DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
luluh lantah


__ADS_3

Sepergian nya Rayhan dan kedua sahabatnya, Mimi hanya bisa menangis dan berdoa agar mereka tidak berbuat sesuatu lada Dillah.


Walau Mimi tersakiti dan terzolimi, Mimi tidak ingin Dillah hancur apa lagi itu usaha di rintis dengan susah payah. Mimi tau siapa orang yang di dekat nya ini bukanlah orang sembarangan, di balik kewibawaan dan kedinginan mereka ada darah pembunuh mengalir disana.


Maka dari itu Mimi takut jika mereka berbuat macam-macam pada Dillah.


Karena lelah menangis dan lelah sedari kemarin belum istirahat alhirnya Mimi pun tertidur.


Rudi dan bintang langsung menuju TKP sedangkan Rayhan pulang untuk melihat keadaan istrinya yang saat ini juga sedang mengalami tertekan karena kehilangan calon bayi serta rahimnya.


Di rumah sakit bersalin Jambi, Syahril dan Ryan malam itu sedang melakukan tindakan operasi secar. Dari sebelumnya Syahril merasa tidak enak dan hatinya merasa tidak tenang.


Saat tindakan operasi berlangsung entah mengapa tiba-tiba Syahril merasa perih dan hangat di bagian pipi nya. Syahril disaat mengangkat baby dari dalam perut sang ibu dan setelah bayi itu diserahkan pada suster dia memegang pipi nya.


Tindakan Syahril itu tak luput dari pandangan Ryan. Syahril tetap melakukan tindakan itu hingga bayinketiga keluar dari perut sang ibu nya.


Suara tangisan bergema dalam ruangan itu, Syahril sangat suka mendengarkan suara tangisan bayi. Sehingga entah mengapa terbesit dihatinya kelakmdia ingin anak kembar juga.


"Dek, semoga kita dapat anak kembar juga ya." ucapnya dalam hati sambil tersenyum ketika melihat wajah bahagia pasangan suami istri yang sedang menangis haru melihat ketiga buah hati pertama nya.


Setelah selesai tindakan secar, Syahril dan Ryan keluar dari ruangan operasi telat di pukul sebelas malam. Syahril dan Ryan berjalan beriringan menuju ruangan mereka.


"Ril." panggil Ryan.


"Hmm" jawab Syahril.


"Lo kenapa?" tanya Ryan yang sedari tadi penasaran dengan sikap Syahril. Ryan tau, biasanya jika Syahril bersikap begitu ada yang dia rasakan tentang Mimi.


"Nggak kenapa-kenapa." jawab Syahril.


"Jangan bohong, sedari sebelum kita melakukan tindakan kau terlihat gelisah dan saat bayi pertama kau keluarkan kau memegang pipi mu, ada apa dengan pipi mu?" Ucap Ryan dengan terus berjalan dan sampai ke ruangan Syahril.


"Hah entahlah, perasan aku tidak enak." jawab syahril dengan !mencuci tangan serta wajahnya di wastafel kamar mandi yang berada di dalam ruangan nya.


Syahril membuka pakaian nya dan mandi karena merasa gerah setelah habis melakukan operasi, sedangkan Ryan dia duduk dinsofa sembari menunggu Syahril selesai.


Tak makan waktu lama Syahril pun sudah selesai dan telah mengenakan pakaian santai.


"Kau maaih disini?" tanya Syahril lada Ryan.


"Hmm" jawab Ryan.


"Kau ndak mandi?" tanya Syahril.


"Nanti saja, kenapa kamu memegang pipi saat setelah mengeluarkan bayi pertama?" tanya Ryan yang penasaran.


"Sudah sana mandi lah dulu, tuh salam lemari maaih ada baju satu." ucap Syahril menyuruh Ryan untuk mandi.


"Ckk, kau ini. Iya iya aku mandi." jawab Ryan dan berlalu masuk ke kamar mandi syahrilmtaknluoa dia membawapakaian lengkap Syahril.


Setelah Ryan masuk kamar mandi, Syahril rebahan di atas ranjang nya.


"Ya Allah apa yang sedang terjadi dengannya? Lindungilah dia sekalinya Rabb." ucap Syahril, saat dia teringat HP nya yang sedang habis daya nya, dia langsung mencharge HP nya.


Tak lama Ryan selesai dan duduk dekat Syahril, di lihatnya sang sepupu seperti kebingungan.


"Kamu kenapa Riil?" tanya Ryan.


"Entah lah, aku merasa tidak tenang. Tadi aku merasa pipi ku hangat dan perih." jawab nya.


"Yan, HP mu aktif?" tanya Syahril.


"HP ku di ruangan ku." jawab Ryan.


"Hmm usah lah aku mau tidur, kau tidur disini atau kembali ke ruangan mu?" tanya Syahril.


"Aku tidur disini saja." ucap Ryan dengan merenggangkan otot-otot nya dan setelah itu mereka pun tidur.


Di kota Padang, keempat sahabatnya Mimi sedang menuju rumah sakit Nurani Bunda, tak lupa mereka membawa kue ulang tahun buat Mimi. Walau harinukang tahun Mimi kemarin namun mereka tetap akan membuat kejutan untuk Mimi.


Saat sampai di lobi dan di resepsionis, mereka bertanya kepada petugas resepsionis.


"Permisi mbak, mau tanya Apa dokter Mimi nya praktek hari ini?" tanya Selfia.


"Maaf Bu, dokter Mimi tidak praktek hari ini." jawab si petugas ramah.


"Oo, mbak tau nggak dimana rumah dokter Mimi?" sahut Irma.


"Maaf Bu,kami tidak bisa memberitahukan nya." jawab mereka maaih ramah.


"Maa ibu ini siapa nya dokter Mimi ya?" sahut Maryam yang baru tiba terus mendengar ada yang menanyakan tentang dokter Mimi. Selfia dan yang lain menoleh ke arah suara yang menyahut itu.


Maryam yang melihat mereka menoleh pun mengenali wajah-wajah mereka.


"Dokter Selfia, dokter, Muthia, dokter Irma dan dokter Riko?" ucap Maryam menyebut nama mereka satu persatu.


Keemlat sahabat Mimi saling pandang begitu pula suami Muthia dan Selfia.


"Emm kamu kenal sama kita?" tanya Muthia.


"Iya dok, dokter mau ketemu sama dokter Mimi?" ucap Maryam.


"Mar, kamu..?" tanya petugas resepsionis.

__ADS_1


"Iya kak, mereka sahabat dokter Mimi." jawab Maryam yang tau jika petugas resepsionis pastinya akan bertanya-tanya.


"Mari dok, ikut saya ke ruangan nya." ajak Maryam. Mereka pun beranjak dan menuju lift untuk menuju ruangan Mimi.


"Kamu siapa nya Mimi?" tanya Selfia di dalam lift.


"Saya asistennya dok." jawab Maryam.


"Emang Mimi tidak pulang kerumahnya semalam?" tanya Muthia.


"Tidak dok, dokter Mimk semalam ada pasien gawat darurat yang memerlukan penanganan nya segera." jawab Maryam, Selfia dan yang lain saling pandang dengan pemikiran masing-masing.


"Apa dia sering tidur dinrumah sakit?" tanya Selfia.


"Sering dkk, apa lagi kalau banyak jadwal operasional." jawab Maryam.


"Mari dok." ajaknya ketika sudah sampe di lantai dimana letak ruangan khusus para dokter.


"Ini ruangan apa?" tanya Muthia yang melihat ruangan itu berbeda.


"Ini ruangan khusus dokter dok, jika ada dokter yang rumahnya jauh atau dari perantauan yang berkerja disini mereka bisa tinggal disini, ya semacam mess gitu." jawab Maryam.


"Waw keren." sahut Irma.


"Nah ini ruangannya dokter Mimi, bentar ya dok." ucapnya seraya mengetuk pintu ruangan Mimi tali tidak ada sahutan karena Mimi masih tertidur pulas.


Tok tok tok Maryam mengulangi mengetuk pintu.


"Assalamualaikum." seru Maryam saat dia memutar handle pintu, pintu itu terbuka. Maryam membukanya seraya mengintip sedikit dan tersenyum melihat dokter kesayangannya tertidur pulas.


"Mari dok, dokter Mimi masih tertidur." ucap Maryam mengizinkan sahabt Mimk masuk karena melihat Mimi tidur memakai hijab


"Ckk kebiasaan tuh anak." seru Selfia yang tau bagaimana Mimi jika habis tindakan malam maka akan tidur pulas paginya.


Mereka semua masuk kedalam, Maryam mempersilahkan mereka duduk di sofa karena tidak muat , selgia dan Irma !e dekati ranjang Mimi.


Alangkah terkejutnya mereka berdua ketika melihat kaki Mimi di perban.


"Ir" ucap swlfia dengan mulut menganga.


"Ya Allah Mimi." ucal Irma dengan menutup mulutnya.


"Sungguh Malang nasib mu Mi, semoga setelah ini hidupmu bagaikan ratu." ucal swlfia dalam hati.


"Mii" panggil Selfia, Mimi yang merasa namanya di panggil mengerjapkan mata.


"Fia, Irma." ucal Mimi yang langsung duduk.


"Kalian kapan datang nya." ucap Mimi ketika melihat ruangannya penuh.


''Barusan kok Mi. " sahut Muthia.


"Kita kan mau bikin surprise kamu, hally birthday sayang nya Fia." ucap Selfia berusaha hally walau hatinya ingin berteriak mengumpat Dillah.


Irma berjalan menuju meja mengambil kue yang mereka bawa, Irma menghapus air mata yang tanla permisi jatuh ke pipinya.


Riko yang melihat sang kekasih menghapus cekatbair mag mengerti jika sang kekasih sedang menangis.


"Ada apa?" Tanya Riko pelan.


"Nggak apa-apa, pinjam korek." ucap Irma,


"Nggak mungkin nggak ada apa-apa." Ucap Riko dengan menghidupkan korek apinya dan menyulutnya ke lilin. Muthia dan Satria serta suami Swlfia mendenagr interaksi mereka berdua.


"Kaki Mimi diperban." jawab Irma lirih, Muthia menganga dan menutup mulutnya dengan nfas yang terengah-engah.


"Sudah jangan tampakkan kesedihan kalian." ucap suami Selfia yang mengerti jika sahabt istrinya pasti ikut sedih.


"Ayo Mi, tiup lilinnya." ucap Irma yang sudah mendekat ke ranjang Mimi dengan Muthia, Mimk menutup kakinya dengan selimut tak ingin sahabatnya melihat keadaannya.


"Emang Mimi anak kecil pakek tiup lilin segala." ucap Mimi.


"Yee emang anak kecil aja yang bisa tiup lilin, ayo buruan pegal nih Irma." seru Irma, Mimi pun menuruti keinginan sang sahabat.


"Fi, kamu kok ada disini? kapan kalian datang nya? kalian janjian ya?" tanya Mimi.


"Kita datangnya sore kemarin lusa Mi, kita sengaja mau bikin surprise buat kamu." jawab Muthia.


"Oo, makasih ya." ucap Mimk dengan memeluk Selfia, Irma dan Muthia


"Fi, tapi kan kamu mau resepsi awal tahun ini, ngapain malah ngelayap." ucap Mimi.


"Demi sahabat aku ini apa sih yang tidak." ucap Selfia


"Untung aku datang Mi jadi aku bisa tuh membungkam nenek lampir." ucap Selfia dalam hati.


Mereka merayakan ulang tahun Mimi dengan suka duka cita. Suka cita karena sang sahabat rela datang memberikan kejutan, duka cita karena kejadian yang dinluae ekspektasi mereka.


Para sahabt melihat keadaan kaki Mimi takmingin banyak bicara, tentunya mereu tau kenapa kaki Mimi bisa begitu.


Rudi dan Bintang sudah mendapatkan CCTV restoran tersebut, saat mereka memeriksa CCTV tersebut mereka di bikin tercengang. Tanpa tangan mereka ternyata orang-orang itu sduah mendapatkan hukumannya terlebih dahulu.


Rudi yang mengetahui perusahaan dari dokter Suryo serta dari papi nya Dillah yang baru masuk berkas ke perusahaan MTL group, tersenyum smirk.

__ADS_1


"Rud, kenapa Lo?" tanya Bintang.


"Nggak kenapa-kenapa, heeeh ckk mereka memang apes banget kayaknya." ucap Rudi.


"Apes kenapa?" tanya Bintang.


"Nih," ucap Rudi denagn menunjuk proposal dari kedua perusahaan tersebut yang ada di meja kerja Rudi.


"Maksud Lo, mereka.." ucap Bintang dan Rudi mengangguk.


Saat mereka berdua sedang berkelana dengan pemikirannya sang bos besar mereka pun masuk.


"Ternyata disini kalian." ucap si pemimpin perusahaan.


"Eh Vin." ucap mereka berdua.


"Kalian sedang apa serius banget?" tanya Kevin pada mereka berdua.


"Oh ya Rud, PT. Surya Farma medica sama PT. SS gimana?" tanya Kevin.


"Lebih baik tolak saja." jawab Rudi.


"Kenapa begitu?" tanya Kevin.


"Karena saham mereka juga sudah anjlok dan banyakmi vestor yang masuk mundur." jawab Rudi.


"Kok bisa? bukannya dua perusahaan itu sedang naik daun ya?" Tanya Kevin.


"Nih" ucap Rudi dengan menunjuk kan indeks saham mereka hari ini dan CCTV yang dia dapatkan pagi ini.


Kevin dengan seksama melihat indeks saham kedua perusahaan tersebut, namun saat melihat ke arah CCTV apa lagi melihat dengan jelas bagaimana tangan seseorang melayang ke pipi pegawai teladannya.


"Siapa mereka?" ucap Kevin dengan nada dingin.


"Mereka adalah Suryo Hadinata pemimpin PT Surya Farma medica dan Subroto sunjaya pemimpin PT SS" Jawab Rudi.


"Batalkan." ucap Kevin lantang.


"Siap laksanakan." ucap Rudi.


Awalnya suryo dan Pali Dillah datang ke kota Padang semakin akan menjodohkan anak mereka, mereka juga akan bertemu dengan pemilik perusahaan MTL untuk menanda tangani kerja sama siang ini.


Ada rasa sedikit lega kala investor besar mereka keluar dari perusahaan mereka karena mereka akan mendapatkan investor besar lagi yaitu dari MTL group, namun semua itu tinggallah sebuah harapan semata kala saat mereka bersiap-siap akan datang ke kantor besar milik MTL group, mereka mendapatkan pemberitahuan pembatalan kerja sama.


Mereka masih tidak terima pihak MTL group membatalkan sepihak, mereka tetap datang dan meminta penjelasan.


Mereka tetap datang ke perusau MTL group dan pihak Kevin menerima baik kedatangan mereka dan mereka dipersilahkan masuk kedalam ruangan meeting.


Di ruangan inilah mereka berdua menunggu CEO perusahaan mtl group masuk. Kevin, sekretarisnya Rudi dan bintang masuk dalam ruangan meeting.


"Selamat siang bapak ibu." ucap Rudi menyapa, beda dengan Kevin hanya diam. Saat semua kembali duduk, mereka lun menanyakamnlerigal pembatalan tersebut.


"Maaf tuan Kevin, kenapa pihak Anda membatalkan kontrak kerja sama kita?" tanya Suryo.


"Iya tuan, apa ada yang salah!ah dengan proposal kami?" tanya Sheryl.


"Tidak ada yang salah dalam proposal, namun kami melihat indeks saham di perusahaan kalian turun drastis." ucap Rudi.


"Iya kami tau tuan, tapi apa tidak ada peluang bagi kami untuk mendapatkan kerjasama ini sehingga kami bisa membangun kembali citra perusahaan kami?" ucap Suryo.


"Maaf kamuntidak bisa." ucap sekretaris Rudi.


"Tali kenapa pak? jelas-jelas Anda mengatakan tidak ada yang salah dengan proposal yang kami ajukan." ucap Sheryl tidak terima.


"Kami tidak suka berkerja sama dengan orang yang kasar lada wanita ala lagi sampai menampar serta menuduh sembarangan." ucap sekretaris Rudi.


Tap Rudi menghidupkan proyektor dan terpampanglah video yang mereka dapatkan, mereka berempat menganga melihat video itu, video saat semalam mereka menghina serta melakukan tindakan kekerasan pada Mimi.


"A apa maksudnya ini tuan." ucap suryo getir.


"Kalian tau siapa yang kalian tampar dan hina itu?" ucap Rudi !mereka hanya diam.


"Mereka adalah salah satu dokter tauladan di rumah sakit yang kami kelola." ucap sekretaris Rudi.


"Huh emang sangat beruntung wanita murahan itu, ternyata Anda pun digaetnya." ucap Sheryl.


"Di bayar berapa Anda?" ucal Sheryl lagi yang terang-terangan melecehkan Kevin


"Rudi." ucap Kevin dan segera beranjak akan meninggalkan ruangan nya.


" Luluh lantakkan." ucap Kevin dan langsung pergi tanpa Selatan katapun untuk Mereka.


"Silahkan kalian keluar dari perusahaan ini,' ucap Rudi.


Suryo sudah pucat pasi ketika Kevin mengatakan luluh lantahkan. Habis sudah usaha yang dirintisnya susah payah.


Saat mereka keluar dari perusahaan itu, mereka berdua saling !menyalahkan.


tbc


Maaf ya authore nggak bisa memenuhi keinginan kalian buat up banyak-banyak, karena mikir 2000 kata perbab puyeng, ala lagindiroku kadang satu bab lebih dari 2000 bahkan kadang hampir 3000 kata kalau lancar jaya ide nya.


Sekali lagi maafkan ya..

__ADS_1


__ADS_2