DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Maafkan aku samlai jumlah negara tercinta ku


__ADS_3

Mereka sampai di Jakarta esok hari saat dini hari. Mimi, Di'ah, Ryan serta Syahril tidur di rumah Kakek Syahril dari pihak Umma yang di huni oleh Afkar seorang diri.


Mereka langsung beristirahat, apa lagi esoknya Mimk dan yang lain akan pulang ke Jambi karena cuti mereka telah habis.


Keesokan harinya, jam sembilan pagi Mimi dan yang lain kembali ke kota Jambi, Di'ah pun sore harinya langsung dinas di rumah sakit polisi.


Waktu Mimi di negerinya pun tinggal hitungan hari, hingga saat ini Mimi belum menceritakan perihal keberangkatan nya ke LA pada Syahril.


Malam hari nya Syahril yang berencana akan ke rumah Mimi tidak jadi karena jambinswdang dinguyur hujan yang lebat. Mimi ingin menceritakan semua itu lada Syahril dengan bersitatap langsung namun saat akan mengatakan selalu ada saja kendalanya.


Keesokan pagi, Syahril mulai beraktifitas seperti biasa apa lagi hari ini ada jadwal operasi dan ada juga ibu-ibu yang melahirkan sehingga membuat dirinya sibuk dengan pasien-pasien nya.


Karena tidak ada yang dikerjakan, Mimi pun hendak menelpon Di'ah namun belum Mimi mendeal kontaknya, pucuk di cinta ulampun tiba Di'ah yang menghubungi Mimi.


"Assalamualaikum, panjangnya umur Di'ah." ucap Mimi mengangkat sambungan telpon dari Di'ah.


"Waalaikum salam, panjang umur kenapa Mi?" jawab Di'ah dan bertanya pada Mimi.


"Ya panjang umur, soalnya baru bae Mimi mau nelpon Di'ah. Oh ya ada apa Di'ah nelpon Mimi? apa soal kak Ryan." ucap Mimi dan bertanya perihal Di'ah menelpon dirinya.


"Hmm iya Mi, aku masih bingung dengan permintaan kak Ryan." jawabnya.


"Bingung kenapa? Bingung karena disuruh berhenti kerja?" tanya Mimi.


"Salah satunya iya itu Mi, Aku bingung harus menjawab apa. Aku sudah cerita ke mamak aku tadi perihal kak Ryan yang mau melamar aku." ucap Di'ah.


"Terus?" tanya Mimi, terdengar helaan nafas Di'ah di balik telpon.


"Kata mamak aku, dalam tahun ini akan sama Rizal akan menikah. Kata Mak, ndak mungkin dia akan mengadakan pesta sampe tiga kali." ucap Di'ah.


"Gali kan 'Ah Arkan dan Rizal sanding dan nikah di rumah pihak cewek. Jadikan ndak masalah." ucap Mimi.


"Emang ndak masalah Mi, tapi.. Mimi kan tau, swmua aku juga ikut andil. Terkadang aku capek Mi." ucap Di'ah dengan suara serak seperti menahan tangis.


"Aku capek, kenapa harus aku juga yang ikut andil semuanya. Apa aku tidak berhak bahagia Mi." ucapnya.


"Di'ah, ndak boleh ngomong gitu. Kak Ryan kan sudah bilang kalau dia akan membantu sebisa mungkin. Di'ah juga berhak bahagia, Mimi yakin kak Ryan tidak tinggal diam juga." ucap Mimi


"Terus aku harus kayak mana Mi?" tanya Di'ah.


"Di'ah bicarakan lagi sama wakte, masalah biaya pernikahan Di'ah insya Allah Mimi yakin semua di tanggung sama kala Ryan. Kalau keluarga Di'ah tidak mau repot mungkin Di'ah bisa nikah di rumah Ummi Parida."


"Mimi harap Di'ah bisa meraih kebahagiaan Di'ah." ucap Mimi.


"Tapi Mi, apa keluarga mereka mau meneima aku apa ada nya? sedangkan aku bukanlah gadis lagi Mi, aku janda Mi." ucap Di'ah dengan serak.


"Apa ada salah dengan janda Di'ah? ndak kan? Kanda hanya sebuah status, kak Ryan masih menyayangi dan mencintai Di'ah dari hatinya. Mimi juga yakin kedua orang tua kak Ryan juga akan menerima Di'ah apa adanya."


"Di'ah jadi janda juga bukan kemauan Di'ah kan! tidak ada yang mau memiliki status itu Di'ah, ini hanya sebuah takdir dan semua sudah tersirat dalam siratan takdir."


"Mimi yakin semua akan baik-baik saja, Di'ah bicarakan lagi sama wakte. Insya Allah wakte bisa mengerti." ucap Mimi.


"Bukannya Ayuk Farhan sudah tinggal di Jambi?" tanya Mimi.


"Iya ayuk Fa sudah tinggal di Jambi, anak-anak nya sekolah di Jambi." jawab Di'ah.


"Baguslah, jadi kelak kalau Di'ah tinggal bersama kak Ryan, dirumah ada Ayuk Fa yang jaga wakte." ucap Mimi.


"Bicarakan baik-baik, kan kak Ryan hanya lamaran dulu. Masalah nikahnya jika wkate ndak mau tahun ini juga bisa di tahun depan, setidaknya kalian ada ikatan." ucap Mimi.


"Hmm iya nanti aku bicarakan lagi, makasih ya Mi." ucapnya.


"Oya sama-sama, emm tali maaf ya Di'ah untuk hari bahagia Di'ah kelak Mimi tidak bisa menghadiri." ucap Mimi.


"Kok gitu? emang Mimi mau kemana? mau balik lagi ke padang ya? bukannya Mimi sduah berhenti?" tanya Di'ah beruntun.


"Iya Di'ah, Mimi memang sudah tidak berkerja di kota Padang. Emm tali Mimi mau pergi ke LA dalam minggu-minggu ini." jawab Mimi.


"Ke LA? mimi kerja disana?" tanya Di'ah.


"Emm bisa jadi nanti Mimi kerja disana. Tapi, Mimi kesana karena Mimi merupakan salah satu anggota riset bagian jantung yang dikirim ke sana" jawab Mimi.


"Kalau cuma riset kan ndak lama Mi? jadi bisa lah Mimi disini." ucap Di'ah.


"Emm iya, risetnya bisa jadi sekitar 6-7bukan atau setahun paling lama Di'ah. Tapi Mimi sekalian kuliah disana nanti." jawab Mimi.


"Oo enak ya Mimi bisa kuliah lagi." ucapnya.


"Hehhee iya Di'ah alhamdulillah Mimi bisa memiliki kesempatan untuk berkuliah lagi, Mimi ikut beasiswa dan Alhamdulillah lulus." jawab Mimi.


"Oo gitu, emm apa kak Syahril sudah tau?" tanya Di'ah Mimk diam sejenak sebelum menjawab.


"Belum." jawab Mimi.


"Kenapa belum? apa Mimi tidak ada niat mau kasih tau dia?" tanya Di'ah.

__ADS_1


"Emm bukan gitu Di'ah, waktu nya belum memberikan kesempatan pada Mimi untuk memberitahu kannya." jawab Mimi.


"Mi, apa Mimi menerima kak Syahril lagi? atau Mimi pergi untuk menjauhinya lagi?" tanya Di'ah.


"Emm bukan gitu. Huumm huh, semua juga serba kebetulan Di'ah."


"Mimi tidak tau bisa ketemu kembali dengan kak Syahril kemarin, Mimi juga tau jika semua jadi begini."


"Masalah ke LA, ini semua sudah direncanakan dua tahun lalu." ucap Mimi lagi.


"Tapi setidaknya Mimk ceritakan sama kak Syahril. Jangan sampai dia berpikir kalau Mimi sengaja memberi harapan sama dia dan setelah itu Mimi pergi menjajah." ucap Di'ah.


"Iya rencana memang mau Mimi masih tau, tapi waktunya belum ada. Mimi juga ndak tau harus bagaimana?" ucap Mimi yang juga merasa bingung.


"Apa Mimi dan kak Syahril sudah bersatu lagi?" tanya Di'ah.


"Emm kalau itu Mimi ndak tau Di'ah, kkta bersama kan waktu di hotel itu. Kami tidak tau dengan atau bagaimana jalan kehidupan kami kedepannya."


"Tapi Mimi harap, Di'ah jangan lagi ikut mengorbankan kebahagiaan Di'ah ya. Di'ah harus bersatu kembali dengan kak Ryan. Mimi akan selalu berdoa buat kalian berdua." ucap Mimi.


''Makasih Mi, aku juga berdoa buat Mimi sama kak Syahril agar kalian dipersatukan kembali dan hidup bahagia selamanya. Sudah cukup kalian berdua menyakiti hati dan perasaan kalian ." ucap Di'ah.


"Makasih Di'ah, bantu do'a nya saja. Insya Allah, jika Allah merestui kami pasti bersatu kembali." ucap Mimi, saat Mimk sedang asik mengobrol dengan Di'ah ada panggilan masuk yaitu daeinayah Brata.


"Emm Di'ah sudah dulu ya, emm ini ada telpon dari ayah Brata." ucap Mimi.


"Oh yaudah, ingat ya Mi. Ceritakan segera sama kak Syahril." ucapnya.


"Iya insya allah, sudah duku ya.Assalamualaikum." ucap Mimk dan mengakhiri hubungan telponnya.


"Waalaikum salam." jawab Di'ah. Sehabis memutuskan hubungan telpon dengan Di'ah Mimi kembali meneima telllndaei ayaah Brata.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ayah." ucap Mimi.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, sedang apa nak?" jawab ayah Brata.


"Emm lagi rebahan saja Yah dan habis telponan dengan teman." jawab Mimi.


"Ok kamu sudah di Jambi kan nak?" tanya nya.


"Iya yah oh ya ayah apa kabar? bunda apa kabarnya juga?" tanya Mimi.


"Alhamdulillah kami semua baik-baik saja.Oh ya nak kamu bersiap ya, nanti malam pesawat ayah menjemput kami dan orangtua kamu." ucaonya.


"Hah, emang ada acara apa Yah?" tanya Mimi.


"E!m bukannya lima hari lahirnya yah." ucap Mimi lirih.


"Iya cuma nanti kalian akan di beri beberapa tugas dan kamu juga harus laporan kan di kampusnya? Jangan lupa berkas-berkas kamu dibawa semua." ucap ayah Brata.


"Emm iya yah, berkas-berkas semua sduah dari kemarin Mimi siapkan tingbal pakaian saja yang belum." ucap Mimi.


"Iya kamu bereskan swmua, dan ajak orang tua kamu juga sekalian untuk ikut ngantar kamu ke LA."


"Kenapa? apa ada yang membebani kamu nak?"ucap ayah Brata.


"Em, ndak ada yah. Kalau gitu bentar Mimi tanya mamak." ucap Mimi dengan langsung menemui emaknya dan memberitahu emaknya.


"Yaudah kamu tanya sama mamak dan bapak. Masalah pakaian hangat dan semacamnya sudah dipersiapkan bunda." ucap ayah Brata.


"Masalah kamu dengan dia, apa kamu sudah beritahu?" tanya ayah.


"Emm iya yah makasih. Emm kalaunigu belum yah" jawab Mimi.


"Humm huh, kalaunbiaa segera kamu kasih tau dia, jangan sampe dia berpikiran negatif tentang kamu. Ayah tau semua tentang kalian, ayah yakin dia akan meneima san menyetujui keputusanmu nak."


"Kalau kalian berjodoh pasti kalian akna dipersatukan kembali.


Yaudah nanti malam pesawat dapat izin take off jam sepuluh dari Jambi." ucap ayah Brata.


"Emm iya yah, nih kata mamak dia ndak bisa ikut, Ay sekolah dan bapak juga kerja, emm nanti Mimi akan mencoba menghubungi dia dan memberitahu nya." ucap Mimi.


"Nanti malam Mimi minta antar samaa bapak ke bandaranya." ucap Mimi lagi.


"Iya ayah oeecaya sama kamu, emm jangan minta antar balak ke bandara, jarak bandara dari rumah kamu jauh nak, nanti ayah minta tolong pihak maskapai untuk menjemput saja kesana, nanti kamu share lokasi nya saja." ucap ayah Brata.


"Ok gitu, iya nanti Mimi share lokasi nya." jawab Mimi.


"Yaudah, kalau gitu kamu siap-siap ya. Ayah mau raat dulu. Assalamualaikum" ucap ayah Brata.


"Waalaikum salam." jawab Mimi. Mimi diam harus bagaimana, baru dia ingin memperbaiki hubungan nya tapi sepertinya waktu blum mengizinkan mereka.


Mimi lihat jam menunjukkan pukul sembilan pagi, Mimi mengambil kopernya dan memasukkan pakaian yangbjaub hari sudah dipersiapkannya tqknluoa berkas-berkas nya juga dimasukkan, namun sebelumnya Mimk mengecek ulang semuanya.


"Lebih baik kamunoeegi temui dia nak." ucap emak yang melihat Mimi kebingungan.

__ADS_1


"Tapi kak Syahril hari ini sibuk Mak." jawab Mimi dan duduk di atas kasurnya.


"Temuin saja dulu dan jelaskan semuanya." ucap Emak. Mimk menarik nafas ya dalam.


"Emm iya Mak, kalau gitu Mimi pergi kerumah sakitnya dulu." ucap Mimi dan terus beranjak untuk bersiap-siap, tak lupa Mimi memesan taksi online terlebih dahulu.


"Iya, nanti bicarakan baik-baik. Beritahu dia pelan-pelan, dan nanti di LA kamu jaga diri baik-baik." ucap emak.Mimi memgangguk.


"Maafkan Miemk ya Mak, maafkan Mimi harus meninggalkan emak lagi." ucap Mimi.


"Iya, semoga kamu berhasil dalam pendidikan kamu." ucap emak dengan mengelus pundak Mimi.


"Dah sana pergi, guh gakainya sudah ada." ucap emak dan mimj mengangguk


"Mimi keegi duku ha Mak, assalamualaikum " ucap Mimk dengan menyalami serta menciumi punggung tangan Mak.


"Waalaikum salam, hati-hati." jawab emak, Mimi pun masuk kedalam taksi dan segera berangkat ke tujuan.


Sesampainya di depan lobi rumah sakit nya Syahril Mimi menarik nafas dalam sebelum masuk. Saat Mimk berjalan menuju lobi, Mimi melihat keriuhan di ruang UGD.


Mimi memperhatikan didalam UGD semua perawat serta dokter jaga disana sibuk menangani pasien. Saat Mimk akan melanjutkan langkahnya Mimi bertemu dengan kak Siska.


"Mimi" panggilnya.


"Kak Siska." jawab Mimi.


"Ada apa?" tanya Siska.


"Emm maunketmwu Syahril ya?" tanyanya lagi Mimi pun mengangguk.


"Syahril barusan masuk ruang operasi." jawabnya.


"Oo" ucap Mimi lesu. Saat mereka sedang berbincang, perawat dari ruang UGD keluar mendekati kak Siska.


"Maaf dok." ucap si perawat.


"Ya sua ada apa?" tanya Siska.


"Itu dok, di dalam ada pasien yang terkena serangan jantung tapi dokter jantung kita yang maauk sedang di ruang operasi." ucap si perawat.


"Emm dokter lain?" tanya Siska.


"Dokter lain sedang ada tindakan juga dok dimrumah sakit lain." jawabnya.


"Maaf sus, pasiennya gimana?" tanya Mimi.


"Oh ya sus, sia dokter Mimi dia ahki jantung. Emm miji bisa bantu?" Siska memberitahu suster karena suster melihat ragu ke arah Mimi.


"Iya kak, ayo kita lihat." ucap Mimi dan mereka pun masuk kedalam.


Mimi langsung memeriksa pasien yang sudah terlihat membiru di wajahnya.


"Kasih oxygen, siapkan segera ruang operasi. Lasin mengalami penyumbatan pada pembuluh darah ke jantung nya." ucap Mimi, dokter serta perawat disana saling pandang mendengar perintah Mimi.


"Oh ha kenali dia dokter Mimi dia spesialis jantung, ikti saja perintahnya nanti saya juga akan ikut membantu didalam." ujar Siska yang merupakan dokter spesialis bedah.


"Baik dok " ucap si perawat dan langsung memerintahkan petugas bagian ruang operasi.


"Apa pasien sudah dilakukan rongent?" tanya Mimi lagi.


"Sudah dok, nah inknhaaiknya baru keluar." ucap dokter jaga dengan memberi kan hasil rongent pasien.


"Emm pasien juga harus segera di pasang ring di jantungnya, emm kak disini lengkap kan peralatan." ucap Mimi dan bertanya pada Siska.


"Insya Allah lengkap Mi,." jawab Siska.


"Emm yaudah, segera suruh pihak keluarga mengurus administrasi nya." ujar Mimi dan memberikan kembali rekam medis pasien tersebut yang sudah di tulis apa saja tindakan yang akan di lakukan itu pada perawat.


"Baik dok " jawab perawat dengan langsung keluar untuk memberitahu pihak keluarga. Setelah semua beres Mimi pun berserta tim media lainnya masuk kedalam ruangan operasi dan mulai melakukan tindakan operasi.


Emlat jam berlalu, operasi pun selesai dan berjalan dengan lancar saat Mimi dan Siska kekuar pihak keluarga mendekatinya.


"Dok bagiamana suami saya?" tanya ibu-ibu itu.


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Untuk kedepannya bapak harus menjalani diet sehat." ucap Mimi.


"Alhamdulillah, makaaih dok. Baik nanti akan saya ikuti." jawab si ibu.


"Baik Bu kalau gitu saya permisi." ucap Mimi.


"Baik dok, sekali lagi makasih dok." ucapnya.


"Sama-sama" jawab Mimi dengan anggukan serta senyuman. Mimi pun berjalan menuju ruangan Syahril dengan diantar Siska.


Namun aamapaao disana Syahril belum ada di ruangan nya Mimi pun menunggunya seorang diri dalam ruangannya.

__ADS_1


tbc


__ADS_2