
Jodoh adalah bagian dari takdir. Penentuan jodoh sama dengan umur manusia.
Keduanya tidak dapat diketahui dan telah digariskan oleh Allah. Jodoh ibarat rezeki terindah, dan hal itu tercantum dalam firman Allah.
Meskipun sudah termasuk takdir, namun jodoh tetap memerlukan pencarian. Sebab Allah menyukai hamba-Nya yang berusaha.
Yah setidaknya Syahril telah berusaha dengan mendekatkan dirinya kepada keluarga Mimi dan kedua orang tuanya.
Dan Syahril juga telah mencoba mendekat Mimi kepada orang tua dan keluarganya yang ada di Jambi. Namun semua kembali kepada sang pencipta akankah mereka di beri pintu jodoh dan dipersatukan dalam sebuah ikatan sakral kelak.
Dalam ayat Al Quran Allah berfirman tentang jodoh hamba-Nya:
اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ࣖ - ٢٦
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (QS An Nur ayat 26).
"Syahril percayakan dengan ketentuan Allah?" tanya bapak kepada Syahril.
"Percaya pak." jawab Syahril dan di dalam hatinya terus berdoa "Ya Rabb hamba mohon bukalah pintu hati kakek agar membatalkan perjodohan ini."
"Iya saya Allah kau kalian berjodoh entah itu kelak kalian telah menjadi milik orang namun tali jodoh kalian ada pasti dipersatukan kembali." ucap Mamak menenangkan hati Syahril.
"Iya Mak mohon bantu doa nya buat Syahril dan Mimi." Syahril meminta do'a dari mamak Mimi.
"Insya Allah selalu Mak do'a kan untuk kebaikan kalian.
Mimi keluar dengan membawa nampan berisi air teh dan pempek udang buat semua..
"Ayoo nih camilan malamnya." Ucap Mimi yang keluar dari bilik dinding yang dekat dengan Syahril dan kedua orangtuanya berbicara tadi.
"Wah Mi, tau aja kalau kita lapar haus." ucap Ryan dengan menghampiri Mimi.
"Ckk Elo mau kalau denger makanan cepat Yan." ucap Andri.
"Yaudah nih dimakan bentar Mimi ambil piring kecilnya sama cuka." ucap Mimi dan kembali masuk mengambil cuka pempek yang dibuat nya.
"Ya Allah sungguh baik hatinya kak Syahril, semoga niat baiknya diijabah oleh mu." Mimi memanjatkan do'anya dalam hati.
Setelah ambil cuka pempek mereka pun memakan pempek udang buatan Mimi bersama-sama di bawah sinar rembulan.
"Oh ya Mi, ini alamat nya apa ya namanya?" tanya Ryan.
"Maksudnya kak?" tanya Mimi yang tak paham maksud dari yang diucapkan Ryan.
"Gini Rendi mau kesini tapi tak tau ini dimana, nah kalau dia kesini katanya dia sekian mau bawa tenda jadi biar kita sekalian pergi ke bukit batu." jelas Ryan dengan terus mengunyah pempek udangnya.
"Oh kalau mau kesini coba ajak bang Idho, bang Idho tau kok karena bang Idho dahbkernah kesini." jawab Mimi.
"Bener juga tuh biar rame kita ke bukit batunya." Sahut Andri.
"Yaudah coba aku tanya kan sama Idho." jawab Ryan dan segera dia menelpon Ridho dan sehabis menelpon dia pun memberitahukan kepada Rendi dan meminta Rendi dan Arfan membawa mobil dua karena bawa pasukan.
...****...
Jam Sepuluh pagi terdengar suara dering mobil di halaman rumah Mimi dan ternyata itu rombongan Rendi.
"Assalamualaikum." jawab mereka.
"Waalaikum salam." jawab Andri Ryan, Di'ah dan Rudi.
"Lah dah sampai aja kalian." ucap Ryan.
"Hehe iya lah enakkan kalian pergi gak ngomong-ngomong mana makan udang lagi." jawab Rendi.
"Masih ada gak udangnya?" tanya Arfan yang menurunkan barang-barang mereka.
"Hahahaha dah habis lah.tuh udang dari hari Jumat lalu." ucap Andri.
"Haha, tega kalian. jadi sedari kapan kalian disini?" tanya Rendi yang langsung mengambil rambutan yang berada di bangku tepian kolam.
"Dari hari Selasa kemaren lah, dah seminggu kita disini." sahut Rudi dengan menarik pancingnya.
"Jadi sehabis pulang dari pedang kemaren kian sudah berencana mau kesini?" tanya Erwan.
"Hehe kalo kita gak ada rencana tapi tuh si Syahril yang berencana dannkecjduk ma kita ya jadi kota ikut juga lah." ucap Ryan dengan menarik pancingnya dan ternyata. mendapat ikan nila yang besar. "Strike." ucapnya dengan gaya mancing mania.
"Huh kalian tuh ya, jadi kemana aja kalian selama disini?" tanya Ridho.
"Nggak kemana-mana, cuma kuliner dipasarkan dadakan, kuliner sate, kelokan renang sama beli-beli udang dan ikan dari orang yang langsung angkat dari sungai terus rencana kita mau ke bukit batu tapi kita gak bawa tenda." jelas Andri.
"Emm ngomong-ngomong Syahril ma Mimi kemana kok kelihatan sepi?" tanya bang Idho.
"Oh mereka tadi lagi pergi sama mamak Mimi juga, katanya mau belanja." jawab Di'ah.
"Lah Di'ah kenapa tidak ikut?" tanya Emma yang ternyata juga ikut.
"Tadi aku nyuci Ma jadinya aku Ndak ikut ya sekalian aku bersih-bersih rumah.
"Oh ya kalian berangkat jam berapa kok jam segini sudah sampai?" tanya Ryan.
"Kita berangkat jam tujuh." jawab bang Idho.
"Lah terus nih pasukan rusuh kok bisa ikut?'' tanya Andri yang tersenyum ternyata Manda juga ikut mereka.
"Yah Emma yang ngajak Novi, Sila dan Manda." jawab Erwan.
"Dan Emma pasti kau kan yang ajak." ucap Rudi.
"Tuh tau." jawab Erwan.
"Hemm jadi ini hanya diriku saja nih yang jadi obat nyamuk." ucap Rudi dengan celingukan mencari sosok kekasih mana tau ikut serta juga karena Jeni ikut Idho.
"Cari siapa Rud?" tanya Jenie
__ADS_1
"Kok kamu bisa pergi Jen? kenapa Ndak ngajak Rani?" tanya Rudi.
"Lah kamu sendiri kenapa ndak ngajak Rani kalau mau kesini." Jeni balik nanya kepada Rudi.
"Kemaren sudah ku ajak , dia ndakmmau karena ada acara di rumahnya." jelas Rudi.
Tampa Rudi ketahui Rani juga ikut serta dan dia sedang bersembunyi dibangku mobil paling belakang.
"Alhamdulillah akhirnya Rudi jadi nyamuk sendiri juga." ucap Andri.
"Si*al Lo Ndri, nah Manda kenapa bisa ikut bukannya lagi di kampung." tanya Rudi.
Yah sewaktu pulang dari pedang kami semua langsung singgah kerumah Manda sekalian mengantar Manda kerumahnya. karena jalan yang kami lalui melewati kampung Manda.
"Iya kak kemaren sore balik ke seberang ngawani Ayuk Nining kondangan ehbmalam di telpon Emma ngajak kesini maulah aku." jawab Manda.
"Ngomong-ngomong personil banyak gini Lo bawa berapa tenda Rend?" tanya Ryan
"Yah muatlah Yan, Erwan dan Idho juga bawa perlengkapan campingnya." ucap Rendi.
"Emm ngomong-ngomong guys dirumah ini ada yang bisa dimakan nggak? mendadak kerut gue lapar." ucap Rendi.
"Hahahaha dasar Lo Ren emang sebelum pergi nggak sarapan Lo?" ucap Ryan
"Usahkan sarapan, gue aja gak nyenyak tidur gue nungguin alamt dari Lo gak nongol-nongol." ucap Rendi.
"Lo tau gak Yan, si Rendi dah nangkring di rumah gue subuh dan dia numpang sholat subuh di rumah gue.'' ucap Arfan.
"Dan jam setengah tujuh mereka sudah di rumah ku, jam 6 dia chat group jam setengah tujuh sudah harus siap semua." jelas Erwan
"Hehehe kalau nggak gitu kalian pasti molor jam nya. padahal gue buru-buru kesini monngejar udang." jawab Rendi dengan lesu di akhir ucapannya.
"Hahahaha" mereka semua ketawa.
"Nih kak, kalau mau makan buat ganjal perut." ucap Di'ah yang telah membawa nasi gemuk dan para topingnya ke teras dengan di bantu Emma dan Manda.
"Wah Di'ah tau aja kalau aa Rendi lapar." ucap Rendi yang langsung semangat dan langsung mengambil piring dan mengambil nasi gemuk serta pernak perniknya.
Merak pun makan bersama kembali begitu pula Ryan Rudi Andri dan Di'ah kembali menyantap nasi gemuk alias nasi lemak alias nasi uduk.
Tak lama terdengar suara mobil dan ternyata itu adalah mobil Syahril.
"Saat sampai halaman dan mobil telah tersusun di halaman, Syahril memarkirkan mobilnya di bawah pohon sawit.
"Lah nih kenapa pada kelaparan ya?" sindir Syahril kepada mereka yang baru datang tersebut.
"Iss kakak." ucap Mimi dengan mengubur lengan Syahril.
"Iss adek kdrt nih nyubit nya sakit.' ucap Syahril.
"Jam berapa kalian berangkat kok jam segini sudah makan aja kalian." ucap Syahril.
"Jam tujuh." jawab Erwan.
Didapur Mimi Di'ah dan para cewek mulai berkutat memasak untuk makan siang. Kini Mimi tidak mengizinkan mamak untuk memasak karena dapur akan beralih tangan.
"Oh ya Mi, emang tadi belanja apa?" tanya Emma.
"Oh ya Mi kata kak Rendi kalian disini kedatangan udang ya?" sahut Novi.
"Beneran itu!" tanya Rani.
" Ah Mimi dak asik makan udang dak ngajak-ngajak." ucap Manda.
Mereka semua bertanya tanpa memberi luang buat Mimi menjawab dan akhirnya Mimi hanya mendengarkan omongan dari mereka.
"Lah Mi, orang nanya Ndak di jawab." ucap Manda.
"Sudah selesai ngomong nya?" tanya Mimi.
"Beuh Mimi nih kita yang nanya malah balik nanya." ucap Sila.
"Lah gimana Mimi mau jawab kalian semua pada nanya tanpa jedah buat Mimi ngejawab." ucap Mimi.
"Yaudah sekarang Mimi dipersilahkan untuk menjawab dari semua pertanyaan kami." ucap
Sila.
"Terimakasih Sila, baiklah teman-teman ku iya kita memang makan udang tapi bukan pesta hanya makanya yang banyak saja." jawab Mimi.
"Pa bedanya Mi makan udang yang banyak sama pesta." ucap Sila.
"Ya beda Sila, kau pesta ya kita adakan beramai-ramai nah ini yang maka hanya kami-kami saja ya kebetulan kemaren ane Jumat kak Syahril ngeborong udang sebelum kami pergi ke kolam renang." jelas Mimi.
"Ah udah lah bahas nya yok kita masak." ajak Mimi dan Mimi pun mengeluarkan hasil belanjaan nya.
"Wah masak apa kita Mi?" tanya Jeni.
"Emm gimana kalau siang ini kita masak ikan bakar saja dan pakai lalapan serta sambal terasi. Nih Mimi sudah beli buat lalapannya."Ucap Mimi.
"Boleh juga dan ini ikan lele diapain." ucap Rani yang membawa ember berisi ikan lele hasil pancingan Rudi Ryan dan Andri.
"ikan lelenya kita goreng aja ya." ucap Mimi.
Dan setelah itu mereka pun erbagibtugas untuk membersihkan ikan, udang dan ayam yang Mimi beli dipasar bersama mamak dan Syahril tak ketinggalan Ay.
"Oke semua sudah bersih, ikan lele sudah di beri asam jeruk dan garam siap digoreng, dan ini siapa yang mau bertugas bakar ikan nila nya." seru Mimi.
"yaudah yang bakar ikan nila biar kakak sama kak Jenie saja." ucap kak Rani sembari membawa ikan ke bagian samping dapur yang mana Ali sudah di buat di anglo untuk bakar ikannya.
"Oke kak, nih." jawab Mimi dengan menyerahkan ikan yang sudah di beri bumbu.
"Yang buat sambal siapa?" tanya Mimi lagi.
__ADS_1
"Kalau sambal biar Mimi aja lah." ucap Emma.
"Iya yang buat sambal Mimi saja, dan yang goreng ikan lele biar aku." ucap Manda.
"Oke siap tugas sudah di beri, dan yang tak dapat tugas memasak tugasnya mencuci piring ya nanti." ucap Mimi.
"Oke beres lah tuh." jawab Emma Sila dan Novi.
Disaat kami sedang berkutat masak Syahril masuk ke dapur akan mengambil es.
"Wah rame nya dapur, biasanya cuma Mimi Di'ah dan mamak." ucap Syahril dengan terus menuju kulkas.
"Mau bikin apa kak?" tanya Mimi ketika hendak mengambil piring untuk wadah anak terasi niatannya.
"Heemmmm bikin lapar dek samabl nya, buat yang. banyak dek sambal nya ntar cepat habis suap kegantung lagi." ucap Syahril.
Ya kemaren siang Mimi ada membuat sambal sepiring Mimi sangka sudahbvanyak eh gak tau nya gak cukup karena mereka keenakan makan sambal dan ikan goreng hasil pancingan mereka.
"Iya kak, ini sudah banyak, masa iya habis juga. panas tangan Mimi sudah kena cabe." jawab Mimi dengan menunjukkan sambal terasi yang semangkok plastik besar.
"Ya mudahan aja yang baru datang kurang lahap makannya haha.?" ucap Syahril danengeluarkan es batu dari kulkas.
"Buat apa kak es?" tanya Mimi.
"Buat Dogan dek, tuh bapak nurunin Dogan banyak" ucap Syahril.
"Oo bapak sudah pulang ya kak?" tanya Mimi.
"Iya dek, bapak sudah pulang dari lahan." jawab kak Syahril dan langsung mengambil baskom plastik bersih yang besar untuk tempat dogannya dan tak lupa cangkir serta sendok nya.
Mereka para lelaki pesta dogan di luar dan kami para cewek pun telah selesai dengan urusan masak setelah itu masakan pun kami sajikan dibatas tikar yang telah di bentang.
"Ayoo kita makan siang dulu, nih sudah siap di sajikan." ucap Manda dan mereka pun berhenti mengerok daging dogan dan masuk kedalam rumah.
"Wah ajib bener nih sambal dan pas lagi lalapannya Pete." ucap Rendi.
"Iya pantesan Ryan, Syahril, Andri dan Rudi beberapa hari disini dah gembul aja muka." ucap Erwan.
"Kalau gini terus makan emang bikin gemuk badan kayaknya." ucap Arfan.
"emang betul yang kalian bilang kita makan selalu nambah selama disini dan bawaan lapar Mulu, untung Mimi dan Di'ah selalu buat camilan untuk kita." jawab Ryan.
"Eghhh Alhamdulillah kenyang ucap Rendi namun masih juga mengambil tahu goreng dan mencoleknya ke sambal terasi.
"Lo kenyang tapi masih ngunyah aja Rend." celetuk Rudi.
"Hehe gimana ya Rud, tahu dan sambal selalu melirik kepadaku meminta aku untuk mengambilnya." jawab Rendi dengan candaan.
"Yaudah kau gitu sini samabak ma tahunya." ucap Arfan dan mengambil tahu serta sambal yang berada di depan Rendi.
"Eh Lo Fan kemaruk amakt Lo ah sini tahunya." ucap Rendi merebut tahu yang diambil Arfan.
"Kalian ini keg bocah aja gak malu kalian sama mamak dan bapak." ucap Syahril yang masih setia denganenamabh nasi.
"Hehehe maaf Mak,Pak," ucap Arfan dan Rendi.
"Iya ndak apa, kalau enak ya dimakan, dihabiskan." jawab bapak sembari berdiri karena telah selesai makan.
"Gila Lo Riil, dah berapa kali Lo nambah." ucap Rendi.
"Baru tiga Rend" jawab Syahril dengan menyendokkan sbal kedalam piringnya.
"Hah dari tadi tiga piring belum juga habis," ucap Rendi.
"Gue bukan Lo makan nya keg kereta api." jawab Syahril.
"Emang kau berapa kali Rend?" tanya Erwan.
"Emm ndak ngitung aku Wan hehehe." jawab Rendi.
Setelah semua selesai makan siang dan sudah tersender didinding para cewek yang bertugas beres-beres dan nyuci piring.
"Haduh, kenyang banget gue." ucap Rendi.
"Ya wajar lah kau kekenyangan Rend, nasi habis 3.5 piring nambah tahu entah sampe berapa kau habiskan juga." celetuk ridho yang mana dirinya juga kekenyangan.
"Baru kali ini gue makan sampe kemaruk keg ini." ucap Arfan.
"Iya Fan, sambalnya itu yang mengunggah selera makan." sahut Erwan
"Kau habis makan gini bawaan mata ngantuk ya guys di tambah perut penuh gini hoaaam." celetuk Rudi.
"Itu dasar elonya aja Rud tukang tidur." sahut Syahril.
"Hahahaha" mereka ketawa serentak.
Dan pada akhirnya mereka pun ikut terlelap setelah menjalankan sholat Dzuhur.
Alhamdulillah dokter jantungku up kembali.
Maaf pabila ada kata yang kurang berkenan mohon di beri Krisan ya di kolom komentar ya.
Jangan lupa selalu beri dukungannya dan jangan lupa tinggalkan jejak nya
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH