
"Capek bener ya yank, ampe ndak sadar-sadar nih muka dah di entup." ucapnya dengan tersenyum dan akhirnya dia pun ikut me!baringkan tubuhnya di samping Mimi dengan menghadap ke arah Mimi, tak lama diapun ikut terlelap.
Satu jam mereka tertidur berdua dan tanpa sadar Mimi bukan lagi memeluk guling melainkan memeluk kak Syahril yang masih mengenakan koko serta sarungnya.
Mimi merasa nyaman dalam tidurnya di dekapan kak Syahril, sehingga tidur mereka terbangun oleh suara HP kak Syahril yang berdering.
"Ugh." kak Syahril merasa terganggu tidurnya disaat suara hpnya berdering disaat dia membuka mata kak Syahril tersenyum melihat Mimi berada dalam dekapannya.
Mimi masih terlelap, mungkin karena efek capek dia begitu nyenyak sampai tangan kak Syahril mengelus wajahnya baru Mimi tersadar karena merasa ada yang berjalan-jalan di wajahnya.
Mimi membuka matanya dengan tersenyum sebentar terus kembali menutup matanya kembali dan tak berselang lama Mimi tersadar kalau dia tertidur sehabis sholat dengan seketika Mimi membuka matanya lebar-lebar dikala dia melihat kak Syahril masih setia memandangi nya dengan senyuman.
"Aaaaa" Mimi menjerit ketika sadar dia berada di atas kasur dan berpelukan dengan kak Syahril.
"Husst." ucap kak Syahril dengan membekap mulut Mimi.
"Emmm, kok kakak ada di sini " ucap Mimi setelah membuka tangan kak Syahril.
"Lah ini kan kamar kakak " ucapnya dengan tersenyum namun Mimi masih enggan lepas dari dekapannya.
Suara HP berdering kembali dan kali ini Syahril mengangkatnya.
"Iya Yan." ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur yang masih tersisa.
"Elo dimana? jadikan kita ke Tungkal?" ucap kak Ryan dengan pertanyaan.
"Emm iya, sorry gue ketiduran." jawab kak Ryan.
"Yaudah buruan, bapak dan yang lain sudah nungguin." ucapnya
"Hemm." jawab kak Syahril dengan deheman dan mematikan panggilan.
"Ayo dek sana cuci muka, sudah di tungguin bapak dan yang lain." ucap kak Syahril.
"Hem yaudah kakak aja duluan sana." ucap Mimi yang masih enggan beranjak.
"Gimana kakak mau melamar mandi yank kalau sayang masih memeluk kakak gini." ucapnya yang mana Mimi masih memeluk dirinya bukan memeluk guling.
Mimi terheran akan ucapan darinkak Syahril, pasalnya dirinya memeluk guling kenapa kak Syahril bilang memeluk dirinya bagitu lah dengan pemikiran Mimi yang belum sadar apa dan siapa yang dipeluknya.
"Emm, masih mau meluk?" ucap kak Syahril "buruan lepas nanti kakak khilaf lo." bisik nya sambil mengarahkan matanya ke arah tangan dan kami Mimi yang masih bergelantungan di badannya seketika Mimi melototkan matanya ketika sadar kalau yang dipeluknya adalah badannkak Syahril dengan rasa malu dan sekuat tenaga Mi!i langsung berlari menuju kamar mandi dan lupa !w!buka mukenanya.
"Mukenanya dilepas dulu yank." kak Syahril berteriak mengingatkan Mimi dan Mimi pun melihat ke arah dirinya dan diapun langsung!membuka mukena dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka.
Sehabis Mimi !encuvi muka kini giliran kak Syahril maauk kedalam kamar mandi, kak Syahril gak hanya mencuci muka tetapi dia langsung mandi di bawah guyuran shower untuk menenangkan sijuniornya.
"Huh." ucap Syahril dibawah guyuran shower. Syahril lelaki normal jika dipeluk bahkan kaki Mimi tepat berada di atas sijunir ketika memeluk dirinya yang disangka guling, apa lagi disaat Mimi menggerakkan kakinya maka sijuniornya ikut tergesek.
"Dek, dek ujianmu begitu besar oleh ratumu." ucap kak Syahril yang berbicara dengan sijuniornya.
Dua puluh menit kak Syahril selesai dengan cara mandinya sedangkan Mimi menunggunya bersama kedua orang tua kak Syahril yang sedang menikmati brownis bikinan Mi!i dengan teh hangat.
"Lama bener Riil cuci muka?" ucap Babah yang melihat Syahril mendekat ke arah mereka.
"Syahril sekalian mandi Bah." jawabnya sembari mencomot brownis dan memakannya.
"Emm bahy, Umma Syahril sama Mimi berangkat dulu ya? mau ngantar canmer Syahril." ucapnya dengan canda kepada kedua orangtuanya.
"Iya hati-hati bawa mobilnya." jawab Babah dan Umma. kedua orang tua Syahril sudah mengetahui kallau Syahril akan mengantar orang tua Mimi pulang karena Syahril sebelumnya telah memberitahukan kepada mereka berdua.
"Iya Umma, Assalamualaikum." ucap kak Syahril dengan menyalami dannmenciumki tangan kedua orangtuanya diikuti Mimi.
"Umma, Babah Mimi pulang dulu. Makasih Mimi sudah merepotkan." ucap Mimi.
"Iya nak, hati-hati dijalan ya. kami tidak merasa direpotkan kok." jawab Umma dan Mimi menyalami mereak berdua.
"Assalamualaikum Umma, Babah." ucap Mimi berpamitan.
"Waalaikum salam." jawab mereka berdua, Mimi dan Syahril pun melanjukan mobilnya menuju rumah Nyai.
Sesampainya dirumah Nyai kami disambut muka masam kak Ryan dan kak Andri yang berada di bawah rumah
"Biasa aja kali Yan, Ndri mukanya." ucap kak Syahril.
__ADS_1
"Habis ngapain kalian kok lama bener." ucap kak Andri sembari menyusun barangnya BI Ida dan Tante Zia.
"Habis tidur bareng gue." bisik kak Syahril ke telinga kak Andri sehingga membuat mata kak Andri terbuka lebar.
"Pluk" kak Andri melempari kak syahril pakai kuas yang berada di dalam mobil kak Ryan dan kak Syahril hanya tertawa sambil terus menaiki anak tangga.
Sesampainya di atas emak dan yang lain sudah !menunggu KA!i berdua.
"Maaf Lak, Mak, BI Ida ,Tante tadi Syahril ketiduran." ucapnya dengan jujur namun tak menyebutkan kalau tidur siangnya tadi bersama anak gadis mereka.
"Oo ndak apa Riil, pasti Syahril juga capek." sahut emak memaklumi nya.
"Mamak bapak dan yang lain sudah siap semua?" tanya kak Syahril.
"Sudah tinggal masukkan barang ke mobil aja lagi." ucap emak. iya tinggal barang kedua orang tua Mimi yang belum masuk kedalam mobil sedangkan barang binida dan Tante Zia sudah masuk karena mereka berdua berserta anak-anak mereka naik di mobil kak Ryan.
"Oo yaudah mana aja barang-barang nya emak?" tanya kak Syahril lagi.
"ini semua." Jawab emak dengan menunjukkan beberapa barang bawaan mereka, kak Syahril tanpa di komando dia langsung membawa barang-barang tersebut dengan di bantu oleh Mimi.
Setelah semua siap dan barang telah masuk kedalam mobil tanpa ada yang tertinggal kami pun berpamitan dan langsung berangkat. Mimi ikut serta untuk menemani Syahril sewaktu pulang nanti.
Tiga jam perjalanan akhirnya kami pun sampai tepat jam enam sore, Mimi dan kedua orangtuanya singgah sebentar di rumah BI Ida, disana sudah ada pakdo beserta seorang supir. Ya pakdo menjemput istri dan anaknya Tante Zia beserta kedua anaknya Eki dan Aaf.
Pakdo menjemput istri dan anak nya meminjam fasilitas perusahaan dengan bermodalkan surat jalan yang dibubuhi tanda tangan atasannya.
Setelah sampai kami beristrihta sejanak hingga adzan maghrib berkumandang, kami semua menjalankan perintah illahi terlebih dahulu dan setelahnya kami makan malam bersama termasuk supir, yang mana sebelumnya kak Syahril telah membeli beberapa bungkus nasi untuk makan malam kami.
Sehabis makan malam Mimi dan kedua orangtuanya beserta kak Ryan dan kak andri pulang. yah malam ini kak Syahril, kak Ryan dan kak Andri serta Mimi akan menginap semalam di rumah kedua orangtuanya dan Mimi besok pagi akan bolos sekolah dihari pertama maauk sekolah.
Esok pagi ternyata di lahan sawit bapak mendapat giliran untuk panen maka pagi-pagi seyelah sarapan bapak akan pergi ke lahan. Kak Syahril kak Ryan dan kak Andri akan ikut serta membantu memanen sawit.
Kak Syahril melarang Mimi mengantar makkan siang mereka ke lahan karena Mimi berencana akan mengantar memakai motor namun kak Syahril tak mengizinkan Mimi pergi sendiri ke lahan sawit jadi mereka akan makan siang dirumah.
Sebelum adzan Dzuhur mereka telah sampai dirumah, !mereka istirahat sejenak dan setelah itu kak Syahril beserta kedua sepupunya mandi di sumur dan sekalian berwudhu karena Dzuhur pun telah tiba.
Setelah sholat Dzuhur kami semua menyantap makan siang kami dengan lauk kerutup ikan nila, sambal terasi dan tumis pucuk daun ubi. Sehabis makan kak Syahril, Kak Ryan dan kak andri beristirahat dan tak lama mereka bertiga tertidur.
**
Di kampus undipo, kedatangan mahasiswa baru pindahan dari Amerika. Gadis ini bernama Amora Alexandra dia keturuann indo dan Amerika. Dia kembali ke tanah air karena dia ingin menikmati hidupnya di tanah kelahiran sang mommy.
Amora merupakan anak management bisnis semester enak tahun ini, dia pindah karena sang Daddy menjalin bisnis di negara Indonesia khususnya di kota Semarang ini.
Disaat Amora masuk kedalam kampus banyak mata memandang ke arahnya ada yang terkagum akan kecantikan dan kemolekan tubuhnya ada pula yang melihatnya dengan tatapan sinis.
Amora satu kelas dengan Dillah dan Irwan, Irwan tercengang melihat penampilan Amora yang terlihat sexy. Tak hanya Irwan teman-teman satu kelas nya pun tercengang.
Amora duduk dengan Anggita, Anggita adalah sepupu dari Amora dan Anggita duduk bersebelahan dengan Dillah disebalh kirinya dan kanan Dillah adalah Irwan.
Dillah cuek dengan kedatangan Amora tapi tidak dengan teman-teman Dillah yang lain berada di kelas tersebut. Satu persatu pra cowok yang berada dikelas itu !mengenalkan diri mereka masing-masing kepada Amora dan Amora menyambutnya hangat.
Disaat semua telah berkenalan dosen pun masuk dan sang dosen memberitahukan kalau dikelas ini kedatangan mahasiswa baru pindahan dari Amerika dan dan dosen !emknta Amora untuk memperkenalkan diri nya kepada teman-teman lainnya untuk menjaga silaturahmi.
Ketika semua lelaki di dalam kelas berantusias dengan Amora ada dua lelaki yang merasa jengah dan itu tak luput dari pandangan Amora. Ketika sesi perkenalan selesai sang dosen pun memuliakan kelasnya.
Dua jam mata kuliah statistika berlangsung dan saatnya mata kuliah itupun berakhir, ketika sang dosen keluar Amora mendekat ke arah Dillah dan Irwan dan dia pun mengulurkan tangannya kepada mereka berdua.
"Hai." ucapnya sebelum mengulurkan tangannya.
"Can I get acquainted with you both guys.( bolehkah aku berkenalan dengan kalian berdua?) ucapnya " Am Amora ( saya Amora )" Amora memperkenalkan dirinya.
Dillah dan Irwan hanya melihat lalu mereka hanya berdehem "Hem" dan berlalu keluar kelas. Amora yang melihat uluran tangannya di anggurkan dia pun menarik kembali uluran tangannya.
Anggita yang melihat Amora sepupunya di cuekin oleh kedua beruangbkutub dikelas nya itu hanya menggelengkan kepalanya sembari !w dekat dan !enepuo bahu Amora dan berkata.
"Mereka tak mudah kau taklukan." ucap Anggita.
"Tapi aku merasa tertantang oleh mereka ." jawab Amora.
Anggita gadis dingin dan cuek dia juga tak banyak bicara kepada teman-teman dikelasnya, dia dikelasnya juga di juluki cewek kutub.
Di luar Anggita enggan bersosialisasi yang berlebihan, tapi kalau dirumah dia merupakan anak yang manja apa lagi dia adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga nya. Dia berlima saudara dak dia adalah anak bungsu dan keempat saudaranya adalah lelaki dan semua sudah berkeluarga.
__ADS_1
"Anggit makan yok, aku lapar." ucap Amora.
"Yaudah ayo kita ke kantin." jawab Anggita.
Saat Anggita dan Amora masuk kantin lagi-lagi mengundang pandangan para lelaki.
Disaat sampai ke kantin Amora mengidarkan pandangannya dan kemudian matanya menemukan sesosok lelaki yang membuatnya tertantang.
"Anggi, tolong pesankan buatku bakso ya.Aku mau kesana." ucapnya dan !enunjjk ke arah dimana rombongan Dillah duduk.
"Oke tapi tolong jangan kau buat ulah." Anggita mengingatkan nya.
"Siiplah." ucap Amora.
Amora telah fasih berbahasa Indonesia karena sewaktu SMP dia bersekolah di Indonesia tempat neneknya dan dia penyuka makanan Indonesia yang berbahan oalahan daging yaitu bakso.
Amora berjalan berlenggak-lenggok mendekat kearah !eja Dillah dan sahabat.
"Hai." ucap Amora setelah sampai di meja Dillah.
Dillah dan Irwan hanya cuek begitu pula dengan sahabat yang lain merasa heran ada bule yang baik akrab begitulah pemikiran mereka.
"Boleh aku gabung sama kalian?" ucapnya namun gak kunjung !mendapat jawaban dari mereka semua.
"Silahkan kalau mau duduk." ucap Dita kekasih Reno.
"Makasih, oh ya kenalkan aku Amora." jawab Amora mengulurkan tangan memperkenalkan dirinya kepada Dita.
"Dita." jawab Dita dengan membalas uluran Amora.
Amora pun mengulurkan tangannya kepada yang lain namun tak mendapat tanggapan dari mereka.
"Emm." jawab Amora dan !menarik ke!abli ukuran tangannya.
Tak lama datang Anggita menghampiri meja Dillah dan sahabat nya.
"Ra, nih baksonya." ucap Anggita dan Anggita akan berlalu namun dicegah sama Amora.
"Anggit mah kemana?" tanya Amora.
"Aku mau duduk disana." jawab Anggita.
"Anggit disini saja, masih muat kok." ucap Amora, Anggita melihat kearah Dillah dan sahabat nya tapi mereka cuek kecuali Dita yang mengangguk kan kepalanya dan akhirnya Anggita PIN duduk bersama mereka menyantap makanan mereka.
Anggita duduk berhadapan dengan Irwan sedang Dillah berhadapan dengan Amora, Reno selalu berdampingan dengan Dita, Bryan duduk berhadapan dengan Yogi.
Irwan diam-diam memandang ke arah Anggita, ya diam-diam Irwan suka akkaan karakter Anggita. sedangkan Bry dan Yogi diam-diam memandang ke arah Amora namun Amora selalu ramah kepada mereka dan sekali-kali dia memperhatikan Dillah yang berada di depannya tetapi Dillah cuek seakan tak ada manusia duduk didepannya.
**
Setelah beristirahat kak Syahril Mimi, kak Ryan dan kak Andri akan kembali pulang ke Jambi dan mereka pun berpamitan.
Tiga jam mereka tempuhi kembali perjalanan nya, setelah hampir sampai Simpang ojek Mimi dan kak Syahril mampir terlebih dahulu ke alfam*rt untuk membeli bahan-bahan brownis karena kak Syahril kak Ryan dan kak Andri meminta Mimi untuk membuatkan mereka brownis dan Mimi pun dengan senang hati akan membuatkan nya.
Assalamualaikum, alhamdulillah bisa update ke bab dua DOKTER JANTUNGKU pagi ini.
Mohon maaf atas keterlambatan upnya, authore mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN BUAT SOBAT DOKTER JANTUNGKU YANG MUSLIM SELAMAT MENYAMBUT BUKAN SUCI RAMADHAN DI TAHUN INI. SEMOGA RAMADHAN DITAHUN INI KITA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT DAN SWLALU DIBERI KESEHATAN HINGGA HARI KEMENANGAN TIBA AMIN.
BUAT SELURUH SOBAT DOKTER JANTUNGKU TEEIMAKASIH ATAS SWGALA DUKUNGAN KALIAN DI KARYA AUTHORE SWMOGA KALIAN SEMUA DIBERI KEBERKAHAN DAN LIMLAHAN REZEKI SERTA KESEHATAN.
JANGAN LUPA TERUS BERI DUKUNGANNYA BERUA
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
...🌹TERIMAKASIH🌹...
__ADS_1