
Hari ini hari sabtu
Hari esok hari minggu
hari ini update terbaru
Jangan lupa vote rate like komen di Dokter jantungku
Sambalnya sambal kentang
Kentangnya pakai hati
Salamualaikum selamat siang
Kasih dukungannya selalu disini
***********πππ**********
Hari-hari dilalui Mimi seperti biasanya, dari kemaren Mimi tidak bertemu sesosok yang biasanya slalu menemaninya.
Ini hari ke empat dia tidak melihat bayangan yang selalu membayanginya, ada rasa rindu di relung hati Mimi, namun apa daya kemana hendak bertanya, Mimi belum memiliki HP sehingga dia tak dapat menghubungi siapapun.
Sifat cueknya yang belum juga bisa di ubahnya, sehingga seakan tidak peduli dan membuat otaknya pun ikut tak berjalan.
Setelah empat hari itu Mimi mulai merasa seperti kehilangan, untuk bertanya dia merasa malu.
Sepulang sekolah Emma dan yang lain selalu bertanya pada mimi, namun mimi tidak bisa juga untuk menjawabnya.
"Mi.. Emang belum tau juga kemana kak Syahril cs selama empat hari ini?" tanya Emma dengan lesu.
"Iya Mi.. Masa gak ada cerita kak Syahril sama Mimi dia akan kemana gitu?" tanya Manda.
"Mi.." sahut mereka semua sambil menyenggol bahu dan mengagetkan Mimi yang sedang melamun sepanjang jalan.
"Eh ada apa?" jawab Mimi dengan spontan.
"Mi.. ada apa?" Tanya D'iah merangkul pundak Mimi.
"Ndak apa-apa." jawab Mimi.
"Yakin ndak apa-apa?" tanya Emma
"Iya ma, ndak apa-apa." jawab Mimi dan pandangannya terus menghadap kedepan.
Sepanjang jalan mereka tak henti-henti nya bertanya.
"Mi.. coba tanya bang Idho." Tanya Emma.
"Hah.." jawab Mimi belum fokus.
"Iya mi coba tanya bang Idhoo, kemana mereka beberapa hari ini tidak ada di sekolah." ucap Manda.
"Ah malulah, masa cuma mau nanya itu aja Mimi harus ke rumahnya." jawab Mimi acuh dan terus berjalan.
__ADS_1
Terus berjalan sehingga sampai lah di persimpangan dan mereka berpisah, tinggallah Mimi dan Di'ah.
Sepanjang jalan Mimi hanya diam, Di'ah pun ikut diam. Namun kelamaan dalam diam hanya menyisahkah rasa penasaran.
"Di'ah.." Mimi memanggil Di'ah di sampingnya.
"Iya mi, ada apa?" jawab Di'ah.
"Emang kak Ryan ndak ada cerita sama Di'ah kemana mereka pergi?" Tanya Mimi dengan pandangan terus kedepan.
"Ndak ada Mi.. Kalau ada pasti ku beritahu sama mimi dan yang lain." jawab Di'ah.
"Kira-kira mereka kemana ya?" Mimi bertanya kepada Di'ah.
"Ehmm.. Ntahlah." jawab Di'ah lunglai.
Mereka pun terus berjalan dan akhirnya mereka pun sampai rumah.
Di daerah sana Syahril merasa gundah, sehingga dia kurang fokus akan materi yang diterima.
Tak hanya Syahril, Erwan dan Ryan pun demikian, mereka merasa ada sesuatu yang kurang.
Disaat jam pembagian materi selesai mereka pulang ke kontrakan, sebelum pulang mereka pergi ke rumah makan dahulu untuk mengisi amunisi.
Melihat Syahril, Ryan dan Erwan yang belakangan ini seperti tak ada gairahnya Rudi pun bertanya karena merasa gerah dengan sikap mereka yang kehilangan fokus.
"Heii bro.. Kalian ini kenapa sih seperti halnya
mati segan hidup pun tak mau." tanya Rudi dengan ketus.
Syahril, Ryan, dan Erwan hanya memandang mereka sekilas dan diam sambil mengaduk makanan yang ada di hadapan mereka.
"Sebenarnya ada apa? kenapa kalian kompak seperti ini sih!" tanya bang Idho.
"Entahla." jawab mereka bertiga kompak dengan menggelengkan kepala mereka dan menarik nafas dalam dan menghembusnya dengan kasar.
"Rill... Ada apa? ceritakan mana tau kita bisa bantu." bang Idho mencoba bertanya kembali kepada Syahril.
"Huuuhh....Entahlah Dho, aku juga ndak tau ada apa dan kenapa." jawab Syahril dengan menarik nafas dan menghembusnya seolah ada beban di benaknya.
"Ceritakan, sepertinya ada beban di hatimu, ceritakanlah biar berkurang bebannya." tanya bang Idho lagi.
"Kalian juga ada apa sebenarnya, kenapa kalian jadi kompakkan gini galaunya." tanya Rudi sambil menunjukkan telunjuknya kepada Ryan dan Erwan.
Bang Idho seraya melihat mereka penuh intimidasi, mereka pun menjawab hampir sama dengan yang di jawab Syahril.
"Aku juga ndak tau kenapa nya.. Tapi aku merasa ada sesuatu yang terlupakan gitu." jawab Ryan.
"Iya akupun merasa begitu, tapi apa nya aku bingung." jawab Erwan.
"Jadi rindu sama Mimi." gumaman Syahril di tengah-tengah kebingungan teman-temannya.
Mendengar gumaman Syahril yang nyaris berbisik itu di dengar mereka semua dan sontak membuat mereka melihat ke arah Syahril yang manakala dia sedang melamun dan menatap ke piring yang diaduk-aduk nya.
__ADS_1
Tak lama mereka saling berbicara mencari solusi apa yang telah mereka risaukan yang tak kunjung ketemu, Rani dan Jeni datang menghampiri mereka.
"Haii kalian, makan ndak ngajak-ngajak lagi..." sapa Rani kepada para cowok dan mendekat kepada mereka semua..
"Eh yank..Sini udah di pesan ini kok." ucap rudi kepada sang kekasih.
Bang idho pun tak mau kalah diapun menyambut sang kekasih dan mengajak sang kekasih duduk di samping dia..
"Ayo yank duduk di sini, makananmu juga udah dipesankan." ucapnya.
"Makasih" Jawab Rani dan Jenie seraya mereka duduk.
Rani dan Jenie melihat ada aura yang tak mengenakkan dari mereka semua. dan dia pun menanyakan ada apa gerangan.
"Ehmm.. Ada apa ini kok keg horor gini ya?" tanya Rani bercanda.
"Oh ya Riil, Ryan dan Erwan ada apa dengan kalian hah..?" tanya Jenie.
"Iya ada apa dan kenapa sama kalian sih? sampai-sampai kurang fokus gitu!" tanya Rani kembali.
Syahril, Ryan dan Erwan hanya melihat kedua cewek itu dengan malas.
"Gak tau nih yank, entah apa yang merasuki mereka, sampe-sampe seperti bangkai hidup gini." ucap Rudi sambil tersenyum menyeringai.
"Hem ada apa sih?" tanya Jeni penasaran.
"Itu tu kata mereka seperti ada yang kurang gitu!" ucap bang Idho.
"Ehmm.." Rani sama Jeni kompak dan menganggukkan kepalanya..
"Oh ya sebelum kita berangkat apa kalian sudah beritahu cewek-cewek kalian gak?" ucap Rani..
"Iya nih apa kalian kemaren jadi kasih tau kepada mereka?" sambung Jeni.
Bagai di sambar petir di siang bolong mereka mendengar perkataan Rani dan Jeni mereka langsung mengangak dan melotot kan mata mereka serentak dan langsung diam seakan ingin pingsan...
"Apaaa.....? kata mereka serentak.
**Buaya lari menerkam labi-labi
Labil-labi lari ke arah kali
Bab kali ini Cukup sekian
kita lanjutkan nanti lagi
________________TBC_____________
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAKNYA
VOTE
RATE βββββ
__ADS_1
LIKEββββββ
KOMEN**