DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Syahril posesif3


__ADS_3

"Loh yank mau kemana?" Tanya Ryan.


"Mau pulang." seru Di'ah sambil berlalu.


"Jiahh kalah deh." ucap Ryan dan menaruh hp nya.


Mimi pun berlalu masuk kamar untuk bersiap-siap. Saat Mimi bersiap-siap hp Mimi bergetar dan berdering karena Mimi memakai mood getar yang lebih lama baru setelah nya ada nada dering dan hp posisi tergeletak di samping Syahril.


Dert dert dert dert dert dert suara hp bergetar dan Syahril mendengar langsung melihat ke arah sampingnya dan langsung melihat siapa yang memanggil setelah Syahril melihat nontakndi kenal dia langsung merijeck hp nya.


Tak lama dia merijeck terdengar lagi getaran hp tapi karena no yang tak dikenal sekali lagi Syahril merijeck nya dan dia masih lanjut dengan game online nya.


Mimi telah siap dengan pakaian casualnya dan tak lupa sling bag sudah bersandar di bahunya, ramput panjang di gerai dan hanya berdandan simple. Setelah perfeck gaya style nya Mimi pun keluar kamar dan melihat para cowok masih asik dengan ponselnya.


"Emm kak," panggil Mimi seraya mendekat dan duduk di samping Mimi Syahril yang merasa ada yang duduk di dekatnya melirik karena masih ingin fokus ke gamenya.


Melihat Mimi sudah bergaya dia pun bertanya.


"Hem dek, mau kemana kok sudah rapi?"


"Mimi mau kepasar, kakak mau sekalian ikut atau mau pulang." ucap Mimi dengan secara tak langsung mengusir secara halus.


"Emangnya mau kemana Mi?" tanya Andri.


"Mimi rencana mau ke market kak, ada yang mau Mimi beli buat di bawa Balek besok." jawab Mimi.


"Yaudah, kita antar." Ucap kak Rudi dan di anggukin semua nya.


"Yaudah, ayok pergi sekarang." ajak Mimi dan mereka pun berhenti bermain game dan merapikan pakaian serta rambutnya.


"Hem dek, ada parfum minyak dong?" tanya Ryan.


"Mimi Ndak pakek parfume kak, Mimi hanya pakek splash cologne aja." jawab Mimi.


"Splash cologne nya apa?" tanya Rudi.


"Splash cologne putri kak aroma mawar." jawab Mimi.


"Oh yaudah lah, Riil biasanya Lo selalu stand by parfume di tas Lo bawa nggak?" tanya Andri.


"Nggak tau kebawa apa nggak." Jawab nya dan segera membuka resleting tasnya dan merogoh isi tas nya dan ternyata parfume nya terbawa. "ada nih" ucapnya dengan segera di rampas sama Ryan dan dia pun langsung menyemprotkan parfume ke kaosnya.


Mimi yang melihat baju Syahril udah kusut Mimi pun bertanya apa mau di ganti atau tidak.


"Kak, mau ganti baju atau pakek baju itu aja?" tanya Mimi dan Syahril pun melihat ke arah baju nya dan dia pun menggeleng.


"Ndak usah lah dek, kan ini hanya kaos buat di dalam di luarnya kakak pakai blazer jadi ketutup lah kusut nya." Ucapnya.


Ya gaya Syahril dkk hari ini berstyle casual memakai baju kaos Playboy yang press dan di padukan dengan blazer/kemeja di luarnya serta memakai celana chinos.


Style Syahril baju playboy hitam press body, blazer hitam dan celana chinos cream.


Style Ryan baju kaos polos putih, kemeja kotak, celana jeans.


Style Rudi baju polos hitam blazer cream celana jeans.


Style Andri baju playboy putih, kemeja biru slim celana jeans.


Hari ini mereka tidak memakai seragam sekolah karena mereka hanya ingin melihat kelas dan jadwal matapel buat ujian sehingga dari rumah mereka hanya memakai pakaian casual.


Setelah semua bersiap Mimi mengunci pintu sebelum berangkat dan Di'ah juga sudah berada di teras.


"Eh tunggu." Ucap Ryan.


"Ada apa Yan" jawab Syahril


"Ada apa kak" jawab Mimi


"Tau kalau kalian ini pasangan serasi pakek jawab pun serentak." sindir Ryan.


"Ada apa sih Yan? ada yang ketinggalan?" tanya Syahril.


"Nggak, nggak ada yang ketinggalan kok." jawab Ryan dan membuat yang mendengarnya jengah "Heleh" jawab kami semua.


"Tapi tunggu," ucap nya lagi.


"ada apa sih kak?" jawab Di'ah.


"Riil, Mi, kalian janjian ya?" tanya nya dan melihat ke arah Mimi dan Syahril dan Mimi.


"Janjian apa?" jawab Mimi dan Syahril kompak.


Andri, Rudi dan Di'ah pun melihat ke arah Mimi dan Syahril.


"Eh iya!" seru Di'ah.


Mimi yang belum ngeh pun melihat Di'ah dan bertanya pada sahabatnya itu.


"Ada apa Di'ah? tanya Mimi heran melihat mereka semua melihat ke arah Mimi.


"Emm Mimi janjian ya ma kak Syahril?" Tanya nya.


"Janjian apa? kan mereka sudah ada disini ya sekalian dia ajak." ucap Mimi yang belum maksud dengan apa yang mereka tuduhkan.


"Coba liat pakaian kalian?" unjuk kak Andri.


Mimi dan Syahril pun melihat ke arah pakaiannya dan bergantian melihat kearah lawan. Mimi dan Syahril tercengang karena warna seyle mereka serupa.


"Hehehe iya ya kok bisa samaan ya!" ucap Mimi cengengesan.

__ADS_1


"Namanya kita sehati." jawab Syahril cuek dengan merangkul Mimi.


"Heleh" ucap mereka semua.


"Kak Ryan juga sama dengan Di'ah." ucap Mimi.


"Iya sama-sama pakek baju kotak-kotak." jawab Andri dan kami pun ketawa bersama.


"Ehmm jadi kita pakek motor nih?" Tanya Rudi.


"Ndak usah lah kak." jawab Mimi.


"kenapa emang dek?" tanya Syahril.


"Jauh keliling yang ada pinggang Mimi encok." Jawab Mimi dan di anggukin sama Di'ah.


Gimana gak encok coba pakek motor ninja dengan memakan waktu 1jam lebih perjalanan karena melewati jalan keliling. sewaktu pergi kesekolah aja pegel.


"Emm tapi kan enak dek bisa dipeluk sama adek." ucap Syahril.


"iya enak di kakak gak enak yang membonceng." Jawab Mimi ketus.


"Yaudah nanti kaliu gitu kerumah kakak dulu kita ganti pakai mobil." ucapnya.


"Yaudah yok, kita berangkat sekarang." ajak Ryan dan kami pun segera berangkat menuju rumah Syahril.


Sesampainya di rumah Syahril ternyata Umma dan Babah ada di rumah.


"ayok dek masuk dulu ada Umma dan Babah di rumah." ajaknya.


"Umma sama Abah ndah kerja kak?" tanya Mimi.


"Indak hari ni." jawab Syahril dan mereka pun masuk ke rumah terlebih dulu.


"Assalamualaikum," ucap kami semua.


"Waalaikum salam." Jawab Umma dan babah.yang sedang duduk di rumah keluarga.


"Eh ada Mimi. ayo masuk nak." ajaknya dengan ramah.


"Iya Umma, Umma apa kabar?" aymtanya Mimi seraya menyalami dan mencium tangannya.


"Alhamdulillah Umma baik, Mimi gimana kabarnya sayang?" tanya nya lagi.


"Alhamdulillah baik juga Umma."


"Yaudah kian duduk dulu biar di buatkan minum sama Wak Ainun."Ucapnya sembari berlalu menuju dapur.


Tak lama Babah pun keluar menuju ruang tamu.


"Ehem, pada mau kemana nih dah pada rapi semua?" tanya Babah.


"Eh Babah," jawab Ryan seraya berdiri dari duduknya dan menyalami Babah dan diikuti oleh kami semua.


"Bukannya kalian Senin ujian kelulusan kenapa masih main-main lagi. ucap Babah berang.


"Yah a merefresh otak dulu lah bah menjelang ujian besok." sahut Syahril dari dalam.


"Ada apa nih kok kedengarannya rame amat?" tanya Umma yang baru sampe ke arah kami semua dan diikuti oleh Wak Ainun.


"Ayo diminum dulu," ajak Umma.


"Ada apa Bah?" tanya Umma kepada Abah.


"ini Umma anak-anak mu bukannya belajar malah mau main kepasar." jawab Babah.


Mimi yang mendengar Babah berang merasa tidak enak karena Mimi yang akan pergi kepasar dan yang lain juga mau ikut jadi begini ceritanya.


"Ya nggak apa lah Bah, mereka jalan aja dulu jangan terlalu di porsirkan belajarnya yang ada nanti bukan ilmu yang diingat malah semua yang dihafalkan malah buyar." Ucap Umma memenangi sang Abah.


"Yaudah sini nanahnya kita minum dulu bareng anak-anak." Ucap Umma seraya merangkul Sabang Babah untuk duduk dan Babah pun mengikutinya.


Lumayan lama juga Mimi berada di rumah kak Syahril karena ummma dan Babah masih mengajak ngobrol.karena Syahril juga merasa dah terlalu lama mereka ngobrol dia pun mengakhirinya.


"Bah, Umma, lain kali aja ya kalian lanjut ngobrol sama calon mantunya ." candanya.


Babah dan Umma melotot ke arah Syahril.


"Kau ini." ucap Babah.


"Ckk Babah nih kalau ngobrol terus kapan kita jalannya."


"Yaudah sana, jangan sampe malam pulangnya." ucap Umma.


"Aduh Umma sayang inikan malam Minggu Umma jadi ya kita sbil malmingan Umma." jawab Syahril sbil merangkul sang Umma.


"Emang kalian mau langsung malmingan ndak pakek mandi dulu gitu!" ucap sang Umma.


"Hehe iya juga ya, yaudah Umma kita berangkat dulu takut khilaf pulang kemalaman." Canda syahril sambil.menyalami Umma.


"Dasar," gumam Umma dengan menjewer telinga Syahril.


"Aduh Umma... sakit Umma... ampun ... ampun." Jawab Syahril dan Umma pun melepaskan keawetannya.


"Umma ini kan bisa jatuh ketampanan Syahril di depan calon mantu Umma." Sungut syahril sambil menyalami sang Babah dan "Plak" Syahril dapat tampolan dari sang Babah.


"Aduh Babah, kdrt nih sama anak." Ucapnya dan langsung ngibrit takut di tampol lagi.


Ryan, Andri dan Rudi melihat Syahril kena jewer dan tampilan ketawa ngakak. sedangkan Mimi hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah sang pujaan hati.

__ADS_1


"Ayo yank lama-lama suami mu ini habis tubuhnya." Canda Syahril kepada Mimi dan orang tuanya dengan langsung merangkul bahu Mimi.


"Heh sini anak betuah, Umma jewer lagi tuh kuping." Ucap Umma versi galak.


"Ih kakak lepas," ucap Mimi kepada Syahril dengan meminta Syahril melepaskan rangkulannya. "Bentar Mimi Salami Umma dan Babah dulu." imbuh Mimi setelah leoas dari rangkulan Syahril.


"Umma, Babah Mimi pergi dulu." ucap Mimi sambil menyalami mereka berdua.


"Iya hati-hati ya nak, kau Syahril nakal jewer aja kupingnya." Jawab sang Umma.


"Iya Umma." jawab Mimi.


Setelah bersalaman kami pun segera beranjak menuju mobil dan tak lupa mengucapkan salam.


"Umma Babah kami pergi dulu, Assalamualaikum." ucap Syahril dan diikuti oleh kami semua.


"Waalaikum salam." jawab Umma dan Babah "Jangan ngebut-ngebut Riil bawa mobilnya." seru Babah.


"Oke Bosque," Jawab Syahril dengan gaya dua jari di ayunkan ke kening seperti hormat.


"Dasar anak Babah." ucap Umma.


"Umma dia juga anak Umma loh." sahut Babah dan mereka masuk kedalam rumah.


POV orang tua Syahril


Sepergian anak-anak mereka Umma dan Babah duduk kembali di rumah keluarga.


"Bah, gimana? apa Abah ada hubungi Babah lagi?" Tanya Umma kepada Babah.


"Iya Umma semalam Abah nelpon dia masih ngotot agar Syahril bertemu dengan calon yang di jodohkan Abah.


"Apa Abah ndak bisa kasih alasan buat nolak itu bah." ucap Umma.


"Babah sudah berusaha Umma, Umma tau sendiri gimana sifat Abah yang keras itu." Jawab Babah dengan berusaha sabar.


"Coba Babah liat Syahril kini, semenjak kita bilang kita dukung dia bersama pilihannya, dia kembali ceria bah, Umma dak rela liat anak Umma terpuruk lagi." ucap Umma dengan sedih.


"Hemm, Babah juga Ndak tega Umma kota berdoa saja semoga Allah merestui merela berdua dan memberikan keajaiban buat hubungan mereka." jawab Babah memasrahkan diri.


"Umma selalu berdo'a bah buat anak-anak Umma, Umma hanya ingin melihat anak-anak Umma bahagia dengan pilihan mereka sendiri, Umma Ndak ikhlas bah kalau kelak Syahril terpuruk kembali." Ucap Umma dengan suara yang getir.


"Sudahlah Umma, kita pasrahkan semua sama Allah. karena Allah lah tempat kita berserah diri, sekuat apa pun kita menolak jika itu adalah kehendaknya kita bisa berbuat apa." jawab Babah.


"Yah Babah lah harus tegas sama Abah, Syahril itu anak kita Bah, kebagian dia yang harus kita dahulu kan." ucap Umma.


"Iya Umma sayang kita hanya bisa berusaha dan berdo'a." jawab Babah.


Setiap orang tua ingin melihat anak-anak mereka bahagia dan sukses dimasa depan tanpa harus mereka meminta imbalan.


**


45 menit mereka menempuh perjalanan menuju salah satu mall di kota Jambi dan mereka khususnya Mimi dan Di'ah menuju ke tempat sembako di lantai dasar.


Yah Mimi ingin membeli sedikit sembako untuk orang tua nya, Mimi mulai memutari rak-rak Diaman tempat barang yang diinginkan dengan mendorong trolly lebih tepatnya yang mendorong Syahril dannmkmi hanya mengambil barang-barang nya. dan setelah mendapatkan yang diinginkan Mimi segera menuju kasir untuk membayarnya.


Setelah membayar Mimi keluar dari market khusus sembako dan Mimi menuju tempat penitipan barang untuk menitipkan belanjaannya karena Syahril mengajak untuk menonton bioskop yang mana bioskop XXI berada di lantai 4.


Setelah menitipkan barang kami semua langsung meluncur ke lantai atas dan sesampai nya kak Syahril bertanya mau nonton film apa.


"Eh nonton film apa nih? tanyanya.


"Emm film laga aja kak." jawab Mimi.


"Coba kita lihat dulu jadwal film yang di tayang hari ini." usul Ryan dan kami pun melihat jadwal tersebut dan film yang beradegan laga yang tayang ada dua. yaitu badboy for life dan bloodshoot.


"Hemm tapi jam tayangnya masih satu jam dan satu setengah jam lagi." Ucap Mimi.


"Iya masih lama." Di'ah menimpali.


"Yah terserah adek, mau nonton apa? nah ini yang jam tayangnya 30 menit lagi dek underwater judulnya." ucap Andri.


"Hmm bagus Ndak filmnya kak?" tanya Mimi


langsung memesan tiket.


"Bagus dek film horor dan itu cerita tentang Awak peneliti air bekerja mencari sesuatu untuk menyelamatkan anggota mereka setelah gempa bumi yang menghancurkan laboratorium bawah tanah mereka. Tetapi para kru mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih menakutkan di dasar laut." jelas Andri.


"Boleh, kita coba nonton itu aja." jawab Mimi dan Syahril pun setuju.


"Oke kakak pesan tiketnya dulu ya?ucap Syahril dan disaat Syahril akan melangkah menuju penjual tiketnya ada seseorang yang memanggil Mimi.


"Mimi..." seru nya dan mendekat ke arah rombongan Mimi


"Eh iya.." jawab Mimi dan Syahril pun mengurungkan membeli tiket dan berbalik arah ke Mimi dan merangkul pinggang Mimi.


Mimi dan yang lain kaget akan tingkah Syahril.


Ayo kira-kira siapa kah gerangan??? baca terus part dokter jantungku ya..


Assalamualaikum riders dokter jantungku terimakasih yang masih setia disini. jangan lupa terus beri dukungannya ya dan tinggalkan jejaknya.


Cara mendukungnya adalah dengan memberikan


vote


like


rate

__ADS_1


komen


🎆🎆🎆🎆TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2