
Hari berlalu berganti Minggu dan Minggu pun berganti bulan, bulan ini adalah hari spesialnya kak Rudi dan kak Rani yah mereka hari ini mengikrarkan sumpah janji sucinya dengan mengucapkan ijab qobul.
Hari ini kami semua akan datang ke acaraalam bainai nya kak Rani dan Mimi dan temannya akan menginap dirumahnya.
"Mi, jadi malam ini kita nginap rumah kak Rani?" tanya Di'ah sepulang dari sekolah.
"Jadi Di'ah, jangan lupa bawa buku dan baju buat besok kita sekolah." jawab Mimi.
"Jam berapa mi?" tanya Di'ah.
"Belum tau Di'ah nanti lah tanya kak Syahril dulu." jawab Mimi.
Beberapa hari ini kak Syahril dan kak Ryan tidak menjemput Mimi di sekolah karena dia membantu kak Rudi untuk memeprsiapkan segala sesuatunya.
Dikediaman kak Rudi.
"Rud, Lo yakin nikah muda?" tanya Andri.
"Ah Lo Ndri, orang sudah tinggal tiga hari mau Lo buat ragu pula." sahut kak Arfan yang ternyata sudah berada di rumah kak Andri.
"Ya mana tau kan Fan Rudi berubah pikiran." ucap kak Andri.
"Si*lan Lo Ndri." ucap Rudi dengan melempar kertas ke arah kak Andri.
"Ndri gugup Ndak?" tanya kak Arfan.
"Nggak gan cuma deg degan aja." jawab kak Rudi.
"Salam aja kale." ucap Arfan
"Jadi kepingin gue nikah muda juga." ucap kak Arfan lagi.
"Ya ajak lah Siska nikah Fan." ucap kak Ryan.
"Maunya gitu Yan tapi yah orang tua Siska nggak setuju kita nikah muda." Jawa kak Arfan.
"Yah gini Fan, yang paling ngebet nikah Syahril eh gak taunya Rudi yang duluin." ucap Andri.
"Rendi mana kok tumben tuh anak ndka nongol." ucap kak Andri.
"Kenapa nyariin gue." ucap kak Rendi yang tiba-tiba sudah berada dalam kamar kak Rudi.
"Kenapa Lo Rend kusut amat." ucap kak Syahril.
"Lapar gue." ucapnya.
"Huuuu kirain kenapa." ucap mereka semua dengan melempari Rendi dengan bantal, giling dan kertas yang berada dekat dengan mereka.
"Emang Lo gak makan dulu tadi.'' ucap Andri.
"Hehe tadi gue dari hangout sama teman-teman gue lupa kalau gue mau kesini jadi tadi main cabut aja gak ikut mereka makan." jawab kak Rendi dengan mengambil toples berisi kue nastar.
"Rud, yakin Lo?" tanya kak Rendi sambil mengunyah kue nastar.
"Maksud Lo apa Rend?" tanya kak Rudi.
"Ya maksud gue yakin Lo mau nikah muda?" tanya kak Rendi lagi.
"Ckk pertanyaan Lo sama aja dengan Ryan." ucap kak Arfan.
"Yah biasanya kan cowok itu punya target usia buat nikah seperti gue gitu." ucap kan Rendi.
"Emang target Lo kapan Rend?" tanya kak Ryan.
"Target gue ya harus makan dulu lah yah setelah gelar spesialis gue dapat." ucapnya lagi.
"Iya ya Rud, hafal nggak ijab qobul nya?" tanya Rendi lagi.
"Aiss Lo ganggu konsentrasi gue aja Rend." ucap Rudi.
"rileks aja bro gak usah di bawa beban." ucap kak Rendi.
"Oh ya Rud, Lo kasih mahar apa?" tanya Rendi lagi.
"Seperangkat alat sholat, satu set perhiasan dan surat Arrahman." jawab kak Rudi.
"Emang udah hafal Lo surat Arrahman nya Rud?" tanya kak Syahril.
"Hafal riil cuma Ndak tau besok pas udah depan orang banyak.'' jawab. kak Rudi.
"Oh ya Riil Novi ntar malam kesini atau ke rumah Rani?" tanya Rendi.
"Lah Rend kok Lo nanya gue ya tanya langsung sama Novi nya." ucap kak Syahril.
"Ya mana tau Lo tau Riil." ucap kak Rendi.
"Mungkin mereka ke ruang Rani Rend." ucap kak Ryan.
"Iya mereka di rumah Rani malam ini Rani pasang Inai." ucap Rudi.
"Siska gak ikut Fan?" tanya Rendi lagi.
"Nggak besok Minggu aja gue bawa dia.'' ucap Arfan.
"Oh ya Ndri, jadi hubungan Lo ma Manda gimana?" tanya Rendi lagi.
"Ya udah end lah." ucap Andri ketus.
"Biasa aja kali Ndri jawabnya." ucap Rendi.
"Rud, gak ada makan siang nya ya?" tanya Rendi.
"Lo dari tadi dah ngunyah setoples gitu belum kenyang juga Rend." ucap Ryan.
"Ini mah camilan Yan mana bisa bikin kenyang.Jadi kangen makan masakan Mimi." ucapnya Rendi.
"Makan aja pikiran Lo." sahut kak Arfan. "Tapi betul juga sih Lo Rend kangen makan lahap keg di rumah Mimi kemarin." ucap Arfan pula.
__ADS_1
"Heleh kalian ini sama aja." jawab kak Syahril "Ayo kebawah tuh dah di panggil aunty Mia." ajak kak Syahril.
Mereka pun akhirnya ke bawah untuk makan siang.
Ditempat Mimi dia sedang beristirahat hingga suara adzan ashar berkumandang baru dia bangun.
Selesai sholat Di'ah datang kerumah menanyakan jadi atau tidaknya mereka ke rumah kak Rani.
"Assalamualaikum" ucap salah Di'ah.
"Waalaikum salam." jawab Mimi dari dalam
"Mi, jadi ke rumah kak Rani?'' tanya Di'ah.
"Emm belum ada nanya sama kak Syahril Mimi Di'ah, hehehehe tadi ketiduran." ucap Mimi.
Disaat sedang membahas masalah nginap atau tidak terdengar suara pos dari luar.
"Poos." ucap tukang pos Mimi pun beranjak menuju teras.
"Iya pak, ada paket buat Mimi ya?" ymtanya Mimi ketika melihat pak pos membawa oaket berupa map coklat.
"Iya nih ada dua paket seperti biasa." ucapnya dengan menyerahkan paket kepada Mimi.
"Makasih pak." ucap Mimi.
"Sama-sama." jawabnya dan pak pos pun berlalu pergi.
"Paket modul Mi?" tanya Di'ah yang sudah paham jika ada pak pos bawa paket tentunya isinya adalah modul bimbel.
"Iya Di'ah." jawab Mimi dan membuka kedua paket itu karena Mimi akan melihat hasil dari bimbel sebelumnya.
Setelah membukanya Mimi sangat senang mengetahui hasil dari bimbel sebelumnya sangat memuaskan.
"Alhamdulillah." ucap Mimi
"Gimana mi, apa hasilnya dan berapa nilainya?" tanya Di'ah.
"Alhamdulillah Di'ah hasilnya memuaskan dan nilainya 9.9." ucap Mimi.
"Alhamdulillah Mi, semoga impian Mimi kelak tercapai ya?'' ucap Di'ah.
"Amin ya rabbal alamin." jawab Mimi.
"Oh ya Di'ah kenapa ndak ikutan kemarin?" tanya Mimi.
"Aku ndak tau mi, perasaan di kelas aku waktu itu Ndak ada yang kasih selebaran itu." ucap Di'ah.
"Ah masa." jawab Mimi.
"Iya mi, walau pun ada mungkin aku juga ndak bisa ikutan tau sendiri lah cakmano emaknku." ucapnya.
"Oh ya mi, kau kedua bimbel memberi Mimi undangan yang mana mau Mimi ambil?'' tanya Di'ah.
"Belum tau juga Di'ah kedua universitas ini kayaknya bagus semua dan terkenal juga." ucap Mimi.
"Astaghfirullah mimibluoa Di'ah bentar-bentar telpon kak Syahril." ucap Mimi dan langsung berlari masuk kedalam kamar untuk mengambil ponsel nya.
📲"Assalamualaikum." ucap Mimi ketika sambungan telpon tersambung.
📲"Waalaikum salam yank, ada apa yank kangen ya?" ucap kak Syahril.
📲"Hemm. Kakak dimana?" tanya Mimi.
📲"Kaka di rumah Rudi, oh ya yank kalian jadi kerumah Rani?" jawab Syahril dan menanyakan Mimi jadi atau tidak kerumah Rani
📲"Itu dia kak, Mimi mau tanya kakak kerumah kak Rani juga atau tidak. kaku tidak ya Mimi mau pergi sama Di'ah tali sehabis Maghrib aja." ucap Mimi.
📲"Kakak di rumah Rudi dek, nih bantuin Rudi menghafal ijab Qabul. Kenapa malam pergi ke rumah Rani nya?" jawabnya.
📲"Emm iya tadi siang mau tanya kakak lupa ketiduran Mimi eh tadi mau telpon juga lupa karena terima paket modul makanya baru telpon kakak sekarang." ucap Mimi.
📲"Emm yaudah nanti kakak antar aja ke ruang Rani nya, tunggu aja habis Maghrib Kalla kerumah." ucapnya
📲"Oke kak, Mimi tunggu, kalau gitu udah dulu ya Mimi mau mandi assa...." jawab Mimi terpotong karena hp kak Syahril direbut sama kak Rendi.
📲"Eh Mi, tunggu dulu. Novi nantintelambwt kerumah Rani juga ya?" tanya kak Randi.
📲"Iya kak, rencana kami semua malam ini tidur di rumah kak Rani, ada apa kak?" jawab Mimi.
📲"Yaudah nanti kakak nyusul kesana, oh ya mi kapan nih masakin kita-kita lagi, kangen masakan Mimi Kakak." ucap kak Rendi.
📲"Ya gak tau kak, Mimi kan sekolah kalau hari biasa libur paling ya hari Minggu." jawab Mimi.
📲"Yaudah nanti kakak atur waktu ssama Syahril aja ya." ucapnya.
📲"Yaudah terserah kakak aja." jawab Mimi.
"Ah Lo Rend resek amat rampas hp gue cuma mau nanya Novi sama makan doang." ucap Syahril dan mengambil alih hpnya.
📲"oh ya dek gih sana mandi gak usah dengerin Rendi." ucap kak Syahril.
📲"Yaudah kak sampe ketemu nanti ya, assalamuakaikum." ucap Mimi.
📲"Waalaikum salam yank." jawabnya.
Sambungan pun terputus dan Mimi segera memberitahu Di'ah kalau sehabis Maghrib mereka berdua akan di antar sama kak Syahril.
"Di'ah sehabis Maghrib nanti di antar sama kak Syahril." ucap Mimi.
"Oh oke lah kau gitu aku balik dulu mau mandi assalamualaikum" ucap Di'ah yang langsung pamit.
Sepulangnya Di'ah Mimi pun segera mandi dan membereskan buku dan baju yang akan di bawa esok hari.
...***...
Di luar pulau Sumatra
__ADS_1
Ada lima orang lelaki yang bersahabat sejak SMP dan mereka adalah mahasiswa di kota S mereka berkuliah di universitas Undip dan mereka berlima merupakan cowok populer di kampus tersebut
Lima mahasiswa ini merupakan mahasiswa management bisnis semester lima di tahun ini, dua tahun silam dikampus mereka mengadakan studi tour dan mereka mendapatkan studi tour nya di pulau Sumatra.
Di studi tour ini mereka tak hanya memberikan misi kepada mahasiswa di universitas di kota Jambi ini tetapi mereka juga memberikan misi kepada anak-anak SMA yang ada di kota Jambi ini perihal kampus tentang kampus mereka dan mereka juga menggelarkan bimbel bagi adik-adik SMU.
Disaat mereka mendapatkan kesempatan untuk berkunjung disalah satu SMA di kota Jambi khusunya di daerah seberang mereka pun melaksanakan misi mereka dengan memperkenalkan universitas mereka di daerah pulau Jawa.
Disaat mereka memasuki sebuah sekolah menengah atas mereka membagi tugas di beberapa kelas dan mereka juga menyebarkan formulir dan selembaran tentang misi mereka tentang diadakan bimbel khusus buat adik-adik SMU.
Disaat mereka akan kembali menemui kepala sekolah dan bertepatan pula seorang siswi SMA akan ke ruang guru untuk mengambil tugas dari guru mata pelajaran yang tidak masuk, tanpa sengaja seorang siswi ini bertabrakan dengan seorang mahasiswa yang sedang keluar dari ruang guru.
"Eh maaf kak," ucap sang siswi ketika bertabrakan dengan mahasiswa tersebut.
Disaat itu sang siswi masih dikelas satu dan kelas yang mendapatkan kunjungan dari mahasiswa tersebut salah satunya di kelas sang siswi ini.
"Eh iya dek, ndak apa-apa." jawabnya.
"Kalau gitu permisi kak," ucap sang siswi dan berlalu pergi langsung masuk ke dalam ruang guru.
Disaat sang siswi masuk ruang guru sang mahasiswa masih berdiri di pintu ruang guru dan melihat ke arah sang siswi namun dia juga harus kembali ke rumah kepala sekolah bersama rekan-rekannya.
Dua tahun berlalu namun itu membuat sang mahasiswa selalu terbayang akan gadis berambut panjang tersebut.
Mahasiswa ini salah satu team pembuat soal-soal modul untuk bimbel jarak jauh yang diadakan oleh universitas ini.
"Oh ya bro paket modul kemarin dah semua dikirim tiap daerahnya kan." tanya salah satu team dari bimbel.
"Iya udah bro." ucap si mahasiswa ini.
"Emm sorry bro ayo kita ke aula untuk melihat kegiatan ospek." Ajaknya.
"Ah Lo aja lah bro, gue disini aja." ucapnya yang engga untuk pergi ke aula.
"Yaudah kalau gitu kita-kita kesana dulu ya?" ucap salah satu rekan nya.
"Oke." ucap sang mahasiswa tersebut.
Setelah kepergiannya sang mahasiswa sibuk dengan laptopnya karena dia ingin membuat serta merevisi soal-soal buat soal selanjutnya untuk bimbel yang mereka adakan.
Sang mahasiswa selalu mengecek peserta-peserta bimbel jarak jauh yang ikut serta dalam bimbel ini.
Dia selalu mengecek siswi SMA yang berada di kota Jambi namun di kota Jambi banyak juga yang ikut dan dia selalu mengecek satu persatu peserta dari SMU kota Jambi yang ikut, dia juga selalu mengecek data-data siswi dan dia mencoba mencocokkan foto dengan wajah yang selalu mengusik pikirannya.
Namun si*alnya dia tak menemukan foto sang siswi berambut panjang tersebut didalam foto tersebut. Berulang kali darintangan ke tahun dia mengecek namun tak menemukannya.
"Huh, apa tuh cewek gak ikut modul bimbel ini ya?" gumamnya dengan terus mengecek satu persatu siswi yang berasal dari kota Jambi.
"Ahh kenapa pas waktu diadakan ke daftar tidak dimasukkan nama SMU nya sih kau gini ya mana tau orangnya yang mana." keluhnya lagi.
"Ya Tuhan kenapa tuh wajah cewek selalu tersimpan di otak ku ya Rabb." sang mahasiswa terus saja bergumam tak jelas.
"Ah coba aku ke aula aja mana tau salah satu mahasiswi baru ada dia diantaranya." gumamnya dan hendak berdiri.
"Hey bro ada apa dengan Lo, kok kelihatan kusut amat." ucap salah satu sahabatnya ( sahabta1)
"Iya bro perasaan sepulang kita dari studi tour dua tahun silam tambah dingin aja sikap Lo." ucap sahabatnya yang lain.(sahabat2)
"Gila bro mahasiswi baru tahun ini bening-bening." ucap salah satu sahabatnya lagi yang terkenal palyboy namun sifat dinginnya ada. (Sahabat 3)
"Ah Lo kalo liat bening aja langsung melek mata Lo tapi yang ada Lo milih-milih juga buat deketin mereka." ucap salah satu sahabat yang lain. (Sahabat 4)
"Coba Lo cerita kekita bro, what happened with you bro?" ucap salah satu sahabatnya lagi. ( sahabat 1)
"Hem entah lah bro, gue heran aja sama diriku." ucap nya
"Ada apa?" tanya sahabat 2
"Iya coba ceritakan pelan-pelan."sahut sahabat 3.
"Lo ingat nggak waktu kita studi tour di pulau Sumatra di universitas kota Jambi." ucapnya.
"Iya, ada apa? apa Lo kesambet sama cewek Sumatra?" ucap Shanti 4 dengan candaan.
"Yah waktu itu kan team ku dapat mengunjungi SMU yang berada di seberang itu. Nah tanpa sengaja aku menabrak siswi disana." ucapnya.
"Terus maksudnya apa Lo nabrak tiang cewek." ucap sahabat 2.
"Ya gakda maksud sih cuma semenjak itu nih otak ku selalu aja wajah nya yang hadir." ucapnya.
Seketika hening dan seketika gemuruh tawa memecahkan keheningan mereka.
"Hahahaha" mereka sontak ketawa berjamaah.
"Ckk malah diketawain." ucapnya.
"Udah lah ayo pulang." ajaknya lagi yang enggan melanjutkan ceritanya lagi kepada ke empat sahabatnya.
"Eh tunggu bro..!
Ayok siapakah dia??
...****...
Alhamdulillah kelar juga nulis nya walau tersendat-sendat ntar kalau ada ku revisi kata jangan heran kadang ada kata yang terlupakan.
Jangan lupa terus dukung sellau karya author DOKTER JANTUNGKU dengan cara tinggalkan jejak kalian
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH