
Karena capek memasak Mimi masuk kedalam kamarnya untuk merebahkan diri ke atas kasurnya dan tak lupa dia membuka HP dan mengeceknya dan ternyata terdapat puluhan chat masuk dari seseorang diseberang sana.
Hari ini 09:40
📲"Assalamualaikum calist kakak, lagi apa dek"
📲"Dek, masih tempat bi ida ya? "
📲"Ayank"
📲"Hallo"
📲"masih tidur ya?"
Dan masih banyak lainnya dan Mimi membaca sampai akhir chat tersebut dan yang bikin Mimi tersenyum di akhir chat nya Syahril menulis yang bikin Mimi selalu merindukannya.
Hari ini 12:30
📲"Calisnya Syahril, yang selalu ada di hati, yang selalu dirindukan, yang selalu diimpikan, andai waktu bisa kakak percepat akan kakak percepat agar segera menjadi hari minggu karena kakak tak bisa lama-lama menunggu untuk segera melihat wajahmu."
📲"Cepat lah pulang adindaku, karena rindu ini terlalu berat."
Mimi hanya tersenyum sendiri membaca isi chat dari orang yang juga dirindukan nya. Mimi membalas chat tersebut dengan singkat karena Mimi ingin lihat apa tanggapannya bila Mimi membalas nya dengan singkat.
📲"Waalaikumsalam , yang sabar ya☺."
Sehabis membalas chat Mimi membuka novel onlinenya lagi dan dia melanjutkan membaca novel karya dari Putri Tanjung yang berjudul OB Kerudung Biru.
Mimi membaca tiap chapternya sehingga dia membaca di chapter dimana seorang dokter jantung bertemu sama seseorang yang telah meninggalkannya tanpa kabar berita di sebuah mall.
Larut dengan membaca novel OB kerudung biru suara adzan ashar pun telah terdengar sayup-sayup. Mimi menghentikan sejenak dari acara bacanya dan segera beranjak untuk mengambil Wudhu.
Setelah selesai berwudhu Mimi pun melaksanakan kewajibannya yang 4 raka'at. Dalam sholat ashar ada keistimewaan yang diberi Allah SWT.
SHALAT Ashar merupakan satu shalat yang perlu sekali kita perhatikan, jangan sampai terlambat apalagi lalai dalam melaksanakannya.
Perintah Allah Ta’ala untuk Menjaga Shalat Ashar
Allah Ta’ala berfirman,
...حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ...
__ADS_1
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al-Baqarah [2]: 238]
Menurut pendapat yang paling tepat, yang dimaksud dengan “shalat wustha” dalam ayat di atas adalah shalat ashar. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi perang Ahzab,
...شَغَلُونَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى، صَلَاةِ الْعَصْرِ...
“Mereka (kaum kafir Quraisy, pent.) telah menyibukkan kita dari shalat wustha, (yaitu) shalat ashar.” [2]
Dalam ayat di atas, setelah Allah Ta’ala memerintahkan untuk menjaga semua shalat wajib secara umum (termasuk di dalamnya yaitu shalat ashar), maka Allah Ta’ala kemudian menyebutkan perintah untuk menjaga shalat ashar secara khusus. Apabila seseorang dapat menjaga shalat wajibnya, maka dia akan mampu untuk menjaga seluruh bentuk ibadahnya kepada Allah Ta’ala. [3]
Balasan bagi Orang yang Menjaga Shalat Ashar
Terdapat hadits khusus yang menyebutkan pahala bagi orang yang menjaga shalat ashar, yaitu mendapatkan pahala dua kali lipat dan tidak akan masuk ke neraka. Abu Bashrah al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat ashar bersama kami di daerah Makhmash. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
...«إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوهَا، فَمَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ، وَلَا صَلَاةَ بَعْدَهَا حَتَّى يَطْلُعَ الشَّاهِدُ» ، وَالشَّاهِدُ: النَّجْمُ...
‘Sesungguhnya shalat ini (shalat ashar) pernah diwajibkan kepada umat sebelum kalian, namun mereka menyia-nyiakannya. Barangsiapa yang menjaga shalat ini, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan tidak ada shalat setelahnya sampai terbitnya syahid (yaitu bintang).’” [4]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
...«لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَقَبْلَ غُرُوبِهَا»...
Ancaman bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Ashar
Di antara dalil yang menunjukkan pentingnya kedudukan shalat ashar adalah ancaman bahwa barangsiapa yang meninggalkannya, maka terhapuslah pahala amal yang telah dikerjakannya di hari tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
...مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ...
“Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar, maka terhapuslah amalannya.” [6]
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Yang tampak dari hadits ini – dan Allah lebih mengetahui tentang maksud Rasul-Nya- adalah bahwa yang dimaksud ‘meninggalkan’ ada dua kondisi. Pertama, meninggalkan shalat secara keseluruhan, tidak melaksanakan shalat sama sekali. Maka hal ini menyebabkan terhapusnya seluruh amal. (Kondisi ke dua), meninggalkan shalat tertentu di hari tertentu. Maka hal ini menyebabkan terhapusnya amal di hari tersebut. Terhapusnya amal secara keseluruhan adalah sebagai balasan karena meninggalkannya secara keseluruhan, dan terhapusnya amal tertentu adalah sebagai balasan karena meninggalkan perbuatan tertentu.” [7]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
...«الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ، كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ»...
“Orang yang terlewat (tidak mengerjakan) shalat ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarga dan hartanya.” [8]
Ketika seseorang kehilangan keluarga dan hartanya, maka dia tidak lagi memiliki keluarga dan harta. Maka ini adalah perumpamaan tentang terhapusnya amal seseorang karena meninggalkan shalat ashar.
Ancaman bagi Orang yang Menunda-nunda Pelaksanaan Shalat Ashar sampai Waktunya Hampir Habis
__ADS_1
Apabila seseorang mengerjakan shalat ashar di akhir waktu karena berada dalam kondisi darurat tertentu, maka shalatnya tetap sah meskipun dia hanya mendapatkan satu raka’at shalat ashar sebelum waktunya habis. Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
...وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ، فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ...
“Barangsiapa yang mendapati satu raka’at shalat ashar sebelum matahari terbenam, maka dia telah mendapatkan shalat ashar.” [9]
Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah ketika seseorang sengaja menunda-nunda pelaksanaan shalat ashar sampai waktunya hampis habis tanpa ada ‘udzur tertentu yang dibenarkan oleh syari’at. Atau bahkan hal ini telah menjadi kebiasaannya sehari-hari karena memang meremehkan shalat ashar. Maka hal ini mirip dengan ciri-ciri orang munafik yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
...«تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا، لَا يَذْكُرُ اللهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا»...
“Itulah shalatnya orang munafik, (yaitu)duduk mengamati matahari. Hingga ketika matahari berada di antara dua tanduk setan (yaitu ketika hampir tenggelam, pent.), dia pun berdiri (untuk mengerjakan shalat ashar) empat raka’at (secara cepat) seperti patukan ayam. Dia tidak berdzikir untuk mengingat Allah, kecuali hanya sedikit saja.” [10]
InsyaAllah kita termasuk bagian dari orang beruntung yang dapat melaksanakan shalat Ashar tepat waktu dan terus memeliharanya hingga akhir hayat. Aamiin.
Setelah selesai melaksanakan sholat fardhu 4 rakaat tak terasa perut pun mengeluarkan suara khas yang belum terisi. Yah Mimi lupa kalau dia belum makan siang karena keasikan membaca novel. Mimi pun segera pergi ke dapur untuk mengisi perut yang telah beradu gas.
Tak butuh waktu lama Mimi menghabiskan makan siangnya diapun melanjutkan untuk menyapu rumah dan mencuci piring kotornya setelah semua aktivitas tersebut Mimi segera mencari keberadaan sang adik untuk mengajaknya mandi karena telah sore hari.
Mimi mencari Ay dirumah temannya si nengsih dan mengajaknya pulang untuk segera mandi.
Sehabis mandi Si Ay kembali bermain bersama nengsih sedangkan Mimi melanjutkan membaca novel nya.
Di novel OB kerudung biru ini juga terdapat cerita lucunya. Ya kocaknya si sekretaris rudi bersama teman-teman nya, si posesif dan pencemburunya sangat CEO dan banyak lagi kisahnya.
Per chapter telah Mimi baca sehingga Mimi harus menunggu kisah lanjutannya karena sang authore belum update terbaru.
Dengan asik membaca Mimi melupakan kisah chattannya bersama sang kekasih dan karena kisah OB kerudung biru belum ada yang terbaru Mimi pun mengecek aplikasi WA nya dan ternyata bagitu banyak isi chatnya.
Nah isi chattnya authore lanjutkan ke bab selanjutnya ya karena adzan telah terdengar.
Makasih masih setia di dokter jantungku semoga kita semua sehat selalu.
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK NYA
VOTE.
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1