengajak Mimi kedalam kamarnya, ya sampe MUA utusan ummi Ikha datang." ucap Mimi.


"Oo, tapi kenapa sampe adek ndak tau? maksudnya kakak, kok adek ndak ngeh kalau rumah di hias gitu." ucap Syahril, Mimi mengehelakan nafasnya.

__ADS_1


"Emm ya gimana mau ngeh, kalau pikiran Mimi tidak ada pada otak Mimi." ucap Mimi lirih.


"Kok bisa?" tanya Syahril.


"Ya bisalah.." jawab Mimi ketus.


"Eh." ucap Syahril, lagi-lagi Mimi menghelakan nafasnya.


"Ya bisa, karena kakak siang tadi abaikan Mimi." jawab Mimi lirih dan menunduk.


Syahril berdiri dan mendekati Mimi, Syahril duduk di samping Mimi dan merengkuh tubuh Mimi. Syahril memeluk Mimi erat.


"Maafkan kakak ya." ucapnya dengan mengelus punggung Mimi.


"Maafkan kakak, kalau siang tadi kakak mengabaikan adek." ucapnya.


"Jujur saja ada rasa kecewa di hati kakak tadi. Tak hanya kecewa, kakak juga takut." ucapnya.


"Mimi juga minta maaf kalau keputusan Mimi buat kakak kecewa, jujur Mimi juga takut tadinya. Apa lagi kakak abaikan Mimi." ucap Mimi sendu.


Syahril melerai pelukannya dan dia melihat wajah Mimi dan kemudian dia mencium kening Mimi dengan sangat lama.l dan kemudian dia kembali memeluk Mimi.


"Dek, apa kakak bisa minta malam ini?" ucapnya parau.


"Emm" jawab Mimi dengan menganggukkan kepala.


"Kita sholat Sunnah dulu yuk." ajaknya, Mimi pun mengangguk. Syahril dan Mimi pun keluar kamar menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Sehabis berwudhu mereka pun kembali masuk ke dalam kamar dan segera melaksanakan sholat Sunnah. Sehabis sholat, Syahril memandangi wajah Mimi dan dia tersenyum.


"Kakak bahagia, akhirnya kita sah di mata Allah." ucapnya.


"Mimi juga bahagia kak." jawab Mimi.


Mimi segera membereskan alat sholat mereka dan setelah itu mereka berdua duduk di atas kasur.


"Assalamualaikum istri sholehah ku."


"Waalaikum salam, suamiku." jawab Mimi. Perlahan namun pasti Syahril mulai mendekatkan wajah nya, bukan wajah melainkan bibirnya untuk bertemu dengan bibir ranum Mimi, kecupan demi kecupan telah terjelajahi, seluru wajah Mimi di cium oleh Syahril, hingga kecupan bibir yang awalnya sekedar kecupan menjadi ******* menggebu.


Leguhan keluar dari bibir Mimi, Syahril terus menjelajahi isi dalam mulut Mimi hingga tautan tersebut terlepas karena pasokan udara yang mulai menipis.


"Eugh" lagi-lagi Mimi mengeluarkan leguhan nya.


Syahril masih terus mengeksplor diri Mimi, kini tak hanya bibir melainkan berpindah ke telinga dan leher Mimi dengan tangan terus mencari celah dan tanpa Mimi sadari mini dress satin yang dikenakannya telah tanggal dari tubuhnya.


Tangan Syahril yang bergerilya telah menemukan tempat favoritenya dengan mulut yang kembali ke bibir Mimi.


"Eumm aaakhh." ******* akhirnya keluar juga dari Mimi kala kedua tangan Syahril bermain di bukit kembar Mimi, saat Mimi mendesah Syahril langsung membungkam bibir Mimi.


Maklum kamar Mimi yang berada di depan otomatis berada pinggir jalan karena bapak Mimi sewaktu membangun rumah ini mepet dan hanya berbatas parit di tambah kamar ini tak menggunakan kedap suara.


Syahril terus mengeksplor tubuh Mimi, tak ada tempat tersisah lagi oleh serbuannya, seluruh tubuh Mimi penuh dengan tanda kepemilikan, hingga dimana si kulop hendak menuju Medan perang sesungguhnya, Syahril kembali melihat ke arah Mimi sebelum dirinya membuka segitiga bermuda Mimi.


"Kita mulai ya dek" ucapnya, Mimi hanya mengangguk tak mampu berkata karena entah berapa kali Mimi telah mendapat kenikmatan itu.


Syahril kembali mengecup kening Mimi dan tangannya di taruh ya di atas kepala Mimi sembari dirinya membaca kembali do'a.


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami."


Tujuan doa ini supaya Allah memberikan rezeki berupa keturunan dari hubungan intim suami istri. Serta diharapkan anak keturunan bisa dijauhkan dari setan dan terhindar dari hal-hal buruk.


Nabi Muhammad SAW pernah bersabda apabila ditakdirkan memiliki keturunan, maka ia (anak tersebut) tidak akan diganggu (dibahayakan) oleh setan selama hidupnya.


Setelah membaca do'a tersebut Syahril kembali mencium bibir Mimi, dia terus memberikan rangsangan kembali pada Mimi, hingga akhirnya dia pun menanggalkan segitiga Bermuda ya dan sebelum membuka segitiga Bermuda Mimi dia kembali membaca doa


تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ


Bismillahil 'aliyy al-azhim. Allahumma ij`alhaa dzurriyatan thayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dzaalika min shulbi. Allahumma jannibni asy-syaithaan wa jannib asy-syaithaan maa razaqtanaa.


Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau anugerahkan padaku."


Setelah membaca doa tersebut Syahril pun membuka segitiga Bermuda Mimi, namun setelah terbuka segitiga Bermuda tersebut Syahril terlihat sangat shock.

__ADS_1


Para sahabat Syahril yang berada di rumah sebelah mereka masih belum tidur, mereka berupaya untuk menganggu Syahril.


"Busyet dah tuh anak, tau aja kalau mau di ganggu " sungut Ryan karena sedari tadi dia mencoba menelpon nomor Syahril namun tak kunjung di angkat. Yah Syahril mensilent ponselnya sedari akad tadi dan posisi ponsel pun berada dalam saku jas yang dikenakan tadi .


"Nomor Mimi pun sama, tak bisa di hubungi malah." sahut Andri.


"CK kalian ini bisanya menganggu saja. Kalau mau nganggu itu gedor aja jendela kamar Mimi." sahut Rendi,


"Bener juga tuh, bukannya kamar Mimi di depan kan." ucap Rendi dengan memainkan kedua alisnya.


"Hmm, boleh juga tuh. Tapi sebelum di gedor kota dengerin dulu. Gimana?" ucap Ryan dengan ide konyol nya.


"Ah aku yakin Syahril gagal." seru Rudi.


"Ais kau ni Rud, masih bae bahas itu. Yo kali Syahril sama kayak kau." ucap Arfan.


"Eh mana tau kan, pas lagi on fire eh aliran sungai nilnya mengalirkan warna merah." ucap Rudi


"Hmm ndak kebayang aku, cak mana frustasinya Si kulop." ucap Ryan.


"Hahaha kalau itu sampe terjadi, mendingan kau Rud. Walau di tunda masih sekamar lah Syahril sudah tertunda LDR pula." sahut Rendi.


"Iyo kayak Ryan." sahut Arfan.


"Yee enak Bae, aku sempat yo Yo walau pun sekali, tapi jadilah." ucap Ryan.


"Hahaha nasib Syahril la tuh di tambah pula dak jadi ambil cuti." ucap Arfan.


Yah para sahabat tau jika sebelumnya Syahril dan Mimi akan menikah di hari Jum'at dan resepsi Minggu nya namun rencana tinggallah rencana. Bahkan rencana malam ini pun Syahril maupun Mimi tak mengetahui nya sehingga Syahril yang sebelumnya menggebu akan perencanaan pernikahan nya dan berencana akan mengambil cuti sebulan di urungkan nya.


Bahkan Syahril pun sebelumnya berencana sore tadi akan langsung berangkat kembali ke dusun dimana tempat dia bertugas mengabdi di kampung tersebut.


Karena rasa kecewanya yang gagal perencanaan pernikahan nya, Syahril langsung membatalkan perencanaan cuti nya sebelum dia menanda tangani pertambahan masa mengabdi di kampung itu hingga tujuh tahun kedepannya.


Para sahabat masih berupaya untuk menganggu dua sejoli yang baru sah menjadi suami istri, mereka masih mempertimbangkan untuk menggedor jendela kamar Mimi.


Sedangkan Syahril masih terpaku di depan semak belukar Medan perperangan. Mimi yang awalnya sudah menggebu menjadi penasaran karena sang suami belum juga tertuju ke intinya.


"Kak" panggil Mimi dengan parau. Syahril melihat ke arah Mimi dengan wajahnya yang kusut dengan helaan nafas panjang.


"Kenapa?" tanya Mimi.


"Huuuum fiuhh, gagal kulop berperang." ucapnya lirih dengan melihat ke arah si kulop yang masih on fire.


Mimi yang belum mengerti pun akhirnya duduk di samping Syahril.


"Kenapa?" tanya Mimi. Syahril hanya menatap Mimi sendu.


"Dek," ucapnya sendu.


"Hmm"


"Kasian kulop dek." ucapnya lagi.


"Kasian? kulop?" ucap Mimi yang belum mengerti, Syahril mengangguk dan menatap ke arah selangk*ngannya dengan kulop masih setia on fire. Mimi pun melihat kemana mata Syahril melihat.


Mimi terdiam dan terpaku melihat paku baja yang masih berdiri tegak. Dengan susah payah Mimi menelan saliva nya saat melihat ukuran paku baja milik Syahril.


"Emm, terusss" ucap Mimi dengan mata masih tertuju di paku baja tersebut.


"Sarang adek ndak bisa di gunakan,"


"Emang ini tanggal adek datang tamu ya?" ucapnya lagi, seketika Mimi pun melihat ke arah segitiga bermuda nya yang belum seutuhnya lepas, mata Mimi terbelalak ketika melihat segitiga bermuda nya yang telah ternoda namun noda bukan lah noda yang di tunggu pasangan pengantin tapi noda dari tamu bulanan yang tak ada akhlak.


"Yah" ucap Mimi, terus Mimi langsung berdiri langsung kembali mengenakan segitiga Bermuda ya dan mini dressnya.


Mimi menuju ke lemarinya guna mengambil segitiga Bermuda yang baru dan roti Jepangnya setelah itu Mimi beranjak keluar kamar akan menuju kamar mandi di waktu dini hari.


Sebelum keluar, Mimi sempat menghampiri Syahril yang masih duduk dengan paku baja masih kokoh ke atas.


"Sabarnya lop." ucap Mimi dan langsung keluar kamar, Syahril hanya berdecak saat Mimi mengatakan hal itu.


tbc


♋♋♋♋♋♋♋♋


Assalamualaikum, mohon maaf ya lama up nya. HP yang biasa buat nulis lagi rusak, padahal sebelumnya udah nulis naskah setelah bab terakhir kemarin, pas mau up keesokan harinya layar hp nya langsung hitam.

__ADS_1


Mau nulis di hp jadul, karena aplikasi nya pakai akun FB eh berulang kali selalu salah sandi saat mau buka apk.


Alhamdulillah setelah dua Minggu diriku ma si bicik sakit, tadi pagi nyoba lagi buka walau berulang kali salah sandi akhirnya kebuka juga. Insya Allah selanjutnya di upayakan up walau sedikit lama, karena maklum hp jadul nulisnya nggak bisa lancar.


__ADS_2