DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
204.


__ADS_3

Mimi dan seluruh siswa terus mendengarkan penjelasan sang dosen hingga ke sistem berikutnya.



Sistem endokrin



Sistem endokrin meliputi seluruh kelenjar yang mengeluarkan hormon ke dalam aliran darah. Seperti sistem saraf, sistem endokrin juga rumit dan berperan penting dalam tubuh kita. Misalnya dalam mengatur metabolisme melalui saluran pencernaan.


Kelenjar yang bekerja dalam sistem endokrin adalah:


Kelenjar pituitari:


Kelenjar ini menghasilkan hormon pertumbuhan (growth hormone), hormon prolaktin yang mengaktifkan produksi ASI, dan hormon antidiuretik yang mengontrol keseimbangan cairan tubuh pada ginjal.


Hipotalamus:


Bagian otak ini menghubungkan sistem endokrin dengan sistem saraf.


Kelenjar tiroid:


Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang bekerja pada proses metabolisme energi.


Kelenjar adrenal:


Kelenjar ini melepaskan hormon adrenal yang berpengaruh pada tekanan darah dan detak jantungKelenjar reproduksi:


Kelenjar ini menghasilkan hormon estrogen dan progesteron pada perempuan, serta hormon testosteron pada laki-laki.


Pankreas:


Organ ini menghasilkan hormon insulin dan glukagon untuk mengontrol kadar gula darah.



Sistem urinari atau ekskretori



Ginjal adalah organ yang masuk dalam


sistem urinari.


Sistem urinari atau sistem ekskretori berperan dalam menyaring darah dan membuang racun dari dalam jaringan tubuh. Sistem ini terdiri dari empat organ penting, yaitu:GinjalSaluran kemih (ureter)Kandung kemihUretraPembuangan cairan berlebih dan racun dari dalam darah oleh organ ekstretori, juga membantu mengatur tekanan darah.



Sistem integumen



Sistem integumen ini adalah sistem yang paling unik pada tubuh manusia, karena hanya terdiri dari satu organ, yaitu kulit. Kulit kita sebenarnya organ, sekaligus menjadi keseluruhan sistem tersebut. Sistem ini bekerja meliputi seluruh bagian permukaan kulit, termasuk mengatur produksi kelenjar keringat, akar rambut, dan kinerja serangkaian saraf di sana.



Sistem imun



Sistem imun memiliki fungsi vital, yaitu mengatur sistem pertahanan tubuh yang penting bagi manusia secara individu dan spesies. Organ-organ yang menjadi anggota pendukung sistem imun tubuh juga menjadi bagian dari sistem lain. Organ utamanya adalah kelenjar getah bening, sumsum tulang, limfa, kelenjar gondok, tonsil, dan kulit. Karena kerjanya yang saling memengaruhi organ dari sistem lain, maka sistem imun ini juga adalah sistem yang paling rumit, dan fungsinya penting bagi tubuh kita.



Sistem peredaran darah



Disebut juga sebagai sistem kardiovaskular, sistem ini terdiri dari organ jantung yang memompa darah dan pembuluh-pembuluh darah, yang mengalirkan darah. Ada dua jenis pembuluh darah, yaitu arteri yang mengalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengembalikan darah ke jantung.


Anatomi tubuh manusia terdiri dari berbagai bermacam-macam sistem yang masing-masingnya memiliki struktur dan fungsi tersendiri. Meski begitu, antar sistem ini akan bekerjasama sedemikian serupa agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan baik. 


Biologi Seluler


Biologi sel difokuskan pada struktur dan fungsi dari suatu sel, mulai dari sifat-sifat umum yang dimiliki oleh semua sel sampai dengan fungsi yang sangat khusus yang dimiliki oleh sel-sel khusus. Semua penyakit adalah manifestasi adanya gangguan pada tingkat seluler. Oleh sebab itu, untuk mengobati penyakit maka kasusnya perlu dipahami terlebih dahulu dengan cara memahami perubahan yang terjadi pada tingkat masing-masing sel.


Dengan memahami bagaimana cara kerja sel dalam keadaan sehat maupun sakit, maka obat-obat baru yang lebih efektif dapat dikembangkan dengan kualitas yang lebih baik dan melalui peningkatan pengetahuan tentang biologi sel, sehingga pemahaman mengenai bagaimana sel-sel itu bekerja akan lebih baik.


Pada gilirannya maka prakiraaan yang berhubungan dengan kesehatan dapat dilakukan dengan menganalisis basis data informasi genetik dan sel.


Area yang paling penting di mana biologi sel sangat berperan dalam bidang kedokteran adalah genetika.


DNA kita berada di dalam inti sel. Ini berarti semua penelitian mengenai genetika manusia akan kembali kepada kajian tentang sel.


Dewasa ini, tidak ada bidang kajian kedokteran yang tidak melibatkan kajian tentang genetika. Kemampuan untuk memetakan genom manusia dan kemampuan untuk memanipulasi genetik manusia telah membuka wawasan baru dalam bidang kedokteran dan penelitian kedokteran. Semua itu berpulang pada penelitian mengenai biologi sel.


Genetika


Genetika merupakan studi ilmu yang mempelajari sifat keturunan. Keturunan merupakan sebuah proses dimana sang induk mewariskan gen kepada anak keturunannya. Istilah “genetika” merupakan serapan dari bahasa Yunani kuno γενετικός (genetikos) yang bermakna “tempat/”generatif’.


Genetika pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Hunt Morgan, seorang ahli Genetika dan Embriologi Amerika Serikat (1911), yang mengatakan bahwa substansi hereditas yang dinamakan gen terdapat dalam lokus, di dalam kromosom.


Menurut W. Johansen, gen adalah unit terkecil dari suatu makhluk hidup yang mengandung substansi hereditas, terdapat di dalam lokus gen. Gen tersusun dari protein dan asam nukleat (DNA dan RNA), berukuran kisaran 4 – 8 m (mikron).


Dalam studi biologi, ilmu genetika mempelajari gen, pewarisan sifat, dan keanekaragaman organisme hidup. Genetika dapat diaplikasikan ke berbagai studi tentang kehidupan seperti bacteria, plantae, animalia, dan manusia. Sejak dahulu kala, sudah ada berbagai observasi untuk mengembangkan varietas dari suatu tumbuhan dan hewan. Ilmu genetika modern diprakarsai oleh Gregor Mendel pada pertengahan abad ke-19.


Genetika berusaha menjelaskan material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik), bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu lain (pewarisan genetik).


Molekul Dasar dalam Genetika


DNA


DNA (Deoxyribonucleic Acid atau asam deoksiribonukleat) adalah materi pembawa sifat keturunan yang berupa polimer nukleotida yang berpilin ganda (double heliks). Tiap nukleotida terdiri dari 1 molekul gugus phospat, 1 molekul gula pentosa, dan 1 molekul basa nitrogen.


Basa nitrogen terdiri dari purin (adenin (A) dan guanin (G)) dan pirimidin (sitosin (S) dan timin (T)). Basa-basa nitrogen berpasangan dengan tetap, yaitu guanin dengan sitosin (G-S) atau adenin dengan timin (A-Tl). Fungsi DNA antara lain:


sebagai pembawa informasi genetik,mengatur metabolisme tubuh,mensintesis protein.

__ADS_1


Replikasi DNA adalah kemapuan DNA untuk mensintesis DNA itu sendiri. DNA merupakan sebuah nukleotida selalu memiliki 3′ OH dan 5’P, sehingga replikasi DNA yang double helix selalu ke arah 3′-5′ dan pasanganya dari 5′ – 3. Model replikasi DNA dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :


Model konservatif adalah untai DNA induk tetap dalam keadaan utuh dan membentuk sebuah salinan DNA baruModel semikonservatif adalah kedua untai DNA dari molekul induk berpisah dan tiap untai berfungsi sebagai cetakan untuk mensintesis untai komplementer yang baruModel dispersif adalah tiap untai DNA, kedua terdiri atas campuran antara bagian untai lama dan bagian untaian baru yang disintesis secara bersambungan


RNA


RNA (Ribonucleic acid atau asam ribonukleat) adalah rantai tunggal polinukleotida yang dibentuk oleh DNA. Basa nitrogen RNA terdiri dari purin (adenin (A) dan guanin (G)) dan pirimidin (sitosin (S) dan urasil(U)). Macam-macam RNA antara lain:


RNA duta (RNA-d) atau messenger RNA (mRNA), RNA yang urutan basanya berpasangan urutan basa rantai DNA RNA ini merupakan disintesis oleh DNA di dalam nukleus.RNA transfer (RNA-t). penerjemah kodon dari mRNA yang dibentuk di dalam nukleus tetapi menempatkan diri di sitoplasmaRNA ribosom (RNA-r), RNA yang dibentuk di dalam nukleus, tetapi menempatkan diri di dalam ribosom


Perbedaan RNA dengan DNA




Perbedaan Letak DNA dan RNA juga berbeda. DNA umumnya dapat kita temukan hanya pada inti sel, sementara RNA bisa ditemukan pada beberapa organel sel antara lain inti sel, sitoplasma, atau ribosom.




Perbedaan Bentuk dan Ukuran DNA adalah gugus asam amino rantai ganda, sedangkan RNA adalah gugus asam amino rantai pendek. Oleh karena itu, secara ukuran, bentuk DNA umumnya lebih panjang dengan bentuk membulat, sementara ukuran RNA lebih pendek bentuk bentuk yang lebih tipis. Lihat gambar di atas untuk mengetahui perbedaan ukuran tersebut.




Perbedaan Komponen Gula Gugus gula yang menyusun DNA adalah gugus Deoksirobosa, sedangkan gugus gula yang menyusun RNA adalah Ribosa. Deoksiribosa merupakan gabungan 2 gusus gula ribosa. Perbedaan Cuaca dan Iklim




Dilihat dari ukurannya, DNA mempunyai bentuk yang sangat panjang sedangkan RNA memiliki bentuk yang pendek




Perbedaan Jenis Basa Nitrogen Perbedaan DNA dan RNA juga terletak pada jenis basa nitrogen yang dikandungnya. DNA mengandung 3 basa nitrogen yang antara lain Purin (adenin dan guanin), Pirimidin (sitosin dan timin), dan gugus fosfat, sementara RNA hanya mengandung 2 basa nitrogen yaitu Purin (adenin dan guanin) dan Pirimidin (sitosin dan urasil).




Perbedaan Kadar RNA dapat berubah karena adanya aktivitas sintesis protein, sedangkan kadar DNA bersifat statis karena tidak dipengaruhi aktivitas sintesis protein maupun aktivitas genetis




Perbedaan RNA dan DNA  yang terletak pada fungsi keduanya adalah fungsi DNA lebih kompleks, yakni sebagai pengendali aktivitas genetis (faktor keturunan) dan kegiatan sintesis protein. Sementara itu, RNA hanya sekedar berfungsi sebagi pengendali sintesis protein saja.




Gen


mengandung informasi-informasi genetik,tiap gen mempunyai tugas dan fungsi berbeda,zarah yang terdapat dalam kromosom,


Kromosom


Kromosom adalah pembawa faktor keturunan. Tiap kromosom tersusun atas sentromer dan lengan. Sentromer adalah bagian kepala kromosom, berupa benang-benang spindel yang berperam pada saat pembelahan. Lengan adalah kromosom yang mengandung kromonema dan gen. Berdasarkan letak sentromer dan lengan, kromosom dibedakan menjadi empat macam sebagai berikut


Kromosom telosentrik adalah kromosom yang sentromernya terletak di salah satu ujung lengan kromosom, sehingga kromosom tampak hanya memiliki satu lenganKromosom subtelosentrik (akrosentrik) adalah kromosom yang sentromernya terletak di dekat ujung lengan kromosom.Kromosom metasentrik adalah kromosom yang sentromernya terletak di bagian tengah lengan, sehingga kromosom terbagi menjadi dua lengan yang sama panjangKromosom submetasentrik adalah kromosom yang sentromernya terletak di dekat bagian tengah, sehingga kromosom kedua lengan membentuk seperti huruf L atau J


Sintesa Protein


Proses sintesis protein dibedakan menjadi dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.


Transkripsi


Transkripsi adalah proses pencetakan salinan RNA-d dari DNA di dalam nukleus. Transkripsi terdiri dari tiga tahap, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.


Translasi


Translasi adalah proses penerjemahan polipeptida (protein) yang sesuai berdasarkan arahan RNA-d. Translasi terjadi di dalam ribosom dan sitoplasma. Translasi terdiri dari tiga tahap, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.


Proses urutan sintesis protein tercantum sebagai berikut.


a. DNA mencetak kode-kode genetik RNA-d untuk membawa kodon pembentuk protein dari inti sel ke ribosom. Proses pencetakan RNA-d oleh DNA disebut transkripsi.


b. RNA-d keluar dari nukleus menuju ribosom, sedang rantai DNA menutup kembali.


c. RNA-t membawa asam amino sesuai dengan kodon pada RNA-d. Penerjemahan asam amino ini disebut translasi. Asam amino tersebut akan dirangkai membentuk ptotein.


d. Ribosom menerima asam amino hasil dari cetakan berdasar arahan RNA-t yang akan digabung dengan ikatan peptida. Penyusunan asam amino dengan polipeptida dilaksanakan RNA-r.


Pembelahan Sel


Sel dapat memperbanyak diri dengan cara pembelahan sel. Pembelahan sel dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pembelahan langsung (amitosis), pembelahan tidak langsung mitosis dan meiosis


Amitosis


Amitosis adalah proses pembelahan sel yang terjadi secara langsung dengan pembelahan inti yang diikuti pembelahan sitoplasma tanpa melalui tahap-tahap pembelahan, tiap sel membelah menjadi dua sel anakan yang sama (identik).


Mitosis


Mitosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anakan denganjumlah kromosom sel anakan sama jumlah kromomom selinduk, yaitu diploid (2n). Pembelahan mitosis terjadi pada sel tubuh atau sel somatik. Pembelahan mitosis melalui empat tahap, yaitu :


Profase: nukleolus menghilang, benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom, kromosom menduplikasi membentuk kromatid, sentriol bergerak menuju kutub masing-masing.Metafase: kromatid bergerak ke bidang ekuator atau bidang pembelahan, kromatid berjejer di bidang equator.Anafase: sentromer membelah, tiap kromatid bergerak menuju kutub yang berlawanan, kromosom sampai pada masing-masing kutub.Telofase: nukleolus terbentuk kembali, terbentuk dua nukleus diikuti pembelahan sitoplasma dan terbentuk dua sel anakan.


Meiosis


Meiosis disebut pembelahan reduksi adalah pembelahan sel induk diploid menghasilkan 4 sel anakan denganjumlah kromosom separuh jumlah kromosom induk. yaitu haploid (n) Tahap pembelahan meiosis di bedakan menjadi dua macam, yaitu meiosis I dan meiosis II yang berlangsung secara berurutan. Tahap pembelahan meiosis meliputi profase I, metafase l, anafase I dan telofasel, profase ll, metafase II, anafase II dan telofase II.

__ADS_1


Pembelahan meiosis terjadi pada sel kelamin atau sel gamet. Meiosis pada manusia dan hewan terjadi pada proses pembentukan ****** (spermatogenesis) pada individu jantan dan pembentukan sel telur (oogenesis) pada individu betina. Spermatogenesis menghasilkan 4 sel ****** yang fungsional dan oogenesis menghasilkan 1 sel telur fungsional dan 3 badan kutub atau polosid.


Pada tumbuhan terjadi pada pembentukan benang sari (mikrosporogenesis) dan pembentukan putik (megasporogenesis). Mikrosporogenesis menghasilkan 4 mikrospora haploid yang masing-masing akan berkembang menjadi serbuk sari, sedang megasporogenesis menghasilkan 3 inti antipoda, 1 inti ovum (n), 2 inti sinergid (n), dan 1 inti kandung lembaga sekunder (2n).


Pewarisan Sifat


Hukum Mendel


Perkembangbiakan makhluk hidup terjadi pewarisan sifat dari induk pada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut genetika.


Tokoh yang mengungkap teori tentang pewarisan adalah Gregor Johann Mendel. Mendel dikenal sebagai Bapak Genetika mengemukakan hukum tentang pewarisan sifat (hereditas), yaitu hukum Mendel I dan hukum Mendel II.


Hukum Mendel I (Prinsip segregasi bebas), pada saat pembentukan gamet pada individu terjadi pemisahan alel secara bebas.Hukum Mendel II (Prinsip penggabungan bebas), pada saat pembentukan gamet masing-masing alel akan memisah secara bebas dan bergabung secara bebas.


Macam persilangan sesuai dengan hukum mendel, antara lain:


a. Monohibrid


Monohibrid adalah persilangan dengan satu sifat beda atau hanya menggunakan satu macam gen.


b. Testcross


Testcross adalah persilangan antara keturunan hasil prsilangan F1 yang belum diketahui genotipnya dengan individu yang sudah diketahui genotipnya homozigot resesif. Tujuan testcmss untuk mengetahui genotip suatu individu. Perbandingan fenotip F2 hasil persilangan testcross \= 1 : 1.


c. Backcross


Backcross adalah persilangan antara keturunan hasil persilangan F1 dengan salah satu induknya (homozigot dominan/resesif). Perbandingan genotip F2 hasil persilangan backcross \= 1: 1.


b. Dihibrid


Dihibrid adalah persilangan yang menggunakan dua sifat beda.Perbandingan fenotip F2 hasil persilangan dihibrid \= 9 : 3 : 3 : 1.


Penyimpangan Semu Hukum Mendel


a. Komplementer


Komplementer adalah bentuk interaksi gen yang saling melengkapi. Perbandingan fenotif F2 \= 9 : 7.


b. Polimeri


Polimeri adalah persilangan heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri atau dalam lokus yang berbeda tetapi memengaruhi sifat yang sama pada suatu organisme.


c. Epistasis dan Hipostasis


Epistasis adalah suatu peristiwa yang terjadi karena suatu faktor gen dominan yang menutup gendominan lainnya. Hipostasis adalah suatu peristiwa yang terjadi karena suatu faktor gen ditutupi oleh gen lain yang bukan alelanya.


d. Kriptomeri


Kriptomeri adalah suatu sifat yang tidaktampak pengaruhnya bila berdiri sendiri, baru tampak pengaruhnya bila ada faktor lain.


e. Pindah Silang


Pindah silang adalah proses pertukaran bagian kromosom satu dengan kromosom lain yang homolog.


f. Gen Letal


Gen letal adalah gen yang kondisi homozigot menyebabkan kematian pada individu.


Gen letal resesif adalah gen yang dalam keadaan homozigot resesif menyebabkan kematian, contohnya sickle cell pada manusia.Gen letal dominan adalah gen yang dalam keadaan homozigot dominan menyebabkan kematian, contohnya thallasemia pada manusia dan ayam redep.


Pola Hereditas pada Manusia


Cacat dan penyakit menurun pada manusia antara lain:


Cacat dan Penyakit Menurun Tidak Terpaut ****


Cacat dan penyakit menurun tidak terpaut **** adalah kelainan yang terjadi karena kelainan pada sel tubuh atau autosom. Penyakit menurun tidak ini biasanya bersifat resesif, artinya penyakit tersebut akan nampak bila keadaan homozigot resesif. Kelainan menurun tidak terpaut **** tercantum sebagai berikut.




Albinisme (albino), adalah kelainan yang ditandai adanya abnormalitas pigmentasi kulit dan organ tubuh lainnya serta penglihatan yang sangat peka terhadap cahaya. Gen albino diatur oleh gen resesifa, sehingga penderita albino mempunyai genotipe aa, sedangkan orang normal mempunyai genotipe AA atau Aa.




Polidaktili adalah kelainan yang menyebabkan jumlah jari lebih banyak dari orang normal. Polidaktili dikendalikan oleh gen dominan P.




Thalasemia adalah kelainan yang disebabkan karena rendahnya kemampuan membentuk hemoglobin.




Penyakit Menurun Terpaut S**s


Penyakit menurun yang terpaut s**s adalah kelainan yang terjadi pada sel kelamin atau kromosom **** (gonosom). Penyakit menurun yang terpaut **** tercantum sebagai berikut.


1) Hemofilia


Hemofilia adalah penyakit darah sukar membeku. Penyakit ini dikendalikan oleh gen resesif h yang terpaut kromosom X.


2) Buta warna


Buta warna adalah kelainan sesorang yang tidak bisa membedakan warna. Buta warna disebabkan oleh gen resesif cb (color blind) yang terpaut kromosom X.


3) Anodontia


Anodontia adalah kelainan menyebabkan penderita tidak mempunyai gigi. Kelainan anodontia dibawa oleh a yang bersifat resesif yang terpaut kromosom X.


4) Hypertrikosis

__ADS_1


Hypertrikosis adalah kelainan yang terjadi karena tumbuhnya rambut dibagian daun telinga. Kelainan ini dikendalikan oleh gen resesif ht yang terpaut kromosom Y.


tbc


__ADS_2