
Assalamualaikum selamat pagi selamat beraktifitas, jangan lupa dukungan dan jejaknya ya..
________happy reading_______
Aku diam tepatnya aku mendiamkan diri berusaha tegar dan menguatkan hati untuk mendengar apa yang akan di ucapkannya.
"Bismillah" ku berucap dalam hati agar siap pabila dia berkata akan memutuskan hubungan ini.
Air mata terus mengalir di pipiku, ku berusaha tegar namun apa daya hatiku rapuh. Aku takut, aku takut apa yang aku takutkan bakal akan aku alami saat ini.
"Ya Rabb sesakit inikah mencintai makhlukmu secara berlebihan, ampuni aku Rabb." rintihku di dalam hati.
Belum dia berucap mengatakan putus tubuhku tegang, hatiku rapuh dan tak bisa ku kendalikan, getar pada tubuhku menandakan aku tak kuat menahan rasa sesak di dalam dada.
Kedua tangan Syahril masih berada di wajahku dan dia terus menatapku sedangkan aku berusaha memalingkan mataku dari matanya, aku tak ingin melihat wajahnya aku berusaha menguatkan hatiku, apa pun yang terjadi aku harus berusaha menerimanya, itulah tekad ku saat ini.
Mungkin Syahril merasakan getaran dari tubuhku tanpa permisi dia memelukku mungkin dia berusaha untuk menenangkan ku, dia peluk erat tubuhku dan dia berucap "maaf" dengan suara parau khas orang menangis.
"Maafkan kakak dek." Ucapnya dan aku juga merasakan kalau tubuhnya juga bergetar menahan gejolak di dalam dada.
Air mata terus mengalir dan tak ada sepatah pun yang bisa ku ucapkan. Dia melepaskan pelukannya dan dia selalu berkata maaf.
"Maaf,maafkan kakak sudah mendiamkan adek, maafkan kakak yang tidak menghubungi adek, maafkan kakak dek." ucapnya dengan derai air mata.
"Ya Rab serapuh itu jugakah dirinya, ada apakah sebenarnya dengan dirinya ini." Gumamku dalam hati.
"Maafkan kakak dek, jangan pernah adek beranggapan kakak tidak menyayangi dan mencintai adek." ucapnya lagi.
"Sampai kapanpun kakak tetap menyayangi dan mencintai adek." ucapnya kembali sambil mengatur nafasnya.
"Kalau perlu dek, ayook kita pergi dek, kakak siap meninggalkan semuanya, kita nikah dan kita pergi dari sini." Ucapnya menggebu mengeluarkan segala kepenatan diri.
Aku tercengang mendengarkannya, Apa maksud dari perkataan nya dan ada apa! itu menjadi sebuah pertanyaan dariku.
"A apa maksud kakak?" aku bertanya dengan terbata.
"Iya dek, kita pergi dari sini, adek mau kan hidup sama kakak?" Ucapnya.
"Maksud kakak apa?" tanyaku lagi aku belum mengerti apa yang dia maksud.
Dengan dia berkata seperti itu, aku sedikit tenang walau air mata masih menetes sekali-kali.
"Dek, kita nikah yok? kita bina hidup kita sendiri tanpa harus ada yang mengatur kita." ucapnya.
"Hmm kakak jangan ngawur, Mimi ndak mau." Ucapku.
"Jadi adek sudah ndak sayang sama kakak?" ucapnya dan menundukkan kepalanya.
"Eh bukan gitu, kakak kan tau Mimi mau ngejar cita-cita Mimi dan kakak juga harus mengejar cita-cita kakak." terangku dan dia mengangkat kepalanya dan tersenyum.
"Dek mau kan berjanji sama kakak?" ucapnya.
"Hem."
"Berjanjilah apa pun nanti adek jangan tinggalin kakak ya!" ucapnya.
"Emang ada apa kak?" Tanyaku.
Entah sejak kapan akhirnya kami bisa berbicara seperti biasanya, tak ada air mata walau kegetiran masih kurasakan.
"Iya dek berjanjilah sama kakak apa pun nanti jangan tinggalin kakak." ucapnya.
"Emm tergantung." ucapku.
"Tergantung apa dek? tergantung ama yang tergantung gitu." jawabnya.
"Iya." ucapku ketus.
"Jangan pernah adek mengeluarkan lagi air mata adek ya,." ucapnya sambil mengelus pipiku.
"Sakit hati kakak melihat air mata adek." imbuhnya.
"Kan kakak yang buat air mata Mimi jatuh." ucapku.
"Iya maafkan kakak." ucapnya dan "Cup" dia mencium kening Mimi.
Mimi yang mendapatkan ciuman mendadak sontak kaget dan mendelik kan mata ke arah Syahril.
"Maaf kakak dak kuat nahannya." Ucapnya dengan senyum.
"Ihhh kakak, kan sudah Mimi bilang jangan peluk-peluk jangan cium-cium." Ucap Mimi dengan cemberut.
"Ihmmm." ucapnya gemes dengan mencubit dagu Mimi.
"Ihhh kakak ni..." Ucap Mimi jengkel dengan yang dilakukan Syahril.
"Hahaaa habis kakak gemess dek melihat adek keg itu." Jawab nya.
Aku melihatnya ketawa ada rasa hangat dan masih ada getir, yah bukan dengan sekejap Mimi bisa melupakan apa yang pernah dilakukannya, bukan Mimi tak memaafkannya namun Mimi berusaha untuk menguatkan dan memantapkan hatinya untuk tidak lagi menaruh hatinya semakin dalam.
Aku terus melihatnya dan bergumam dalam hati "Semoga kakak selalu bahagia." entah mengapa aku berdoa untuk dirinya selalu bahagia. "Mimi bahagia jika kakak bahagia, Mimi sakit jika kakak bersedih." Mimi terus bergumam.
Tak hanya Mimi yang bergumam Syahril pun memandang Mimi dan berdoa "Semoga adek selalu bahagia," Syahril tersenyum melihat Mimi namun hatinya juga terus bergumam "Kakak bahagia jika adek bahagia, kakak sakit jika adek bersedih."
Hati mereka bergumam dengan kata yang sama seolah hati mereka telah bersatu satu sama lain, namun takdir tak ada yang mengetahui, kita sebagai manusia hanya bisa menjalankan dan yang menentukan adalah Allah SWT.
Disaat asik memandangnya lamunan ku terganggu oleh dirinya yang seolah sedang mengendus.
"Huh huh huh, Emm dek kok bau ya." Ucapnya menyindir diriku.
__ADS_1
"Issa apaan kakak ni." ucapku dengan menatapnya tajam dan mengerucutkan bibir ku.
"Hahaha iya dek masa adek ndak keciuman ada bau aceem." katanya sambil meelnjepit hidungnya dan Mimi terus mengerucutkan bibirnya.
"Idih tu bibir nanti kakak cip*k baru tau." Ucapnya dan Mimi pun langsung nutup bibirnya dengan kedua tangannya "hahahaha" tawanya.
"sudah sana mandi bau aceem tau." ucapnya.
"Aceem aceem tapi tadi meluk ma nyosor tu bibir." ucapku dan beranjak berdiri.
"Iya habis aceem nya enak dek hahaha." ucapnya.
"Isss." Ucapku dan berlalu masuk dan segera ku ambil handuk serta pakaian ganti.
Syahril yang tengah duduk di ruang tamu hanya senyum-senyum namun senyuman getir.
"Ya Allah hanya engkau yang bisa membolak-balik kan hati seseorang. Aku mohon ya Allah ini hanya lah sebuah rencana orang semata bukanlah sebuah rencana darimu." dalam hatinya Syahril bergumam.
Yah Syahril juga berusaha menegarkan hatinya dia berusaha menyenangkan hati kekasih nya kembali, cukup sudah dia mendiamkan sang kekasih namun semakin dia melakukan terasa sakit di rasakan nya.
Takdir seseorang hanya sang pencipta lah sebenar-benarnya penentu, sekali-kali Syahril menarik nafas dengan kasar dan mengeluarkan dengan kasar pula untuk menetralkan rasa sakit di hatinya.
Sakit yang di dapatnya berasal dari sewaktu dia pergi ke kota kembang.
flashback on
Sesampainya Syahril di rumah kakeknya.
"Assalamualaikum." Ucapnya dan semua keluarganya ( Umma, Abah dan abangnya )
"Waalaikum salam" Ucap Ambu dari dalam rumah. ( Ambu pembantu di rumah kakek Syahril)
"Eh ada tamu jauh, ayoo pada masuk atuh." ucap si Ambu.
"Makasih Ambu." Ucap Syahril dan menyalami Ambu. Yah Syahril orangnya sangat hormat kepada yang lebih tua apapun itu pekerjaan nya.
"Eh ini si ujang kasep nyak." ucapnya kepada Syahril. Ambu memanggil Syahril sewaktu masih tinggal sama kakek dengan sebutan si ujang kasep.
"Iya Ambu." Ucapnya.
"Eleuh eluh manih kasep pisan." Ucapnya.
"Eh maaf ayoo pada masuk, si Aki lagi di kolam belakang." Ucapnya
Ambu berkerja di rumah kakek Syahril cukup lama sudah hampir 28th seumuran sibungsu adeknya Abah Syahril.
Syahril dan yang lain langsung menuju kolam ikan yang berada di belakang rumah kakek.
Kakek Syahril juga seorang dokter dan dia juga pemilik pesantren di sebuah desa di kota kembang ini. Kakek Syahril berasal dari Jambi dia masih keturunan Arab dia tinggal menetap di kota kembang karena dipindah tugaskan di kota ini. Rumahnya yang di Jambi ya yang di tempati oleh Abahnya Ryan, sedangkan Abahnya Syahril menetapi rumah dari orang tuanya Umma Syahril.
Tiga hari berada di rumah kakek masih merasa nyaman, mereka menikmati panorama nan sejuk. Syahril Ryan dan Andri kadang mereka juga bertemu dengan teman-temannya dahulu, terutama teman geng motornya dulu walau kebanyakan status mereka telah menjadi bapak-bapak.
Semua keluarga Syahril telah berkumpul di ruang keluarga dan disini kakek mengutarakan maksudnya menyuruh anak sulungnya datang beserta keluarganya.
"Syarif, abah menyuruh mu datang ada yang ingin ayah katakan." ucapnya kepada Abah nya Syahril.
"Ada apa Bah?" Tanya Abang Syahril kepada sang kakek.
"Kemaren Abah pulang dari Kairo dan bertemu dengan teman lama Abah, teman Abah punya cucu perempuan yang cantik." Ucap kakek.
"Deg" Hati Abah Syahril sudah tak menentu dia tak ingin ini adalah sebuah perjodohan buat anak-anaknya.
"Deg" Perasaan gundah juga dirasakan oleh Syahril dan abang-abangnya.
"Abah dan teman Abah berencana menjodohkan cucunya itu sama Syahril." Ucapnya lagi.
"Jeddeeerrrr" Hati Syahril sudah memuncak ingin berucap namun masih ditahannya.
Ryan dan Andri sontak kaget mendengar itu karena mereka tau siapa Syahril yang mana tangannya sudah menggenggam dengan erat , mereka terus menenangkan Syahril untuk tidak gegabah dahulu.
"Apa maksud Abah?" Tanya Abah Syahril.
"Seperti yang kau dengar dan apa yang Abah katakan, Abah mau Syahril dijodohkan dengan cucu teman Abah yang di Kairo." ucapnya.
"Bah, bukan Syahrif mau menentang Abah tapi Syarif mohon jangan memaksakan kehendak kita sama anak dan cucu." Ucap sang Abah.
"Pokonya Abah tidak mau tau Syahril harus mau." Ucapnya.
"Riil, kakek mau kamu terima ini cukup abahmu yang menentang kakek." Ucapnya.
"Dia orangnya baik Riil dia seumuran denganmu juga dan dia orang yang Sholihah." Ucap sang kakek.
"Bah, tolong." Ucap Abah Syahril terpotong karena kakek mengangkat tangannya.
"Cukup, Abah tidak mau lagi kau menantangnya Syarif." Ucapnya "Dan kau Riil kakek sayang sama Aril jadi kakek mau Syahril menurut dengan apa yang kakek katakan." imbuhnya lagi.
"Maaf kek, kakek tidak bisa seperti ini kek.. Syahril punya pilihan sendiri." Ucap Syahril.
"Pokoknya Syahril tidak mau, kenapa harus Syahril kek kenapa?" ucap Syahril dengan keras karena dia sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
"Cukup Syahril jangan membantah ucapan kakek, mau tidak mau kau harus mau." Ucap sang kakek. Kakek yang memiliki keras kepala dia tak ingin apa yang dikatakan di tentang oleh anak cucunya.
"Sampai kapan pun Ariil tidak mau dijodohkan kek, Ariil punya pilihan sendiri, A..." Belum selesai Ariil berkata.
"Plak" Kakek menampar Syahril ini kali pertama dia menampar cucu kesayangannya.
Semua yang ada disana sontak kaget dengan apa yang dilakukan oleh sang kakek.
"Syahrill" ucap Umma dan mendekat ke arah anaknya dan memeluk anaknya dengan derai air mata.
__ADS_1
"Bah.." Ucap Abah Syahril.
"Abah tidak mau tau Dan kau Syahril habis ujian nasional kakek akan mempertemukanmu dengannya" Ucap sang kakek dan berlalu pergi.
Nini hanya diam karena dia juga tidak bisa membantu karena sebelum kakek mengutarakan ini semua kakek sudah menceritakan kepada Nini dan Nini juga sudah menasehati dan meminta kakek untuk tidak lagi menjodoh-jodohkan anak cucu.
Iya Sang kakek yang bersifat keras segala sesuatu harus sesuai kemauan nya, semua anaknya nikah karena perjodohannya kecuali Abah Syahril dan Abahnya Andri yang menentang itu.
Nikah karena perjodohan bukan tak baik namun sebagian dari nikah karena perjodohan itu membuat dua insan yang bertentangan makin semakin pecah pabila tidak ada yang mengalah.
Seperti dua adik bungsunya Abah yang mana pernikahan nya harus kandas di tengah jalan karena watak yang berbeda dan sama-sama keras.
Semenjak hari itu Syahril langsung keluar dari rumah sang kakek dan dia pergi kerumah auntynya di Semarang. Aunty nya adalah adik bungsu Abah yang pernikahannya kandas di tengah jalan.
Tak hanya Syahril yang pergi ke Semarang tapi kedua sepupunya juga ikut serta.
Sesampainya di Semarang Syahril diterima hangat oleh Aunty Fatma dan Syharil menceritakan semuanya kepada sang aunty.
"Aunty masih tidak habis pikir sama kakek mu Riil, masih juga dia ingin menjodohkan anak cucunya." Ucap sang Tante.
"Ariil harus gimana Aunty." Ucapnya.
"Semua ada ditangan Ariil." Jawab sang aunty.
Tak lama mereka mengobrol terdengar salam dari luar.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam."
Ternyata yang datang aunty Afifah kakak dari aunty Fatimah, mereka berdua adalah korban perjodohan yang tak harmonis dan berujung perpisahan.
"Eh ada keponakan aunty yang ganteng-ganteng, kapan kalian sampe?" Ucapnya dengan menciumi semua ponaan nya.
"Nyampe pagi aunty." Jawab Ryan.
"Ada apa kak tumben datang." Tanya aunty Fatma.
"Gak ada apa sih Fat, tadi kakak mau nanya kebenaran aja sama Fatma." Ujarnya.
"Kebenaran apa kak?" Tanya aunty Fatma.
"Yah Kaka rasa kamu dah tau lah." Ujarnya.
"Oh masalah Ariil? Fatma juga baru tau dari Ariil barusan." jawabnya.
"Riil, apa itu betul nak?" Tanya aunty Afifah.
"Iya aunty." jawab Syahril.
"Yang sabar ya nak, minta petunjuk sama Allah." Ucapnya.
"Riil, apa Ariil udah punya pacar nak?" Tanya aunty Fatma.
"Iya aunty, Aril sudah punya."
"Apa Ariil menyayangi dan mencintai pacar Ariil?" tanya nya lagi.
"Insya Allah iya aunty.''
"Serahkan sama Allah ya nak." Ucap aunty Afifah. "Eh kalian nginap rumah aunty aja yok" imbuhnya.
"Eh Ndak bisalah kak mereka baru datang jadi tidur rumah Fatimah dulu." ujar Fatimah.
"Tapikan mereka sudah singgah rumahmu Fat giliran nginapnya rumah kakak." acao Afifah.
"Ih kakak gak bisa gitu.''
"Udah aunty malam ini Ariil dengan yang lain tidur di rumah aunty Fatma dulu malam besok baru aunty Afifah ya." Ucap Syahril menengahinya.
"Hemm, baik lah." Ucapnya.
Flashback off.
Mimi sudah berdiri di depan Syahril dan melihat Syahril termenung Mimi pun memanggilnya.
"Kak."
"Eh udah siap."
"Emang mau kemana kak?" Tanya Mimi.
Emm kemana ya???
__________tbc________
Hai hai riders DOKTER JANTUNGKU terimakasih ya yang masih stay di karya authore jangan lupa karya authore di favorit kan ya.
Jangan lupa lupa dukungan dan jejak kalian Krisan kalian amat sangat di butuhkan
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
______LOVE YOU ALL______