DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 47


__ADS_3

ASSALAMUALAIKUM RIDERS DOKTER JANTUNGKU MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENYAMPAIAN, SEMOGA CERITA NYA BERKENAN KEPADA KALIAN SEMUA


💖💖SELAMAT MEMBACA💖💖


_____________________________________________


Seperti sebelumnya Mimi bangun pada saat adzan subuh berkumandang setelah sholat dua rakaat dia mencuci pakaian di mesin cuci sambil menunggu cucian dia mencuci piring kotor semalam, nyuci piring sudah Mimi beranjak untuk menyapu.


Rumah yang cukup luas dari depan hingga kebelakangan Mimi sapu dan cucian dalam mesin cuci pun telah selesai tinggal di bilas.


Mimi keluarkan air sabun dan mengeringkan pakaian kedalam mesin spin, setelah kering Mimi keluarkan semua pakaian yang ada di tabung spin, karena menunggu nampung air ke mesin cuci lama Mimi bilas pakaian-pakaian nya di dalam kamar mandi.


Pakain sudah terbilas dan Mimi langsung masukkan kedalam pengeringan/spin. Karena akibat membilas di luar baju yang dikenakan Mimi pun basah, Mimi pun segera sekalian mandi dan tak lupa Mimi cuci pakaian yang ia pakai.


Selesai mandi pakaian yang di spin pun selesai Mimi keluarkan pakaian dan menaruhnya kedalam baskom dan Mimi menyepin pakaian yang dia cuci tadi. Mimi masuk kedalam kamar dan memakai pakaian nya.


Rencana Mimi ingin kembali tidur tapi seblum dilakukannya dia mengecek HP dan seperti sebelumnya chat dari sang pujaan hati sudah memenuhi layar.


Mimi membaca dan tersenyum sendiri. Mimi hanya membaca tanpa berniat untuk membalasnya karena Mimi berniat akan melanjutkan tidurnya😃.


Tanpa disangka seseorang disana ternyata sedang mengecek HPnya juga dan terlihat chat yang dia kirim telah centang dua semua namun tak ada satu pun balasan akhirnya dia pun melakukan panggilan via video.


Baru juga Mimi hendak meletakkan HP dan kembali merebahkan kepalanya di atas bantal dering panggilan masuk pun tiba.


"Tut tut tut tut tut"


Mimi lihat ke layar HP tertera nama Ayank aril siapa lagi yang buat kontak tersebut kalau bukan si pemberi HP.


Dengan berat hati alias mata yang berat Mimi pun menggeser tombol camera hijau ke atas.


Terpampang jelas wajah yang tampan, tatapan yang teduh, berhidung mancung yang masih memakai peci dengan senyuman manis yang menghiasi setiap sisi bibirnya.


📱"Assalamu'alaikum dek."


📱"Waalaikumsalam,kak."


📱"Tumben dek dah bangun?"


📱"Hmm, biasa kok bangun subuh."


📱"Lagi apa dek? Kayaknya dah mandi subuh nih?😉.


📱"mau tidur lagi☺, iya tadi habis nyuci dan bilasnya di luar jadi baju Mimi basah, yaudah sekalian aja mandi.


📱"Kirain dek? 😉"


📱"Kirain apa kak?😕"


📱"Kirain adek mandi basah hahahaa."


📱"Hmm😏😏😏😏😏."


📱"Canda dek, jangan di tekuk gitulah mukanya, jelek tau hahaa😘"


📱"Biarin emang dah jelek dari sana kok😏😏. "


📱"Maaf yank, kakak cuma canda yank, calisnya Syahril kan Cannis😉"


📱"Hmm😒"


📱"Senyum dong yank, kakak kangen nih dengan senyumannya 😉"


📱"Malas😶"


📱"Yaudah, nanti masih nemani mamak yank."


📱"Masih."


Syahril melihat Mimi masih cemberut hanya menggelengkan kepala dan selalu menggoda Mimi.


📱"Yank jauh ya yank sampe malam pulangnya."


📱"Iya"


📱"Rame gak yank di camp-camp nya?


📱"Rame."


📱"Banyak karyawan cowoknya nggak?."


📱"Banyak."


📱"Beneran yank."


📱"Beneran lah."


📱"Mereka kenalan lah dengan adek."


📱"Iya."


Syahril terus menguji Mimi agar Mimi berkata jujur.


📱"Terus adek mau?"


📱"Mau apa?"


📱"Mau kenalan sama mereka."


📱"Ya mau lah."


📱"Terus berjabatan tangan lah sama mereka"


Syahril bersusah payah menahan amarah cenderung menahan cemburunya.


📱"Ndak"


📱"Lah terus gimana kenalannya kalau ndak berjabat tangan. "

__ADS_1


📱"Ya bicara aja"


📱"Bicara maksudnya gimana?"


📱" Ya bica mereka ngajak kenalan dan nanya siapa nama."


📱"Terus adek kasih tau nama adek?"


📱"Iya"


📱"Terus apa lagi? mereka kasih tau nama mereka."


📱"Iya"


📱"Siapa aja namanya dek?"


📱"Kenapa kakak mau tau!"


📱"Ya kakak mau tau aja siapa aja namanya kalau memang benaran adek kenalan sama mereka. " ( dengan sedikit menaikkan oktaf nya).


📱"Namanya Rendi, Yanto. maringan teruss.."


📱"Sudah stop."


📱"Lah kenapa?"


📱"Mereka ganteng-ganteng nggak?"


📱"Hmm lumayan"


📱"Gantengan mana sama kakak?"


📱"Emang kakak ganteng?"


📱"Adeek."


📱"Apa!"


📱"Gantengan mana"


📱"Hmm gantengan mereka dikit hehee"


📱"Ayaaank! Ngerjain kakak ya? "


📱"Siapa yang ngerjain"


📱"Ayank lah"


📱"Gakda ngerjain kok, Mimi ngomong apa adanya wee."


📱"Gak kangen apa yank."


📱"Tadinya Iya tapi sekarang nggak."


📱"Kog gitu."


Mata Mimi semakin berat karena ngantuk telah melanda Mimi terus terusan menguap.


📱"Masih ngantuk yank."


📱"Hmm"


📱"Dah jam 6 lewat yank, masa iya mau tidur lagi."


📱"Ngantuk kak. "


📱"Gak bagus tidur lagi, dipaksa melek yank."


📱"Namanya ngantuk gak bisa dipaksakan kak."


📱"Yaudah biar melek kita ngobrol aja ya."


📱" Hmm."


Tanpa di sangka Syahril terus mencoba agar Mimi tetap melek namun namanya ngantuk berat tidak bisa dipungkiri Mimi pun terlelap dengan posisi masih on video callan.


Syahril yang melihat Mimi terlelap hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Dasar di ajak ngobrol malah ditinggal tidur. " Ucap Syahril setelah melihat Mimi yang tertidur.


Dengan usilnya Syahril SS wajah mimi yang sedang tertidur dengan memeluk guling.


Jam sudah menu bukan jam 8 pagi mamak membuka pintu kamar Mimi yang tidak terkunci, diliatnya Mimi masih tertidur dan emak pun membangunkannya.


"Mi.. Bangun, yok antar mamak ke tebing."


"Hmm iya mak." Mimi menjawab namun mata masih terpejam.


"Mii.. Bangun nak, sudah jam 8 nanti kesiangan kita perginya." emak membangunkan Mimi dengan menggoyangkan badan Mimi.


"Iya mak" Jawab Mimi dengan menggeliatkan badannnya untuk merenggangkan otot-otot kakunya.


Mimi pun beranjak keluar kamar dan menuju kamar mandi guna mencuci muka.


Mimi melihat emak sudah bersiap-siap, Mimi pun langsung masuk kamar guna mengganti pakaian nya.


Setelah siap Mimi pun memanasi motornya, emak melihat Mimi yang cepat siapnya pun bertanya.


"Ndak mandi dulu Mi?"


"Ndak mak, cuci muka aja subuh sudah mandi." Jawab Mimi.


Sekiranya mesin motor sudah panas dan tak lama mereka pun berangkat.


Dari rumah ke tebing memakan waktu kurang lebih 45 menit, mamak langsung meminta antar ke toko pakaian yang menjadi agen mamak.


Emak mencari pakaian sesuai pesanan Langggannanya dan sekalian pula dia membayar angsuran pakaian yang telah mamak ambil kepada agennya.

__ADS_1


Ada sebagian pesanan tidak ada di agen yang ini. mamak pun mencari ke agen satunya yang berjarak 3 toko dari agen 1. Sama halnya dengan di agen 1 mamak juga membayar angsuran pakaian yang diambilnya.


Semua pesanan telah di dapat, untuk membayar angsuran dan mencari pesanan memakan waktu sampe 1.5 jam.


Habis dari toko mamak langsung ke pasar sayur dan mampir ke tempat bibi untuk menaruh barang-barang yang di ambil dari Toko pakaian, setelah beristirahat sejenak mamak mengajak Mimi untuk pergi kepasar dan membeli sayur dan lauk pauk.


Setelah berbelanja sayuran emak dan Mimi kembali ke rumah bibi, kalau sudah bertemu dua beradik ini selalu ada saja yang di obrolin.


Mimi rebahan di kursi dan sambil melihat chat masuk.


Syahril mengirim foto-foto kawan-kawan yang sedang bermain voly.


Mimi tersenyum melihat foto-foto yang dikirim oleh Syahril.


Jam Telah menunjukkan pukul 11.30 Mimi pun mengajak emak untuk pulang.


"Mak balek yok?"


"Jam berapa mi?"


"Jam setengah 12 mak."


"Yaudah kita balek lagi."


Kami pun pamit sama bi ida dan kami pun pulang. Sampai rumah sudah jam 12.10 sampai rumah Mimi meletakkan kantong besar yang berisi pakaian dan Mamak langsung pergi kedapur dan menghidupkan kompor, menaruh kwali atau wajan serta dimasukkan minyak kedalamnya setelah minyak panas mamak langsung menggoreng ikan nila yang dia beli, untungnya ikan telah dibersihkan dan telah diberi asam garam sewaktu di rumah bi Ida.


Sambil menunggu ikan mamak menggiling cabe, Mimi ikut membantu mamak memotong sayur bayam dan membersihkan tauge yang mana nanti akan di tumis.


Tak lama bapak pulang tapi masakan kami belum ada yang selesai. Baru sayur bayam yang telah Mimi tumis.


Ikan belum selesai di goreng tinggal satu kali penggorengan lagi. Setelah ikan telah tergoreng semua mamak langsung menumis cabe yang telah dia giling halus tadi, setelah tercium aroma cabai yang telah masak mamak mencemplungkan ikan yang telah digoreng kedalam sambal.


Habis masak perut pun dah berbunyi minta diisi. Mimi pun menyiapkan hidangan makan siangnya.




Mimi dan kedua orang tua serta adik-adiknya menyabtaonmakan siang menu sederhana ikan nila sambal dan bening bayam tauge.


Suara adzan telah berkumandang Mimi dan kedua orang tua belum ada yang selesai makan. Setelah selesai Mimi langsung membereskannya dan setelah beres Mimi langsung berwudhu.


Empat rakkaat di siang hari telah dilaksanakan, mamak mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa ke dvc-dvc selanjutnya.


Seperti sebelumnya Mimi mengendarai motor di dalam hamparan sawit mengikuti jalan kecil sesuai arahan yang diberi oleh emak.


Lokasi kali ini berbeda arah dari lokasi kemaren lokasi ini juga cenderung lebih masuk kedalam dan lebih jauh dari kemaren.


Setelah sampai seperti biasa Mimi menunggu di motor yang dia parkir di depan rumah orang yang mamak tuju yang mana depan rumah tersebut ada pohon rindang, kurang lebih 30 menit berada di dvcini, kamipun melanjutkan perjalanan ke dvc lainnya dan begitu seterusnya sehingga kami berakhir ke dvc kemaren yang mana sekalian mengantar pesanan langganan mamak.


Setelah semua beres Mimi dan mamak pun pulang, sampai rumah hari telah gelap.


Mimi dan mamak melakukan ini sampai dua hari ke depan nya. Mimi melakukan dengan ikhlas dan disinilah Mimi mengetahui bagaimana kedua orang tuanya mencari uang guna memberikan pendidikan kepada anak-anaknya.


Hargailah apapun hasil yang didapat eh kedua orang tua kita, panjatkan lah syukur kepada Illahi agar hasil itu barokah.


Jangan pernah malu apapun pekerjaan kedua orang tua kita. karena apa yang mereka kerjakan semata-mata untuk belahan jiwa nya yaitu darah dagingnya.


Setitik keringat yang ia keluarkan merupakan amal ibadahnya untuk keluarga.


Jangan pernah sakiti hati mereka. jangan pernah membentak apa lagi berkata Ah, di dalam al-quran pun Allah melarang kita berkata Ah kepada kedua orang tua.


Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:


وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا


“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).


Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya adalah berbakti, mengasihi dan lemah lembut kepadanya.


Dan yang dimaksud dengan membentak mereka adalah berbicara secara kasar di saat keduanya memasuki masa tua mereka. Seyogyanyalah kita berkhidmat kepada keduanya sebagaimana mereka telah mengurus kita.


Bagaimanapun juga mereka tetap yang lebih baik. Dan bagaimana bisa sama, keduanya telah derita karena kita, demi mengharapkan kehidupan kita. Sedangkan kita jika pun menanggung derita karena keduanya, kita mengharapkan kematiannya. Lalu mana mungkin bisa sama? Dan adapun yang dimaksud dengan perkataan yang mulia adalah perkataan yang lemah lembut lagi santun.”


Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah Ta’ala berfirman yang memerintahkan kepada para hamba-Nya agar beribadah kepada-Nya yang tiada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya kata ‘al-qadha’ dalam ayat ini maksudnya adalah perintah.


Mujahid rahimahullah berkata: “Wa qadha maksudnya (Allah) memerintahkan.” ‘Ubay bin Ka’ab, Abdullah bin Mas’ud dan Dhahhak bin Muzahim, membaca ayat tersebut seperti berikut ini: “Rabbmu memerintahkan agar engkau tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya.” Oleh karena itu, Allah Ta’ala menyandingkan perintah berbakti kepada kedua orang tua pada perintah beribadah kepada-Nya.


Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “… dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya.” Maksudnya Allah memerintahkan agar engkau berbuat baik kepada kedua orang tuamu yang demikian itu seperti firman-Nya dalam surat yang lain, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bersyukurlah kepada-Ku, dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku tempat kembalimu.” (QS. Luqman: 14)”.


Adapun firman Allah Ta’ala(yang artinya): “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘ah’.” Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yaitu janganlah kamu memperdengarkan kepada keduanya perkataan yang buruk, walaupun perkataan hanya perkataan “ah” yang merupakan perkataan buruk yang paling rendah.


“Dan janganlah kamu membentak mereka,” yaitu janganlah ada pada dirimu kepada mereka berperbuatan yang buruk. Atha’bin Rabbah berkata, “Yaitu janganlah kamu memukulkan tanganmu kepada kedua orang tuamu”.


Adapun firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia,” yaitu perkataan yang lembut dan baik dengan penuh kesopanan, kesantunan dan penghormatan.


Adapun firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kesayangan,” yaitu tawadhu’lah kepada mereka dengan perbuatanmu. “Dan ucapkanlah, Wahai Rabbku kasihanilah keduanya,” yaitu semasa tua mereka dan setelah mereka meninggal dunia. “Sebagaimana mereka telah mendidiku di waktu kecilku.” Yaitu pada usia tuanya dan pada saat wafatnya.


Ibu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Kemudian Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya (yang artinya), ‘Tidak sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang  beriman meminta ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik…..’” dan selanjutnya. (QS. At-Taubah: 113


Semoga bab kali ini bermanfaat bagi kita semua


____________TBC__________


Bab, kali ini sampai disini ya riders dokter jantungku, Ikutin terus cerita selanjutnya.


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN


TERIMAKASIH SEBLUMNYA ATAS DUKUNGAN DARI KALIAN DAN TERIMAKASIH ATAS KESETIAAN KALIAN PADA DOKTER JANTUNGKU.

__ADS_1


_______________💖💖💖________________


__ADS_2