DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
198


__ADS_3

"Apaaaa!!!" ucap para sahabat serentak.


"Eits bentar bentar pemilik hati yang telah kau sakiti.. siap Bry? secara banyak pemilik hati yang telah kau sakiti." ucap Reno.


"Betul banget tuh..." sahut Satria.


"Tapi selain kau sakiti dan kau campakkan, emm campakkan maksudnya gimana? bukanya semua cewek yang selalu dekat denganmu selalu kau campakkan setelah kau bosan bro." ucap Yogi.


"Iya juga ya.. Dari sekian banyak emang siapa yang baik hati memberikan hatinya sama Lo." ucap Reno serius.


"Huh jangan bilang kalau pemilik hati itu Berliana!" celetuk Dillah yang langsung skakmak Bryan dan semua beralih melihat ke arah Dillah.


"Maksud Lo apa Dil? apa Lo tau siapa orangnya?" tanya Reno dan di angguki oleh kedua sahabatnya yang lain.


"Apa Lo cenayang Dil?" tanya Yogi canda.


"Ckk kalian ini, gue hanya nebak aja secara dari sekian banyak yang dia dekati dan di campakakan hanya Lian yang paling lama sama dia." ucap Dillah dengan opininya.


Bryan lagi-lagi menghelakan nafas nya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Apa betul gitu Bry?" tanya Reno.


Semua diam sesaat sampai art Bryan datang !e!bawa baki berisi minuman serta kue buat camilan mereka.


"Maaf den, mari di minum dan dimakan." ucap art Bryan.


"Makasih mbak." ucap semuamya dan mereka pun mengambil minuman dingin itu dan meneguknya sambil !menunggu jawaban Bryan.


"Bry.." panggil Arya.


"Hmm iy bang." jawabnya.


"Lebih baik kau selesaikan dan minta maaflah sama orang yang telah mengasuhnya dan terutama minta maaflah pada Allah." ucap Arya menasehati adiknya dan Bryan menghelakan nafasnya.


"Bry jangan bilang yang dimaksud Dillah itu benar adanya." ucap Reno serius.


"Iya itu semua benar Ren, gue... Gue ahhh." jawab Bryan dan tak mampu mengungkapkan rasa penyesalan nya.


"Ya Allah bry, berarti Lian saat ini ..." ucap Satria heboh dan seketika dia menutup mulutnya tak ingin melanjutkan omongannya.


"Iya." jawab Bryan sedih dan menunduk.


"Innalilahi." ucap Reno dan yang lain.


"Innalilahi wainna illaihi roji'un." ucap Dillah.


"Gue nggak tau harus ngomong apa lagi buat Lo Bry." ucap Yogi.


"Sama gue juga nggak tau harus nasehatin Lo gimana lagi." ucap Reno


"Dan gue harap Lo nggak melakukan hal yang fattal terhadap Lian." lagi-lagi Dillah menyeletuk pedas.


"Iya, apa yang Lo bilang benar Dil." ucap Bryan me!benarkan omongan Dillah.


"Maksudnya apa Bry!!" ucap ketiga sahabat kecuali Dillah.


"Gue udah.. ( Bryan !menutup matanya) sebelumnya gue udah menghamili Lian." ucap Bryan.


Plak Dillah menampar Bryan sebenarnya Bryan ingin memberi bogeman ke arah perutnya tapi Dillah tak mungkin melakukan hal itu karena bagian area tersebut ada hati yang baru tertanam.


"Dil" panggil Reno dan yang lain.


"Brengs*sek Lo Bry, gue udah pernah bilang ke elo jangan permainkan dia." ucap Dillah murka.


"Gue selalu ingatin lo itu kan!! dia anak baik dan dia anak yatim piatu. Nggak habis pikir gue dengan Lo ampe yega ngelakuin hal itu ama dia." ucap Dillah dengan amarahnya.


"Jangan sampe Lo nyuruh dia ngegugurin kandungannya." ucap Dillah kembali.


"I iya gue nyuruhdia buat ngelakuin itu." jawab Bryan.


"Apaaa!!!" ucap ketiga sahabatnya dengan !menahan Dillah agar tidak memukul Bryan.


"Gue tau gue sangat breng*sek, tapi ternyata Lian nggak ngelakuin itu, dia masih mempertahankan kandungannya." ucap Bryan dengan penuh sesal.


"Darimana Lo tau kalau Lian tidak melakukan hal yang Lo suruh." tanya Reno.


"Dari bonyok." bukan Bryan yang menjawab melainkan Arya.


"Jadi bonyok Lo tau bang?" tanya Satria.


"Iya, tadi bonyok kasih tau ke kita bahkan papi memukul Bryan juga." jawab Arya.


"Astaghfirullahal adzim." ucap mereka semua.


"Dan kalau dia mempertahankannya dimana anak Lo sekarang Bry." tanya Yogi.


"Ya pastinya di panti lah Gi gimana sih Lo." jawab Satria sewot.


"Ya kaalau gitu Lo ambil anak Lo dan rawat dia Bry." ucap Yogi lagi.


"Nggak semudah itu." ucap Arya.


"Kenapa bang?" tanya Reno.

__ADS_1


"Papi dan mami tadi habis dari sana dan sepulang dari sana mereka kelihatan sedih dan kecewa." jawab Arya.


"Apa bonyok nya Abang berusaha untuk mengambil bayinya Lian?" tanya Reno.


"Mungkin aja Ren, soalnya sehabis marahin Bryan mami bilang mau ke pangi jemput mereka dan bawa mereka ke rumah gitu." jawab Arya.


Ya apa yang dikatakan Arya e!ang benar akan membawa mereka ke rumah tapi bukan bayi Lian melainkan semua penghuni panti dan Arya maupun Bryan belum mengetahui hal sebenarnya karena Papi dan Mami belum menceritakan semuanya.


"Hmm Bry, gimana kalau Lo sediri yang coba datang ke pangi dan meminta sama bunda Ainun." ucap Reno.


"Iya Bry, mana tau kalau Lo sendiri yang datang bunda Ainun mau memberikannya." ucap Satria.


"Gue nggak yakin pihak Langi akan menyerahkan bayi itu ke Lo.!" ucap Dillah yang selalu tepat sasaran.


"Kedua orangtua Lo aja nggak berhasil apa lagi Lo yang benar-benar nyata orang yang telah ngehancurin bahkan mencampakkan Lian." ucap Dillah lagi dan me!buat semua membukam.


"Tapi kita bisa usaha lebih dulu Bry, ya buat nebus dosa Lo lah." ucap Satria dan diangguki sama yang lain.


"Iya Bry, gimana kalau kita sekarang ke panti." ucap Reno dan memberikan usul untuk datang ke panti.


Bagi sahabta Bryan yang penting usaha dulu walau gagal hasilnya, setidaknya kita berusaha untuk meraihnya.


"Bagus juga itu dek, ayok coba kita ke panti dan berusaha terlebih dahulu." ucap Arya dan Bryan hanya memandangi wajaahnarya serta para sahabat yang masih peduli dengan dirinya.


"Iya bang, ayo." ucap nya dan beranjak dari duduknya.


Mereka pun akhirnya sepakat akan pergi ke panti dan menemui bunda Ainun, untuk hasilnya siap tidak siap harus siap.


Satu jam perjalanan mereka sa!pai dipanti dan sama seperti kedua orang tuanya, Bryan dan lara sahabat juga terkejut ketika melihat banyak pekerja di panti.


"Ini panti kan?" tanya Yogi.


"Iya, kita nggak salah alamat kan." ucap Satria.


Reno tanpa berucap dia langsung masuk ke pekarangan dan mendekati salah satu pekerja dan bertanya.


"Sore pak." ucap Reno.


"Sore dek, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pekerja lebih tepatnya mandor pekerja.


"Maaf pak, ini pangi kasih bunda kan? kok di hancurkan pak?" tanya Reno.


"Iya dek betul sesuai dengan plang disana namanya." ucap pekerja dengan menunjukkan plang bertuliskan kasih bunda.


"Tapi ini sudah menjadi milik pak Ronald dan kami diperintahkan merenovasi bangunan ini." jawab mandor tersebut.


"Semua orangnya kemana ya pak?" tanya Reno.


"Maksudnya pak?" tanya Satria.


"Iya kami tidak tau kemana mereka yang jelas kami tiba di sini semua telah kosong tanpa penghuni." ucap mandor.


"Astaghfirullah." ucap Arya dan yang lain.


"Jadi kemana mereka." ucap Bryan.


"Iya apa yang terjadi sebenarnya." ucap Reno.


begitu lama mereka tak lagi berkunjung ke Langi semenjak Bryan memutuskan hubungan dengan Berliana mereka pun tak pernah lagi berkunjung.


"Sekarang puas Lo Bry, orang yang telah kau sakiti suka rela memberikan hati Lo bahkan hidupnya." ucap Dillah.


"Ah sudah lah lebih baik kita pulang." ucap Dillah dan mengajak semua nya pulang.


Bryan diam seribu bahasa, gak ada lagi Bryan yang congkak. Terlihat sudah penyesalan dimata nya.


"Li, maafkan aku." batinnya bergejolak.


"Ya tuhan, apakah engkau akan mengampuni segala dosaku. Ampuni hamba Tuhan.. Perrtemukan hamba dengan anak hamba." Gumamnya dalam hati dan dia pun mengusap air mata yang telah lolos dari matanya.


Arya yang berada disampingnya Bryan menepuk dan merangkul bahu adiknya untuk !memberi semangat.


"Bertaubat lah dek, jika Allah mengizinkan kau bisa bertemu dengan anakmu dan mungkin juga bisa bersatu dengan anakmu." ucap Arya.


"Apa itu mungkin bang." ucap Bryan.


"Tidak ada yang tidak mungkin, inilah ujian dan tantangan buatmu dari Allah. jika kau mampu maka kau bisa meraihnya namun jika kau menyerah jangan harap pula untuk mendapatkannya." ucap Arya menyemangati Bryan.


Tak berselang lama mereka pun telah sampai di rumah Bryan, namun lara sahabat tidak mampir. Bryan dan Arya memasuki rumah mereka, terlihat kedua orang tuanya sedang duduk di ruang keluarga.


"Dari mana kalian?" tanya Mami ketika !melihat kedua anaknya yang baru pulang dari rumah sakit keluar rumah.


"Kalian itunharus banyak istirahat, kenapa kalian keluar." ucap Mami kembali.


"Maaf Mi.." ucap Bryan dan Arya.


"Mi, pi.." panggil Bryan kepada kedua orang tua nya dan orang tuanya melihat keadaan arahnya.


"Apa Mami dan Papi tadi ke panti?" tanya Bryan hati-hati, terdengar helaan nafas panjang dari Papi.


"Apa kalian berdua dari panti?" mami tak menjawab melainkan memberi pertanyaan balik.


"Iya kami tadi dari sana." jawab Bryan.

__ADS_1


"Sebenarnya mereka kemana Mi, Pi. Apa kalian mengusir mereka." Bryan bertanya namun menuduh kedua orangtuanya.


Bryan menuduh kedua orang tuanya, dia berprasangka kalau orang panti pindah disebabkan dari orang tua nya yang mungkin tidak menyetujui ataupun marah karena mengetahui kalau Bryan telah me!iliki anak di luar nikah dari salah satu anak Langi itu.


"Apa maksud kamu !enuduh kami begitu?" tanya papi dingin.


"Kami bukan bejad seperti dirimu." ucap papi lagi yang tersulut emosi lagi.


"Apa yangbkau tuduhkan kepada kami tidak benar nak, kami datang kesana karena niat kami akan membantu mereka. Panti lagi ada masalah atas kepemilikannya dan pihak panti kaalah dengan ahli waris. Dan tak hanya itu, niat kami selain membantu mereka juga ingin mengambil serta mengasuh anakmu." jawab mami.


"Jujur mami kecewa sama kamu, bahkan kamu menuduh kami mengusir mereka." ucap mami lagi.


"Tapi kemana mereka Mi." ucap Bryan dengan deraian air mata.


"Mami dan papi juga tidak tau nak, kami terlambat datang karena .. Hmm sudahlah, mungkin ini ujian buat kami sebagai orang tua MU." ucap Mami kecewa.


Bryan terduduk bersimpuh dinkaki sang Mami.


"Maafkan Bryan Mi, maafkan Bryan." ucapnya.


"Mami sudah memaafkan mu, namun minta maaflah sama Allah dan bunda Ainun." jawab mami dengan menckba mengangkat Bryan agarbtak bersimpuh lagi.


"Pi, maafkan Bryan Pi.." ucapnya pada papi dan bersimpuh di kaki sang papi.


"Papi tak bisa memaafkan mu sebelum kau berubah. Jangan lagi kau sakiti hati perempuan nak. Ingat kau punya adik perempuan." ucap papi.


deg


Jantung Bryan berdetak dan mengingat jika dia juga punya adek pere!ouan dan dia menjadingakjt jika kelak karma mengenai keluarganya melalui adiknya.


Sedang di resort mommy Mita anak-anak kembali senang karena mereka tidur dimaksud empuk bahkan ada kolam renangnya. Mereka sjuga senang karena pemandangannya resort mommy Mita yang sangat asri dan sejuk.


"La, kenapa kalian suruh kami tidur disini." tanya bunda Ainun ke mommy.


"Karena kami ingin memanjakan kalian." ucap mommy nya Mita yang enggan memberitahu. Ya dia ingin memberi kejutan buat seluruh penghuni panti nantinya.


"Tapikan barang-barang kami bahkan baju-baju kami tak bawa La." ucap Bunda Ainun.


"Udah itu mah beres, nih semua udah di belikan buat kalian beberapa hari ke depan." ucap mommy nya Mita.


"Maksudnya apa La?" tanya bunda Ainun belum mengerti.


"Nun, untuk sementara kalian tinggal dulu disini, sw!ua kebutuhanmu dan anak-anak sudah tersedia." ucap mommy nya Mita.


"Tapi anak-anak sekolah La." ucap Bunda Ainun.


"Iya aku tau, mereka Tegal sekolah kok besok semua buku-buku mereka juga sudah di siapkan. tenang saja." ucap mommy nya Mita dengan senyum.


"Kamu jangan khawatir nanti dan seterusnya anak-anak pulang pergi sekolah bakal vi antar dan di jemput Nun, kamu tau minibus itu kami siapkan buat kalian." ucap mommy Mita.


"Makasih La." jawab bunda Ainun.


"Oh ya Nun, kamu selama ini.." ucap mommy Mala dipotong oleh bunda Ainun.


"Aku baik-baik aja La." jawab. bunda Ainun.


"Nun." panggil mommy Mala dan bunda Ainun hanya mengangguk dan tersenyum.


"Apa benar apyang aku dengar Nun?" tanya mommy Mala.


"Hmm." jawab bunda Ainun.


"Ya Allah Nun.." ucap mommy dan memeluk bunda Ainun.


"Jadi kamu laginke kota Ini Nun." ucap mommy Mala.


"Iya La, aku di tolong sama Bu Aji." jawab bunda Ainun.


Ya bunda Ainun dan mommy Mala bukan asli kota ini mereka berasal dari kota kembang.


"Tapi aku bahagia La disini, mereka lah yang membuat aku bahagia." ucap Bunda Ainun dengan menunjuk ke arah anak-anak yang sudah terjun ke kolam renang.


mommy malla pun melihat ke arah anak-anak yang senang berenang kian kemari.


"Apa kamu tidak !menikah lagi Nun?" tanya mommy Mala berhati-hati.


"Huummmm huuuh.. sempat aku menikah kembali disini tapi Allah hanya memberikan jodohnya kepadaku sebentar, setahun setengah pernikahan ku Allah menjemputnya." ucap Bunda Ainun mengenang kisah yang menyayat hatinya.


"Apa kami nggak punya anak Nun." tanya mommy hati-hati.


"Andre itu anakku La," jawab bunda Ainun dengan menunjuk ke arah Andre.


"Dialah penyemangat hidupku, semnajak suamiku meninggalkan ku ke pangkuan illahi. Aku hamil Andre delapan bulan." imbuh bunda Ainun.


"Dan tak seberapa lama suamiku meninggal, Bu Aji juga meninggal. Suami ku adalah anak dari Bu Aji." ucap Bunda Ainun.


"Makanya tau panti dintafiknoleh ahli waris pak Aji akun!mencoba mempertahankan hingga tabunganku buat Andre dan anak-anak ku habiskan untuk memenangkan pengadilan tapi mereka kuat." ucap Bunda Ainun.


"Udah, udah Nun, jangan dikenang lagi. sekarang panti itu tetap buat kalian. Semoga Allah menempatkan suami serta bu aji di surga nya Allah.


"Makasih La." jawab bunda Ainun dengan me!eluk mommy Mala.


Nah apakah Bryan atau orangtuanya bakal melihat wajah anaknya baby Zian kita lanjut di Next bab.

__ADS_1


__ADS_2