DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
193


__ADS_3

"Ada apa dengan Bryan." pikir Berliana namun dia tetap mengikuti langkah Bryan yang tergesa-gesa itu.


Sesampainya di dalam apartemennya Bryan langsung berlari menuju kamarnya dan meninggalkan Berliana di ruang tamu. Berliana terus melihat ke arah mana Bryan berlari.


"Ya Tuhan ada apa dengan dia?" gumam Berliana.


Ini kali pertama Berliana ke apartemen Bryan dan ini juga kali pertama Bryan mengajak cewek masuk kedalam apartemen nya.


Berliana terdiam lama di ruang tamu dan tak kunjung juga Bryan keluar dari kamarnya sehingga membuat Berliana khawatir pada Bryan. Akhirnya berlian memberanikan diri menunu kamar Bryan dan mengetuk pintu namun berkali-kali Berliana mengetuk pintu tak kunjung dapat jawaban dan akhirnya Berliana membuka pintu kamar itu.


"Kemana sih Bryan." gumam Berliana kesal karena Bryan tak kunjung keluar.


Aduh mana dah jam sebelas lagi, kemannaa sih dia?" ucapnya kesal dan terus melihat ke arah pintu kamar yang terlihat dari lantai bawah.


"Aduh bunda, pasti khawatir nih." gunanya dan merogoh tas nya untuk mengambil ponsel namun naas ponsel Berliana tidak ada di dalam tas.


"Kemana lagi nih HP.." ucapnya dengan terus mengaduk-aduk dalam tasnya tali tak kunjung ketemu barang yang amat berharga buat nya saat ini.


Di bongkar nya isi tas di atas meja namun barang yang diperlukan itu emang nyatanya tak berada dalam tas begitu pula dengan dompetnya.


"Ya Tuhan, dompet ku pun nggak ada." ucap nya putus asa.


Berliana mengambil keputusan untuk mencari Bryan dengan menaiki anak tangga ke lantai dua menuju kamar yang dimasuki Bryan.


"Bry, Bry kamu dimana?" ucap Berliana memanggil Bryan yang tak ada di dalam kamar.


"Emm apa dia nggak dikamar ini ya? tapi.. Tadi dia menuju kamar ini kok." gumam Berliana.


"Bry.. Bryan kamu dimana?" panggil Berliana , seketika Berliana mendengar suara gemericik air yang terdengar daerah dari arah kamar mandi.


"Bry kamu didalam." panggil Berliana namun tak ada jawaban.


"Bry, Bryan." panggilnya lagi.


ceklek Bryan membuka pintu kamar mandinya dengan baju yang basah kuyup.


"Pergi lah Li.." ucap Bryan.


"Bry kamu kenapa?" tanya Berliana khawatir melihat keadaan Bryan dan mencoba mendekat ke arah Bryan.


"Pergi Li.. pergi " ucap Bryan dengan meninggikan suaranya.


"Bry kami kenapa, Bry.. ada apa dengan kamu jika." ucap Berliana dengan menangis melihat keadaan Bryan yang kacau.


"Ku mohon Li, pergi dari sini. Ku mohon." jawab Bryan dan berlian hanya menggeleng.


"Nggak Bry, aku nggak bisa ninggalin kamu sendiri seperti ini.. Ada apa Bry hiks hiks?" ucap Berliana dengan tangisnya.


"Pergi Li, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa ku mohon pergilah " ucap Bryan memohon kepada Berliana.


"Enggak Bry enggak.. Aku nggak akaan ninggalin kami seperti ini, ayo kita kerumah sakit aja." ucap Berliana.


"Nggak Li, gue nggak tahan Li tolong pergilah." ucap Bryan masih memohon.


"Kamu kenapa Bry huhuhu.. Apa yang sakit, ayo Bry kita ke rumah sakit." ucap Berliana.


"Arghhh" Bryan merasakan gejolak itu timbul kembali, dia masih tetap bertahan tak ingin mengeluarkan gejolak itu. Bryan ke!Bali masuk ke dalam kamar mandi dan berdiri di bawah guyuran air dingin buat meredakan rasa gejolak tersebut.


berliana yang melihat Bryan kembali masuk kedalam kamar mandi pun mengikuti Bryan, Berliana takut terjadi apa-apa pada Bryan.


Berliana melihat Bryan di bawah shower dengan guyuran air yang deras mungkin bisa jadi Bryan memutarnya dengan full.


"Bry, stop Bry nanti kamu tambah sakit." ucap Berliana mencoba menghentikan Bryan dengan. menarik tangan Bryan tanpa memperdulikan dirinya yang juga bisa ikut basah.


"Pergi Li, pergi.." usir Bryan dan Berliana hanya menggeleng kepalanya dan berupaya menarik tangan Bryan agar berhenti mengguyur badannya dengan air.


"Enggak Bry, enggak.. Kamu kenapa Bry, sudah berhenti .. Nanti kamu sakit Bry.." ucap Berliana dengan terus menarik bahkan Berliana dengan spontan memeluk tubuh Bryan dan menariknya menjauh.


Bryan yang merasa dipeluk menambah rasa gejolak itu datang kembali.


"Ku mohon Li pergilah,." ucapnya lagi.


"Kenapa kamu mengusir ku hah.. Gimana aku bisa pergi Bry dengan keadaan kamu seperti ini, ada apa? jawab Bry hik hik." ucap berlian dengan terus memeluk Bryan.


Berlian sangat mencintai Bryan, entah sejak kapan rasa itu tiba namun Berliana telah menyukai Bryan sejak mereka ospek. Berlian terpana akan Bryan.


Bryan dulu selalu membantunya ketika dia sering di bully di awal-awal masuk universitas ini.

__ADS_1


"Ku mohon Li, aku nggak tahan, aku nggak mau merusakmu." ucapnya dengan menahan rasa gejolak yang sudah diujung ubun-ubun.


"Nggak tahan, merusak ku, maksudnya apa Bry." tanya Berliana tidak mengerti.


"Kumohon pergilah, minuman ku tadi telah di cekokin obat sama mereka jadi pergilah " Bryan memberikan penjelasan dengan mendorong tubuh Berliana.


"Obat apa Bry?" ucap Berliana dengan masih berlinang air mata.


"Pergilah Li, aku mohon pergi.." ucapnya dengan !endoronga Berliana untuknkelur satunkamar mandi tapi Berliana masih bersikeras takmingin meninggalkan Bryan sendiri.


"Eng gak. aku nggak akan pergi Bry, jika mereka me!beri mu obat-obatan ayo kita kerumah sakit sekarang." ucap Berliana yang masih terus berupaya menarik Bryan.


Bryan menarik nafas dalam dengan memejamkan matanya dan menahan agar bisa menguasai dirinya dengan menggigit bibirnya dan terlihat rahangnya mengeras menahan gejolak yang akan meledak itu.


"Bry, stop apa yang kamu lakukan hah." ucap Berliana dengan memukul-mukul wajaah Bryan agar tidak menggigit bibirnya. Yah bibir Bryan telah mengeluarkan darah.


"Bry ku mohon stop.. jangan lakukan itu, ayo kita kerumah sakit hu huhuhu." ucap Berliana dengan tergugu.


"Nggak Li, ahhh aku nggak ta han." ucap Bryan dan dia langsung mencium Berliana dengan brutal.


"Ehmmp" Berliana membelalakkan matanya ketika Bryan langsung menyerang bibirnya brutal


"Maafkan aku, aku dah gak tahan." racau Bryan.


Hy riders kita memasuki kawasan +21 harap janganntegang, rileks kan pikiran ya🙏


Bryan terus menciumi Berliana, Bryan juga membuka paksa jilbab Berliana, Bryan terus menyerang bibir Berliana bahkan sampe leher berliana, bibir yang masih berpamitan tangan Bryan mulai mencari keberadaan kancing Berliana ketika tidak di temukan Bryan langsung menarik paksa gunik yang dikenakan Berliana.


"Bry.. a a apa yang ka kamu la lakukan." ucap Berliana dengan deraian air mata. Bryan telah menuju ke dua tumoeng yang terlihat ranum dan dia langsung menikmati tumpeng itu.


"Ech.. emmmp." Berliana mendesah ketika kedua tumpengnya sedang di nikmati oleh Bryan.


"Bry Le Le passs achh." ucap Berliana dengan. berusaha menarik kepala Bryan.


"Maafkan aku.." racau Bryan dan Bryan pun melapdakaan rok Berliana hingga tersisa CD karna kacamata kudanya telah terlepas dari tumpengnya.


Bryan terus melakukan aksinya di dalam kamar mandi, Bryan melihat ke arah gundukan yang sedikit semak belukar itu. di angkatnya Berliana menuju kloset dan di dudukannya Berliana di atas kloset tersebut.


"Jangan Bry emppp..." ucap Berliana dengan meohon serta menggelngkan kepala namun Bryan tak menghiraukannya Bryan terus mencumbunya.


Dari bibir ke tumpeng hingga ke lahan datar sampailah ke area sedikit semak belukar namun terlihat rapi.


Puas Bryan berjelajah di semak belukar dengan biji kenari nya dia melihat ke arah Berliana dengan nyalang diapun mengangkat Berliana kembali dengan kaki Berliana yang pas terbuka pasdi area bazoka Bryan.


Berliana terus menggelengkan ketika dia merasa ada serangan yang akan menuju ke semakin belukarnya.


"Jangan bry.." ucapnya tapi Bryan yang sudah terbakar gejolak hasrat tak menghiraukan sehingga dia langsung mengarahkan mata bazokanya kearah lubang yang berada dinsemak belukar nan rapi itu.


"Achhhhhh...huhuhu" berlian berteriak ketika bazoka itu dipaksa untuk masuk kedalam lubang nan sempit.


Bryan terus berupaya menerobos lubang kecil tersebut sehingga akhirnya pencapaian usaha bazoka teraebut pun berhasil.


Bryan terus memompa-momoa bazoka nya ke dalam lubang sempit yang kini terasa licin untuk di lalui bazokanya.


Puas bermain di dalam kamar mandi dan telah berkali-kali pula menyemburkan peluruh jelly ke dalam lubang sempit, Bryan mengangkat Berliana ke ranjang king sizenya.


Entah berapa lama mereka di dalam kamar mandi sehingga terlihat Berliana yang terkulai lemas di atas kasur.


"Maaf." ucap Bryan sambil mencium kening Berliana dan menghapus air mata Berliana.


"Hik jika jika ka kamu tega Bry." ucap Berliana dengan sisa Isak tangisnya.


"Maafkan aku Li, aku berusaha mengusir. Maafkan aku, tidurlah. " ucap Bryan.


Bryan pun menarik selimut sampai keleher Berliana dan dia kembali mencium kening Berliana, setelah itu Bryan kembali masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya kembali.


"Sial, Nicko sialan." ucapnya dengan meninju didinding kamar mandinya.


Yah teaquila pesanan Bryan telah di campur obat perangsang oleh Nicko dengan dosis yang tinggi sehingga membuat Bryan tak bisa menghentikan nya dengan guyuran air dingin.


Setelah kejadian itu Bryan dan Berliana semakin dekat dan entah kenapa Bryan selalu ingin dan ingin melakukan hal itu pada Berliana, Yah Berliana menjadi candu bagi Bryan. mereka mengulangi hingga beberapa kali.


Tiba disaat nya berlian merasa lemas dan pusing, yah Berliana menyangka itu hanya pusinga biasa tapi siapa disangka disaat dia jalan bersama sahabatnya Mita Berliana jatuh pingsan.


Mita membawa berlian kerumah sakit dan alangkah terkejutnya Mita saat mengetahui diagnosa yang dinyatakan oleh dokter.


Mita berupa menahan marahnya sampai Berliana sadar.

__ADS_1


"Euhgh." lebih Berliana dan dia membuka matanya.


"Sudah sadar kamu Li?" tanya Mita dingin.


"Mita, aku kenapa?" tanya Berliana. "Ini tanganku kok di infuse?" imbuhnya lagi.


"Katakan Li, katakan dengan jujur dengan siapa kamu lakukan itu!" ucap Mita dengan muka yang dingin.


"Maksud kamu apa Mit?" tanya Berliana yang tak mengerti.


"Siapa yang hamilin kamu!" ucap Berliana lagi.


Deg


Berliana terdiam seketika diam.


"A apa maksudmu Mit?" tanya Berliana


"Katakan Li, siapa orang yang telah ngehancurin hidup Lo, hah katakan!" ucap Mita kesal.


Mita adalah sahabatnya Berliana sedari SMP, mereka terpisah saat SMA karena Mita ikut neneknya dari pihak ibu yang berada di pulau Sumatra dan dia bersekolah disana, saat lulus SMA dia kembali ke kota Semarang dan berniat melanjutkan kuliahnya disini. Tak disangka dia bertemu kembali dengan sahabat di SMP nya yaitu Berliana.


"Katakan Li! apa Bryan orangnya!" Mita terus mendesak sampai dia langsung menebak kalau Bryan lah orang yang di maksud.


"I iya Mit, huhuhu." ucap berlian dengan Isak tangis yang tak bisa di bendung nya lagi.


"Kenapa bisa Li, ke napa!! mana Berliana yang gue kenal hah!! semudah itu Lo serahkan diri Lo sammaa buaya darat itu." ucap Mita dengan kesal dan amarah.


Sejak kapan Lo lakuin itu!" bentak Mita.


"Dua dua bulan lalu." ucap Berliana jujur.


"Ya Allah Li.. Bagaimana kalau bunda tau Li, bagaiman kalau adik-adik Lo tau. Elo mikir nggak sih!!! Lo taruh mana ltak lo itu ! ucap Mita yang kasar karena di penuhi amarah.


Huhuhuhu huhuhu Berliana hanya mampu menangis dan menyesalinya. yah mungkin jika hanya pertama kali di malam itu bisa dikatakan kekhilafan namun jika Bryan meminta kembali dan Berliana tak menolak itu bukanlah kekhilafan lagi tago sudah menjadi candu bagi mereka berdua.


" Kenapa Lo bisa ngelakuin itu Li? " tanya Mita dan akhirnya Berliana pun menceritakan semua, Mita merapatkan giginya.


Mita tak habis pikir Samma Berliana yang kelewat polos atau ah entahlah..


"Terus apa kalian melakukannya lagi setelah kejadian itu?" tanya Mita bak interogasi seorang polisi.


Berliana hanya diam dengan deraian air mata. Mita yang melihat Berliana diam hanya tersenyum kecut.


"Hemmm setan apa yang telah merasuki Lo hah..!!! Pantesan setiap kali gue ajak keluar setiap weakend Lo nolak jadi Lo berbuat itu lagi sama dia hah!! Lo itu bego apa tolol Li!! lo pakek nggak otak Lo itu bhat mikir akibat nya." Mita terus mengoceh geram dengan kelakuan sang sahabatnya yang telah di butakan oleh cinta.


"Berapa kali gue ingetin Lo Li, hati-hati sama Bryan.. Terus.. Setelah ini Lo mikir nggak? lo mikir nggak hah! apa Bryan mau tanggung jawab sama Lo?" ucap Mita yang menggebu-gebu.


Deg


Berliana terdiam seolah dia baru kepikiran akan dampak atas perbuatannya, Berliana tersadar siapa Bryan selama ini namun dia terus menampik dan dia meyakini kalau Bryan telah berubah dan Berliana juga yakin kalau Bryan akan bertanggung jawab.


"Kenapa Lo diam, nggak bisa jawab kan!" ucap Mita yang melihat Berliana diam seribu bahasa.


Mita anaknya yang supel dan blak-blakan, dia orangnya pantang mencari muka atau pun bermanis-manis mulut.


"Dia sudah berubah Mit." ucap Berliana lirih.


"Berubah kata Lo! tau darimana Lo dia berubah." jawab Mita dengan masih dengan kekesalan.


"Aku yakin Mit, dia sudah berubah dan aku yakin kalau dia mau bertanggungjawab. " ucap Berliana.


"Li.. Li.. gue akui kalau di bidang mata pelajaran Lo ahlinya namun jika di bidang percintaan gini sepertinya Lo bukan ahlinya Li, gue yakin setelah dia tau keadaan Lo yangbhamil kini dia akan mencampakkan Lo." ucap Mita dengan menekankan kata !mencampakkan.


"Nggak mungkin Mit, Bryan mencintaiku Mit." ucap Berliana.


"Ter se rah Lo, gue udah ingetin Lo sebelumnya." ucap Mita dan hendak keluar dari kamar Berliana.


namun alangkah terkejutnya mereka berdua ternyata di balik pintu ada bunda Ainun bersama Diah.


"Assalamualaikum." ucap Bunda datar.


"WA waalaikum salam bunda." ucap Berliana dan Mita bersamaan.


Bunda Ainun dan Diah masuk, yah sebelumnya Mita telah menghubungi bunda Ainun dan memberitahu kalau Berliana pingsan dan di bawa kerumah sakit ini, awalnya bunda menyangka Berliana akan segera sadar dan cepat pulang namun beberapa jam di tunggu Berliana dan Mita tak kunjung sampe di panti sehingga bunda Ainun mengajak Diah untuk menyusulnya di rumah sakit ini.


Bunda telah sampai di rumah sakit di mana Berliana berada, bunda bertanya pada resepsionis menanyakan perihal Berliana dan setelah mengetahui kalau Berliana di rawat dan mengetahui dimana ruang rawatnya bunda langsung menuju ke rumah rawat Berliana.

__ADS_1


Apakah bunda Ainun mendengar?? Next bab


tbc


__ADS_2