DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
138


__ADS_3

Mimi dan Syahril telah sampai dirumah nya Syahril. Sudah lama Mimi tak menginjakkan kakinya dirumah ini semenjak kak Syahril pergi ke kota pedang.


Mimi pandangi rumah tersebut dan Mimi merasa ada yang beda di rumah ini dan Mimi melihat kesekeliling rumah dan depan rumah bahwa ini benar posisinya rumah kak Syahril.


Syahril melihat Mimi bengong diapun hanya tersenyum, di dalam benak Syahril menebak pasti Mimi merasa asing dengan warna rumah ini. Ya rumah kak Syahril habis direnovasi dan di ganti warna cat nya.


"Ayo dek kok bengong" ajak Syahril menyadarkan Mimi dari kebengongannya.


"Kak, ini ndak salah rumah kan?" tanya Mimi karena masih merasa asing namun di hatinya mengatakan ini betul rumah dari Umma dan Babahnya kak Syahril.


"Maksudnya salah apa dek?" Kak syahril balik nanya.


"Iya rumahnya, kita ndak salah masukkan? Perasaan rumah Umma ndak seperti ini." jawab Mimi.


"Ini betul kok rumah Umma dan Babah, kan adek hampir setahun ndak main ke sini." ucap kak Syahril, tapi Mimi masih dengan ketidak percayaannya.


"Udah ayo masuk." ajak kak Syahril dengan menggandeng tangan Mimi. Syahril yang melihat Mimi masih dengan ketidak percayaanya, kak Syahril pun menjelaskan sambil berjalan menuju rumah.


"Umma dan Babah merenovasi sedikit rumahnya dan mengganti warna catnya, coba lihat posisi masih sama kan dengan rumah kakak sebelumnya, posisi masjid nya saja masih berada di samping rumah dan posisi gentala arasy juga tak begitu jauh jarak dari rumah." terang kak Syahril dan Mimi pun mengiyakannya dengan manggut-manggut.


Tanpa mereka sadari berdua, tingkah Mimi diperhatikan oleh tiga orang lelaki yang sedang duduk di teras. Ya mereka adalah babah, bang Afnan dan bang Afkar.


Bang afnan dan bang afkar melihat Mimi pun bertanya kepada babah.


"Apa itu yang namanya Mimi Bah?" Tanya bang Afnan.


"Manis dan cantik anaknya,serta keibuan." Sahut bang afkar.


"Iya itu yang namanya Mimi, yang membuat Syahril berubah total." jawab Babah.


"Afkar ndak bisa membayangi Bah, kalau kakek sampai masih dengan Pendiriannya." ucap afkar dan di anggukan oleh Afnan.


"Betul tuh dek, abang takut Syahril akan kembali kedunianya dulu. Oh ya bah, apa selama Syahril bersama Mimi dia pernah kembali dengan balapan liarnya?" sahut bang Afnan dan bertanya kepada babah.


"Tidak, semenjak dia bertemu dengan Mimi dia tak pernah lagi pergi malam-malam untuk balap liarnya dan bahkan babah perhatikan dia sering keluar kerunah temannya di kampu!ng sebelah untuk belajar kelompok." terang babah.


Disaat mereka sedang membicarakan gadis yang baru tiba di rumah mereka, Mimi pun mengucapkan salam


"Assalamualaikum" ucap Mimi dan kak Syahril.


"Waalaikum salam." jawab ketiga lelaki yang sedang duduk diteras dengan senyum.


"Babah apa kabar?" tanya Mimi sembari menyalami serta menyiumi punggung belakang tangan babah.


"Alhamdulillah, babah baik nak. Mimi apa kabar?'" jawab Babah dan bertanya kabar Mimi.


"Alhamdulillah Bah, Mimi juga baik." jawab mimi dengan tersenyum.


Mimi melihat ada dua orang lelaki yang belum pernah dilihatnya namun wajah mereka berdua mirip dengan kak Syahril dan Mimi hanya menganggukan kepalanya untuk menyapa mereka.


Babah yang melihat Mimi bingung melihat ada dua orang lain lagi dirumahnya, Babah pun ingin memeperkenalkan kedua anaknya tersebut.


Namun belum juga babah memeperkenalkan mereka, Mimi bertanya keberadaan umma.


"Babah lagi ada tamu ya? Emm umma nya ada bah?" ucap Mimi.


Bang Afnan dan bang Afkar ketawa mendengar Mimi menganggap diri mereka adalah tamu babah, Mimi melihat mereka ketawa hanya heran dan Mimi melihat ke arah kak Syahril dia juga ikut ketawa.


Mimi mengerucutkan bibirnya karena Syahril juga ikut menertawainya dan itu membuat Syahril dan kedua abangnya gemes.


"Oh ini bukan tamu Babah nak, tapi mereka berdua adalah .." ucapan Babah terpotong dengan suara Umma dari dalam.


"Eh mantu Umma sudah datang." ucap Umma sembari memeluk Mimi dan menciumi pipi kiri dan kanan Mimi.


"Kenapa Mimi ndak pernah lagi kerumah Umma." ucap Umma kembali.


"Umma apa kabar, Mimi rindu sama Umma." ucap Mimi yang masih dalam dekapan umma.


"Alhamdulillah Umma sehat, Mimi apa kabarnya sayang dan kalau rindu kenapa tak pernah datang kerumah Umma lagi." jawab Umma panjang lebar dan telah melepaskan pelukan rindunya.


"Maafkan Mimi ya Umma, bukan Mimi ndak mau kesini cuma.. Emm cuma Mimi ndak enak kesini kalau ndak ada kak Syahril." jawab Mimi dan memberikan alasannya.


"Ohya Mimi sudah kenal sama kedua anak Umma ini?" tanya Umma ketika sadar kakau dirinya dilihatin oleh kedua putranya.


"Belum Umma." jawab Mimi dengan menggelengkan kepala.


"Hmm jadi dari tadi Syahril dan Babah belum mengenalkannya?'' tanya Umma lagi dan Mimi hanya menggelengkan kepalanya.


"Ck Babah ini bukannya dikenalkan malah bengong gini dan ini juga Syahril kenapa tidak dikenalkan abang-abangmu sama Mimi." ucap a yang meyalahkan Babah dan Syahril.


Babah dan Syahril yang mendapatkan serangan tersebut hanya bengong dan menggelengkan kepalanya.


"Gimana mau ngenalin, Umma tiba-tiba datang langsung nyerobot Mimi." ucap babah.

__ADS_1


"Halah alasan aja." jawab Umma dan babah hanya mendenguskan nafasnya.


"Oh ya Mi, kenalkan ini dua cowok anak-anaknya Umma, yang ini namanya abang Afnan abang pertama nya Syahril dan ini namanya abang Afkar abang keduanya Syahril." ucap Umma dengan mengenalkan mereka berdua dan mimi pun menyalaminya dan mencium punggung tangan mereka berdua.


"Nah Afnan, Afkar , ini Mimi mantu Umma dari Ariil. Terus kapan kalian berdua membawa mantu buat Umma." Umma memperkenalkan Mimi kepada kedua putranya.


"Hmm nanti juga ada Umma." ucap Afkar yang selalu mengelak kalau di tanya pasangan begitu pula dengan Afnan.


"Hemm kalian berdua selalu begitu, sudahlah. Ayo Mi ikut umma kedalam kita mempersiapkan buat berbuka." ucap Umma dan mengajak Mimi masuk kedalam.


Sesampainya di ruang makan Mimi pun menyerahkan buah tangan yang di bawanya kepada umma.


"Umma ini buat berbuka nanti." ucap Mimi.


"Wah pakek repot-repot segala, makasih ya nak." jawab Umma tersenyum menerima bingkisan dari Mimi dan langsung membukanya serta disajikannya, karena waktu berbuka tinggal tiga puluh menit lagi.


"Wah kue padamaran, dan ini Apa namanya yang warna warni ini?' tanya Umma.


"Ini agar-agar roti umma." jawab Mimi dan membantu umma mempersiapkan menu buat berbuka puasa.


"Oh jadi ngiler Umma lihat warnanya cantik gini." ucap Umma.


Setelah semua tersaji di atas meja, Mimi dan Umma bercerita satu sama lain hingga waktu berbuka pun tiba.


Semua anggota keluarga dan wak Ainun sudah berkumpul, maka kami semua menyantap menu berbuka yang ada dari kurma hingga ke kue-kue yang ada.


Setelah berbuka seadanya kami menunaikan sholat maghrib bersama di rumah.


Seusai sholat maghrib Umma mengajak kami semua untuk makan bersama. Selesai makan mimi membantu wak ainun membereskan meja makan dan membantumencuvi piring.


Setelah semua beres Mimi ikut berkumpul kembali diruang keluarga dan tak lupa takjil berbuka tadi juga Mimi bawa beserta teh hangat yang telah disiapkan wak Ainun.


Walau sudah makan Mimi tetap membawa sisa takjil yang ada mana tau masih ada yang mau memakannya sambil berbincang menunggubwaktu isya.


"Emm tumben Umma buat kue padamarannya enak." ucap babah ketika mimi membawa takjil tersebut dan Babah langsung mengambil dan memakannya kembali.


"Bukan Umma yang buat Bah, tapi menantu Babah." jawab Umma.


"Oo pantasan enak." puji Babah.


"Hem jadi kalau Umma yang buat ndak enak gitu." ucap Umma dengan merajuk.


"Bukan ndak enak Umma tapi sedikit keras kalau Umma yang buat." kak Syahril menimpali.


"Hemm iya juga ya." jawab Umma dengan manggut-mqnggut dan membuat yang lain ketawa akan kesadaran diri Umma.


"Emm maaf Umma, Mimi ndak begitu tau resepnya, ini tadi yang bikin adonan Nyai." jawab Mimi dengan jujur dan terlihat raut kecewa di wajah Umma.


"Yah, nantu Mimi coba tanyain ke Nyai ya Umma berapa takaran-takarannya," ucap Mimi kembali dan Umma pun senang.


"Ini juga agarnya beda rasanya dan warnanya juga cantik." sahut bang Afnan dengan memuji agar-agar.


"Apa umma yang bikin?" tanya bang Afnan kembali.


"Afkar rasa bukan Umma yang bikin bang, Umma kan jarang kalau bikin pakai kreasi." celetuk bang Afkar.


"Ck kalian ini bisanya mengolok Umma saja, lihat sajan nanti Umma bikin penuh kreasi kuenya." ucap Umma dengan tatapan tajamnya dan membuat para lelaki bergidik ngeri.


"Itu buatan istriku lah bang." celetuk kak Syahril.


"woy main bilang istri-istri aja Lo, noh buruan diijabkan." ucap bang Afkar dengan menoyor kepala kak Syahril.


"Gampang kalau ijab mah, tapi yaitu Mimi nya belum mau diijab." jawab kak Syahril dengan menatap ke arah Mimi. Mimi yang mendengar itu merasa tak enak hati.


"Udah-udah Tuh suara adzan sudah berkumandang, kita sholat isya dulu habis itu langsung teraweh." ucap Babah menengahi dan kami pun tanpa babibu langsung beranjak dari duduk kami dan langsung menuju masjid untuk menunaikan sholat isya serta sekalian tarawihnya.


Sehabis menunaikan sholat terawih kami kembali berkumpul dan bercerita dan Mimi pun bertanya kabarnya kak Rani dan kak Siska.


"Oh ya kak apa kabarnya kak Rani dan kak Siska? Apa mereka sudah pulang ke jambi?" tanya Mimi.


"Mereka berdua baik-baik aja dannsekarang mereka juga sidaj di jambi," jawab kak Syahril.


"Alhamdulillah kalau gitu, berarti tinggal beberapa bulan lagi kak Rudi dan kak Farhan bakal jadi hot daddy." ucap Mimi.


"Emm kalau itu kayaknya ndak jadi dek." jawab kak Syahril dengan mada getir.


"Maksudnya?" tanya Mimi tidak paham dan Mimi juga belum tau kabar sebenarnya dari mereka berdua walau sering chatting.


"Iya mereka ndak jadi menanti buah hati mereka." ucap kak Syahril dengan sedih.


"Maksud kakak? apa kak Sisska dan kak Rani keguguran?" tanya Mimi dan kak Syahril hanya menggelengkan kepala.


"Kalau ndak keguguran terus kenapa ndak jadi?" tanya Mimi heran begitubouka dengan bang Afnam dannbang Afkar yang mendengarkan juga ikut penasaran.

__ADS_1


"Kandungan mereka hilang." jawab kak Syahril dan membuat Mimi serta kedua abang kak Syahril tercengang.


"Maksudnya hilang gimana dek?" tanya bang Afkar.


"Emang kandungan mereka sudah berapa bulan?" tanya bang Afnan.


"Huhhhmm ya hilang bang, Rani sudah masukk lima bulan dan Siska sudah enam bulan bang." jawab kak Syahril.


"Lah itu mah sudah besar dan sudah berbentuk kok bisa hilang." ucap bang afkar.


"Apa ada yang ngambilnya ya kak?" tanya Mimi kembali dan kak Syahril hanya menggidikan bahunya.


"Maksudnya diambil gimana Mi?' tanya bang Afnan penasaran.


"Ya diambil sama orang dan dipindahin janin gitu bang lewat bantuan dukun gitu." ucap Mimi dan bang Afnan bang Afjar dan kak Syahril hanya mendengarkan seksama.


"Maksudnya." ucap mereka bertiga kompak.


"Maksudnya.. Emm Mimi pernah dengar dari orang-orang di desa Mimi. Karena ada kejadian serupa janinndalam kandungan hilang dan katanya itu bisa jadi di ambil lewat oeranyara dukun gitu nahnjata mereka ada dukun yang bisa mengambil janin dan dipindahkan ke dalam perut orang yang menginginkan kehamilan tapi ndak kunjung jua hamil, dan itu biasanya di pinta sesuai dengan tanggal lahir weton atau apalah Mimi juga ndak ngerti." jelas Mimi panjanh lebar.


"Hem emang zaman sekarang masihbada halnseperti itu?" tanya bang Afnan.


"Ndak tau bang wallahu 'alam." jawab Mimi.


"Entahlah." ucap kak Syahril pula.


"Lah emang ndak di cek kandungannya ke dokter Ril? Atau di usg gitu." ucap bang Afkar.


"Sudah bang tapi emang janinnya ndak ada bahkan bersih." jawab kak Syahril.


Ummq dnan Babah hanya mendengar obrolan kami, mereka berdua telah mengetahui apa yang telah menimpa menantu-menantu dari adik serta sepupu mereka.


"Nah umma emang ada kasus begini ya Umma?" tanya bang Afkar kepada Umma.


"Iya Bah, apa ada di medis hal ini terjadi?" tanya bang Afnan.


"Kasus begini emang sering terjadi dikalangan masyarakat kita tapi kalau dalam dunia kedokteran, hilangnya janin dalam kandungan disebut dengan istilah Pseudocyesis atau hamil semu.


Kehamilan palsu atau Pseudocysis ( berasal dari bahasa Yunani dimana pseudes \= false dan kyesis \= pregnancy) adalah suatu kondisi dimana seorang perempuan merasa hamil, namun sebenarnya dia tidak hamil. Dalam keadaan ini, seorang perempuan akan merasakan gejala-gejala umum sama seperti yang dialami ibu hamil. Misalnya saja, tidak haid, perut semakin besar, mual, pusing dan payudara membesar.


Tapi jika diperiksa secara medis, misalnya tes urin, akan diketahui bahwa tidak hamil. Adanya tiga hal yang tidak ditemukan dalam kehamilan palsu: denyut jantung janin tidak terdengar, USG tidak memperlihatkan adanya bayi dan yang terakhir jelas saja tidak akan melahirkan bayi.  Frekuensinya sangat jarang yaitu 1-6 per 22.000 persalinan.


"Maksudnya umma?" tanya bang afnan.


"Maksudnya ada beberapa kasus test kehamilan bisa positf (false positif\=positif palsu) dan Air susu juga bisa keluar. Keduanya terjadi lewat jalur hypothalamus-hypofise. Perut membesar akibat penumpukan lemak didinding perut. Gerakan gas dalam perut disangka gerakan bayi. Karena secara fisik kondisinya normal maka tidak dibutukan obat2an kecuali jika ingin memancing haidnya muncul kembali. Pengobatan hanya dilakukan konseling dengan psikoterapist.


Hal ini disebabkan karena pseudocyesis itu sendiri yang bisa memicu kelenjar di dalam otak untuk menghasilkan hormon kehamilan, oxytocin. Meski penelitian mengenai masalah ini masih sangat sedikit, sejumlah pakar medis berkeyakinan, pseudocyesis akut bisa meningkatkan hormon estrogen dan prolactin yang dapat mempengaruhi perubahan fisik menjadi seolah wanita hamil seperti perut membuncit, dan payudara mengeras karena peningkatan hormon tersebut.


Nah wanita yang  memiliki risiko untuk mengalami kelainan ini yaitu



Wanita yang belum dapat anak pada usia akhir 30 atau awal 40 tahun.



2.Wanita dengan kondisi emosi yang tidak stabil, terutama yang berhubungan dengan kehamilan.


3.Wanita dengan riwayat abortus ataupun kematian janin sebelumnya." jelas Babah yang selaku dokter kandungan.


"Tapi dalam kasus Rani dam Siska berbeda karena secara realitaya mereka rutin memeriksakan kandungan mereka dan rutin di USG dan mereka emangbbenqr hamil namun hilangnya janin mereka secara misteriusitu di luar dari bidang kedokteran." Timpal Umma


"Oh begitu." jawab bang Afnan dan bang Afkar.


"Jadi apa kemungkinan bisa terjafi seperti yang miminkatakan tadi ya Umma , Babah?" ucao bang Afkar.


"Wallahu a'lam bang, kita mau lapor polisi juga ndak ada bukti." jawab Babah.


"Tapi bah, kata amak mereka terkena..


Ayo kira-kira terkena apa?


Assalamualaikum alhamdulillah dokter jantungku update malam ini. mohon maaf telat update karena jaringan smartfr*n hikqng sedari semalam dan ini pun numpang hotspot.


Jangan pernah bosan untuk menunggu dan beri dukungannya ya berupa


FAVORITE


RATE


VOTE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


...TERIMAKASIH...


__ADS_2