
Syahril dan Ryan masih berada!a kedua umminya, mereka mencoba mendapatkan solusi terbaik buat Mimi dan Syahril.
Bagi keluarga kedua Ummi nya kebahagian Syahril adalah yang utama sama halnya keluarganya di Jambi terkecuali sang kakek.
"Riil, kapan kamu akan mengatakan dengan Mimi nak?" Ummi Fatmah selalu bertanya dengan hal yang sama pada Syahril.
"Hummm huuhh, Ummi. Bagaimana caranya Syahril
bisa meyakininya Ummi, bagaimana caranya Syahril
bisa mengajaknya tanpa ada penolakan." ucap Syahril yang juga bingung memulai nya.
"Sekarang Ummi tanya, kalian saling mencintai kan? apa kamu siap dengan segala konsekuensi nya ke depan?" tanya Ummi Fatmah.
"Iya Ummi, kami saling membutuhkan satu sama lain, kami saling mencintai Jika tidak, tidak mungkin Mimi mengakui kalau dirinya sudah bertunangan dari awal dia masuk universitas ini. Padahal sebelum dia berangkat kesini, Syahril sudah me!knta Umma dan Babah melamarnya bahkan Syahril meminta agar kami berdua bertunangan, tapi dia menolaknya karena dia takut adanya ikatan."
"Namun setelah dia disini, dia sendiri yang mengakui kalau dia sudah bertunangan dan dengan bangga nya pula dia mengakui Syahril waktu itu di depan mana-mana serta seniornya waktu itu." terang Syahril dan mengingat bagaiman awalnya Mimi menjadi maba dan Mimi mengaku dirinya sudah bertunangan saat maba lelaki maupun seniornya bertanya apa dia sudah punya pacar atau belum.
Dari situ pula lah Syahril semakin dalam mencintai Mimi, Syahril percaya dengan apa yang di ungkapan Mimi saat Mimi menolak di ajak bertunangan dan menolak agar Mimi kuliah bersama nya saja dinklta pedang.
Mimk selalu meminta agar mereka sagu sama lain menjaga mata dan hati. Baik Mimi maupun Syahril melakukan itu hingga hubungan mereka walau jarak memisahkan tetap terjalin harmonis.
"Nah kalau gitu, apa lagi yang ditunggu,. Yah walau hasilnya bisa dikatakan Fifty-Fifty sih." ucap Ummi Fatmah yang berakhir ragu juga.
Syahril menggusar rambut cepakny kebelakang, dia juga bingung harus bagaimana karena dia tau Mimi adalah orang yang kiat akan pendirian.
"Ummi juga sudah memintanya kemarin, tapi yangnummi lihat dia bingung, dia ragu gitu. Dia bilang dia mau menikah bahkan impiannya dia hanya ingin menikah dengan orang pertama yang dia cintai yaitu kamu nak namun dia ragu untuk mengambil keputusan, dia takut katanya." ujar Ummi Fatmah.
"Takut kenapa Ummi?" tanya Ryan yang sedari juga galau memikirkan hubungannya.
"Dia takut salah memberi jawaban, dia takut jika dia memberikan jawaban akan menyakiti semuanya, walaupun dia tau apapun jawaban dia pastikan akan menyakiti semua." ucap Ummi Fatimah.
"Maksudnya apa ya Ummi?" tanya Ryan.
"Berarti doa tidak memiliki jawaban yang baik gitu!!" gumam Ryan.
"Entahlah nak, Ummi pun bingung. Semua jawaban akan menyakiti semua, huhh hubungan kalian penuh misteri.'' ucap Ummi Fatimah.
"Tak hanya misteri Ummi, tetapi ucapan Mimi penuh teka teki." sahut Ryan yang akhirnya ikut duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di kepala sofa.
"Ummi juga sudah menyuruh dia buat istikharah, tali yah itu...'' ucapmummi Fatmah.
"Yah itu apa Ummi?" tanya Ryan.
"Yah itu sama jawabannya, dia semakin bingung dan takut." jawab Ummi Fatmah.
"Apa yang sebanarnya Mimi takutkan ya Riil, kalian berdua saling melengkapi, saling menyayangi dan saling mencintai bahkan kedua orangtua juga sudah merestui, terus ala yang dia takutkan lagi." ucap Ryan tak habis pikir.
"Emang apa yang dia dapatkan dari istikharah nya Ummi?" tanya Syahril.
"Emmm, apa kamu juga sudah istikharah nak? meminta petunjuk yang terbaik dari Allah?" Ummi Fatmah tidak menjawab melainkan balik menanyakan kepada Syahril.
"Sudah Ummi." jawab Syahril.
"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Ummi.
"Huummmm huh, setelah beristikharah. Syahril bermimpi kami berdua terlihat bahagia begitu pula Umma dan Babah serta emak dan bapak. Tapi..." Syahril tahun untuk melanjutkan.
"Tapi apa sayang?" tanya Ummi Fatimah yang juga ingin tau.
"Tali itu Ummi, disaat kebahagiaan kami disekelilingnya berlumpur walau kami terus melangkahkan kaki lumpur itu seakan mengikuti kami." jawab Syahril.
Deg deg deg hpjangung Ummi Fatmah dan Fatimah seaka ingin berhenti mendengar mimpi yang sama diceritakan oleh Mimi kepada mereka berdua tempo hari.
"Ya Allah, cobaan apa yang akan kau berikan kepada ponakan hamba?" gumam Ummi Fatmah dalam hati.
"Ya Allah, kenapa mimpi mereka sama, apa yang akaan kau perlihatkan kepada kami." ucap Ummi Fatimah dalam hatinya.
"Kapan kau bermimpi seperti itu Riil?" tanya Ryan.
"Sebelum kita memutuskan pulang waktu itu Yan, aku sudah beberapa kali istikharah untuk!memantapkan diri buat segera menikahi Mimi, dan aku juga meminta sama Allah agar emak dan bapak setuju dengan rencana ku," jawab Syahril.
__ADS_1
"Apa setelahnya kalian berjalan sendiri lumpur itu hilang?" ucap Ummi Fatimah ingin memastikan.
"Iya Ummi, kenapa Ummi bisa tau?" jawab Syahril dan bertanya kepada umminya, Ryan juga ikut melihat ke arah kedua Ummi nya.
Deg Ummi Fatmah dan Fatimah saling pandang dan menggelengkan kepalanya seakan mengatakan "tak salah lagi."
"Iya Ummi, kenapa Ummi bisa tau Mimpi Syahril? ummi cenayang ya.." tanya Ryan dengan canda.
"Kamu ini.. " ucap Ummi Fatimah dengan melempar bantal kursi ke arah ponakannya itu.
"Hmm terus kenapa Mimi bisa tau kalau bukan cenayang hehee?" ucap Ryan lagi.
"Huuum karena mimpi Syahril sama dengan mimpi Mimi." jawab Abi Arsyad yang sudah berada di antara mereka.
Jedderrr seakan petir menimpa diri Syahril.
"Maksudnya BI?" tanya Syahril.
"Abi sudah pulang, kok ndak salam." ucap Ummi yang langsung berdiri dan mencium tangan Abi seraya Abi juga mengelus kepala Ummi.
"Eh Abi juga dah pulang, kapan pulangnya BI?" ucap Ummi Fatimah kepada suaminya yang juganturut serta seraya menyalami serta menciumi tangan suaminya dan tangan Abi Risyad mengelus kepala Ummi Fatimah.
Ryan dan Syahril pun turut berdiri !menyalami kedua abinya.
"Gimana mau dengar salam Abi, kalian lagi asik membahas gitu." jawab Abi.
"Hehee maaf Bi." jawab Ummi Fatmah.
"Jadi gimana?" tanya Abi dan semua sontak menggeleng seakan belum mendapatkan solusi.
"Menurut Abi, apa arti mimpi Syahril maupun Mimi?" tanya Umma Fatimah kepada suami nya.
"Lah kok tanya sama Abi Mi, emangnya Abi tafsir mimpi." ucap Abi Risyad dengan canda dan ummi Fatimah mengkrucutkan bibirnya.
"Tuh bibir dikondisikan Mi, maaih dirumah mas Arsyad ini." bisiknha.
"ISS." jawab Ummi Fatimah.
"Apanya? " tanya Abi Risyad semua orang juga melihat ke arahnya menunggu jawaban.
"Lah kenapa pada lihatin ke Abi sih?" tanya Abi Risyad.
"Karena Abi adalah seorang tafsir." ucap mereka semua.
"Heleh, Abi ini tafsir Qur'an bukan tafsir mimpi kali." jawabnya.
"Mana tau Abi tentang mimpi." imbuhnya lagi.
"ya setidaknya ada pencerahan gitu BI." ucap Ryan.
"Heemmm ngapgak umminya nggak ponakannya sama aja." jawab Abi, dan mendadak Abi Risyad mendapatkan tatapan horor dari mereka semua.
"Hemm iya iya.." jawabnya lagi ketika mendadak mendapatkan serangan horor. "Tatapan kalian lebih horor dari tatapan suzanna." ucapnya dan sektikandia mendapatkan cubitan dari sang istri.
"Aduuh yank, ihh sakit yank." ucap Abi menhan sakit dari serangan maut dari sang istri.
"Makanya buruan jawab." ucap Ummi Fatimah.
"Huh naain nasib tafsir Qur'an jadi tafsir mimpi." ujarnya dengan memperbaiki duduknya dan megetes soundsystem nya. "Ehem ehem." ucap Abi Risyad.
"Buruan Bi, keg mau ceramah aja." ucap Ryan dengan senyum melihat tingkah abinya ini.
"Ckk sabar napa." jawabnya.
"Emm gini. Setiap manusia pasti pernah mengalami mimpi. Mimpi bisa menyenangkan, menakutkan, membuat frustrasi, menenangkan, membosankan, atau benar-benar aneh.
Setiap malam, manusia diperkirakan bisa bermimpi dari satu hingga lima atau enam mimpi. Namun hal itu tergantung pada berapa lama kita tidur dan berapa banyak siklus rapid-eye movement (REM).
Satu konsep yang diterima secara umum ialah bahwa bermimpi adalah proses yang sangat emosional dari amigdala (pusat emosional di otak), yang aktif selama tidur.
Jika kita pernah terbangun dari mimpi yang sangat meresahkan atau aneh, mungkin kita bertanya-tanya, mengapa bisa memimpikan hal-hal itu. Banyak tafsir mimpi yang berusaha menjelaskan makna yang terkandung dalam mimpi.
__ADS_1
Meski begitu, tafsir mimpi dalam Islam sudah menjadi penguak rahasia sejak zaman nabi. Tak jarang para nabi menerima petunjuk dari Allah SWT melalui mimpi. Namun begitu jangan sampai mimpi membuat kita menjadi percaya tahayul. Sebab ada juga mimpi yang berasal dari setan dan jin." Abi Risyad mulai menjelaskan apanitu mimpi
"Lalu, bagaimanakah tafsir mimpi dalam Islam sebenarnya Bi?" tanya Syahril yang tidak sabaran.
"Sabar Riil, ngebet amat." jawab Abi dan akhirnya melanjutkan ceritanya. tepatnya penafsirannya.
"Tafsir Mimpi Menurut Islam Dibagi 3
Nabi Muhammad mengelompokkan jenis mimpi menjadi tiga bagian. Hal ini berdasarkan dalam salah satu hadits, beliau bersabda:
وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ، الحَسَنَةُ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَالرُّؤْيَا يُحَدِّثُ الرَّجُلُ بِهَا نَفْسَهُ، وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
Artinya: "Mimpi itu ada tiga. Mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi karena bawaan pikiran seseorang (ketika terjaga), dan mimpi menyedihkan yang datang dari setan. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian senangi, maka jangan kalian ceritakan pada siapa pun, berdirilah dan shalatlah!." (HR Muslim).
Berdasarkan hadits di atas, dipahami bahwa tidak semua mimpi yang dialami dapat dijadikan sebagai petunjuk. Lantaran ada kemungkinan mimpi yang dialami, bukan berasal dari Allah. Tapi karena bisikan setan atau tersibukkannya kita dalam memikirkan suatu objek tertentu, hingga objek itu terbawa dalam mimpi.
Tafsir Mimpi yang Menjadi Petunjuk Menurut Islam
Tafsir mimpi yang dapat dijadikan pijakan atau petunjuk ialah yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah SWT. Dalam kitab suci Al-Quran disampaikan dalam ayat berikut:
لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
"Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS. Yunus: 64).
Makna dari 'berita gembira' dalam ayat di atas, ialah mimpi baik yang dialami oleh seorang muslim. Yang kemudian dijelaskan pula dalam hadits Nabi SAW:
هِيَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ، يَرَاهَا الْمُسْلِمُ، أَوْ تُرَى لَهُ
"Yang dimaksud kegembiraan dalam ayat di atas adalah mimpi yang baik yang terlihat oleh orang Muslim atau yang diperlihatkan padanya." (HR Ibnu Majah).
Contoh Mimpi yang Datang dari Allah SWT
Salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab pernah bermimpi. Mimpi mereka pernah dijadikan sebagai dasar penentu pensyari'atan adzan. Rasulullah SAW menjadikan dasar penetapannya dari sebuah mimpi. Ini menjadi salah satu contoh tafsir mimpi petunjuk dari Allah SWT.
Mimpi yang dinilai bukan berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut. Bila mimpi terjadi pada dini hari atau saat waktu sahur. Maka kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan.
Sedangkan mimpi yang dianggap berasal dari bisikan setan, adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. Ketentuan ini seperti yang dijabarkan oleh Ibnu al-Jauzi:
وَأَصْدَقُ الرُّؤْيَا: رُؤْيَا الْأَسْحَارِ، فَإِنَّهُ وَقْتُ النُّزُولِ الْإِلَهِيِّ، وَاقْتِرَابِ الرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، وَسُكُونِ الشَّيَاطِينِ، وَعَكْسُهُ رُؤْيَا الْعَتْمَةِ، عِنْدَ انْتِشَارِ الشَّيَاطِينِ وَالْأَرْوَاحِ الشَّيْطَانِيَّةِ
"Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)." (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).
Menafsirkan Mimpi Menurut Islam Tidak Terlarang
Menjadi sebuah keistimewaan jika memiliki kemampuan menafsirkan mimpi. Hal ini dibuktikan dengan kelebihan yang diperoleh Nabi Yusuf AS. Tertuang dalam AlQuran surat Yusuf ayat 21 yang artinya:
"Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti."
Dengan demikian, mempelajari ilmu tentang tafsir mimpi, tidak dilarang dalam Islam. Bahkan oleh sebagian ulama, ilmu tafsir mimpi ini dimasukkan dalam kategori ilmu syariat. Salah satu yang berpandangan demikian ialah antropolog terkemuka Muslim, Ibnu Khaldun. Berikut pandangannya tentang ilmu tafsir mimpi:
"Ilmu Tafsir Mimpi. Ilmu ini merupakan bagian dari ilmu syariat dan merupakan ilmu yang baru dalam agama tatkala ilmu-ilmu dijadikan sebuah pekerjaan dan manusia menuliskan tentang ilmu. Sedangkan mimpi dan tafsir mimpi sebenarnya telah wujud di zaman salaf (terdahulu) seperti halnya juga wujud di zaman khalaf (masa kini)." (Ibnu Khaldun, Muqaddimah Ibnu Khaldun, hal. 288). Begitu." Abi Risyad menjelaskan.
"Hmm jadi menurut Abi mimpi Syahril dan Mimk gimna Bi?" tanya Syahril kembali.
"Hmm rumit." jawab Abi.
"Hah" ucap semua.
"Gini Riil, Abi tanya setelah lumpur itu, apa ada lagi?" tanya Abi Risyad.
"Hmm iya bi, disaat kami jalan terpisah lumpur !menghilang dari kami berdua bahkan bukan hanya pada kami tapi pada Umma serta yang lainnya, namun saat kami berjalan kembali lumpur itu ada lagi hingga ada jurang di depan kami, disana Syahril dan Mimi berhenti." jawab Syahril.
"Apa yang kamu nlihat di seberang jurang itu nak?" tanya Ummi Fatimah.
"Hummm Syahril tidak bisa melihatnya Ummi, disana sangat terang bahkan tak berlumpur tapi yang syahril lihat dari kejauhan bayangan itu seperti Syahril dan Mimi yang sedang bergandengan tangan ditengah lumpur ini." jawab Syahril.
Semua orang terdiam mencoba menafsirkan mimpi secara mendadak.
tbc
Assalamualaikum selamat pagi. Authore mau tanya nih? selama ini kan authore nulis sagunbab 2000 hingga lebih, menurut kalian authore bagi dua agar dapat bab yang banyak atau bagaiman?
__ADS_1
Makasih sebelumnya jawaban dari kalian nanti authore pertimbangkan. Assalamualaikum.