
Jam dua dini hari kami sampai dirumah Mimi, sebelumnya Mimi sudah memberitahu orang tuanya kalau mereka memperkirakan akan sampai jam dua maka dari itu saat kami hendak mengetuk pintu samping bapak yang telah membukakan.
"Assalamualaikum." kami semua mengucapkan salam kepada bapak
"Waalaikum salam, sana cuci kaki dan tangannya dulu setelah itu segera tidur." jawab bapak dengan titahnya.
"Iya pak." jawab Mimi.
Teman-temannya Mimi semua berlalu menuju kamar mandi buat bersih-bersih sebelum tidur.
Para lelaki sedang menggotong Styrofoam untuk di bawa masuk dan setelah semua barang di bawa masuk mereka juga berlalu menuju kamar mandi untuk berberes dan beranjak tidur.
...****...
Baru sebentar memejamkan mata sayup terdengar suara ngaji di masjid dan tak berapa lama suara adzan subuh pun bergema sahut menyahut antara masjid dan musholla yang berada di setiap lorong.
Mimi terbangun disaat suara adzan di lafaz akhir nya walau masih mengantuk Mimi tetap harus keluar untuk menjalankan perintah illahi.
Saat keluar kamar para lelaki masih pada terlelap, mungkin karena lelah mereka nyenyak hingga suara adzan pun tak menggubris tidur mereka.
Mimi yang melihat kak Syahril tidur di pinggir Mimi pun membangunkannya.
"Kak, bangun sudah subuh." Mimi membangunkan Syahril dengan menepuk lengannya namun belum juga ada yang tanda pergerakan Mimi masih setia untuk membangunnya.
"Kak, kak Syahril bangun dah subuh kak." ucap Mimi sekali lagi dengan menepuk pipi Syahril dengan jahilnya Mimi meniup telinga Syahril dan itu berhasil membuat Syahril bangun.
"Hemm, jahil." ucapnya dengan suara khas bangun tidur dan mata masih terbuka dikit masih berdaya 5watt.
"Ayok kak bangun dah subuh Ndak dengar suara adzan." ucap Mimi dengan menarik lengan Syahril agar segera bangun.
"Iya iya bentar." ucapnya dan beranjak duduk dari rebahan nya. "Cup morning kiss" Syahril mencium pipi Mimi dan seketika Mimi melongo dengan perbuatan Syahril tersebut.
"Ckk tadi bangunin kakak ini kena cium aja langsung mematung gitu. Ayoo buruan nanti subuh lewat." ucap Syahril menyadarkan Mimi dan Mimi pun langsung beralrienuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah berwudhu Mimi langsung masuk kamarnya untuk menjalankan sholat dua rakaat namun sebelumnya Mimi membangunkan kedua temannya.
"Emma, Di'ah bangun sudah subuh." ucap Mimi membangunkan keduanya dengan menepuk kaki mereka.
"Emm jam berapa mi?" tanya Emma.
"Jam lima ma ayoo buruan berwudhu." ucap Mimi dan setelah itu Mimi langsung menjalankan sholatnya.
Sehabis sholat Mimi langsung menuju dapur hendak membuat sarapan, sesampainya di dapur mamak sudah menaruh kukusan diatasi kompor.
"Mak, masak apa?" tanya Mimi yang telah berada di dekat mamaknya.
"Masak nasi gemuk Mi, sana Mimi blender cabe nya untuk sambalnya." jawab emak dan memberi titah kepada Mimi dan Mimi pun langsung mengambil cabai dan bawang merah yang telah dikupas sebelumnya oleh mamak dan segera Mimi blender.
Sehabis blender Mimi langsung menumisnya hingga sambalnya matang dan langsung mimiasukkan ke dalam mangkuk.
Setelah menumis sambal Mimi kembali hendak menumis bumbu untuk bihun gorengnya namun sebelumnya Mimi mengambil sedikit udang yang dibeli nya semalam, di ambilnya udang yang berukuran kecil kira-kira sebesar kelingking dan langsung Mimi bersihkan.
Setelah udah selesai dibersihkan Mimi segera menumis bumbu yang di buat emak setelah bumbu bihun telah dikira setengah matang Mimi masukkan udang kedalamnya dan di masak hingga udang matang.
Setelah bumbu dan udang kelihatan sudang matang Mimi masukkan bihun yang telah di rendam dan ditiriskan oleh amak sebelumnya.
Mimi aduk bihun rata dengan bumbunya dan Mimi masak hingga tercium aroma wangi dari bumbu dan udang tersebut menguak setelah dikira masak Mimi langsung masukkan kedalam mangkuk stainless yang besar.
"Mak ikan teri dan kacang tanah sudah di goreng belum!" tanya Mimi ketika selesai memasak bihunnya dan telah dimasukkan ke dalam mangkuk stainless.
"Sudah kemarin sudah mamak goreng dan sudah mamak masukkan kedalam toples, tinggal dadar telurnya mi." jawab mamak sambil memecahkan telur dan dimasukkan kedalam mangkuk plastik dan diaduknya.
"Oh yaudah sini Mak, biar Mimi yang goreng." ucap Mimi dan langsung menandakan teflon dan memasak hingga selesai telur dasarnya.
Disaat Mimi dan mamak sedang membahas akan memasak apa lagi muncul kak Rani dan yang lain ke dapur.
"Emm Mi, Mak, maaf kita lambat bantu." ujar kak Rani yang telah mendekati Mimi dan mamak.
"Eh dah pada bangun." ucap emak."sudah pada sholat belum?" tanya emak lagi.
"Sudah Mak, ini apa lagi yang mau dimasak Mak?" tanya kak Jenni.
"Udah semua kak, tinggal nunggu nasi gemuknya masak aja lagi." ucap Mimi! sembari mengumpulkan peralatan masak yang kokotorooo
"Yah sudah semua ya?" ucap Emma
"Iya Ma, nih tinggal nyuci wajah-wajah sama mangkuk-mangkuk yang kotor aja yang belum di cuci." jawab Mimi.
"Yaudah sini biar aku cuci." ucap Manda yang langsung mengambil alih peralatan kotor dan segera di bawa ke samping rumah.
"Nanti aja Nda sekalian saja nyucinya, banyak nyamuk diluar." ucap Mimi mencegah Manda untuk mencuci piring karena hari baru jam setengah enam dan tempat untuk nyuci piring juga berada di luar dekat sumur samping rumah.
"Emm apa ndak apa Mi?" tanya Manda mungkin dia merasa tak enak hati.
"Ndak apa Nda." jawab Mimi dengan mematikan api kompor.
"Mending kalian mandi aja." ucap Mimi menyuruh mereka untuk segera mandi.
"Iya juga ya." ucap Emma dan berlalu pergi menuju kamar untuk mengambil handuknya.
"Masih ada kak Rani di dalam.'' ucap Di'ah yang ternyata sudah menyandang handuk di bahunya.
__ADS_1
"Oh kak Rani sudah gacep duluan toh." ucap Novi yang juga baru sampai dapur habis mengambil handuknya.
"Kalau kalian mau mandi bareng mandi aja di sumur sebelah." ucap Mimi.
"Ah iya juga ya, ayoo siapa mau mandi di sebelah." ajak kak Siska.
"Tapi ada basahan ndak Mi?" tanya Novi.
"Ada Nov, bentar Mimi ambilkan kain buat basahan." ucap Mimi dan berlalu masuk kedalam kamar mamak untuk meminta kain buat basahan.
"Mak, ada kain buat basahan ndak?" tanya Mimi ketika mamak keluar dari kamarnya.
"Buat apa?" tanya mamak lagi.
"Tuh kak Siska mau mandi di sumur." Jawab Mimi.
"Pakai aja kain basahan yang baru di cuci di dalam baskom." ucap mamak. "Apa nasinya sudah masak mi?' ymtanya mamak kepada Mimi.
"Sudah Mak, yaudah Mimi mau suruh mereka pakai kain basahan yang di dalam baskom dulu." jawab Mimi dengan berlalu kembali ke dapur.
"Kak, pakai kain ini aja." ucap Mimi kepada kak Jenni dengan menyerahkan beberapa kain buat basahan.
"Kak Rani sudah selesai?" tanya Mimi ketika melihat kak Rani telah keluar dari kamar mandi.
"Sudah Mi, lah ini kalian kok pada pakai kain basahan." ucap kak Rani ketika melihat kak Jenie telah menyalin pakaiannya dengan kain basahan.
"Iya kak, kita mau mandi di sumur sebelah." jawab Novi.
"Eh eh siapa dikamar mandi?" tanya kak Rendi tergesa-gesa.
"Ndak ada kak, mau apa?" tanya Mimi.
"Mau boker dulu, awas." ucapnya dan menyingkirkan bahu kak Siska yang menghadang pintu kamar mandi dan kak Rendi langsung masuk untuk membuang hajatnya.
Tak hanya para cewek yang mandi di sumur hari ini, para cowok juga telah menuju sumur sebelah di pagi hari mendahului tetangga sebelah mereka mandi sambil bercengkerama dan ketawa-ketawa.
Tak berapa lama mereka selesai mandi sarapan Kun telah terhidang dan kami pun menyantap sarapan nasi gemuk bersama sbik bercerita.
"Gil* kalau pagi-pagi mandi di sumur dingin banget brrrrr." ucap kak Arfan.
"Ya iyalah bro, kita kan kemarin mandi jam delapan keatas nuhggu tetangga sebelah selesai pakai jadi ya ndak terlalu dingin banget." ujar bang Erwan.
"Dingin-dingin gitu tapi seger di buatnya." ucap kak Rendi dengan memilih udang yang berada dalam bihun.
"Elo cari apaan sih Rend?" tanya bang Idho ketika melihat kak Rendi mengaduk-aduk bihun.
"Pasti cari udang ya Rend." celetuk Rudi.
"Ckk, kayak anak kecil aja." ucap Ryan dengan menggelengkan kepalanya.
"Udangnya manis Yan." ucap Rendi.
"Kenapa gak dimasak aja dek udangnya?" tanya kak Syahril kepada Mimi.
"Nanti aja kak buat lauk kita ke lahan sawit aja, tadi emang sengaja masukin udang di bihun buat pemanisnya aja." jelas Mimi.
"Oh ya mau dimasak apa nanti?" tanya Mimi kepada mereka.
"Yuk, di belakang banyak buah jengkolnya." tanya bang Idho sama mamak.
"Iyo Dho tapi masih muda-muda, cuma bisa buat lalapan." ucap mamak.
"Nah bisa lah Mak buat lalapan kita nanti." ucap kak Ryan .
"Ryan suka lalap jengkol?" tanya mamak.
"Kau dia itu hantunya Mak" celetuk Rudi.
"Yaudah kian Bim aja nanti buat lalapan." jawab bapak.
"Nah cakep itu, enaknya lauknya tempoyak ikan baung kemarin." ucap kak Arfan.
"Iya tuh." sahut kak Rendi, bang Idho, bang Ridho dan bang Erwan serentak.
"Hahahaha" mereka ketawa ketika mendengar ucapan sama.
"Kebetulan kemaren mamak beli tempoyak nanti biar dimasak kan tempoyak ikan baungnya." jawab mamak.
"Yaudah, nanti buat samabak udang, tempoyak ikan baung, sambal tomat, lalapan jengkol, kecipir, rebus pucuk ubi sama timun aja ya?" ucap Mimi.
"Boleh Mi, masak yang banyak takut nya suap kegantung." ucap Ryan.
"Siap kak." ucap Mimi yang telah selesai sarapannya.l dan langsung menuju dapur dan diikuti oleh Syahril yang ternyata juga telah selesai dengan sarapannya.
"Dek," panggilnya.
"Eh kakak sudah selesai." tanya Mimi dengan mengambil piring kotor ditahan Syahril.
"Sudah," ucapnya dan berlalu ke Styrofoam untuk mengambil udang yang akan di masak hari ini.
Mimi yang telah menaruh piring kotornya dan piring kotor Syahril kembali masuk dengan membawa baskom dan menuju ke Styrofoam untuk mengambil udang namun ternyata disana sudah ada kak Syahril.
__ADS_1
"Sini dek, baskomnya." ucap kak Syahril dengan mengamit tangannya meminta baskomnya gue dinl pegang Mimi.
"Kak, udang yang kecil aja yang buat sambal." ucap Mimi ketika melihat Syahril telah mengeluarkan udang yang besar-besar.
"Gak apa-apa yang besar aja." ucapnya dengan menyerahkan udang tersebut ke Mimi namun Mimi menolak.
"Kalau buat samabak enak yang kecil kak, lalu yang besar gini enaknya buat pedas asam manis." jawab Mimi dengan menaruh kembali udang-udang yang besar tersebut kedalam Styrofoam dan mengambil udang yang kecil seukuran kelingking.
"Oh iya juga sih, nih ikan nya dek.'' ucap kak Syahril dengan memberikan ikan baung kepada Mimi.
"Yaudah yok kita bersihkan." ajak kak Syahril.
"Eh biar Mimi saja kak." tolak Mimi namun di tolak kembali oleh Syahril.
"Nggak kita bersihkan bersama ya." ucap nya dan menggandeng tangan Mimi menuju dapur.
"Heleh Riil keg truk gandeng aja didalam rumah kakek gandengan juga." sindir Ryan yang melihat Mimi dan kak Syahril bergandengan.
"Ckk ganggu aja Lo Yan, mau ngapain Lo ke dapur." ucap kak Ryan.
"Gue mau ambil ember buat nampung jengkol." jawab kak standar dengan langsung mengambil ember dan segera keluar lewat pintu samping.
Setelah semua udang dan ikan di ambil Mimi akan membersihkannya di bantu oleh Syahril.
Kak Rani Novi dan Emma mereka mencuci piring sedang yang lain ada yang mencuci baju dan bantu membersihkan rumah.
Pakaian kotor Mimi dan kak Syahril sudah di cuci sama mamak Mimi karena sebelum tidur pakaian kotor Mimi dan kak Syahril diletakkan di samping mesin cuci.
"Oh ya kak, Mimi lupa menjemur pakaian, Kaka lanjut sendiri ya." ucap Mimi kepada Syahril.
"oke dek, nih udah tinggal dikit juga. Oh ya dek pakaian kakak udah di cuci belum?" ucapnya.
"Udah kak, tadi subuh di cuci sama mamak." jawab Mimi.
"Kok mamak yang nyuci?" tanya Syahril.
"Iya karena semalam pakaian Mimi taruh disamling mesin cuci dan pas mamak bangun subuh langsung di masukkan kedalam mesin cuci dan di cucinya." jawab Mimi "tapi yang bilas Mimi kok tadi." lanjut Mimi dan beranjak pergi masuk rumah dan mengambil baskom yang berisi pakaian yang telah di cuci untuk di jemur di samping rumah.
Team pencuci piring telah selesai, kak Syahril juga sudah selesai mencuci ikan dan udangnya, Mimi pun. juga udah selesai menjemur.
Kini saat nya Mimi dan yang lain eksekusi di dapur. Para cowok pun telah bersiap untuk pergi terlebih dahulu ke lahan sawit.
"Hey Rend, Lo mau panen sawit atau ke mall?" tanya Ryan yang melihat kak Rendi memakai kemeja dan celana jeans.
"Emang kenapa?" ucap Rendi.
"Ckk kan udah gue bilang ke Lo sebelum kesini bawa bawa baju lengan panjang dan celana training." sahut Rudi.
"Eh iya gue lupa." ucap kak Rendi segera masuk ke dalam kamar buat ganti pakaiannya .
"Oke ingat ya taruhannya kemarin." Rudi mengingatkan Rendi.
"Siip siapa takut pasti kita menang." ucap Rendi dan Arfan.
"Oke lah kalau gitu ayoo kita berangkat." ucap kak Syahril dan mereka pun masuk kedalam mobil masing-masing.
"Oh ya Rud Lo seperti biasa jadi supir ibu-ibu." seru Ryan.
"Oke." jawab Rudi.
"Pak, Rudi boleh ambil dogan Ndak?" tanya Rudi kepada bapak.
"Boleh, ambil yang bagian belakang dekat sumur" jawab bapak yang telah duduk di bangku penumpang samping kak Syahril.
"Emang Lo mau bawa ke lahan Rud?" tanya Ryan.
"Iya Yan, Lo jangan pinta ya gue mau bawa es dogan ke lahan nanti." jawab Rudi.
"Enak aja Lo makan sendiri, bawa lebih lah." sahut Arfan.
"Iya Yan bawa banyak ya." sahut Rendi.
"Aiss nyesel gue bilang ke Lo pada banyak maunya jadinya." ucap Rudi.
"Ntar aja lah Rud makan es dogannya setelah kita pulang dari lahan." ucap kak Syahril dengan memberi usul.
"Iya Rud nanti ajalah." sahut bang Idho.
"Yaudah kalau gitu sana pada pergi." ucap kak Rudi dengan mengusir mereka dan mereka pun segera pergi menuju lahan.
Hai Assalamualaikum alhamdulillah dokter Jantungku up di hari ini, mohon maaf kemarin nggak up karena authore lagi pergi kondangan ke kota.
Jangan lupa terus beri dukungan dan tinggalkan jejaknya ya apa lagi ini awal Minggu.
FAVORIT
RATE.
VOTE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH