DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
183


__ADS_3

Hari terus berlalu, ini hari akhir para maba ospek dan hari akhir ini kegiatan mereka adalah baksos. Mereka melakukan gotong royong dan mereka memilih bergotong-royong di kampung sebelah yang masih terisolir.


Mereka memberi bantuan berupa sembako, imunisasi pada balita dan mereka juga membuat perpustakaan mini untuk anak-anak agar menyukai membaca buku. Ya buku adalah gudang segala ilmu, dengan membaca kita bisa mengetahui berbagai ilmu dan berbagai pengetahuan di dalamnya.


Kegiatan hari ini sangat !menguras tenaga, sehingga kegiatan ini selesai hingga pukul sembilan malam.


Dillah selalu memperhatikan setiao gerak gerik mimi, sehabis semua kerjaan di kegiatan ini selesai, Mimk beserta teman sekelompok nya makan malam di alun-alun kota.


Dita selalu melihat kemana arah mata Dillah memandang, yah Dita sudah tau gadis berambut panjang yang merasuki hati Dillah. Dita yang melihat tatapan Dillah selalu fokus ke arah Mimi.


"Yank." Dita memanggil Reno yang berada disampingnya.


"Hem." jawab Reno.


"Lihat tuh.Apa kita kasih tau aja ya yang sebenarnya." ucap Dita yang merasa kasihan kepada Dillah, mengharap seorang gadis namun gadis itu sudah ada yang punya.


"Biarin aja lah yank, kalau mereka berjodoh pasti dipersatukan dengan sendiri nya." jawab Reno.


"Tapi yank, Dillah udah lama menunggu gadis itu. Dan apa yang di harapakannya untuk bertemu sang cewek iti udah tercapai namun terhalang oleh waktu." ucap Dita.


"Kalau kita beri tahu pasti Dillah tambah kecewa uank jadi biarkan saja. Biar waktu pula yang membukanya." jawab Reno.


"Kalau dillahngau kita sudah mengetahui nya sejak lama, apa Dillah nggak tambah kecewa yank?" ucap Dita.


"Pasti kecewa lah, tapi biarkan dia bahagia menurut caranya sendiri dengan terus memandang Mimk keg gitu." ucap Reno dengan menerbitkan senyum mengejek kepada sang sahabat.


"Hemm, yaudah lah kali gitu." ucap Dita dan langsung !menyantap satenya.


Mimi meminta izin kepada kakak pembinanya untuk pulang duluan karena malam pun telah larut. Mimi mendekat ke arah Dita dan Reno Besama Irsyad.


"Kak Dita, kak Reno kami pamit duluan ya, udah malam." ucap Mimi.


"Oh ya dek, hati-hati." jawab Dita.


"Makasih kak, assalamualaikum." ucap Mimi dan Irsyad.


"Waalaikum salam." jawab Dita dan Reno.


Mimi dan Irsyad berjalan berdua menuju mobil yang terparkir, !mereka pun pulang bersama.


Sehabis mengantar Mimk Irsyad langsung pamit pulang karena tidak enak tetangga dan ibu kos Mimi.


Mimk yang merasa gerah langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi Mimi ingin segera tidur karena tubuhnya merasa amat sangat lelah.


Mimk mengecek ponselnya sebelum dia tidur, ponsel yang seharian ini di abaikannya ternyata daya batre nya tinggal beberapa persen.


Mimk mengecek ada beberapa chat WA dari teman-temannya di sumatra, dan ada ratusan panggilan tak terjawab dari Syahril dan puluhan chat dari Syahril.


Mi!k tersenyum sendiri membaca chat dari Syahril yang masih menaruh rasa curiga dan cemburunya pada Syahril.


MMI lihat jam telah jam setengah dua belas malam, Mimi lihat aplikasi WA Syahril maaih online, Mimi pun menelponnya via video call.


"Assalamualaikum, kak." ucap Mimi dengan senyum melihat orang yang sangat dirindukan nya.


"Waalaikum salam." jawab Syahril dingin.


"Emm, kakak marah." tanya Mimi ketika melihat wajah Syahril yang tak bersahabat itu.


"Adek kemana aja, kenapa mengabaikan telpon dan chat kakak?" tanyanya dengan beruntun.


"Emmm kan pagi sudah Mimi bilang kalo hari ini kegiatannya baksos kak." ucap Mimi dengan mimik cemberut.


"Terus kenapa dengan HP nya?" tanya kak Syahril.

__ADS_1


"HP dalam ransel kakak sayank, mana sempat Mimi pegang HP, terus kenapa kakak nggak telpon Irsyad aja. Dia yang selalu Selfi sana sini " jelas Mimi.


"Kok baru malam hubungi kakak." ucap Syahril lagi.


"Hmm Mimi baru nyampe rumah jam 11 kak, nih aja habis !Andi mau tidur liat HP eh banyak chat dan liat WA kakak online makanya Mimi telpon kakak tapi Mimi malah di itrogasi gini." jawab Mimi dengan cemberut.


"Hemm, yaudah kaakkak minta maaf. Tuh bibir kenapa? Mau ya.." ucap kak Syahril dengan canda.


"Mau, mau apa?" tanya Mimi dengan menautkan alisnya tidak mengerti.


"Mau di cip*k lah hehe." jawab kak Syahril cengengesan.


"Idihh, ngak lah." jawab Mimk sembari menahan nguap kantuknya.


"Dah ngantuk ya dek?" tanya nya ketika melihat pipi Mimi sedikit gelembung menahan nguap ngantuk.


"Hmm, capek kak." ucap Mimi dengan nada manja.


"Sini kakak pijat." jawabnya.


"Hmm." lama kelamaan Mimk tidak bisa menahan rasa kantuknya dan matanya pun berangsur terpejam. Syahril yang melihat Mimi memejamkan mata nya hanya tersenyum.


Untungnya besok adalah hari Minggu dan hari seni adalah tanggal merah jadi Mimi memiliki dua hari buat bersantai ria.


Bryan dan Arya sudah sadar dari komanya dan hari ini Bryan akan


melakukan operasi transplantasi hati. Disaat jantung Bryan dan Arya !elemah waktu itu dokter membawa kabar gembira kalau ada seseorang yang mendonorkan hatinya.


Bryan dan Arya yang selalu meminta ingin tinggal bersama eyang nya, namun sang eyang dengan tegas pula menolaknya dan mengantar mereka ke titik cahaya yang sangat menyilaukan.


Enam jam sudah operasi transplantasi hati dan tak lama dokter pun keluar.


Bryan melakukannya karena pada beberapa kasus penyakit hati, obat tidak mampu membuat organ ini bisa kembali bekerja dengan optimal. Maka dari itu, dokter menyarankan untuk melakukan transplantasi hati sebagai pilihan terakhir. Pasalnya, melalui proses ini, tingkat hidup seseorang bisa menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan hidup bersama organ hati yang telah rusak. Tentu saja, ini harus diikuti dengan perawatan lain dan gaya hidup sehat.


Proses pemindahan atau transplantasi hati ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu:


Operasi Pendonor


Pertama, operasi pendonor untuk mendapatkan organ hati yang sehat. Pendonor bisa berasal dari dua sumber, yaitu pendonor dari orang yang baru saja meninggal dunia atau pendonor yang masih hidup.


Jika berasal dari orang yang sudah meninggal dunia, proses donor harus mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga untuk memberikan atau menyumbangkan organ-organ yang masih sehat. Tidak hanya hati, biasanya proses ini turut melibatkan pengangkatan kornea mata, jantung, ginjal, paru-paru, bahkan kulit atau tulang.


Hingga selepas pengangkatan, pendonor masih harus dibantu dengan mesin pernapasan meski telah meninggal dunia. Hal ini dilakukan agar organ-organ yang disumbangkan tetap mendapatkan pasokan oksigen.


Proses transplantasi dari orang yang masih hidup dan sehat bisa langsung dilakukan setelah pendonor menjalani serangkaian tes yang membuktikan bahwa kondisi tubuh dan hatinya sehat dan tepat untuk penerima. Sifat regenerasi hati memungkinkan organ hati yang tersisa dari pendonor bisa tumbuh kembali menjadi organ baru yang sehat.


Operasi Back Table


Tahapan selanjutnya adalah operasi back table, yang dilakukan di rumah sakit penerima untuk membuat perubahan pada jaringan organ hati dari pendonor agar tepat dengan kebutuhan penerima. Perubahan ini termasuk pada ukuran hati dan dilakukan tepat sebelum proses pemindahan atau transplantasi hati dilaksanakan.


Operasi Transplantasi Hati pada Penerima


Tahapan terakhir adalah proses pencangkokan atau transplantasi hati. Proses ini adalah penanaman jaringan hati yang berada dalam kondisi sehat dari pendonor kepada penerima, menggantikan jaringan hati yang telah rusak dan tidak lagi berfungsi dengan baik.


Penerima diberikan anestesi atau bius yang menimbulkan efek tertidur agar tidak merasakan sakit. Ahli bedah akan memberikan obat dan infus transfusi darah untuk mencegah penerima kehilangan banyak darah ketika proses pencangkokan hati dilakukan.


Kemudian, ahli bedah mulai membuat sayatan pada bagian perut untuk mengangkat hati yang sudah rusak, dan kemudian memasang kembali hati baru yang sehat. Biasanya, ahli bedah memasang beberapa tabung medis untuk membantu tubuh melaksanakan fungsinya dengan baik setelah operasi dilakukan.


"Dok, bagaimana dengan anak saya?" tanya papi kepada dokter.


"Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar, dan anak bapak akan segera di masukkan kedalam ruang isolasi terlebih dahulu sebelum di antar ke ruang rawat nya." jawab dokter dengan penjelasan.


"Baiklah kalau gitu saya permisi." ucap sang dokter.

__ADS_1


"Terimakasih dok." ucap papi dan dokter pun hanya !mengangguk dan berlalu pergi.


Sudah bebepa jam pasca operasi Bryan tak kunjung sadarkan diri dan itu membuat semua keluarga khawatir, sang papi nekat bertemu dengan dokter bertanya kepada dokter perihal Bryan yang tak kunjung sadar.


"Dok, apakan anak saya baik-baik saja? kenapa dia sampe saat ini belum sadar?" tanya papi ketika sudah berada di ruangan dokter dan sudah berbasa-basi kepada dokter sebelum nya.


"Insya Allah anak bapak baik-baik saja, sekarang biarkan anak bapak beristirahat dulu, karena efek anastesi dan pemberian bius total makanya anak bapak belum sadar nanti kita tunggu bebeapmjam lagi anak bapak akkannsegera sadar." jawab dokter.


"Dok, apa setelah ininanak saya akaan sehat total?" tanya papi yang masih mengkhawatirkan Bryan.


"Insya Allah pak anak bapak bisa sembuh total bila dia tidak merawat dan menjaga dirinya dengan baik, dan hindari minuman beralkohol. Pasca operasi plantasi ini kita akan lihat keadaan selanjutnya apakah tubuh anak bapak bisa menerima atau tidak.


Karena pasien penerima transplantasi kerap kali tubuhnya sering kali melakukan penyerangan terhadap jaringan hati baru karena menganggapnya sebagai jaringan asing. Kondisi ini disebut penolakan graft, dan jika dibiarkan dapat menyebabkan hati yang baru menjadi rusak. Agar tidak terjadi, saya sudah meresepkan obat imunosupresan yang harus dikonsumsi oleh penerima transplantasi hati seumur hidupnya. Meski begitu, penerima juga perlu waspada akan terjadinya beberapa komplikasi lain setelah proses pencangkokan.


"Maka dari itu anak bapak untuk selama enam bulan hingga satuntahun ini harus rutin kontrol untuk melihat perkembangan pencangkokan hatinya,." jelas dokter kepada papi.


"Baik dok, terimakasih." jawab papi dan undur diri stelah berjabat tangan.


Beberapa jam kemudian Bryan pun sadar, di telisiknya ruangannya terlihat kedua orangtuanya yang sedang tertidur, di lihatnya ranjang disebelahnya pun sama sang abang juga sedang tertidur.


Bryan merasa haus dan dia berusaha mengangkat tangannya untuk meraih gelasnyang berada di nakas samping ranjangnya.


"Kamu sudah sadar nak?" tanya papi yang terbangun.


"I iya pi, Iyan haus." ucap Bryan dan mengatakan kalau dirinya haus.


"Bentar ya nak, lalu tanya perawat dulu apa boleh kami diberi minum atau nggak." tanya papi dan memencet tombol


di dinding atas kepala Bryan.


Tak lama perawat dan dokter jaga masuk kedalam ruangan Bryan, sang dokter memeriksa Bryan dengan seksama dan dokter mengatakan kalau Bryan jangan dulu di beri minum, dan di minta menunggu hingga pagi.


Bryan pun mengangguk mengerti dan terpaksa dia akan berpuasa lagi kali ini hingga dua jam lagi Karen saat ini telah pukul lima pagi.


Papi izin kepada mamk dan anak-anak nya untukmoerginke mushollah untuk sholat subuh, sesngkannmami akan sholatndi ruangan mereka.


Kedua orangtua Bryan selalu memanjatkan puji syukurnya kepada Allah SWT, karena kedua anaknya telah sadar dari koma dan yang sangat paling membahagiakan bagi mereka, kedua anaknya bisa dinyatakan sembuh.


Arya yang selama ini hanya duduk di kursi roda, bisa di nyatakan sembuh dan berjalan lagi oleh dokter ahli, setelah Bryan pulih orang tua nya berencana akan membawa Arya dan Bryan ke Eropa untuk pengobatan nya.


**


Karena hari ini adalah hari Minggu Mimi yang sudah terbiasa selalu bangun di sepertiga malamnya pun terbangun dan Mimi hanya menuju kamar mandi untuk buang air kecil, Mimi melihat isi kulkasnya ternyata stok bahan makanannya sudah habis. Mimi pun berencana pagi ini akan pergi ke pasar untuk berbelanja.


Pagi hari Mimi sudah berbeda kosan dan setelah itu Mimi bersiap-siap akan pergi kepasar, namun saat sebelum pergi ke pasar Mimi melihat amplop yang berada di dalam tas nya. Iya amplop itu berisi uang tabungan Mimi dari celengannya dan ada juga pemberian dari Pakcik, Om Iyan dan pakdo nya.


Mimi hitung uang yang tersisa masih cukup buat setahun. Yah ini adalah uang tabungan yang Mimi siapkan untuk persiapan bayar kosan max setahun dan uang jajan yang di beri keluarganya masih cukup buat beberapa bulan ke depan.


"Kalau selalu mengandalkan uang ini kedepannya setelah yang ini habis mau makan apa dan bayar kosan pakek apa, emm harus segera mencari pekerjaan yang paru waktu kalau gini." ucap mimi dengan dirinya sendiri dan merancang untuk mencari pekerjaan paru waktu.


"Emm, kosan ini berapa ya sebulannya kira-kira.. Aiss kak Syahril juga kenapa beliin barang lengkap gini lagi, kalah nggak ada barang-barang ini kan Mimi bisa menerima tawaran di asrama." ucap Mimi


Mimi belum mengetahui kalau Syahril sudah membayar kosannya selama 4 tahun sekaligus, karena Syahril tidak ingin melihat Mimi susah-susah mencari uang atau memikirkan bayar kosannya.


Sebelum Syahril berangkat waktu itu Mimi sudah menyerahkan amplop yang dia siapkan khusus untuk bayar kosan selama setahun, yah walau uangnya tidak banyak. Mimi memperhitungkan bayar kosan disini saya!a dengan yang di Jambi, seperti yang dia tahu dari Dewi dan temannya yang ngekos kontrak rumah seperti yang ditempati ini 7jt/th.


Karena itu Mimk menyiapkan diri dan mengumpulkan uang buat kosan dan biaya makannya selama setahun dengan yang di kira-kira nya


Mimi mengambil beberapa lembar uang merah didalamnya untuk belanja keperluannya selama satu Minggu ke depan dan setelah itu Mimi akan kembali menyimpan amplop berisi uang itu kedalam lemarinya bukan pada tas nya lagi.


Saat akan memasukkan amplop tersebut ke bawah bajunya yang belum disentuh nya Mimk terkejut disana ada sebuah amplop yang baru Mimi lihat hari ini.


"Emm amplop siapa? dan kira-kira apa isinya ya?" kita lanjut Next bab aja ya..

__ADS_1


"tbc"


__ADS_2